Mendagri Minta Jabatan Wakil Bupati Grobogan Segera Diisi

Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Jabatan Wakil Bupati Grobogan yang hingga kini masih kosong, kemungkinan akan segera terisi. Hal itu menyusul adanya perintah dari Mendagri Tjahjo Kumolo pada Bupati Grobogan Sri Sumarni agar segera mengisi kekosongan tersebut.

“Saya tadi sudah minta bupati sama ketua dewan supaya segera membahas pengisian wakil bupati. Soalnya, kekosongan ini sudah lama, sekitar 7 bulan. Secepatnya, harus sudah diisi,” tegas Tjahjo saat memberikan pengarahan pada pejabat dan kepala desa di Pendapa Kabupaten, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, untuk pengisian wakil bupati itu sebenarnya simpel. Tinggal bicarakan dengan partai pengusungnya saat pilkada lalu. Untuk itu, partai pengusung harus secepatnya duduk bersama membahas sosok yang akan dipilih sebagai wakil bupati.“Sebenarnya tidak sulit kok. Dulu wakil bupati terpilih diusung PKB. Ya sudah, serahkan saja jatah wakilnya pada PKB. Soal, siapa nanti yang ditunjuk, itu terserah dari mereka (PKB),” cetusnya.

Secara pribadi, Tjahjo juga merasa sedih dan kaget dengan meninggalnya Wakil Bupati Grobogan terpilih Edy Maryono. Sebab, dua hari sebelum meninggal, dia sempat makan bersama Edy di Jakarta.“Saat dapat kabar kalau Pak Edy meninggal saya sempat kaget dan sedih. Soalnya, dua hari sebelumnya masih sempat ketemu dan beberapa hari kemudian harusnya Pak Edy dilantik,” kata Tjahjo.

Selain menyinggung soal jabatan wabup, Tjahjo yang menyampaikan pengarahan lebih 2 jam itu juga menyampaikan materi lainnya. Antara lain, perlunya pengelolaan keuangan yang baik agar tidak terjerat dengan masalah hukum. Termasuk pengelolaan keuangan di level desa.

Kemudian, soal dana desa dijanjikan bisa naik hingga Rp 1 miliar per desa di tahun 2017. Dana desa diupayakan bisa bertambah jadi Rp 1,5 miliar per desa setahun berikutnya.“Selama ini, soal pembuatan laporan dana desa atau dana lainnya ini sering bikin pusing. Nanti akan kita sederhanakan. Laporannya cukup dua lembar saja. Tidak usah sampai puluhan lembar seperti saat ini,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tjahjo juga sempat menyampaikan permintaan maaf soal masih sulitnya mengurus KTP karena keterbatasan blangko. Hal itu terjadi lantaran proses cetak blangko itu dilakukan di luar negeri.

“Cetak blangko di luar negeri itu bukan kebijakan saya, lho. Saya tinggal neruskan saja. Kita upayakan secepatnya cetak blangko KTP bisa dilakukan di dalam negeri. Tahun depan, saya akan upayakan proses cetak KTP sudah bisa dilakukan di semua kecamatan. Peralatannya akan kita sediakan,” imbuh Tjahjo.

Editor : Kholistiono

Soal Siapa Wakil Bupatinya, Ini Jawaban Bupati Grobogan Sri Sumarni

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyampaikan sambutan dalam muscab DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyampaikan sambutan dalam muscab DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Salah satu tema yang ramai jadi bahan pembicaraan setelah Sri Sumarni dilantik jadi Bupati Grobogan, adalah siapa sosok yang akan mendampinginya menjadi wakil bupati.

Sebab, hingga saat ini belum ada statemen resmi dari koalisi Grobogan Hebat terkait nama yang akan dimunculkan sebagai pengganti Wakil Bupati terpilih Edy Maryono yang meninggal Jumat (11/3/2016) lalu.

Saat menghadiri Muscab DPC Partai Hanura Grobogan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Jumat (25/3/2016), Sri Sumarni menegaskan jika sudah banyak pihak yang menanyakan masalah tersebut. Hanya, soal itu belum bisa dijawab karena waktu itu lebih fokus pada pelantikannya dan suasana masih dalam kondisi berkabung.

“Soal wabup yang akan mendampingi saya sudah sering kali ditanyakan. Namun, saya belum bisa menjawabnya,” tegas Sri saat memberikan sambutan dalam muscab tersebut.

Soal wabup tersebut akan dibahas dalam waktu dekat. Dia akan segera bertemu dengan pimpinan parpol yang tergabung dalam Koalisi Grobogan Hebat untuk mulai membahas masalah tersebut.

“Dalam waktu dekat saya agendakan untuk ketemu pimpinan parpol koalisi pengusung dalam pilkada lalu. Soal siapa nanti nama yang akan muncul pasti akan dipilih yang terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Grobogan Agus Siswanto menyatakan, sesuai mekanisme, setelah Sri Sumarni dilantik jadi bupati, baru akan diusulkan calon wakilnya. Soal siapa nanti nama yang akan disetujui untuk menggantikan Edy Maryono, pihaknya menyerahkan ke DPP PDIP.

Meski begitu, pembicaraan internal dengan partai pengusung lainnya juga akan tetap dilakukan. Yakni, dengan PKB, Hanura, dan PAN yang dalam pilkada lalu bergabung membentuk Koalisi Grobogan Hebat mengusung pasangan Sri Sumarni-Edy Maryono.

Sedangkan Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo menambahkan, proses pembahasan nama pengganti itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Tetapi harus melibatkan banyak pihak terkait.

Seperti, dari internal partai telebih dulu, mulai DPC, DPW hingga DPP PKB. Kemudian, partai koalisi pengusung pasangan Sri Sumarni-Edy Maryono dalam pilkada lalu juga pasti akan diajak komunikasi.
“Bupati Sri Sumarni juga punya andil untuk menentukan sosok yang akan diusulkan. Soal ini, kami secepatnya akan konsultasi ke DPW dan DPP,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

PKB Grobogan Masih Berkabung Belum Bahas Pengganti Edy Maryono

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rumor adanya nama yang diusulkan untuk menggantikan Edy Maryono sebagai Wakil Bupati Grobogan terpilih ternyata tidak benar. Hal itu ditegaskan Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo saat dikonfirmasi masalah rumor yang sudah beredar tersebut.

“Perlu saya tegaskan kalau sampai saat ini kami masih dalam suasana berkabung setelah meninggalnya pak Edy Maryono beberapa hari lalu. Jadi, soal nama penggantinya belum pernah kita bahas. Hal ini perlu saya sampaikan agar tidak terjadi polemik,” kata Wakil Ketua DPRD Grobogan tersebut.

Menurutnya, mekanisme pembahasan pengganti Edy akan dilakukan setelah masa berkabung tujuh hari selesai. Hanya kapan waktunya belum ditentukan.

Lebih lanjut Nurwibowo menyatakan, proses pembahasan nama pengganti itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Tetapi harus melibatkan banyak pihak terkait.

Seperti, dari internal partai telebih dulu, mulai DPC, DPW hingga DPP PKB. Kemudian, partai koalisi pengusung pasangan Sri Sumarni-Edy Maryono dalam pilkada lalu juga pasti akan diajak komunikasi.

“Jadi prosesnya cukup panjang untuk menentukan nama pengganti pak Edy tersebut. Satu hal lagi, bupati terpilih Sri Sumarni juga punya andil untuk menentukan sosok yang akan diusulkan,” tegas petinggi PKB Grobogan itu.

Seperti diberitakan, Wakil Bupati Grobogan terpilih Edy Maryono meninggal dunia Jumat (11/3/2016) lalu. Sedianya, Edy yang berpasangan dengan Sri Sumarni akan dilantik dalam waktu dekat. Hal ini seiring sudah berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Grobogan yang diemban Bambang Pudjiono dan Icek Baskoro per 14 Maret lalu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Wakil Bupati Grobogan Terpilih Tutup Usia 

Ratusan PNS Grobogan Nangis saat Apel Pagi

PNS di Kabupaten Grobogan bersalaman dengan Bupati Bambang Pudjiono dan Wakil Bupati Icek Baskoro. (MuriaNewsCom/Dani Agus) 

PNS di Kabupaten Grobogan bersalaman dengan Bupati Bambang Pudjiono dan Wakil Bupati Icek Baskoro. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbeda dari biasanya, suasana haru terlihat dalam pelaksanaan apel pagi, di halaman Setda Grobogan, Senin (14/3/2016).  Ratusan PNS terlihat menitikkan air mata. Demikian pula dengan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan Wakil Bupati Icek Baskoro serta para pejabat lainnya.

Suasana terjadi karena ini terakhir kalinya Bambang Pudjiono dan Icek Baskoro mengemban tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Grobogan.

“Hari ini, 14 Maret 2016 merupakan masa akhir jabatan saya dan pak Icek. Ini, adalah kali terakhir saya memimipin apel pagi dengan para PNS,” kata Bambang.

Acara apel terakhir itu sekaligus dimanfaatkan Bambang dan Icek untuk mohon diri. Di hadapan ratusan PNS, Bambang secara tegas menyampaikan permohonan maaf jika selama memimpin Grobogan selama 10 tahun banyak kesalahan yang dilakukan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, perkenankan saya dan Pak Icek meminta maaf atas kesalahan baik secara pribadi maupun saat menjabat sebagai bupati dan wakil bupati. Demikian pula saya juga memohonkan maaf buat istri dan semua anggota keluarga,” kata Bambang.

Usai menyampaikan kata perpisahan, Bambang dan Icek kemudian menyalami para pajabat dan PNS. Jika biasanya para PNS yang berjalan mendatangi keduanya untuk bersalaman, kali ini, gantian Bambang dan Icek didampingi Sekda Grobogan Sugiyanto yang berkeliling menyalami satu persatu PNS yang ikut apel pagi.

Sebagian PNS terlihat tidak kuasa menahan keluarnya air mata ketika dipamiti Bambang dan Icek. Wakil Bupati Icek Baskoro juga terlihat haru dengan momen pagi ini.

Editor : Akrom Hazami

Direktur RS Yakkum : Kondisi Pak Edy Sudah Lemas Saat Tiba di Rumah Sakit, Tapi Masih Sadar

Edy Maryono (Istimewa)

                                                                                                      Edy Maryono (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabupaten Grobogan Jumat (11/3/2016) berduka. Wakil Bupati Grobogan terpilih Edy Maryono meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB di Rumah Sakit Yakkum Purwodadi.

“Pak Edy Maryono masuk IGD sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu kondisinya lemas tetapi masih sadar,” ungkap Direktur RS Yakkum Purwodadi dr Sunarima pada wartawan.

Setelah dilakukan tindakan di IGD, Edy selanjutnya menjalani perawatan lebih lanjut di ruang ICU.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain. Sekitar pukul 09.00 WIB, secara medis kondisinya sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara, itu kabar masuknya Edy ke rumah sakit langsung membuat ramai. Sejumlah pejabat terlihat berada di ruang tunggu ICU. Antara lain, Kajari Purwodadi Abdullah, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Kasat Reskrim AKP Agung Ariyanto.

Dari kalangan pejabat, terlihat pula Sekda Grobogan Sugiyanto dan hampir semua pimpinan SKPD. Hadir pula, Bupati Grobogan terpilih Sri Sumarni yang menjadi pasangan Edy pada pilkada lalu.Dari kalangan legislatif juga banyak yang hadir. Seperti Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Wakil Ketua DPRD HM Nurwibowo

Editor : Kholistiono

Baca juga : Wakil Bupati Grobogan Terpilih Tutup Usia

Wakil Bupati Grobogan Terpilih Tutup Usia

wakil bupati grobogan 2016-2021

MuriaNewsCom, Grobogan – Wakil Bupati terpilih Kabupaten Grobogan, Edy Maryono, dikabarkan meninggal dunia, Jum’at (11/3/2016) pagi.

Informasi yang dihimpun, Edy Maryono, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Yakkum Purwodadi. Edy Maryono meninggal diduga dikarenakan terkena serangan jantung.

Namun, belum diketahui lebih lanjut kepastian penyebab meninggalnya Wakil Bupati terpilih Kabupaten Grobogan tersebut.

Edy Maryono merupakan pendamping Sri Sumarni pada Pilkada Grobogan 2015lalu. Pasangan ini mengalahkan incumbent pada pilkada lalu. Saat ini, pasangan tersebut belum dilantik seperti beberapa kepala daerah lainnya di Jawa Tengah yang sudah dilantik serentak oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

Editor : Kholistiono

Intansi Terkait Diminta Saling Koordinasi Agar Tercipta Suasan Aman

Rakor kesiapan menghadapi lebaran di Ruang Riptaloka (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

Rakor kesiapan menghadapi lebaran di Ruang Riptaloka (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menegaskan, menyambut datangnya lebaran, masyarakat harus bisa merayakan hari raya dengan nyaman dan aman. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk bisa mewujudkan kondisi tersebut.

“Lebaran merupakan momen tahunan yang dinantikan dan dirayakan oleh banyak orang. Oleh sebab itu, kita harus mengupayakan agar masyarakat bisa merayakan lebaran dengan aman dan nyaman,” kata Icek ketika memberi sambutan dalam rakor kesiapan menghadapi lebaran di Ruang Riptaloka, sore tadi.

Menurut Icek, untuk bisa menciptakan suasana aman selama lebaran maka butuh koordinasi dan kerjasama dari berbagai pihak. Antara lain, dari jajaran kepolisian, TNI, dishub, bagian perekonomian, camat, PT KAI dan masyarakat.

Icek mengingatkan agar selama lebaran ketersediaan bahan pokok yang diperlukan masyarakat supaya lebih diperhatikan. Dengan harapan, nantinya tidak akan muncul kelangkaan barang dipasaran. Selain itu, faktor ramainya lalu lintas juga perlu diantisipasi sejak sekarang. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)