Genjot Ekonomi Daerah, Pemkab Jepara Benahi Infrastruktur Destinasi Wisata

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi (berpeci) saat meninjau hutan wisata Wana Pinus Setro yang berada di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai serius menggarap infrastruktur pendukung pariwisata. Tidak hanya wisata mainstream seperti pantai, wilayah pegunungan juga akan mendapatkan porsi serupa dalam pembangunan akses jalan. 

Seperti yang dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Selasa (8/8/2017), ia meninjau hutan wisata Wana Pinus Setro yang berada di Desa Batealit, Kecamatan Batealit. Menurutnya, lokasi hutan milik Perhutani cocok dikembangkan sebagai wisata alam. 

“Maka pembangunan infrastruktur menuju tempat yang berpotensi wisata seperti ini penting dilakukan. Dalam lima tahun ke depan untuk pembangunan infrastruktur menuju tempat yang memiliki potensi wisata akan kita percepat,” ujarnya.  

Ia berujar, untuk mengoptimalkan potensi alam di hutan pinus Batealit pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Perhutani. Selain itu, dengan pelestarian hutan ini, bisa menjadi paru-paru bagi Kota Jepara dalam menghadapi pemanasan global, ungkap Dian. 

Politisi PDIP itu mengatakan, pariwisata merupakan denyut perekonomian kabupaten Jepara. Namun dalam pengembangannya, sektor infrastruktur mutlak dibenahi. 

“Pariwisata harus ditopang dengan bidang lain, satu di antaranya adalah infrastruktur. Sebab dengan infrastruktur yang baik tentu akan memudahkan pelancong lokal maupun mancanegara datang dan berkunjung ke lokasi wisata,” tutur dia.

Selain itu, Dian juga menyoroti pentingnya sumber  daya manusia dalam mendorong berkembangnya sektor pariwisata.

“Masyarakat juga penting untuk ditingkatkan kesadarannya dalam kepariwisataan. Berkembangnya kelompok masyarakat sadar wisata merupakan pelopor yang akan menyosialisasikan dan memromosikan sejumlah obyek wisata di daerah ini,” paparnya.

Editor: Supriyadi

 

Wabup Jepara Minta Warga dan Ormas Ikut Awasi Peredaran Narkoba

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menilai wilayahnya sebagai areal strategis dalam hal perlintasan narkoba. Tak ayal, kabupaten yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa ini, juga rentan penyalahgunaan barang terlarang itu. 

“Jepara dimanfaatkan pengedar narkoba yang melintas di wilayah ini lalu melakukan transaksi di tempat lain,” ujarnya saat membuka Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, Kamis (13/7/2017), di Pendapa Kabupaten Jepara.

Ia menyebut tingkat penyalahgunaan narkoba di Jepara cukup tinggi. Catatan Polres Jepara awal tahun 2017 hingga bulan ini sudah ada 14 kasus, dengan 16 tersangka, 12 pengedar dan empat pemakai. Sementara pada tahun lalu ada 26 kasus dengan 33 tersangka dan barang bukti sejumlah 41.028 gram shabu-shabu, 16.006 gram ekstasi dan 11.098 ganja. 

Oleh karenanya, Wabup Jepara mengimbau agar seluruh komponen masyarakat dan organisasi masyarakat atau ormas ikut serta membantu pemerintah memberantas peredaran narkoba. Andi menyebut, peran warga bisa dilakukan dengan memberikan informasi kepada aparat keamanan.

“Keberadaan warga ataupun organisasi masyarakat paling dekat dengan lingkungan, yang paling tahu apa yang terjadi di sekitar. Maka dari itu kita mengimbau supaya anggota ormas dapat memulai memperhatikan dari keluarganya sendiri, jika ada ciri penyalahgunaan narkoba supaya cepat melapor agar bisa ditindaklanjuti. Kemudian ormas berperan pula untuk dapat menyosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat hingga yang paling bawah,” tegas Andi. 

Editor : Kholistiono

Wabup Subroto Dilantik Jadi Ka-Kwarcab Jepara 2016 – 2020

Subroto dilantik oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno, Sabtu (30/1/2016) di pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Subroto dilantik oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno, Sabtu (30/1/2016) di pendapa Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Wakil Bupati Jepara Subroto kembali mendapatkan jabatan penting di Kabupaten Jepara. Setelah dilantik menjadi ketua dewan daerah lanjut usia, kali ini Subroto secara resmi menjabat sebagai Ka-Kwarcab Jepara untuk periode 2016-2020.

Subroto dilantik oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno, Sabtu (30/1/2016) di pendapa Kabupaten Jepara. Dalam sambutan perdananya, Ketua Kwarcab Jepara terpilih Subroto mengatakan, ada beberapa catatan yang bisa dijadikan referensi tentang gerakan Pramuka, dimana organisasi Pramuka ini merupakan pergerakan yang mempunyai runtutan sejarah organisasai yang sangat penting.

”Eksistensi dan perannya sangat berjasa bagi negara kita. Pergerakan Pramuka di negara kita tidak sekedar pada tantangan atau organisasi kepanduan internasional. Namun gerakan ini sedikit banyak lahir dan bagian yang tidak terpisahkan pergerakan pada anak bangsa dalam merebut kemerdekaan sebelum dan sesudah tahun 1945,” ujar Subroto.

Dia juga mengemukakan, gerakan Pramuka pada era sekarang ini sesungguhnya dihadapkan pada konteks problem dan tantangan yang tidak kalah berat, dibanding dengan masa era kemerdekaan. Karena sekarang ini dihadapkan pada era peradaban modern yang makin terbuka, makin mengglobal dan makin kompetitif.

”Dengan demikian kita diharuskan oleh keadaan untuk tidak sekadar cukup dengan siap bersaing. Tetapi dituntut bisa memenangkan dalam persaingan,” katanya.

Dia menambahkan, dalam era keterbukaan dan globalisasi ini, tidak ada negara yang rela hanya sekadar menjadi penonton dan konsumen. Kedepan tantangan anggota Pramuka selalu lebih berat dan lebih kompleks. ”Karena kita dituntut tidak hanya sekedar organisasi yang aktivitasnya hanya berbasis kegiatan formal sebagai ekstra kurikuler dari sekolah, namun kita dituntut untuk bisa ikut berunding. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi negara ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno mengatakan, kepengurusan Kepramukaan Kwarcab Jepara sudah sangat lengkap. Ada beberapa yang perlu disampaikan kepada kakak pelatih Pramuka, ketua gugus depan atau kepala sekolah untuk menyadari sistem pendidikan di Indonesia. Saat ini guru dan kepala sekolah mempunyai tugas administrasi yang sangat berat. Kemudian jam-jam pelajaran ini masih banyak memberikan ilmu pengetahuan yang bersifat informasi.
”Artinya kalau anak didik pandai dan pintar itu karena dia mampu mengingat, menghafal, dan akhirnya menjawab pertanyaan,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Wabup Jepara: Harga Sembako Masih Stabil

Wakil Bupati Jepara Subroto pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Wakil Bupati Jepara Subroto pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebelumnya melakukan pantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar yang ada di wilayah utara Jepara. Dari hasil pantauan tersebut, ditemukan beberapa komoditas barang yang memang sudah mengalami kenaikan harga. Namun, kali ini, pantauan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara Subroto justru hasilnya berbeda.

Subroto yang melakukan pantauan ke pasar tradisional yang ada di wilayah Selatan Jepara, yakni di pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015). Hasilnya, harga bahan pokok kondisinya normal. Tidak ada kenaikan yang cukup signifikan bahkan cenderung stabil.

Dari hasil perbincangan dengan para pedagang, Subroto menemukan harga sejumlah kebutuhan pokok di antaranya harga beras C4 Super Rp 9.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.000 per liter dan kemasan Rp 13.000 per liter, mentega Rp 12.000 per kilogram, daging sapi antara Rp 90.000 per kilogram, daging ayam potong Rp 35.000 per kilogram, gula pasir Rp 9.000 per kilogram, dan telur ayam Rp 18.500 per kilogram.

“Harga sembako pada umumnya masih dalam kondisi normal dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” kata Subroto.

Sementara untuk persediaan barang masih cukup dan pasokan barang untuk menghadapi permintaan pasar selama menjelang Idul Fitri relatif lancar. “Diharapkan sampai hari Lebaran tiba, harga sembako tidak mengalami kenaikan harga sehingga tidak memberatkan masyarakat,” imbuhnya. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Kunjungi Pasar, Wabup Berpesan Pedagang Jaga Kebersihan

Wakil Bupati Jepara Subroto pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Wakil Bupati Jepara Subroto pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Setelah sebelumnya Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melakukan pantauan terhadap kebutuhan pokok masyarakat di pasar menjelang lebaran ini, kali ini giliran Wakil Bupati Jepara Subroto. Dia berpesan kepada para pedagang untuk menjaga kebersihan dan kerapian pasar demi kenyamanan dan ketentraman.

Pantauan ini juga diikuti beberapa anggota Forkopinda, Asisten II Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Diskopumkmpasar, Kepala Satpol PP, Kepala Bakesbangpol, Kabag Perekonomian, Kabag Humas. Mereka ke pasar tradisional yang ada di wilayah Selatan Jepara, yakni di pasar tradisional Kalinyamatan, Pecangaan, dan Tahunan, pada Kamis (9/7/2015).

“Diimbau pula kepada para pedagang agar bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) untuk terusmemperhatikan kebersihan dan kerapian pasar demi kenyamanan dan ketenteraman bersama,” ujar Subroto.

Subroto mengungkapkan apresiasi kepada para pedagang sebagai salah satu pelaku ekonomi di tanah bertuah negeri beradat ini dalam menghasilkan pendapat asli daerah (PAD) serta meningkatkan perekonomian kabupaten ini. Dia juga mengatakan, dengan menjaga kebersihan dan kerapian, maka diharapkan pasar tradisional tidak akan mati ditengah banyaknya toko modern saat ini. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Pemkab Gelar Rapat Terkait Skema Penataan Pungkruk

f-Pungkruk (1) (e)

Rapat mengenai skema penataan kawasan Pungkruk Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo Jepara (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar rapat mengenai skema penataan kawasan Pungkruk Desa Mororejo,Kecamatan Mlonggo Jepara. Rapat digelar di ruang kerja wakil bupati dan dipimpin Wakil Bupati Jepara Subroto, diikuti pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Senin (22/6/2015). Lanjutkan membaca