Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Ambil Vaksin Asli DKK

vaksin 2

 

MuriaNewsCom, Kudus – Vaksin asal pemerintah yang dimiliki Dinas Kesehatan Kudus (DKK) ternyata banyak digunakan instansi kesehatan. Tidak hanya instansi kesehatan milik pemerintah saja, melainkan juga instansi kesehatan milik swasta.

Hal itu disampaikan Kepala DKK Kudus dokter Maryata. Menurutnya instansi kesehatan negeri atau milik pemerintah semuanya jelas menggunakan vaksin asal DKK. Seperti halnya puskesmas dan RSUD. Sedangkan untuk swasta, sebagian besar sudah mengambil langsung ke DKK maupun lewat puskesmas.

“Seperti misalnya RSI Sunan Kudus, RSI Aisiyah mengambil langsung kepada kami. Sedangkan untuk RS Kumala Siwi, mengambil dari Puskesmas Kaliwungu sehingga vaksin dipastikan asli,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tak hanya rumah sakit, bidan dan RB juga banyak yang sudah mengambil dari DKK. Seperti RB Miriam, RB Budi Luhur dan RS Ibnu Sina. Semuanya mengambil langsung dari DKK.

Dia menambahkan, kalau vaksin yang berasal dari pemerintah harus diberikan secara gratis. Sehingga jika ada yang menarik biaya dapat dilaporkan kepada DKK.

“Kalau ada yang gratis dan asli kenapa juga harus pilih yang membayar. Kalau bayar untuk obat tidak masalah,” ungkapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat,  untuk ditanya dulu dari mana vaksin berasal. Jika bukan dari DKK patut ditanyakan keasliannya apakah sudah diuji atau belum.

Secara umum, dia menjelaskan vaksin asli pasti terdapat dampak pada bayi atau balita. Sebab kandungan virus yang dilemahkan maka dapat membuat tubuh menjadi panas atau demam.

Sedangkan vaksin palsu tidak demikian dan umumnya tidak ada dampak kepada anak selama dua hari, seperti vaksin asli.  Hal itu karena kandungan yang berbeda.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Tak Pakai Vaksin Pemerintah, DKK Kudus Minta RS Mardi Rahayu Uji Lab Vaksinnya

vaksin

 

MuriaNewsCom, Kudus – DKK menjamin vaksin yang diambil dari mereka adalah vaksin asli. Namun faktanya, tidak semua instansi kesehatan mengambil vaksin dari pemerintah.

Seperti halnya di RS Mardi Rahayu. Melihat hal itu, DKK meminta pihak rumah sakit untuk melakukan uji laborat kepada semua jenis vaksin yang dimiliki.

“Jumlah vaksin di bawah 10, semuanya ambil bukan dari pemerintah, makanya harus dilakukan uji lab agar jelas hasilnya,” kata Kepala DKK Dokter Maryata kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jauh sebelum vaksin palsu ramai, DKK sudah melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit. Sepeti halnya ke Mardi Rahayu. Oleh DKK, Mardi Rahayu diberikan masukan untuk membeli lemari pendingin yang buka ke atas untuk menyimpan vaksin. Hanya oleh pihak rumah sakit dinilai tidak setuju lantaran mahalnya biaya.

“Biaya menyimpan vaksin memang mahal. Namun itulah yang benar seharusnya,” ujarnya.

Kini, kata Maryata proses uji vaksin sudah berjalan. Hanya untuk waktunya tidak diketahui lantaran uji dilakukan di Jakarta melalui provinsi. Dia berharap vaksin tersebut asli, sehingga tidak membuat masalah pada belakangan nanti.

Yuniati Bodro M, perwakilan RS Mardi Rahayu saat pertemuan dengan BPJS dan DKK 29 Juni lalu menjelaskan, kalau pihaknya mengambil vaksin dari rekanan. Hanya selama ini belum ada keluhan terkait vaksin yang diberikan.

“Jumlahnya ada banyak, akan kami tes semuanya. Sehingga dapat meyakinkan kalau vaksin tersebut asli,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Dinkes Grobogan Tegaskan Wilayahnya Bebas Vaksin Palsu

ILUSTRASI Vaksin

MuriNewsCom, Grobogan – Maraknya vaksin palsu di beberapa kota besar, tampaknya tidak sampai menjangkau di wilayah Grobogan. Hal ini berdasarkan penegasan yang dilontarkan Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Johari Angkasa.“Sejauh ini, kita belum menemukan adanya vaksin palsu di sini. Meski demikian, kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyikapi persoalan ini,” katanya.

Menurutnya, semua vaksin yang dimiliki selama ini merupakan dropping dari pusat. Pihaknya, tidak mengadakan vaksin dari pihak lainnya. Dengan demikian, vaksin yang dimiliki bisa terjamin kualitas dan keasliannya.

Direktur RSUD dr R Soedjati Purwodadi Bambang Pudjianto ketika dimintai komentarnya juga menegaskan, jika di instansinya tidak ada vaksin palsu. Menurutnya, selama ini, vaksin yang digunakan merupakan dropping dari Dinkes Grobogan.

Penyataan senada juga disampaikan Direktur RS Permata Bunda Purwodadi Iman Santosa. Selama ini, pihaknya juga mengajukan permintaan vaksin ke Dinkes Grobogan.“Kita selalu minta vaksin ke Dinkes. Itupun baru dilakukan kalau ada permintaan vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Grobogan Ahmadun Alfaputra juga menegaskan, jika klinik kesehatan yang ada juga bebas dari pemakaian vaksin palsu. Sebab, sama seperti rumah sakit, pihaknya juga meminta vaksin ke dinkes jika memerlukan. “Begitu ada kabar soal vaksin palsu, kita sudah lakukan koordinasi. Anggota Asklin semuanya mendapatkan vaksin dari dinkes, jadi aman,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Marak Vaksin Palsu, Ini Kata Dinas Kesehatan Kudus

vaksin

Kepala DKK Kudus dokter Maryata saat memberikan keterangan soal vaksin palsu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan vaksin palsu membuat masyarakat khawatir. Karena itulah, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus meminta masyarakat bertanya lebih dulu bila menerima vaksin.

Kepala DKK Kudus dokter Maryata mengatakan, masyarakat hendaknya waspada dengan vaksin palsu. Sejauh ini, belum ditemukan ada vaksin palsu. Biasanya, warga Kudus mendapatkan vaksin dari puskesmas.

Jika vaksin diperoleh dari puskesmas, berarti itu asli. Karena puskesmas mendapatkannya dari DKK.

“Vaksin yang asli, pasti ada dampaknya. Biasanya demam, atau panas selama dua hari. Jika tidak maka perlu dicurigai,” kata Maryata.

Menurutnya, beberapa rumah sakit mengambil vaksin dari DKK. Hanya, masih ada pula yang belum mengambil dari DKK, melainkan memilih dari rekanan.

“Selain itu, vaksin kami juga gratis. Jadi tidak dipungut biaya sama sekali. Baik itu yang puskesmas maupun rumah sakit. Kalaupun ada biaya paling juga pelayanan dan obat,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksin asli yang dimaksud, merupakan drop dari Kementerian Kesehatan. Dijamin vaksin yang dibagikan adalah asli.

Dia menjelaskan terdapat 11 jenis vaksin yang terdapat di DKK. Semuanya digratiskan dan dapat terlayani di semua puskesmas di Kudus.

“Sejauh ini masih aman, belum ada hal itu. Namun ada baiknya dapat bertanya lebih dahulu tentang vaksin yang diberikan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Antisipasi Vaksin Palsu, Ini yang Dilakukan Dinkes Jepara

Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Mengantisipasi keberadaan vaksin palsu, Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Jepara melakukan pantauan lapangan. Untuk di lingkungan pemerintah sendiri, Dinkes menjamin di Jepara tidak ada vaksin palsu.

“Kalau untuk swasta, kami hanya melakukan pemantauan. Sedangkan untuk domain kami sendiri, kami pastikan tidak ada vaksin palsu,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati kepada MuriaNewsCom, Jumat (1/6/2016).

Menurutnya, sistem distribusi yang digunakan selama ini dalam satu pintu. Sehingga, tidak mungkin vaksin itu palsu. Karena berasal dari pemerintah pusat yang didistribusikan melalui pemerintah provinsi.“Vaksin itu program pemerintah pusat, jadi pendistribusiannya juga satu pintu. Vaksin juga tidak dijual bebas di apotek,” katanya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, distribusi vaksin di Jepara menggunakan satu pintu. Dinkes Jepara menerima vaksin itu dari provinsi yang diambil dari pusat. Dari Dinkes Jepara kemudian didistribusikan ke puskesmas atau posyandu.”Kami tidak ada hubungan dengan pengadaan. Juga tidak bisa orang lain masuk ke kami,” katanya.

Selain itu, lanjut Susi, setelah beredar informasi terkait vaksin palsu, pihak Dinkes langsung mengadakan pengecekan. Namun, tidak ditemukan vaksin palsu beredar di Jepara. termasuk pengecekan di sejumlah rumah sakit swasta di Jepara. Sebab, secara administratif punya kewenangan sendiri. ”Kami sudah memerintahkan untuk dilakukan pengecekan untuk swasta. Kalau yang milik pemerintah memang kami langsung cek sendiri,” ujarnya.

Susi menambahkan, vaksin yang terima pihaknya terdiri lima jenis. Di antaranya, vaksin campak, polio, DPT (Depateri, Portusis, Tetanus), Kratitis, dan imuniasi dasar. Masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda.”Vaksin yang palsu akan menyebabkan inveksi. Kami tidak bisa mengomentari terkait vaksin palsu yang beredar saat ini. Karena kami belum tahu sistem pembuatan dan pengemasannya seperti apa,” imbuhnya.

Terungkapnya kasus peredaran vaksin palsu membuat masyarakat yang menggunakan was-was. Mereka khawatir vaksin yang mereka gunakan palsu seiring terbongkarnya sindikat pengedar vaksin palsu tersebut.

Editor : Kholistiono

 

Antisipasi Vaksin Palsu, DKK Kudus Imbau Warga Ambil Vaksin Gratis di Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Aziz Achyar (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Informasi mengenai beredarnya vaksin palsu akhir-akhir ini cukup gencar menghiasi pemberitaan media. Belum lama ini, beberapa pelaku juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Menyikapi peredaran vaksin palsu itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata mengimbau kepada masyarakat agar dapat memberikan vaksin anaknya di puskesmas atau RSUD Kudus saja. Sebab, vaksin yang berada di RSUD atau puskesmas diklaim asli, lantaran sudah diuji.

“Kalau vaksin dari kami itu asli, sehingga yang di drop dari kami seperti puskesmas juga menggunakan vaksin asli. Selain itu, pasti gratis. Jadi kalau ada yang gratis dan asli kenapa tidak,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, vaksin asli yang dimaksud, didrop dari Kementrian Kesehatan, yang bekerja sama dengan Biofarma Bandung. Dan di sana, katanya, vaksin yang dibagikan adalah asli.

Dia menjelaskan terdapat 11 jenis vaksin yang terdapat di DKK. Semuanya digratiskan dan dapat terlayani di semua puskesmas di Kudus. Sedangkan untuk rumah sakit swasta, dia mengimbau agar mengetahui vaksin yang dijual, dan melakukan uji tes, untuk melihat keaslian vaksin yang dijual.”Masyarakat tidak perlu panik terkait vaksin palsu. Sejauh ini di Kudus masih aman, khususnya yang terdapat di puskemas,” ungkapnya.

Yuniati Bodro M, Perwakilan RS Mardi Rahayu menjelaskan, kalau di Mardi Rahayu selama ini belum ada keluhan terkait vaksin yang diberikan. “Jumlahnya ada banyak, dalam waktu dekat ini akan kami tes. Sehingga dapat meyakinkan kalau vaksin tersebut asli,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono