Peluang Usaha Baper Bikin Ngiler Raup Untung

Baper (e)

Umi memperlihatkan beberapa bantal yang usai dikerjakannya dan siap dikirim ke pemesan. (MuriaNewsCom/Titis Ayu Winarni)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kini banyak industri kreatif memodivikasi bentuk bantal menjadi lebih menarik dan eksklusif, sehingga tak hanya berfungsi sebagai alas kepala ketika tidur, melainkan cocok untuk kado atau hiasan interior rumah. Hal tersebut tentu menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan.

Begitu pula yang dilakukan Umi Fariha Arif yang mencoba peluang usaha bantal persegi. Meski kini telah banyak pelaku usaha serupa, namun mantan jurnalis ini memiliki ciri khas pada bantal persegi buatannya. Yaitu dengan cara melukis langsung pada sarung bantal menggunakan cat acrylic.

”Mulai dari beli bahan, memotong pola, jahit, dan lukis tulisan di sarung bantalnya awalnya saya lakukan sendiri. Namun seiring berjalannya waktu dan mulai ada respon pesanan, akhirnya saya jahitkan dan untuk lukisnya tetap saya kerjakan sendiri,” ujarnya.

Usaha yang ia mulai awal Januari 2016 ini, tak disangka mendapat respon yang bagus. Umi mengaku awalnya mencoba membuat beberapa bantal, untuk kemudian ia unggah ke media sosial. Ternyata langsung mendapat respon dan ada yang memesan.

Ia melanjutkan, usaha yang berjalan satu bulan itu ia beri nama Baper alias bantal persegi. Nama Baper tersebut pun kini tengah menjadi tren anak muda dalam artian ”bawa perasaan”. Sehingga ketika menggunakan hastag tersebut, akun Umi yang menjual bantal persegi pun akan mudah ditemukan.

”Nama tersebut tercetus dari adik sepupu. Semoga membawa kebaikan buat usaha bantal ini. Sejauh ini penjualan dengan online, dan promosi menggunakan media sosial,” ujarnya.

Umi memaparkan, untuk bantal persegi ukuran 30×30 ia patok harga Rp 55 ribu. Bantal ukuran 40×40 dihargai Rp 70 ribu, dan ukuran 50×50 dihargai Rp 85 ribu saja. Harga tersebut terbilang terjangkau, karena diproduksi dan dilukis dengan keterampilan tangan yang membutuhkan kecermatan dan konsistensi ukuran huruf serta penerapan cat pada sarung bantal.

”Bantal persegi ini bisa dipesan eksklusif dan khusus menerima desain typografi saja. Meski dilukis tangan, baper kami ini tidak luntur ketika dicuci manual maupun dengan mesin. Jadi aman dan awet,” terangnya.

Selama satu bulan ini, Umi telah menerima pesanan sekitar 50 bantal dengan ragam ukuran, warna, dan tulisan. Tak hanya di Kudus, bahkan Baper milik Umi ini telah dikirim hingga keluar Jawa. Wanita lulusan S2 Administrasi Undip ini berharap, semoga usaha Bapernya ini bisa terus berkembang dan segera memiliki toko sendiri.

Editor : Titis Ayu Winarni