Bupati Grobogan Nyatakan Wilayahnya Sudah Berkategori ODF

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membacakan deklarasi ODF yang diikuti para camat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membacakan deklarasi ODF yang diikuti para camat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan jika sejak tahun 2015 lalu, wilayahnya sudah tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Sebab, berbagai program sudah dilakukan agar wilayah Grobogan bisa masuk kategori Open Defecation Free (ODF). Dijelaskan, beberapa tahun lalu, baru sekitar 42 persen masyarakat yang memiliki jamban. Sedangkan sisanya yang belum punya jamban di rumah ada 58 persen.

Mereka yang tidak memiliki jamban itu melakukan kebiasaan buang air besar di sembarang tempat. Seperti kebun, sawah, dan sungai. Kemudian, pemkab berupaya menghilangkan kebiasaan buruk tersebut melalui program pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Selanjutnya, pada tahun 2008 dimulai proyek percontohan jambanisasi di dua desa. Yakni, Desa Panimbo, Kecamatan Kedungjati, dan Desa Gunungtumpeng, Kecamatan Karangrayung.

“Pilot project di dua desa itu berhasil dengan baik. Di mana, dalam kurun waktu satu bulan, dua desa itu berhasil dideklarasikan jadi desa ODF,” katanya usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Selasa (31/5/2016).

Setelah itu, pemkab menjalin kerja sama dengan lembaga Plan Indonesia. Hingga akhirnya, bisa tercipta 153 desa di 10 kecamatan yang berhasil ODF pada tahun 2012. Pada tahun 2013 dan 2014, pemkab menyalurkan dana APBD ke 127 desa di 9 kecamatan guna mendukung upaya Kabupaten Grobogan ODF.

“Hingga tahun 2015, semua desa sudah masuk kategori ODF. Ini, tentu sebuah prestasi yang sangat bagus dan masyarakat ternyata juga mendukung. Sebab, banyak warga yang akhirnya berinisiatif sendiri untuk membuat jamban,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami