Puluhan Mahasiswa Internasional Akan Ramaikan Universitas Muria Kudus 

panitia menggelar doa bersama di ruang rapat Lantai II Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus, dengan membaca manaqib demi suksesnya MCP. (Istimewa)

Panitia menggelar doa bersama di ruang rapat Lantai II Gedung Rektorat Universitas Muria Kudus, dengan membaca manaqib demi suksesnya MCP. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 25 mahasiswa asing dijadwalkan mengikuti Muria Cultural Program (MCP) yang diselenggarakan oleh Office of International Affairs (Kantor Urusan Internasional/ KUI) Universitas Muria Kudus (UMK), 27-29 Oktober mendatang.

Panitia MCP mencatat, puluhan mahasiswa asing yang telah mendaftar MCP itu berasal dari Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Finlandia, Afghanistan, Tanzania, Sierra Leonean, Chili, Jordania, Sudan, Rwanda.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Muh Syafei mengatakan, MCP ini digelar atas dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui dana hibah yang digelontorkan untuk penguatan Kantor Urusan Internasional (KUI).

“Selain itu, sebagai mitra dalam kegiatan ini adalah Yayasan Pembina (YP.) UMK, Passage to ASEAN (P2A) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,’’ ujarnya di rilis persnya.

MCP ini, dalam pandangan Syafei, menjadi salah satu kegiatan yang prestisius, karena keterlibatan mahasiswa asing, tentu akan meneguhkan nama UMK dalam percaturan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun global.

“Jadi selain menginternasionalkan isu-isu kearifan lokal (local indigenousness) dalam percaturan global, ini sekaligus dalam rangka mempersiapkan UMK sebagai kampus lokal berkelas dunia berbasis kearifan lokal,’’ paparnya.

Kepala KUI UMK, Diah Kurniati menjelaskan, panitia telah merancang serangkaian program yang akan dilaksanakan selama MCP. “Kegiatan itu antara lain kolaborasi Tari Kretek dan gamelan peserta MCP dengan mahasiswa UMK, dan belajar Bahasa Jawa,’’ katanya.

Diah menambahkan, peserta MCP juga akan diajak mengunjungi Museum Kretek, Omah Dongeng Marwah, dan menyaksikan kearifan lokal masyarakat Colo dan perkebunan kopi. “Tak ketinggalan, peserta MCP juga akan diajak berkunjung ke Menara Kudus serta salah satu perusahaan jenang ternama di Kudus,’’ terangnya diamini Mutohhar, salah satu panitia MCP.

Sementara itu, agar dalam pelaksanaan kegiatan MCP berlangsung sukses dan lancar, Jumat (21/10/2016) pagi, panitia menggelar doa bersama di ruang rapat Lantai II Gedung Rektorat dengan membaca manaqib yang dipimpin ustadz Azhar Latif dari Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS).

Editor : Akrom Hazami

“Dosen Pembimbing Harus Mau Di-SMS Mahasiswanya”

umk

Prof DYP Sugiharto memaparkan materi dalam pelatihan AA di UMK.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof Dr DYP Sugiharto M.Pd.Kons, Rabu (3/8/2016), mengatakan, dosen harus memberi manfaat ke mahasiswa.

“Berbagai program yang dirancang perguruan tinggi (PT) adalah upaya meningkatkan kapasitas dosen maupun dukungan. Agar dosen memperoleh gelar akademik strata tertinggi. Pada akhirnya harus memberi manfaat atau kembali kepada mahasiswa,” katanya.

Itulah poin penting yang disampaikannya. Dia mengemukakan hal itu di depan 53 peserta pelatihan Apllied Approach (AA) yang diselenggarakan Universitas Muria Kudus (UMK) dan Kopertis Wilayah VI Jateng, 1-4 Agustus.

“Gong atau output dari PT adalah mahasiswa, melalui pembelajaran. Diraihnya gelar doktor atau profesor oleh akademisi PT, yang merasakan perubahan adalah mahasiswa. Sebuah PT, hebatnya seorang dosen, jangan sampai meninggalkan kelas,” ujarnya.

Koordinator Kopertis VI Jateng itu, secara khusus juga menekankan hal tersebut bagi pimpinan dan segenap dosen UMK. “UMK akan besar. Saya melihat visi-visinya menampakkan indikasi ke arah itu. Tetapi jangan lupa, besarnya adalah untuk mahasiswa,’’ pesannya.

Dia juga menekankan agar para dosen memberikan layanan yang baik dan menghargai mahasiswa, sehingga pada akhirnya akan memberikan kesan yang baik hingga mahasiswa menyelesaikan studi.

“Kesan terakhir (bagi mahasiswa) harus mengesankan, yaitu saat menyusun skripsi. skripsi adalah wilayah individual. Pertanyaannya, apakah jika pembimbing skripsi di SMS mahasiswa bimbingannya, membalas atau tidak,’’ ungkapnya sembari bertanya.

Ditambahkannya, pelayanan seperti itu merupakan bagian dari penghargaan pedagogik.

“Suatu kali anak saya terlihat senang sekali. Ketika saya tanya, katanya baru di sms pembimbing skripsinya, padahal sebelumnya kalau di sms tidak pernah membalas. Pelayanan yang baik akan memunculkan kearifan-kearifan. Harus diakui, anak-anak sekarang lebih kritis, dan di beberapa hal, kita ketinggalan dengan inovasi-inovasi baru,’’ terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

53 Dosen Ramai-Ramai Tingkatkan Kualitas di UMK

umk

Kegiatan peningkatan dosen di kampus UMK.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) bekerja sama dengan Kopertis Wilayah VI Jawa tengah menyelenggarakan pelatihan Applied Approach (AA). Kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya (dosen),

Pelatihan AA bagi dosen ini dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, dan dibuka langsung oleh Rektor Dr. Suparnyo . Acara ini berlangsung selama empat hari, yakni Senin (1 Agustus sampai 4 Agustus.

“Ada 53 peserta dalam pelatihan AA kali ini,’’ ujar Rina Fiati ST MCs, ketua panitia pelatihan dari rilis pers ke MuriaNewsCom.

Dari 53 peserta, katanya, 46 merupakan dosen UMK. ‘’Lainnya dari kampus luar UMK. Satu dari STTR Ronggolawe, Cepu, Blora, satu peserta datang dari Akper Krida Husada Kudus, dan lima peserta lainnya dari Stikes Cendekia Utama Kudus,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, berbagai materi yang disampaikan dalam pelatihan ini, antara lain mengenai konsep dasar kurikulum, konstruktivisme dalam pembelajaran, dan penulisan buku ajar.

“Untuk pemateri, yaitu Prof. Dr. DYP. Sugiharto M.Pd.Kons, Prof. Dr. Sunandar M.Pd., Prof. Dr. Hardani Widhiastuti MM.Psi., Sugeng Slamet ST. MT., dan Sunardi SS. M.Pd.,’’ lanjutnya.

Suparnyo dalam sambutannya mengatakan, pelatihan AA ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dosen, terlebih dengan telah diberlakukannya pasar bebas ASEAN  (Masyarakat Ekonomi ASEAN/ MEA).

“Semoga setelah mengikuti pelatihan ini para dosen meningkat kemampuannya. Mulai dari keaktifannya dalam proses mengajar, karena ini berhubungan dengan kualitas lulusan, sehingga ke depan baik dosen maupun mahasiswa, juga lulusannya, siap menghadapi MEA,” tegasnya.

Suparnyo berharap, para peserta pelatihan AA 2016 di UMK bisa mengikuti dengan baik, agar bisa meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik (dosen).

“Dengan begitu, diharapkan kompetensinya juga akan meningkat, baik kompetensi profesional, kompetensi sosial, maupun kompetensi kepribadiannya,’’ ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Akademik, Kemahasiswaan dan Kelembagaan Kopertis VI, Agung Purwanto yang mewakili kepala Kopertis VI Jawa Tengah, dalam sambutan singkatnya berharap rektor ikut mengawasi peserta pelatihan AA.

“Agar berjalan dengan baik. Sebab, pelatihan ini telah mengalami pemadatan,’’ paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

845 Mahasiswa UMK Diterjunkan di 55 Desa

Pelepasan mahasiswa yang mengikuti KKN Gelombang I (Istimewa)

Pelepasan mahasiswa yang mengikuti KKN Gelombang I (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Suparnyo, membuka secara resmi kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa di Auditorium Kampus, Rabu (20/7/2016).

KKN Gelombang I UMK Tahun Akademik 2016/2017, ini diikuti sebanyak 845 mahasiswa. Lokasi KKN menempati 55 desa dari dua kabupaten, yakni di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pati.

Untuk Kabupaten Jepara, peserta KKN akan melaksanakan berbagai program atau kegiatan di 22 desa dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Kalinyamatan dan Kecamatan Pecangaan. Sedang di Kabupaten Pati, kegiatan KKN dipusatkan di 33 Desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tayu dan Kecamatan Dukuhseti.

Di depan 845 mahasiswa peserta KKN, Rektor berpesan, agar para mahasiswa bisa bekerja sama dalam membuat dan menjalankan program-program kerja, kendati sebelumnya telah melakukan observasi.

“Mahasiswa KKN jangan berada di menara gading, tetapi harus menyatu dengan masyarakat. Mintalah masukan pada kepala desa atau sesepuh (tokoh) di desa Anda melaksanakan KKN sebelum membuat program,’’ katanya.

Dia juga menekankan agar para mahasiswa menjaga kesopanan dan kesantunan, karena pada dasarnya KKN merupakan sarana mahasiswa untuk belajar langsung di dunia nyata kepada masyarakat.

“Selain sebagai sarana pengabdian, KKN ini sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam pembentukan kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan juga menyelesaikan berbagai permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,’’ tuturnya.

 Editor : Kholistiono

Mahasiswa UMK Bikin ‘My Tour Guide Kudus’ untuk Dukung Kemajuan Sektor Pariwisata

Ardi Irfanto,  salah satu penggagas situs My Tour Guide Kudus (Istimewa)

Ardi Irfanto, salah satu penggagas situs My Tour Guide Kudus (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengembangan sektor pariwisata dalam meningkatkan ruang berkarya dan mempekuat ekonomi kerakyatan, menjadi hal yang sangat penting. Butuh kerja keras dan dukungan banyak pihak dalam pengembangan sektor wisata di tanah air.

Dalam rangka mendukung pengembangan wisata di Kabupaten Kudus, mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mengembangkan situs ‘’My Tour Guide Kudus’’ untuk mempermudah akses informasi mengenai potensi dan peta wisata di Kota Kretek itu melalui jaringan internet.

‘’My Tour Guide Kudus’’ dikembangkan oleh tiga mahasiswa Fakultas Teknik UMK, yaitu Ardi Irfanto, Desty Amilia Puspasari, dan Anis Fajar Prakoso. Pembuatan situs  ini diilhami oleh beragam potensi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan jika dikelola dengan baik.

‘’My Tour Guide Kudus ini adalah hasil kajian kami di bawah bimbingan Endang Supriyati, yang tahun 2016 ini lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Cipta (PKM-KC),’’ ujar Ardi Irfanto, dalam press release yang diterima redaksi MuriaNewsCom.

Dia menyampaikan, situs My Tour Guide Kudus sudah jadi untuk versi android di laman teknik.umk.ac.id/aids dan bisa di download di playstore, namun masih perlu banyak pengembangan-pengembangan lagi.

Situs ini, lanjutnya, merupakan situs yang memberikan informasi yang cukup lengkap mengenai kawasan wisata, wisata kuliner, dan pusat perbelanjaan di Kudus. Bagi wisatawan yang mau mengunjungi suatu kawasan wisata, tinggal pilih tempat tujuan lalu klik tanda ‘’marher’’.

‘’Secara otomatis, maka akan diarahkan ke googlemap yang kemudian menunjukkan di mana posisi Anda dan rute menuju tempat tujuan. Jadi situs ini untuk mempermudah wisatawan mencari informasi wisata Kudus dan mengenalkannya sekaligus,’’ katanya.

Agar yang mengakses dan mendapatkan informasi melalui situs ini bisa lebih banyak, dia bersama tim PKM KC-nya akan mengupayakan konten-konten yang dipublikasikan di My Tour Guide Kudus, tidak hanya dalam bahasa Indonesia saja.

‘’Ke depan akan kami usahakan konten disajikan dengan bahasa Inggris, sehingga dunia global juga bisa mengakses dan mengetahui informasi potensi wisata Kudus dengan mudah. Selain itu, fitur-fitur yang ada juga akan kami kembangkan, antara lain dengan menambahkan menu UMKM,’’ pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Rektor UMK Apresiasi Dukungan Media

Rektor Universita Muria Kudus (UMK) Suparnyo (Istimewa)

Rektor Universita Muria Kudus (UMK) Suparnyo (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Suparnyo secara khusus menyampaikan apresiasi kepada media massa yang selama ini membantu publikasi berbagai kegiatan dan prestasi kampus yang dipimpinnya.

Apresiasi tersebut disampaikan usai mengikuti kegiatan halalbihalal dengan jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK, para dosen, karyawan dan perwakilan dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang hadir.

”Secara khusus, saya sampaikan apresiasi atau penghargaan kepada berbagai media massa yang telah membantu publikasi berbagai kegiatan  dan prestasi sivitas akademika UMK,’’ katanya.

Dia menyampaikan, dukungan media massa melalui publikasi atau pemberitaannya, menjadi sarana penyebaran informasi dan komunikasi efektif antara UMK dengan masyarakat secara luas dan juga kepada institusi mitra UMK.

‘’Penyebaran informasi yang cepat dan akurat, menjadi hal yang sangat penting di era teknologi yang berkembang sangat cepat. Dalam upaya itu, media massa memiliki peran sentral dan vital,’’ katanya.

Untuk itu, pada momentum Idul Fitri 1437 Hijriyah ini, Suparnyo menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada media massa yang telah memberikan dukungan tersebut.

”Pada momentum Lebaran  ini, tak lupa, saya atas nama pimpinan UMK menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya, minal aidin wal faizin. Semoga media massa di Indonesia makin maju dan senantiasa mendukung dunia pendidikan di tanah air,’’  pungkasnya.

 

Editor  : Kholistiono

 

2 Prodi Fakultas Teknik UMK Raih Akreditasi B

 

Dahlan, Dekan Fakultas Teknik UMK  (Istimewa)

Dahlan, Dekan Fakultas Teknik UMK (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Jajaran sivitas akademika Universitas Muria Kudus (UMK), khususnya Fakultas Teknik, patut berbangga jati, lantaran belum lama ini berhasil meraih akreditasi B untuk dua Program Studi (Prodi), yakni Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Informatika.

Sebagaimana dilansir di laman ban-pt.kemdiknas.go.id, Prodi Teknik Elektro meraih akreditasi B, berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. 0475/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2016 yang berlaku hingga 20-05-2021.

“Sementara itu, untuk Prodi Teknik Informatika, meraih akreditasi B berdasarkan SK No. 0603/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2016, yang akan berlaku hingga 27-05-2021 mendatang,’’ ujar Dekan Fakultas Teknik UMK Dahlan, Selasa (28/6/2016).

Dahlan pun mengaku bersyukur atas hasil akreditasi yang diperoleh fakultas yang dipimpin sejak 1 Januari 2016 lalu. ‘’Kami sangat bersyukur, karena hasil akreditasi menarik dibandingkan dengan sebelumnya. Sebelumnya, akreditasi Prodi ini C,’’ katanya.

Dia mengemukakan, raihan hasil akreditasi ini merupakan hasil kerja keras semua pimpinan dan jajaran sivitas akademika Fakultas Teknik, sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan.

“Tentu tidak hanya kami sendiri yang bekerja, tetapi dukungan dari banyak pihak yang menjadikan Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Informatika bisa meraih akreditasi B tahun ini, setelah melalui visitasi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),’’ jelasnya.

Kendati begitu, ia berpesan kepada jajaran pimpinan, dosen dan staf akademik di Fakultas Teknik, agar tidak berpuas diri dengan hasil ini. ‘’Saya berharap, raihan akreditasi B ini bisa memacu sivitas akademika Fakultas Teknik, khususnya Prodi Teknik Elektro dan Prodi Teknik Informatika agar lebih baik ke depannya. Semoga setelah ini, bisa meraih akreditasi A,’’ pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

UMK Kerja Sama dengan KAI

Rektor UMK (kiri) bertukar naskah kerja sama dengan Presiden DPP KAI usai ditandatangani.

Rektor UMK (kiri) bertukar naskah kerja sama dengan Presiden DPP KAI usai ditandatangani.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bertempat di Ruang VIP Gedung Djarum Foundation, Universitas Muria Kudus (UMK) resmi melakukan kerja sama dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI), salah satu organisasi advokat yang ada di negeri ini, Rabu (23/3/2016).

Ada dua kerja sama yang ditandatangani dalam kesempatan itu, yakni antara UMK (tingkat universitas) dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI, serta antara Fakultas Hukum UMK dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Jawa Tengah.

Kerja sama antara UMK dan DPP KAI ditandatangani oleh Dr Suparnyo SH. MS. (Rektor UMK) dengan Adv H Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, SH. MH. CLA. (Presiden DPP KAI), sedang penandatangan antara Fakultas Hukum UMK dan DPD KAI Jawa Tengah dilakukan Dr Sukresno SH. M.Hum (Dekan) dan Adv Wahyu Winarto SH (Ketua DPD KAI Jawa Tengah).

Presiden DPP KAI, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto usai menandatangani kerja sama dengan kampus swasta itu, mengaku senang karena sudah resmi melakukan kerja sama dengan UMK.

“Kami memang melakukan kerja sama dengan kampus atau Perguruan Tinggi (PT) sebanyak-banyaknya. Untuk Jawa Tengah, UMK adalah kampus pertama yang melakukan kerja sama dengan KAI,’’ ucapnya dalam rilis pers yang diterima.

Kerja sama dengan berbagai kampus di tanah air ini dinilai penting, karena ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara bersama-sama. “Paling tidak ada tiga bidang yang bisa dilakukan KAI bersama dengan kampus-kampus mitra, yaitu bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat,’’ paparnya.

Secara khusus ia pun berpesan kepada para mahasiswa yang belajar di Fakultas Hukum, agar tidak merasa cukup dengan gelar sarjana yang disandang setelah lulus. “Gelar Sarjana Hukum saja tidaklah cukup. Harus jadi profesional, salah satunya dengan menjadi advokat,’’ ujarnya.

Rektor dalam acara yang dihadiri Drs Hendy Hendro HS. M.Si. (Wakil Rektor III), Drs. Muh Syafei M.Pd. (Wakil Rektor IV), dan pimpinan Fakultas Hukum UMK, mengemukakan, kerja sama dengan KAI ini semakin menambah deretan kerja sama yang terjalin dengan berbagai pihak. “Dalam dua tahun terakhir, UMK telah melakukan kerja sama dengan berbagai institusi, baik dalam maupun luar negeri,’’ katanya.

Suparnyo juga mengatakan, di UMK kini banyak mahasiswa yang dinilainya memiliki bakat sebagai advokat profesional. “Ada kader advokat yang saat ini kami miliki di Fakultas Hukum ini, yang dibuktikan dengan kemampuan mahasiswa Fakultas Hukum UMK memenangi berbagai Debat Konstitusi,’’ ungkapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Dr Sukresno menegaskan akan segera menindaklanjuti kerja sama yang terjalin antara UMK dengan KAI. ‘’Untuk mengawali, secepatnya kami akan membuka pendidikan advokat bekerja sama dengan KAI,’’ tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

UMK Rintis Kerja Sama dengan Murdoch University Australia

 Malcom Tull dari Murdoch University memaparkan mengenai kampusnya (Istimewa)

Malcom Tull dari Murdoch University memaparkan mengenai kampusnya (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) semakin melebarkan sayap jaringannya dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Yang teranyar, UMK kini sedang merintis jalinan kerja sama dengan Murdoch University, Perth, Australia.

Rintisan kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi bonafit di Negeri Kanguru itu, ditandai dengan kedatangan Professor Malcolm Tull Bsc (Econ), Ph.D, Professor of Economics, School of Management and Governance, di Kampus UMK pada Sabtu (5/3/2016) lalu.

Di depan para pimpinan UMK, antara lain Rektor UMK Suparnyo, Dekan Fakultas Ekonomi Moh Edris, Ketua Program Studi Magister Manajemen Mamik Indaryani, Ketua Lembaga PenelitianSukirman dan beberapa staf, Malcolm mengaku akan memberikan rekomendasi agar kampusnya menjalin kerja sama dengan UMK.

”Peluang kerja sama dengan Murdoch University terbuka lebar, namun saya tidak memiliki kewenangan mengenai kerja sama institusi. Akan tetapi, setelah dari sini (UMK-red), saya akan merekomendasikan kepada Murdoch University agar bisa menjalin kerja sama dengan UMK,’’ kata Malcolm di Ruang VIP Gedung Rektorat UMK.

Pada kesempatan itu, Malcolm yang dikenal pula sebagai ahli kemaritiman menjelaskan mengenai universitas tempatnya bekerja, mulai dari sarana prasarana hingga fasilitas pendukung yang dimiliki.

“Untuk mahasiswa, banyak mahasiswa internasional di Murdoch University, termasuk dari Indonesia. Ada sekitar 70 mahasiswa asal Indonesia di Murdoch University, baik untuk studi sarjana, master, maupun doktoral,’’ ungkapnya.

Rektor UMK Suparnyo, menyambut baik rintisan kerja sama antara UMK dengan Murdoch University, yang diinisiasi oleh Program Studi Magister Manajemen. ”Semoga kerja sama ini segera terealisasi,’’ paparnya.

Dia pun menjelaskan, peluang kerja sama dengan salah satu universitas top di Australia itu, bisa meliputi berbagai bidang. ‘’Kerja sama antara lain, bisa di bidang penelitian bersama, student exchanges, dan publikasi di jurnal internasional,’’ katanya.

Editor : Kholistiono

PSHT UMK Siap Sumbangkan Prestasi Bagi Kampusnya

Rizki Talang Tiyant, salah satu anggota PSHT UMK. (ISTIMEWA)

Rizki Talang Tiyant, salah satu anggota PSHT UMK. (ISTIMEWA)

 

Murianewscom, Kudus – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan latihan perdana di halaman Auditorium Kampus UMK, Rabu (24/2/2016).
”Sebelum latihan, kami konsultasi kepada pembina UKM Olga, Ery Budi Kuryanto,” terang Rizki Talang Tiyant, salah satu anggota PSHT.

Talang yang kini duduk di semester VIII Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum, mengemukakan, di UMK ini, sebenarnya banyak mahasiswa yang memiliki latar belakang pencak silat. Sebelum di UMK, mahasiswa menjadi anggota baik di PSHT, Pagar Nusa, maupun lainnya.

”Namun tidak semuanya bisa tersalurkan, karena selama saya di UMK, belum melihat adanya latihan pencak silat yang terprogram,” ujarnya.

Lantaran belum melihat adanya latihan pencak silat yang terprogram di UMK ini, Talang dan anggota PSHT di UMK meminta izin kepada ketua UKM Olga dan pembinanya untuk membuka latihan pencak silat di kampus tersebut.

”Di hari pertama latihan kemarin, baru diikuti belasan mahasiswa UMK. Namun ini baru tahap sosialisasi. Setelah itu, latihan kami gelar rutin setiap Rabu sore. Tempat menyesuaikan, tetapi yang jelas masih di sekitar Auditorium,” ungkapnya.

Dengan adanya latihan pencak silat di UMK ini, warga PSHT di UMK pun memiliki keinginan untuk ikut membesarkan nama kampus melalui prestasi seni beladiri pencak silat. ”Pencak silat ini merupakan beladiri asli warisan leluhur. Jadi selain melestarikannya, kami ingin aktif dan berprestasi. Kami berharap bisa turut sumbangsih berupa prestasi melalui berbagai kompetisi yang diikuti,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Romantisme Barabah Bakal Hadir Kembali di Panggung Teater yang Digelar FASBuK

fasbuk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kerap dipentaskan, naskah Barabah karya Motinggo Busye tetap menarik untuk ditampilkan kembali. Naskah yang menyorot kehidupan keluarga kecil ini bakal dipentaskan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), yang dimainkan oleh Teater Gong, pada Jumat (29/1/2016) pukul 19.30 WIB.

Pementasan teater yang digelar Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) ini, dipastikan akan sangat menarik. Karena, persoalan utama dalam naskah Barabah ini adalah persoalan poligami. Tentunya, persoalan ini bukan lagi menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Seperti tokoh Banio dalam naskah Barabah, adalah seorang lelaki tua yang punya istri banyak. Sementara tokoh Barabah adalah seorang istri yang sangat setia meski bersuamikan lelaki yang umurnya hampir tiga kali lipat dari umurnya. Pada masa sekarang, fenomena ini sudah sangat lazim terjadi disekitar kita. Pejabat, pemuka agama, pengusaha, seniman, pedagang, petani, atau profesi lain bukan menjadi barometer utama untuk menjadi ukuran pantas atau tidak pantas, mampu atau tidak mampu untuk berpoligami,” ujar Arifin AM, Ketua Badan Pekerja FASBuK.

Lebih lanjut ia katakan, poligami adalah persoalan pilihan. Dengan berbagai latar belakang alasan dan tujuan, poligami menjadi pilihan utama, bukan pilihan terakhir.

“Nah, persoalan inilah yang menjadikan Barabah tetap mutakhir untuk dipentaskan pada masa sekarang. Meski penonton yang mungkin hadir belum dilahirkan pada saat naskah ini ditulis, tapi substansi pesan moral dalam naskah ini tetap update. Tetap menggelitik,” imbuhnya.

Dalam rancangan penyajian nanti, pihaknya sengaja tetap menghadirkan suasana masa lampau. Setting panggung, kostum dan musik dikemas sedekat mungkin dengan waktu kejadian dalam naskah. Hanya saja dalam melakukan pendekatan yang agak berbeda tentang dialek.

Dalam naskah Barabah, dialek khas Lampung sangat kental sekali, untuk lebih menghidupkan suasana, dialek khas pesisir Jawa Tengah yang lugas dan cenderung kasar sengaja dihadirkan. Dengan harapan, prototipe suasana pesisir pesisir Jawa Tengah dapat terwakili.

Dengan begitu, katanya, penonton yang hadir bisa menjadi akrab dan tidak gagap dalam menyerap pesan dalam dialog. Sekali lagi, menurutnya, subtansi dari persoalan dalam naskahlah yang menjadi fokus utama pementasan Barabah ini. Pemberian porsi lebih pada penggarapan olah akting aktor dan aktris. “Setelah pementasan selesai akan dilanjutkan dengan sarasehan budaya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

70 Mahasiswa UMK Antusias Amati Langsung Produksi Kretek

MahasiswaUMK mendapatkan penjelasan tentang produksi rokok kretek di Brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (27/1/2016). (ISTIMEWA)

MahasiswaUMK mendapatkan penjelasan tentang produksi rokok kretek di Brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (27/1/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, KUDUS – Sebanyak 70 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) diajak mengamati secara langsung proses pembuatan rokok kretek di Brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Djarum di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus pada Rabu pagi (27/1/2016).

Kesempatan melihat langsung proses pembuatan rokok kretek itu merupakan kegiatan english speaking activities yang menjadi program rutin tahunan. ”Hanya saja, untuk berkunjung ke pabrik rokok (kretek), baru kali pertama ini,” ujar Farid Noor Romadlon, salah satu dosen pembimbing.

Dia mengemukakan, sebelumnya english speaking activities lebih banyak dilakukan dengan memberikan tugas kepada mahasiswa belajar di lapangan menjadi tour guide di tempat-tempat wisata atau tempat yang memiliki nilai sejarah. Misalnya Menara Kudus, Masjid Bubar, Makam Eyang Rogomoyo, dan Masjid Wali Loram Kulon.

”Meski setting-nya berbeda, namun tujuan dari kegiatan ini sama, yaitu melatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa,” terangnya, di sela-sela melihat proses pembuatan rokok kretek di Brak milik salah satu perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia itu.

Para mahasiswa kagum akan ketelitian ribuan buruh di Brak SKT PT Djarum di Desa Karangbener itu. Mereka mengamati jari-jari para buruh yang cekatan melinting kretek, merapikan, hingga siap dipasarkan.

Apriliana Syifa, mahasiswa PBI semester IV, mengaku baru kali pertama melihat secara langsung proses pembuatan rokok kretek. ”Ini baru kali pertama saya melihat. Para pekerja sangat teliti dan cekatan,” ungkap mahasiswa asal Jepara ini.

Hal senada juga diungkapkan Himmatul Afidah. Dia sendiri baru mengetahui, ternyata para pekerja agar tidak jenuh, secara bersama melakukan relaksasi dengan senam santai bersama. ”Menarik sekali. Senang bisa berkunjung. Pabriknya ramai, karyawannya juga ramah,” tuturnya.

Peneliti Pusat Studi Kretek Indonesia (Puskindo) UMK, Zamhuri, mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang melihat secara langsung proses produksi rokok kretek. Mahasiswa bisa mengetahui secara pasti mengenai Industri Hasil Tembakau (IHT).

”Kalau mahasiswa mengamati dari dekat, mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi terkait wacana yang menjadi perdebatan di masyarakat mengenai IHT. Dengan melihat langsung itulah, sehingga tumbuh empati dan bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat luas. Proses produksi kretek tidak seperti dibayangkan, yakni bisa menimbulkan kematian,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

PPL Bermanfaat untuk Proses Menjadi Guru Sebenarnya

PPL-Bermanfaat

Noor dan Afkar bersama volunteers asing menjadi pengajar di SMA Muhammadiyah Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Mochammad Chasan, kepala SMA Muhammadiyah Kudus, mengatakan adanya mahasiswa PPL di sekolahnya sangat bermanfaat. Menurutnya, manfaat itu secara langsung dibebankan kepada para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Sebagai contoh kehadiran mahasiswa PPL dari Universitas Muria Kudus (UMK) ke sekolahnya. Mereka datang melakukan praktik mengajar di SMA Muhammadiyah Kudus.

”Mereka terjun langsung dalam proses pembelajaran di hadapan para siswa. Dengan begitu, mereka akan siap terjun ke dunia pendidikan selepas lulus kuliah,” kata Mochmmad Chasan, saat ditemui di SMA Muhammadiyah Kudus, Jalan KHR Asnawi 19, Damaran, Kudus.

Selama tiga bulan, mulai 27 Agustus – 27 Oktober 2015, mahasiswa PPL melakukan praktik mengajar di sekolah tersebut. Di sekolah ini, mereka menggantikan tugas guru yang sebenarnya kepada para siswa. Misalnya Noor Sholikah, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling, yang PPL di sekolah tersebut. Ia melakukan konsep pembelajaran kepada siswa dengan metode berkelompok. Dibantu teman-temannya, Noor memberikan konseling kepada siswa untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi para siswa. Khususnya bagi mereka yang kurang fokus dalam menerima pelajaran.

”Sampai sekarang ini, ada berbagai permasalahan yang dialami para siswa. Salah satunya ada yang sudah coba-coba merokok atau masalah ekonomi. Saya mengarahkan kepada mereka untuk menjadi siswa yang lebih berprestasi,” kata Noor.

Sementara itu Afkar Damba Fata, mahasiswa PPL jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, mengatakan perlunya dorongan untuk para siswa agar mau belajar bahasa Inggris. Sebab bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang perlu dipelajari para siswa.

”Sampai sekarang penemuan saya melihat banyak anak-anak yang malu untuk berbahasa Inggris. Saya menyarankan agar mereka berani untuk salah daripada tidak berani mengucapkan bahasa Inggris. Apalagi di sini ada volunteers asing yang cukup membantu saya dan teman-teman mendorong mereka untuk mengucapkan bahasa Inggris kepada volunteer tersebut,” pungkas Afkar. (HANA RATRI/TITIS W)