Mahasiswa UNISNU Jepara Praktik Lihat Hilal di Pantai Kartini

Praktik pantauan hilal di Pantai Kartini Jepara, oleh mahasiswa UNISNU Jepara, Rabu (24/6/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menyongsong Ramadan, mahasiswa dari Jurusan Al Ahwal as Syakhsiyyah, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melakukan praktik melihat hilal. Kegiatan itu dilangsungkan di Pantai Kartini Jepara, Rabu (24/5/2017) sore.

Dosen Ilmu falak Hudi mengatakan, praktik tersebut dilakukan untuk mengaplikasikan pembelajaran di kampus. Pada kegiatan tersebut, pengamatan dilakukan menggunakan teleskop manual maupun digital. 

“Ini untuk mempraktikan apa yang didapat dalam bangku kuliah. Kita buktikan apakah hilal (bulan muda) bisa dilihat atau tidak. Pantauan hilal sendiri berguna untuk melihat awal bulan Ramadan, menentukan waktu salat,” ujar Hudi yang juga Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara.

Terkait awal bulan Ramadan, ia mengatakan, pantauan hilal akan dilakukan pada hari Jumat (26/5/2017). Adapun lokasi Pantai Kartini dipilih karena memiliki lokasi yang strategis dan tidak terhalang oleh rintangan apapun termasuk pulau-pulau di sekitarnya. 

Menurut hitung-hitungannya, ketinggian hilal di Pantai Kartini pada 8 derajat 20 menit, pada saat pantauan hilal nanti. 

Sementara itu seorang mahasiswa jurusan Al Ahwal as Syakhsiyyah Arina Manasika mengungkapkan, latihan tersebut merupakan kesempatan baginya belajar langsung. “Di sini saya bisa mempraktikan ilmu yang saya peroleh dari kuliah,” terangnya.

Editor : Kholistiono

Serunya Jalan Sehat Warga Kedung Bersama Mahasiswa KKN UNISNU Jepara

Warga mengikuti senam sebelum mengikuti jalan sehat yang diadakan mahasiswa KKN UNISNU Jepara. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Kedung, Jepara, mengadakan acara jalan sehat. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Kedung Festival 2017 yang di selenggarakan oleh peserta KKN UNISNU se-Kecamatan Kedung.

Dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, acara jalan sehat tersebut diselenggarakan pada Jumat (24/2/2017). Kegiatan dimulai dari pukul 06.30 sampai pukul 09.30 WIB, yang di awali senam bersama para peserta dan panita serta tamu undangan. Kemudian dilanjutkan jalan sehat dengan rute perjalanan sekitar satu kilo meter, dengan start dari Pendopo Kecamatan dan  finish di tempat yang sama sekaligus pembagian doorprize dan hadiah bagi peserta jalan sehat.

“Kupon sendiri dibagikan secara cuma-cuma oleh panitia penyelenggara Kedung Festival 2017 saat sudah setengah perjalanan menuju finish. Ada dua hadiah utama yang kami bagikan kepada peserta berupa handphone. Hadiah utama didapatkan Saifah (12) dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Menganti dan Audi (10) dari MI Matholiul Huda Bugel,” ujar Aufal, Panitia Penyelenggara Kedung Festival 2017.

Menurutnya, panitia penyelenggara mempersiapkan serangkaian acara Kedung Festival 2017 selama dua pekan saja. Meski begitu, pihaknya bersyukur, karena mendapat respon baik dari masyarakat desa se- Kecamatan Kedung.

Katanya, panitia cukup terkejut dengan apresiasi keikutsertaan masyarakat di acara Kedung Festival 2017. Ia berharap, gagasan untuk menyelenggarakan Kedung Festival dapat dilanjutkan tahun-tahun berikutnya.

“Cukup banyak yang mengikuti kegiatan ini, termasuk adik-adik dari SD, MI serta warga masyarakat sekitar. Tujuan diadakan acara ini untuk menyatukan berbagai komunitas di dalam masyarakat. Harapannya, semoga acara Kedung Festival dapat di selenggarakan setiap tahun,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Petani Binaan UNISNU Jepara di Mindahan Kidul Panen Perdana Padi Semiorganik

Petani binaan Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (FSH-UNISNU) Jepara panen padi semiorganik. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Petani binaan Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (FSH-UNISNU) Jepara melakukan panen perdana padi semiorganik, pada Rabu (22/2/2017).

Penanaman padi ini dimulai pada November 2016 lalu di are persawahan Damaran, Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Jepara, dengan luas lahan sekitar 1 hektare. Dalam proses penanaman, Tim PHBD UNISNU Jepara bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Kemristekdikti, UPT Pertanian Kecamatan Tahunan, UPT Pertanian Kecamatan Batealit dan Gapoktan Ngudi Hasil sebagai pelaksana program.

Joko Suprihantono, perwakilan UPT Kecamatan Batealit menyampaikan, bahwa pola penanaman padi dengan menggunakan teknik semiorganik merupakan teknologi baru yang diterapkan di Desa Mindahan Kidul khusunya.

Dengan teknologi tersebut, diharapkan para petani dapat beradaptasi, sehingga tidak kaget dengan munculnya beberapa teknologi akhir-akhir ini. “Setelah menunggu selama kurang lebih 90 hari paska penanaman, kemarin para petani bisa panen menikmati hasilnya,” ujarnya, seperti rilis yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (23/2/2017).

Sementara itu, Subakir dari Gapoktan Ngudi Hasil mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada mahasiswa UNISNU Jepara yang terlibat dalam penanaman padi tersebut. Baik selama masa pra penanaman, penanaman hingga para petani bisa panen.

“Banyak hal yang dapat kami dapatkan semenjak bekerja sama dengan mahasiswa. Kami telah dibantu benih, diajak membuat pupuk, baik padat maupun cair dan pestisida nabati. Terlebih banyak ilmu yang bisa kami serap,”katanya.

Dengan adanya teknologi semacam ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi. Sehingga ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan teknologi tersebut. “Sebelum menggunakan teknologi ini para petani hanya mampu menghasilkan 4,9 ton per hektare. Sementara setelah menggunakan teknologi ini dan setelah kita hitung dengan teknik sampling, para petani menghasilkan 6,2 ton per hektare. Artinya ada peningkatan 1,3 ton per hektare,” ujar Muhammad Iklil, mahasiswa UNISNU Jepara.

Editor : Kholistiono

FDK UNISNU Jepara Gelar Pelatihan Keprotokoleran dan Perfilman

Salah satu pemateri keprotokoleran memberikan arahan dan teknis menjadi protokoler yang baik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu pemateri keprotokoleran memberikan arahan dan teknis menjadi protokoler yang baik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar pelatihan keprotokoleran dan perfilman, di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara, Kamis (24/3/2016). Acara yang digelar bekerjasama dengan Pemkab Jepara ini diikuti puluhan mahasiswa dan sejumlah perwakilan dari sekolah tingkat SMA se-Jepara.

Dekan FDK UNISNU Jepara Noor Rohman Fauzan saat membuka kegiatan mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk peningkatan kompetensi mahasiswa serta pelajar. Mereka diharapkan mampu menimba sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari para profesional di bidangnya.

“Pelatihan seperti ini penting dilakukan, disamping teori-teori yang diajarkan di dalam kelas. Melalui pelatihan ini, diharapkan skill mahasiswa khususnya dapat mumpuni untuk praktek secara langsung,” ujar Noor Rohman.

Sementara itu, pembicara yang juga Kasubag Protokol dan Tata Usaha Pimpinan pada Bagian Humas Pemda Jepara Evi Sofiani mengaku sampai kesulitan mengakhiri materinya, karena peserta berebut mengajukan berbagai pertanyaan teknis terkait tugas protokol.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, nampak begitu memperhatikan seluruh materi yang diberikan mantan penyiar radio tersebut. Begitu sesi tanya jawab dibuka, beberapa peserta berebut mengajukan pertanyaan.

Ada beberapa pertanyaan seputar UU Keprotokoleran, namun sebagian besar penanya lebih suka menggali hal-hal teknis menjadi protokol yang baik. Seperti mengatasi grogi, cara berbicara dengan intonasi yang baik, hingga membawa acara dalam alur yang benar. Tata letak kursi tamu undangan hingga beda intonasi menjadi MC di dalam dan di luar lapngan juga banyak ditanyakan.

“Sebenarnya saya sudah mau mengakhiri materi pada jam sebelas. Itu tepat satu jam seperti permintaan panitia. Namun, karena banyak peserta yang berebut bertanya, akhirnya panitia menambah alokasi waktu. Tapi apapun, alhamdulillahh saya bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik pelajar dan mahasiswa,” kata Evi.

Usai materi dan tanya jawab, peserta dibagi dalam beberapa kelompok, lalu mendapatkan pelatihan praktik langsung mengenai keprotokoleran. Setiap kelompok diminta memperhatikan praktik yang sedang dilakukan kelompok lain, lalu melakukan evaluasi bersama. Setelah materi keprotokoleran usai, dilanjut materi lain termasuk perfilman.

Editor : Kholistiono

LPM Fokus UNISNU Bedah Buku Ahlussunnah Wal-Jama’ah

LPM Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

LPM Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016).

Acara yang bekerjasama dengan perpustakaan Mutamakin Press Pati tersebut juga menghadirkan narasumber di bidangnya yakni M. Nasrul Haqqi dan Qutbi Izziddin. Selain mahasiswa, bedah buku ini juga dihadiri oleh siswa siswi SMA se-Jepara.

Dekan FDK Noor Rohman Fauzan, mengaku senang dan mengapresiasi acara ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sebenarnya masih jarang digelar sehingga harus mulai sering diadakan di UNISNU. Sebab, kegiatan semacam ini mampu menambah wawasan dan pengetahuan khususnya bagi mahasiswa.

”Kegiatan bedah buku semacam ini harus sering dilakukan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para mahasiswa,” kata Noor Rohman dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, salah satu pemateri, Qutbi Izziddin menjelaskan jika Ahlussunnah Wal-Jamaah (Aswaja) harus kita pahami secara benar agar kita tidak mudah terpengaruh oleh ajaran lain, yang sudah tidak selaras lagi dengan nilai-nilai agama Islam, apalagi UNISNU adalah kampus yang menganut faham Aswaja

Sementara Nasrul Haqqi yang juga membedah buku tersebut mengatakan, ada tiga pembahasan penting yang sangat menarik dalam buku tersebut. Pertama, pembahasan sejarah Aswaja. Kedua, dimensi Teologi.

”Riwayat-riwayat Tuhan ada di mana-mana dan juga apabila di komparasikan dengat ayat-ayat Alquran maka akan ketemu inti ilmunya. Ketiga, Mauidhoh atau nasihat. Untuk menjadi muslim yang berakidah Ahlussunnah Wal-jama’ah tidak perlu dilakukan pembicaraan yang sulit atau berat-berat akan tetapi hanya perlu mengucap syahadah dan selalu membentengi diri kita dengan aliran dan pemikiran-pemikiran yang berbau ekstrim,” jelasnya.

Di akhir acara, Noor Rohman Fauzan juga menambahkan, apa pun aliran yang masuk di kampus kita ini, kita harus pandai memilah dan memilihnya. Jangan sampai kita mudah terpengaruh oleh budaya-budaya baru yang masuk.

”Aswaja adalah ajaran yang sangat indah karena mampu membawa nilai Islam dan memadukan dengan nilai budaya yang ada. Itu merupakan bukti Aswaja tidak lekang oleh waktu dan terhadap semua ajaran yang baru, kita harus memahaminya secara utuh agar tidak mudah terpengaruh,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mahasiswa KKN Unisnu Jepara Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Siswa SMPN 2 Batealit bersama tim KKN Unisnu Jepara foto bersama (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Siswa SMPN 2 Batealit bersama tim KKN Unisnu Jepara foto bersama (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom,Jepara – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Unisnu Jepara, yang bertugas di Desa Batealit, Jepara menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkotika, di aula SMPN 2 Batealit. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan puskesmas setempat dan aparat dari Polsek Batealit.

Salah satu peserta tim KKN Muwasaun Niam mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya merespon maraknya peredaran narkotika, psikotropika, dan zat aditif (Napza) di daerah Jepara, yang dinilai sudah merambah di kalangan pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

“Peredaran narkotika di Jepara ini sudah sangat banyak. Seperti kita ketahui, tidak hanya orang dewasa saja yang menggunakan narkotika, tapi juga usia remaja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Sementara itu, Krisno Prasetyo, Wakil Kepala SMPN 2 Batealit mengatakan, pihaknya menyambut positif kegiatan tersebut, karena mengingat akhir-akhir ini penggunaan Napza sudah merambah ke remaja-remaja.

Pihak Pukesmas Batealit yang diwakili Rendra Riantoni menjelaskan, bahwa Napza adalah musuh bersama yang harus dicegah. Karena dapat merusak sistem saraf pusat manusia yang berakibat pada rusaknya pengaruh tubuh manusia.

“Perilaku orang yang memakai Napza itu berbeda jauh dengan orang yang tidak memakai Napza. Mereka tidaklagi mempertimbangkan etika, tata nilai dan moral,” tambah Rendra.

Sementara itu, Brigadir Amalia Afifah dari Polsek Batealit memberikan tips untuk menangani seseorang yang terkena narkoba, yakni dengan cara mendekati pengguna narkoba, kemudian memberikan pengertian secara pelan-pelan mengenai bahaya narkoba. “Walaupun awalnya ia menolak, pasti dia akan mikir atas pengertian yang kita berikan setiap hari,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono 

Ada 160 an Muallaf di Desa Karanggondang Jepara

Dekan fakultas Dakwah Unisnu Jepara Noor Rohman ketika meresmikan Majelis Taklim Bina Muallaf di Desa Karanggondang,Kecamatan Mlonggo, Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Dekan fakultas Dakwah Unisnu Jepara Noor Rohman ketika meresmikan Majelis Taklim Bina Muallaf di Desa Karanggondang,Kecamatan Mlonggo, Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Perkembangan agama Islam di sebagian wilayah Jepara cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemeluk agama Islam yang baru. Salah satunya di Desa Karanggondang,Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Disana, ada sekitar 160 pemeluk agama Islam baru atau muallaf.

Antusiasme mereka terhadap Islam dan yang ada di dalam Islam sangat tinggi.Hal ini terlihat dari antusiasme mereka ketika dibuatkan majelis taklim Bina Muallaf di Masjid Nurul Yaqin, Dusun Balong Artho, Desa Karanggondang pada 12 Juni lalu.

Tak hanya muallaf yang telah berusia tua, namun juga yang masih muda turut berantusias menyambut majelis taklim yang akan memberi mereka pembinaan dan bimbingan.

Kondisi ini disambut gembira oleh Dekan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara Noor Rahman. Menurutnya, antusiasme muallaf menjadi modal penting bagi pada da’i baik dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Fakultas Dakwah untuk mengorganisir program pembinaan dan bimbingan bagi mereka.

”Program pendampingan bina muallaf ini menjadi tugas kita semua. Bagi penceramah, tugasnya memberikan arahan, sedangkan bagi yang memiliki kelebihan harta dapat membantu dengan hartanya,” kata Noor Ramhan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Muallaf di Jepara Diberi Pengetahuan Agama dan Tata Cara Beribadah

Puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Seseorang yang baru memeluk agama Islam, memang masih perlu diberikan bimbingan dan pembinaan. Salah satu aspek penting dalam agama Islam bagi umat yang memeluknya adalah pengetahuan tentang agama terkait ke-Tuhanan atau Tauhid dan pengetahuan tentang tata cara beribadah dengan baik dan benar sesuai syariat. Lanjutkan membaca