Serunya Jalan Sehat Warga Kedung Bersama Mahasiswa KKN UNISNU Jepara

Warga mengikuti senam sebelum mengikuti jalan sehat yang diadakan mahasiswa KKN UNISNU Jepara. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Kedung, Jepara, mengadakan acara jalan sehat. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Kedung Festival 2017 yang di selenggarakan oleh peserta KKN UNISNU se-Kecamatan Kedung.

Dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, acara jalan sehat tersebut diselenggarakan pada Jumat (24/2/2017). Kegiatan dimulai dari pukul 06.30 sampai pukul 09.30 WIB, yang di awali senam bersama para peserta dan panita serta tamu undangan. Kemudian dilanjutkan jalan sehat dengan rute perjalanan sekitar satu kilo meter, dengan start dari Pendopo Kecamatan dan  finish di tempat yang sama sekaligus pembagian doorprize dan hadiah bagi peserta jalan sehat.

“Kupon sendiri dibagikan secara cuma-cuma oleh panitia penyelenggara Kedung Festival 2017 saat sudah setengah perjalanan menuju finish. Ada dua hadiah utama yang kami bagikan kepada peserta berupa handphone. Hadiah utama didapatkan Saifah (12) dari Pondok Pesantren Darul Hikmah Menganti dan Audi (10) dari MI Matholiul Huda Bugel,” ujar Aufal, Panitia Penyelenggara Kedung Festival 2017.

Menurutnya, panitia penyelenggara mempersiapkan serangkaian acara Kedung Festival 2017 selama dua pekan saja. Meski begitu, pihaknya bersyukur, karena mendapat respon baik dari masyarakat desa se- Kecamatan Kedung.

Katanya, panitia cukup terkejut dengan apresiasi keikutsertaan masyarakat di acara Kedung Festival 2017. Ia berharap, gagasan untuk menyelenggarakan Kedung Festival dapat dilanjutkan tahun-tahun berikutnya.

“Cukup banyak yang mengikuti kegiatan ini, termasuk adik-adik dari SD, MI serta warga masyarakat sekitar. Tujuan diadakan acara ini untuk menyatukan berbagai komunitas di dalam masyarakat. Harapannya, semoga acara Kedung Festival dapat di selenggarakan setiap tahun,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Petani Binaan UNISNU Jepara di Mindahan Kidul Panen Perdana Padi Semiorganik

Petani binaan Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (FSH-UNISNU) Jepara panen padi semiorganik. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Petani binaan Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (FSH-UNISNU) Jepara melakukan panen perdana padi semiorganik, pada Rabu (22/2/2017).

Penanaman padi ini dimulai pada November 2016 lalu di are persawahan Damaran, Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Jepara, dengan luas lahan sekitar 1 hektare. Dalam proses penanaman, Tim PHBD UNISNU Jepara bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Kemristekdikti, UPT Pertanian Kecamatan Tahunan, UPT Pertanian Kecamatan Batealit dan Gapoktan Ngudi Hasil sebagai pelaksana program.

Joko Suprihantono, perwakilan UPT Kecamatan Batealit menyampaikan, bahwa pola penanaman padi dengan menggunakan teknik semiorganik merupakan teknologi baru yang diterapkan di Desa Mindahan Kidul khusunya.

Dengan teknologi tersebut, diharapkan para petani dapat beradaptasi, sehingga tidak kaget dengan munculnya beberapa teknologi akhir-akhir ini. “Setelah menunggu selama kurang lebih 90 hari paska penanaman, kemarin para petani bisa panen menikmati hasilnya,” ujarnya, seperti rilis yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (23/2/2017).

Sementara itu, Subakir dari Gapoktan Ngudi Hasil mengucapkan banyak terima kasih, terutama kepada mahasiswa UNISNU Jepara yang terlibat dalam penanaman padi tersebut. Baik selama masa pra penanaman, penanaman hingga para petani bisa panen.

“Banyak hal yang dapat kami dapatkan semenjak bekerja sama dengan mahasiswa. Kami telah dibantu benih, diajak membuat pupuk, baik padat maupun cair dan pestisida nabati. Terlebih banyak ilmu yang bisa kami serap,”katanya.

Dengan adanya teknologi semacam ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi. Sehingga ada perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan teknologi tersebut. “Sebelum menggunakan teknologi ini para petani hanya mampu menghasilkan 4,9 ton per hektare. Sementara setelah menggunakan teknologi ini dan setelah kita hitung dengan teknik sampling, para petani menghasilkan 6,2 ton per hektare. Artinya ada peningkatan 1,3 ton per hektare,” ujar Muhammad Iklil, mahasiswa UNISNU Jepara.

Editor : Kholistiono

Gubernur Ajak Mahasiswa Unisnu Jepara Kreatif dan Kurangi Keinginan jadi PNS

ganjar

Gubernur Ganjar Pranowo saat memberikan kuliah di kampus Unisnu Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi dosen di Unisnu Jepara dalam kuliah perdana bagi mahasiswa baru, Rabu (21/9/2016). Dalam kesempatan, Ganjar mengajak para mahasiswa untuk selalu kreatif dan inovatif.

“Harus selalu kreatif dan inovatif, agar kalian bisa bersaing. Jangan lupa, terus belajar agar ide kreatif dan inovatif itu muncul,” kata Ganjar Pranowo dihadapan ribuan mahasiswa Unisnu Jepara, Rabu (21/9/2016).

Menurut Ganjar, kuliah merupakan proses pendidikan untuk melatih konsistensi dan mengasah ide kreatif mahasiswa. Banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari proses pendidikan. Dibanding yang berpendidikan rendah, kata Ganjar, jauh lebih banyak yang berpendidikan tinggi dalam turut serta membangun bangsa ini.

“Yang hanya sekolah tingkat dasar, bisa menjadi orang sukses, tetapi itu tidak banyak. Yang paling banyak adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi,” kata Ganjar.

Mengenai kreativitas, Ganjar menyinggung soal penggunaan teknologi informasi yang terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sebagai mahasiswa, ia meminta agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya. Misalnya digunakan untuk mengembangkan keahliannya maupun digunakan untuk berwirausaha.

“Selain itu juga harus mampu berinovasi, seperti mengembangkan potensi daerah. Contohnya menjual barang dengan kemasan yang ciamik, agar dapat meningkatkan harga jual. Semakin menarik, harga suatu barang jelas akan semakin tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, paradigma mengenai mahasiswa nantinya menjadi pegawai negeri harus dikurangi. Saat ini sudah era di mana seseorang justru dapat sukses melalui jalan sebagai seorang pengusaha.

Editor : Akrom Hazami

 

Pelajari Sejarah Islam di Jepara, LPM Fokus Unisnu Terbitkan Majalah

Penyerahan majalah Fokus secara simbolis dari Pimpinan Umum LPM Fokus kepada Kaprodi KPI Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penyerahan majalah Fokus secara simbolis dari Pimpinan Umum LPM Fokus kepada Kaprodi KPI Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fokus Unisnu Jepara mempelajari sejarah Islam di wilayah Jepara. Hasil dari sekilas kajian itu diwujudkan dalam bentuk majalah. Majalah yang diberi tema Menelisik Sejarah Islam di Jepara tersebut diterbitkan Sabtu (3/9/2016) di kampus setempat.

Pimpinan Umum LPM Fokus periode 2015-2016, Ishomudin mengatakan, kajian tentang Islam di Jepara tersebut sudah dimulai dua tahun lalu. Dirinya bersama tim LPM Fokus memantabkan kajian tersebut dalam bentuk karya jurnalistik berupa majalah.

“Majalah ini merupakan hasil pembelajaran baik bersumber dari buku-buku maupun wawancara ke sejumlah ahli dan tokoh di Jepara. Alhamdulillah majalah ini dapat diterbitkan,” ujar Ishomuddin.

Menurutnya, melalui majalah tersebut diharapkan materi yang berkaitan dengan ke-Islaman di Jepara dapat dibaca dan diakses oleh publik, khususnya mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum.

“Kajian mengenai Islam di Jepara ini sangat penting, terutama bagi mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi. Sebab, selama ini masih sangat minim literatur yang membahas mengenai sejarah Islam di Jepara secara khusus,” terangnya.

Sementara itu, Kaprodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakutas Dakwah dan Komunikasi, Abdul Wahab Salim mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi hasil kreatifitas para mahasiswa tersebut. Menurutnya, kemampuan tulis menulis sangat penting bagi mahasiswa, lebih-lebih mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi.

“Kalau saya sendiri menulis terinspirasi dari tokoh Filsafat Arkoun. Menulislah lalu baca dan perbaiki tulisan itu. Itu sangat sangat penting karena menulis membutuhkan pembiasaan,” katanya.

Majalah tersebut diterbitkan sekaligus dibedah bersama dan menghadirkan salah satu alumni LPM Fokus, Wahyu Khoiruzzaman sebagai narasumber. Selain agenda tersebut juga dilanjutkan reorganisasi LPM Fokus serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ).

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa Unisnu Jepara Waspadai Perkembangan Internet

kampus

Salah satu narasumber seminar yakni Edi Noersasongko menjelaskan materinya tentang perkembangan media dan teknologi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dewasa ini perkembangan dunia media sangat pesat, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, yakni internet. Sayangnya, selain membawa dampak positif, ternyata perkembangan itu juga membawa dampak negatif seperti menyebarnya paham radikal.

Berkaitan dengan itu, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan IT agar mampu menangkal radikalisme di media cyber.

Hal itu mengemuka dalam acara senimar nasional yang digelar oleh FDK Unisnu Jepara, di gedung Unisnu lantai tiga, Sabtu (30/7/2016).

Acara itu dihadiri ratusan peserta dari unsur dosen, karyawan, mahasiswa, siswa tingkat SLTA hingga santri. Mereka antusias mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya, yakni Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Edi Noersasongko, dan Kaprodi KPI Unisnu Jepara, Abdul Wahab.

Dekan FDK Unisnu, Noor Rohman Fauzan mengatakan, perkembangan dunia digital seperti saat ini menjadi peluang dan tantangan bagi pihak-pihak tertentu yang mampu memanfaatkan media, khususnya media cyber.

Di sisi lain, itu justru menjadi ancaman bagi publik ketika informasi yang diedarkan di media cyber tidak benar dan hanya fitnah belaka, serta hanya berisi provokatif dan paham radikal.

“Peredaran informasi lewat media cyber tidak dapat dibendung. Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi para dai, untuk melakukan aktivitas dakwahnya, yakni dakwah yang menyejukkan. Sedangkan bagi masyarakat, harus lebih berhat-hati ketika menerima informasi dari media cyber. Cek dulu kebenarannya, dengan cara membandingkan dengan informasi sejenis dari beberapa media lainnya,” terang Rohman.

Menurutnya, di internal umat Islam sendiri terjadi persaingan di dunia cyber. Tidak sedikit media cyber bernuansa dakwah tetapi radikal, bahkan mereka cenderung mendominasi di dunia internet. Untuk itu, kader-kader dai dari Fakultas Dakwah Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan keahlian dibidang IT.

Sementara itu, salah satu narasumber seminar, Edi Noersasongko mengemukakan, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia lebih dari separuh dari jumlah penduduk di Indonesia. Mereka tidak hanya dari kalangan anak muda, tetapi orang-orang tua.

“Kalau dulu mungkin baru anak muda yang menggunakan internet. Tetapi sekarang sudah rata. Dalam kurun waktu setengah tahun terakhir saja, peningkatan jumlah pengguna internet terus mengalami grafik kenaikan yang sangat tajam,” tandasnya.

Untuk itu, lanjutnya, generasi penerus bangsa saat ini harus pandai memanfaatkan internet, khususnya media cyber untuk hal-hal yang bermanfaat. Ketika ada informasi yang hoax, pelaku media yang baik harus mengimbangi itu dengan informasi yang benar, agar tidak menyesatkan masyarakat atau pembaca.

Editor : Akrom Hazami

 

Alumni Dinilai Miliki Peran Penting untuk Kemajuan Kampus

Temu bareng alumni FDK UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Temu bareng alumni FDK UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Unisversitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara meminta dan menerima masukan-masukan dari para alumni. Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan temu jagong dan curah pendapat untuk perkembangan FDK di masa yang akan datang.

Dekan FDK UNISNU Jepara, Noor Rohman Fauzan mengatakan, peran alumni sangat besar dalam mengembangkan suatu instansi pendidikan. Sebab, alumni yang jumlahnya besar dan telah malang melintang di berbagai bidang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang belum tentu di miliki oleh pimpinan maupun dosen di kampus.

“Rata-rata universitas di luar negeri, seperti di Amerika, Kanada dan yang lainnya, memiliki wadah berupa organisasi alumni yang solid. Itu yang membuat mereka mampu berkembang dengan pesat, bahkan menjadi deretan perguruan tinggi terbaik di dunia,” ujar Noor Rohman, Senin (27/6/2016) malam.

Menurutnya, alumni yang telah mengenyam pendidikan lama di perguruan tinggi lebih mengetahui banyak hal, terkait kondisi internal kampus mereka. Sehingga, ketika ada persoalan mampu mengetahui kekurangan dan mampu mencarikan solusi atas berbagai masalah tersebut. Untuk itu, pihaknya sangat berharap agar para alumni solid dan turut aktif membantu perkembangan FDK UNISNU Jepara.

Sementara itu, salah seorang alumni FDK UNISNU Jepara Abdul Basir mengatakan, semangat mahasiswa yang belum lulus harus lebih ditingkatkan. Kemampuan apapun yang dimiliki harus dikembangkan, terutama yang berkaitan dengan bidang fakultas.

“Misalnya, seorang mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi juga harus paham agama lebih dalam. Tidak cukup itu, tetapi juga harus memahami dan mengetahui dalil-dalil agama. Itu penting, karena di dalam masyarakat masih sangat dibutuhkan sosok yang mampu memimpin agama,” terang alumni yang kini menjabat sebagai Petinggi Desa Troso, Kecamatan Pecangaan itu.

Ia menambahkan, mahasiswa FDK harus lebih percaya diri dan menunjukkan kualitas diri agar mampu memenangkan persaingan di era seperti ini. Kemampuan dalam bidang teknologi juga harus ditingkatkan, karena itu adalah tuntutan zaman, di mana bidang dakwah adalah corong yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan Islam.

 

Editor : Kholistiono

Bukan Karena Kekayaan Alam, Tapi Kemajuan Negara Tergantung dari Ini

Kuliah Umum International bertajuk Membangun Generasi Berprestasi, berilmu dan Unggul yang Siap Mendunia yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kuliah Umum International bertajuk Membangun Generasi Berprestasi, berilmu dan Unggul yang Siap Mendunia yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kemajuan sebuah negara tidak terletak pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, bukan juga ditentukan oleh  ras, warna kulit dan agama. Tapi kemajuan negara ditentukan faktor kesadaran terhadap pentingnya pendidikan oleh penduduk negara tersebut. Bahkan, masyarakatnya memiliki kecenderungan yang sama atas dasar pendidikan dan berperan sesuai bidangnya masing-masing untuk membangun bangsa menjadi maju.

Setidaknya hal itu yang jadi benang merah materi yang disampaikan Tuswadi dalam kegiatan Kuliah Umum International bertajuk Membangun Generasi Berprestasi, berilmu dan Unggul yang Siap Mendunia yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara, Kamis (16/6/2016) di Pendopo Kabupaten Jepara.

Menurut Guru SMA 1 Sigaluh yang kini sedang melakukan riset post doktoral di Hiroshima University Jepang itu, perbedaan antara negara maju dan negara berkembang tidak tergantung pada umur negara. Ia mencontohkan, negara India dan Mesir yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka masih terbelakang. Sedangkan di sisi lain, Singapura, Kanada, Australia dan New Zealand termasuk negara yang umurnya kurang dari 150 tahun, saat ini telah menjadi bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sumber daya alam yang baik juga tidak menjadi penentu kemajauan sebuah Negara. Jepang areanya sangat terbatas, daratannya 80 % berupa pegunungan dan tidak memadai untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. Tetapi saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi dunia nomor dua.

“Bahkan negara tersebut laksana suatu negara “industri terapung” yang sangat besar, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya hampir ke seluruh dunia,” ujar Tuswadi melalui rilis yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, hal itu disebabkan beberapa faktor, di antaranya masyarakat Jepang sadar terhadap pendidikan. Mereka juga menerapkan tradisi disiplin dan tanggung jawab terhadap anak sejak dini. Orang-orang Jepang juga melihat dan menentukan kebijakan berdasarkan ilmu dan percobaan untuk mengukur efektifitas pekerjaan.

Bahkan, ia menjelaskan, perempuan di Jepang lebih memilih mengasuh anak dibanding mengejar karir mereka. Sehingga anak-anak mereka mendapat perhatian dan pendidikan yang baik. Anak-anak Jepang juga sudah terbiasa mandiri dan dilatih menjadi pemimpin tiap harinya

“Pendidikan anak dini sudah ditentukan oleh pemerintah setempat. Anak-anak Jepang harus sekolah di dekat lingkungan tempat tinggal. Salah satu fungsinya mereka dibuat grup yang setiap berangkat dan pulang sekolah dipilih ketua secara bergantian tiap hari yang bertanggung jawab dalam grup tersebut.” ungkap Tuswadi.

Sementara itu, kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, guru dan siswa di Jepara itu dibuka secara resmi Bupati Jepara yang diwakili asisten 3, M. Fathurrozi. Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Rektor UNISNU Jepara, pewakilan Disdikpora Jepara, Kemenag Jepara dan pejabat struktural di lingkungan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.

Dalam sambutan yang dibacakan, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap, kegiatan tersebut hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai langkah pengembangan dunia pendidikan, akan tetapi mampu menjadi momen menjadi kader-kader perubahan pola pikir, kader pencipta generasi berkarakter serta peningkatan sumber daya manusia berkualitas yang siap menghadapi tantangan dan peluangnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Penasaran Siapa Jodohmu? Datang Yuk ke Expo UNISNU Jepara, Kamu Bakalan Temukan Agen Ramalan Jodoh

f-UNISNU EXPO, Upload jam 20

Salah satu stand yang ada pada Expo UNISNU Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Masih percaya dengan ramalan jodoh? Bagi Anda yang masih percaya dengan ramalan siapakah jodoh kamu yang tepat, tak ada salahnya kamu berkunjung ke Expo Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang bertempat di Kampus UNISNU.

Di sini, nanti kamu akan menemui salah satu stand yang menyediakan agen ramalan jodoh. Bagi Kamu, yang ingin berkonsultasi seputar jodoh, kamu bisa datang ke sini. Acara expo ini sendiri, berlangsung 25-26 April.

Rima, salah satu pengunjung expo mengaku cukup terhibur dengan adanya stand agen ramalan jodoh tersebut. Dirinya juga mengaku mencoba untuk diramalkan mengenai asmaranya dengan kekasihnya.

“Ya cukup terhibur lah. Anggap saja ini sebagai hiburan. Kalau percaya nggak percaya dengan ramalan, itukan tergantung dari masing-masing individu. Pastinya, soal jodoh, takdir dan lainnya kita percayakan kepada Allah,” katanya.

Dalam expo yang bertemakan “Jepara Lumbung Budaya” ini, juga menampilkan kreatifitas dan produk unggulan mahasiswa dari berbagai Prodi yang ada di UNISNU Jepara.Total keseluruhan Prodi yang ikut meramaikan Expo UNISNU Jepara ada 17 Prodi.

Selain dari mahasiswa UNISNU Jepara, sebagian stand juga diisi oleh UMKM dari luar UNISNU. Beragam produk dijual dalam acara ini, di antaranya Jilbab, makanan ringan, jus buah, dan lain sebagainya.

Editor : Kholistiono

Rayakan Hari Jadi ke-19, Wapalhi UNISNU Jepara Adakan Donor Darah

f-UNISNU, Upload jam 19.30 (e)

Kegiatan donor darah yang diadakan Wapalhi UNISNU Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Unit Kegiatan Khusus Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup(UKK-Wapalhi) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mengadakan kegiatan donor darah pada Senin (25/4/2016).

Acara yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Hijau UNISNU Jepara tersebut, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi UKK Wapalhi FSH UNISNU ke-19.

Ketua Wapalhi Muhammad Syafa’at mengatakan, kegiatan yang dimulai sejak pagi tadi diikuti antusias oleh mahasiswa. Hal ini, terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mendaftar untuk ikut donor darah.

“Untuk acara ini, sebenarnya kita mentargetkan ada seratus kantong darah yang terkumpul, dan mudah-mudahan bisa lebih, karena antusias mahasiswa untuk ikut donor darah sangat tinggi. Dalam hal ini, kami juga bekerjasama dengan PMI Jepara,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan acara ini, sebelumnya, pihanya juga melakukan sosialisasi, melalui menyebar pamflet atau melalui media sosial.

Selain donor darah, katanya, Wapalhi juga membagikan tempat sampah di beberapa titik tertentu. Ada 10 tong sampah yang akan dibagikan. Selain itu juga akan diadakan tasyakuran bersama.

“Kegiatan sosial initujuannya untuk memberikan manfaat terhadap masyarakat. Harapannya, nanti acara ini bisa terus berlangsung dan menyadarkan mahasiswa untuk selalu berbagi kepada sesama dan peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Syafa’at.

Editor : Kholistiono

FSH UNISNU Jepara Gelar Seminar Tentang Islam Nusantara

 

Seminar tentang Islam Nusantara yang digelar FSH UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Seminar tentang Islam Nusantara yang digelar FSH UNISNU Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mengadakan seminar dengan tajuk “Melacak Akar Ideologi dan Epistimologi Islam Nusantara Dalam Konteks ke-Indonesiaan”, Senin (4/4/2016).

Seminar nasional yang dilaksanakan di Lantai 4 Gedung Hijau UNISNU Jepara itu, dihadiri perwakilan siswa SMA/MA se-Jepara, santri, kepala sekolah dan civitas akadmis yang ada di lingkungan Kampus UNISNU Jepara.

Dalam kesempatan itu pula, Yudian Wahyudi, Guru Besar  Filasafat Hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakartayang menjadi pembicara menyampaikan kebanggaan dengan umat Islam di Nusantara,meski dijajah selama ratusan tahun, namun Nusantara masih ada hingga sekarang ini.

“Umat Islam di Indonesia merupakan umat Islam yang dapat memuat sejarah yang tidak bisa dibuat oleh umat lainnya. Yaitu, meski Indonesia terjajah selama ratusan tahun namun umat Islam dapat mempertahankan aqidah Islam. Hal ini tentu merupakan prestasi yang luar biasa yang tidak dapat tertandingi oleh umat lainnya,” ujarnya.

Kemudian, Abdul Ghofur Maimun Zubair, Ketua STAI Al Anwar Sarang Rembang menyampaikan, penyebab kemunduran umat Islam disebabkan dua faktor. Yaitu,faktor internal yang meliputi stigma masyarakat dunia tentang dunia Arab.

“Suka atau tidak suka, masyarakat masih belajar dari orang Arab. Kedua,faktor eksternal Islam diindentikkan dengan kekerasan dan lebih diindentifikasikan Islam ya Arab,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

FDK UNISNU Jepara Gelar Pelatihan Keprotokoleran dan Perfilman

Salah satu pemateri keprotokoleran memberikan arahan dan teknis menjadi protokoler yang baik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu pemateri keprotokoleran memberikan arahan dan teknis menjadi protokoler yang baik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar pelatihan keprotokoleran dan perfilman, di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara, Kamis (24/3/2016). Acara yang digelar bekerjasama dengan Pemkab Jepara ini diikuti puluhan mahasiswa dan sejumlah perwakilan dari sekolah tingkat SMA se-Jepara.

Dekan FDK UNISNU Jepara Noor Rohman Fauzan saat membuka kegiatan mengatakan, pelatihan ini sangat penting untuk peningkatan kompetensi mahasiswa serta pelajar. Mereka diharapkan mampu menimba sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari para profesional di bidangnya.

“Pelatihan seperti ini penting dilakukan, disamping teori-teori yang diajarkan di dalam kelas. Melalui pelatihan ini, diharapkan skill mahasiswa khususnya dapat mumpuni untuk praktek secara langsung,” ujar Noor Rohman.

Sementara itu, pembicara yang juga Kasubag Protokol dan Tata Usaha Pimpinan pada Bagian Humas Pemda Jepara Evi Sofiani mengaku sampai kesulitan mengakhiri materinya, karena peserta berebut mengajukan berbagai pertanyaan teknis terkait tugas protokol.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, nampak begitu memperhatikan seluruh materi yang diberikan mantan penyiar radio tersebut. Begitu sesi tanya jawab dibuka, beberapa peserta berebut mengajukan pertanyaan.

Ada beberapa pertanyaan seputar UU Keprotokoleran, namun sebagian besar penanya lebih suka menggali hal-hal teknis menjadi protokol yang baik. Seperti mengatasi grogi, cara berbicara dengan intonasi yang baik, hingga membawa acara dalam alur yang benar. Tata letak kursi tamu undangan hingga beda intonasi menjadi MC di dalam dan di luar lapngan juga banyak ditanyakan.

“Sebenarnya saya sudah mau mengakhiri materi pada jam sebelas. Itu tepat satu jam seperti permintaan panitia. Namun, karena banyak peserta yang berebut bertanya, akhirnya panitia menambah alokasi waktu. Tapi apapun, alhamdulillahh saya bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik pelajar dan mahasiswa,” kata Evi.

Usai materi dan tanya jawab, peserta dibagi dalam beberapa kelompok, lalu mendapatkan pelatihan praktik langsung mengenai keprotokoleran. Setiap kelompok diminta memperhatikan praktik yang sedang dilakukan kelompok lain, lalu melakukan evaluasi bersama. Setelah materi keprotokoleran usai, dilanjut materi lain termasuk perfilman.

Editor : Kholistiono

LPM Fokus UNISNU Bedah Buku Ahlussunnah Wal-Jama’ah

LPM Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

LPM Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fokus Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UNISNU Jepara menggelar acara bedah buku berjudul Ahlussunnah Wal-Jama’ah karya dari Lukmanul Hakim, di gedung kampus setempat, Kamis (10/3/2016).

Acara yang bekerjasama dengan perpustakaan Mutamakin Press Pati tersebut juga menghadirkan narasumber di bidangnya yakni M. Nasrul Haqqi dan Qutbi Izziddin. Selain mahasiswa, bedah buku ini juga dihadiri oleh siswa siswi SMA se-Jepara.

Dekan FDK Noor Rohman Fauzan, mengaku senang dan mengapresiasi acara ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sebenarnya masih jarang digelar sehingga harus mulai sering diadakan di UNISNU. Sebab, kegiatan semacam ini mampu menambah wawasan dan pengetahuan khususnya bagi mahasiswa.

”Kegiatan bedah buku semacam ini harus sering dilakukan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para mahasiswa,” kata Noor Rohman dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, salah satu pemateri, Qutbi Izziddin menjelaskan jika Ahlussunnah Wal-Jamaah (Aswaja) harus kita pahami secara benar agar kita tidak mudah terpengaruh oleh ajaran lain, yang sudah tidak selaras lagi dengan nilai-nilai agama Islam, apalagi UNISNU adalah kampus yang menganut faham Aswaja

Sementara Nasrul Haqqi yang juga membedah buku tersebut mengatakan, ada tiga pembahasan penting yang sangat menarik dalam buku tersebut. Pertama, pembahasan sejarah Aswaja. Kedua, dimensi Teologi.

”Riwayat-riwayat Tuhan ada di mana-mana dan juga apabila di komparasikan dengat ayat-ayat Alquran maka akan ketemu inti ilmunya. Ketiga, Mauidhoh atau nasihat. Untuk menjadi muslim yang berakidah Ahlussunnah Wal-jama’ah tidak perlu dilakukan pembicaraan yang sulit atau berat-berat akan tetapi hanya perlu mengucap syahadah dan selalu membentengi diri kita dengan aliran dan pemikiran-pemikiran yang berbau ekstrim,” jelasnya.

Di akhir acara, Noor Rohman Fauzan juga menambahkan, apa pun aliran yang masuk di kampus kita ini, kita harus pandai memilah dan memilihnya. Jangan sampai kita mudah terpengaruh oleh budaya-budaya baru yang masuk.

”Aswaja adalah ajaran yang sangat indah karena mampu membawa nilai Islam dan memadukan dengan nilai budaya yang ada. Itu merupakan bukti Aswaja tidak lekang oleh waktu dan terhadap semua ajaran yang baru, kita harus memahaminya secara utuh agar tidak mudah terpengaruh,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ajak Warga Kreatif, Desa Kalianyar Jepara Bentuk Bank Sampah

Sosialisasi pembentukan bank sampah di Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara (Istimewa)

Sosialisasi pembentukan bank sampah di Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara membentuk bank sampah, yang nantinya diharapkan tidak hanya sebagai penampung sampah saja tetapi dapat dimanfaatkan dengan cara mendaur ulang sampah. Gagasan tersebut diinisiasi para warga, bersama mahasiswa UNISNU Jepara yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN).

Petinggi Desa Kalianyar Nor Khafid sepakat dengan adanya sosialisasi pembentukan bank sampah. “Ini gagasan yang cukup bagus, karena sampah yang biasanya hanya kita buang, sekarang bisa menjadi berkah,” kata Nur Khafid dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (20/2/2016).

Pihaknya mendukung penuh kegiatan yang akan dilakukan warganya bersama mahasiswa dalam perintisan bank sampah tersebut. Ke depan, ia berharap pengelolaan sampah di Desa Kalianyar bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sementara itu, salah satu pemateri sosialisasi tentang bank sampah Sugiyanto mengatakan, pihaknya optimis jika bank sampah di Desa Kalianyar ini akan mampu berkembang secara pesat, bahkan bisa melampaui bank sampah yang sudah ada sebelumnya, seperti di Desa Bugel dan Sowan Lor.

“Saya sangat optimis jika bank sampah di Desa Kalianyar ini akan cepat berkembang, sebab Desa Kalianyar ini lumayan kecil dan warganya mudah dikondisikan. Apalagi sudah ada prangkat desa yang mendukung,” jelas Sugiyanto.

Editor : Kholistiono

Cegah DBD, Mahasiswa UNISNU Jepara Bagikan Bubuk Abate

Mahasiswa UNISNU Jepara sedang membagikan bubuk Abate kepada warga (Istimewa)

Mahasiswa UNISNU Jepara sedang membagikan bubuk Abate kepada warga (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Mahasiswa UNISNU Jepara yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) membagian bubuk Abate kepada warga di Dukuh Cabe, Desa Batealit, Jepara. Hal ini, untuk mengantisipasi dan mencegah pembiakan jentik nyamuk Aedesaegypti yang menyebabkandemamberdarah dengue (DBD).

Koordinator KKN DesaBatealit Muhammad Iklil mengatakan, kegiatan sosial tersebut dilakukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa, yang disebabkan adanya penyakit DBD.

Pencegahan seperti itu, menurutnya penting dilakukan, apalagi saat ini intensitas hujan sudah mulai tinggi. Sehingga, penyakit seperti DBD rawan menyerang warga.

“Selain membagikan bubuk Abate yang berfungsi sebagai pencegahan berkembangnya nyamuk, yang tak kalah penting adalah melakukan 3 M, yaitu menguras, menutup dan mengubur. Menguras penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali, menutup rapat bak mandi atau penampungan air serta yang terakhir mengubur kaleng-kalengbekas,” katanya.

Cara penggunaan bubukAbate, katanya, sangatlah mudah, yakni bubuktersebut di bungkus menggunakan kain, kemudian ujung kain diikat menggunakan rafia dan setelah itu ditaruh di bak penampungan.

“Bubuk Abate dapat berfungsi selama 2 bulan, sehingga setelah dua bulan digunakan, bisa meminta obat itu ke puskesmas setempat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Mahasiswa KKN Unisnu Jepara Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Maraknya Kenakalan Remaja di Jepara, Jadi Perhatian KKN Unisnu

Tim KKN UNISNU bersama FKJ PMII Jepara berfoto bersama siswa MA Miftahul Ulum Desa Sukosono Kecamatan Kedung Jepara sambil melakukan salam GENRE sebagai bentuk komitmen untuk menjaga diri. (ISTIMEWA)

Tim KKN UNISNU bersama FKJ PMII Jepara berfoto bersama siswa MA Miftahul Ulum Desa Sukosono Kecamatan Kedung Jepara sambil melakukan salam GENRE sebagai bentuk komitmen untuk menjaga diri. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Maraknya kenakalan remaja di Kabupaten Jepara menjadi perhatian berbagai pihak, yang akhir-akhir ini sangat kental di kalangan remaja khususnya di Kabupaten Jepara. Hal ini menjadi penting, dan menjadi tugas berbagai pihak untuk menjaga generasi muda supaya  terjaga dari berbagai macam problematika yang mendera remaja.

Salah satu upayanya tim KKN Unisnu Jepara bersama Forum Kajian Jender (FKJ) PMII Jepara selenggarakan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Desa Sukosono, Kecamatan Kedung pada Senin (25/1/2015). ”Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kesehatan reproduksi remaja dan problematika remaja. Karena ketidaktahuan dan rasa ingin tahu seorang remaja yang tinggi, perlu diarahkan kepada hal yang positif,” tutur Abdullah salah satu tim KKN Unisnu Jepara.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini direspon postitif oleh pihak sekolah, siswa MA Miftahul Ulum kelas XII yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 13 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki juga sangat antusias dengan kegiatan ini, mengingat mereka adalah siswa-siswi yang menjadi panutan bagi adik kelas mereka.

Kepala MA Miftahul Ulum Riska Ridwan berharap siswanya bisa menjadi konselor bagi rekan sebaya mereka. ”Siswa juga bisa mensosialisasikan pentingnya masa remaja kepada siswa-siswi yang lain agar menekan kenakalan remaja di Kabupaten Jepara, khususnya di Desa Sukosono,” ujarnya.

Dziaul Anwal sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut berpesan kepada siswa-siswi kelas XII supaya mereka sentiasa menjadi diri dan pasangannya dari sex bebas. ”Pacaran berarti saling menjaga pasangan kita, bukan untuk melakukan hubungan diluar nikah,” tegasnya.

Santi Rosalia siswi kelas XII IPS salah satu peserta mengungkapkan penyuluhan kegiatan ini sangat berguna dan berharap diselenggarakan secara berkala. ”Kita jadi tahu bagaimana kiat-kiat menjaga diri kita supaya tidak keluar dari batas pergaulan,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

454 Mahasiswa Unisnu Jepara Jalani KKN di 49 Desa

fkkn (e)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam acara pelepasan mahasiswa Unisnu Jepara di Pendapa Kabupaten Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sebanyak 454 mahasiswa Unisnu Jepara secara resmi dilepas untuk menjalani proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Jepara, Demak dan Pati. Pelepasan tersebut dilakukan di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (12/1/2016).

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, KKN masih menjadi salah satu program yang penting bagi mahasiswa. Sebab, KKN dapat dijadikan media untuk mengaplikasikan keilmuan mahasiswa yang didapatkan di bangku perkuliahan sebagai implikasi dari ilmu bermanfaat.

“Agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat, seseorang dalam hal ini mahasiswa harus mau mencari dan memperoleh doa restu dari dosen maupun unsur pendidik yang lain. Sehingga, dalam mengaplikasikan ilmunya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Marzuqi.

Dari 454 mahasiswa Unisnu Jepara yang ikut KKN terdiri dari Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan sebagai wahana dan sarana untuk menanamkan jiwa pengabdian yang dilakukan mahasiswa, dosen serta seluruh civitas akademika Unisnu Jepara.

Mahasiswa peserta KKN diterjunkan menuju lokasi di 49 desa yang tersebar di Kecamatan Kedung (164 mahasiswa), Pakis Aji (79 mahasiswa) dan Batealit (101 mahasiswa). Selebihnya di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus (37 mahasiswa), Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak (37 mahasiswa) dan Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati (36 mahasiswa).

Sementara itu, menurut Kabid Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara Adi Sucipto, pelaksanaan KKN tahun ini megusung tema yang tergolong berat, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan”.

Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat di lokasi-lokasi pelaksanaan KKN. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Politisi PAN Pertanyakan Metode Riset LPPM Unisnu Jepara

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Salah satu politisi dari PAN Jepara Kholis mengatakan, pihaknya mempertanyakan metode yang digunakan oleh LPPM Unisnu dalam melakukan riset tersebut. Sebab, pihaknya sendiri sebelum pelaksanaan Pileg 2014 lalu juga melakukan penelitian terhadap para calon pemilih.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, meskipun kecil-kecilan. Pemilih masih menanyakan serangan fajar. Ibaratnya lima tahun kemarau bisa diobati dengan hujan yang cukup sekali yaitu serangan fajar itu,” kata Kholis.

Sedangkan dari peneliti LPPM Unisnu Jepara Mayadina mengatakan, bahwa metode yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan metode campuran antara kualitatif dengan kuantitatif. Sedangkan sample yang digunakan berjumlah 100 orang dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pileg 2014 lalu yang berjumlah 841.574.

“Sample 100 orang tersebut terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan tempat tinggal secara acak,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Hasil Riset LPPM Unisnu Jepara Diharapkan Jadi Refleksi Pelaksanaan Pemilu

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ketua KPU jepara M Haidar Fitri ketika membuka acara Diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan LPPM Unisnu (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Hasil riset Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unisnu Jepara, yang melakukan penelitian terhadap pelaku pemilih pada Pileg 2014 lalu, diharapkan menjadi bahan refleksi pelaksanaan pemilu di Kabupaten Jepara. Selain itu, harapannya kedepan para peserta pemilu dapat memiliki gambaran bagaimana perilaku pemilih di Jepara.

“Hasil riset ini setidaknya dapat dijadikan refleksi bersama tentang perilaku pemilih masyarakat Jepara dalam agenda pemilu,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara M Haidar Fitri kepada MuriaNewsCom, usai mengikuti diseminasi hasil penelitian perilaku memilih masyarakat Jepara pada Pileg 2014, di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Rabu (7/10/2015).

Menurutnya, pihaknya menggelar acara diseminasi ini dalam rangka ingin mendiskusikan hasil penelitian dari LPPM Unisnu Jepara yang telah digandeng sebagai pelaksana penelitian. Diskusi ini juga sengaja mendatangkan para tokoh dan pihak parpol agar dapat menyandingkan hasil riset dengan pengalaman mereka selama Pileg 2014 lalu. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Benarkah Politik Uang Tak Berdampak pada Perolehan Suara? Ini Hasil Riset LPPM Unisnu Jepara

Peneliti LPPM Unisnu Jepara Mayadina ketika mempresentasikan hasil penelitiannya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Peneliti LPPM Unisnu Jepara Mayadina ketika mempresentasikan hasil penelitiannya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unisnu Jepara bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara melakukan penelitian terhadap perilaku memilih masyarakat Jepara pada Pileg 2014 lalu. Hasilnya sangat mengejutkan, lantaran politik uang tak berdampak besar atau tak mampu memengaruhi pemilih secara signifikan pada Pileg 2014 lalu.

“Dari hasil survei yang kami lakukan dengan jumlah sample 100 orang dengan berbagai latar belakang profesi, yang mencoblos karena imbalan uang hanya sekitar 9 persen saja,” kata peneliti di LPPM Unisnu Jepara, Mayadina dalam acara diseminasi hasil penelitian perilaku pemilih masyarakat Jepara pada Pileg 2014, di Aula Kantor KPU Jepara, Rabu (7/10/2015).

Menurut Mayadina, justru yang paling mendominasi perilaku pemilih atau alasan pemilih mencoblos calon adalah faktor kejujuran dan kepedulian calon terhadap masyarakat. Sebab, faktor tersebut masuk dalam urutan pertama dari hasil penelitiannya. Selanjutnya disusul faktor lain, sedangkan imbalan uang masuk dalam urutan ke-enam.

Hasil tersebut dinilai bertolak belakang dari anggapan mayoritas publik yang masih beranggapan bahwa praktik politik uang sangat memengaruhi perilaku pemilih di masyarakat. Sehingga, hal itu yang membuat praktik politik uang masih tumbuh subur di kalangan para politisi jelang pemilihan umum.

Anggapan tersebut disampaikan salah seorang tokoh nelayan di Jepara Sudiyatno. Menurut Sudiyatno, politik uang sudah mengakar di dunia perpolitikan di Indonesia selagi sistem pemilu yang ada masih seperti saat ini.

“Ini mungkin bisa dicek ulang hasil penelitian ini. Sebab, politik uang di masyarakat kita masih sangat kuat mengakar,” kata Sudiyatno. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Butuh Bimbingan yang Intens untuk Muallaf

puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Keimanan seorang muallaf atau orang yang baru memeluk agama Islam dinilai masih lemah. Sehingga diperlukan bimbingan dan pembinaan yang lebih intens terhadap mereka. Lanjutkan membaca