BIKIN HEBOH, Undangan Nikah Tiru Gaya Para Calon Bupati Kudus

Undangan pernikahan unik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Calon pengantin di Kudus ini mencuri perhatian warga, lantaran unggahan foto undangan pernikahan mereka di media sosial, Facebook, beberapa waktu terakhir. Undangan pernikahan mereka meniru gaya sejumlah bakal calon bupati setempat.

Sebagaimana diketahui Kudus akan menggelar pemilihan bupati, pada 2018. Sejak sekarang, para bakal calon bupati dan wakil gencar memasang publikasi. Terutama berupa baliho. Tidak heran jika baliho bergambar mereka telah terpasang hampir di sebagian besar sudut Kota Kretek.

Gaya para calon bupati yang terpampang di baliho rupanya berdampak munculnya inspirasi Pungky Octavia Nurul Hidayah (21) warga Ngembal Kulon, Jati, dan Muhammad Himam Aula (23) warga Gebog, membuat undangan pernikahan. Mereka meniru gaya para bakal calon bupati.

Di foto undangan pernikahan, sosok mempelai laki-laki meniru gaya calon bupati Umar Ali atau Mas Umar. Lengkap dengan tulisan Mas Himam dengan bentuk tulisan mirip dengan yang dipakai di baliho Mas Umar. Pada foto mempelai perempuannya meniru gaya calon bupati Sumiyatun. Dengan mengenakan jilbab merah dan jas hitam. Di fotonya juga tertulis Impian Kesejahteraan yang mirip jargon Indonesia Hebat yang dipakai di baliho calon bupati Sumiyatun.

Dalam undangan juga terdapat hastag bertulisan #temaniakuhidup. Hastag tersebut  mirip dengan tagline calon bupati Kudus Masan, yang mengusu hastag #temaniakuberjuang. Mereka juga mengangkat tema pernikahan bertajuk Menaksir Masa Depan.

Kepada MuriaNewsCom, Pungky mengaku jika gaya para calon Bupati Kudus telah menginspirasinya. Dia meniru gaya calon bupati untuk kebutuhan sampul undangan pernikahannya. “Waktu melihat sudah suka dengan gayanya. Akhirnya saya dengan calon (suami) saya berunding, dan memutuskan untuk membuat undangan semacam itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Undangan tersebut, kata dia, mendapat sejumlah respons beragam dari temannya. Tidak sedikit teman yang kaget dengan gaya undangan pernikahannya. Sebagian besar teman juga berpendapat jika undangan pernikahannya unik.

Editor : Akrom Hazami

Nama Pasar Tradisional Paling Populer di Kudus

Pasar Kliwon

Pasar Kliwon

 

KUDUS – Tahukah Anda, nama pasar di Kabupaten Kudus? Bagi Anda, remaja perempuan, ABG, atau ibu-ibu yang senang ke pasar biasanya paling tahu nama-namanya.
Berikut nama-nama pasar paling populer di Kudus. Simak, dan silakan ditambahkan kalau ada yang kurang:
1. Pasar Kliwon
2. Pasar Bitingan
3. Pasar Jember
4. Pasar Wergu
5. Pasar Barongan
8. Pasar Ngablak
9. Pasar Karangbener
10.Pasar Brayung
11.Pasar Doro
12.Pasar Prapat
13. Pasar Ploso
14. Pasar Langgar Dalam
15. Pasar Mijen
16. Pasar Kedung Dowo
17. Pasar Ngemplak
19. Pasar Undaan Kidul
20. Pasar Kalirejo
21.Pasar Piji
22. Pasar Besito
23. Pasar Jurang
Yap, harapannya dengan Anda mengetahui nama-nama pasar yang populer di Kudus, bisa menambah pengetahuan serta referensi. Yang jelas, mari kita ramaikan pasar di Kudus biar pedagang juga bisa meraih untung. (AKROM HAZAMI)

Buah Pisang Pipit Milik Warga Cengkalsewu Ini Diyakini Bertuah

Bagian tengah bonggol tandan yang mestinya sudah berhenti berbuah karena mengering, tetapi berbuah lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bagian tengah bonggol tandan yang mestinya sudah berhenti berbuah karena mengering, tetapi berbuah lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Buah pisang pipit milik Siswanto (33), warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati diyakini mengandung tuah. Hal ini yang membuat salah seorang temannya menawar buah pisang miliknya seharga Rp 500 ribu.

“Bagi saya ini biasa. Tanaman yang tumbuh dengan abnormal memang seringkali dijumpai, meski jarang. Bagi saya tidak unsur mistis atau tuah. Saya juga tidak mimpi yang aneh-aneh soal pisang itu,” kata Siswanto kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Namun begitu, temannya meyakini buah pisang yang muncul di bagian batang itu mengandung unsur tuah karena tumbuh tidak wajar. Itu sebabnya buah pisang itu sempat ditawar dengan nilai yang cukup fantastis untuk ukuran pisang pipit.

“Kalau saya tidak menjualnya itu bukan karena diyakini unsur tuah. Saya hanya ingin mengoleksi saja dan kalau matang bisa dimakan. Lagipula, anak saya suka melihat-lihat buah pisang itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sempat ada keanehan tersendiri selain soal buah pisang yang tumbuh dari batangnya. Saat bagian bonggol tandan pada bagian tengah mulai mengering dan tidak berbuah lagi, ternyata bawahnya muncul sejumlah pisang.

“Anehnya, saat berhenti berbuah dan mulai mengering, ternyata muncul buah lagi di bagian bawah. Padahal, mestinya sudah tidak berbuah lagi,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Unik! Pohon Pisang di Cengkalsewu Pati Ini Berbuah dari Batang

Siswanto menunjukkan buah pisang aneh miliknya yang tumbuh di bagian batang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Siswanto menunjukkan buah pisang aneh miliknya yang tumbuh di bagian batang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pohon pisang milik Siswanto (33), warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati berbuah dari tengah batang yang tumbuh menyamping. Padahal, pohon pisang yang wajar tumbuh pada bagian ujung pohon.

Sontak, pohon pisang unik tersebut menjadi perhatian warga. Bahkan, teman Siswanto sempat menawar buang pisang yang tumbuh secara tak wajar itu senilai Rp 500 ribu. Namun, Siswanto enggan menjualnya karena dinilai aneh dan unik.

“Awalnya, istri saya bersih-bersih pekarangan di belakang rumah. Kebetulan, belakang rumah saya itu kebun pisang. Istri saya kaget setelah salah satu pisang miliknya muncul bunga pisang disertai dengan buahnya dari samping batang, bukan dari ujung,” kata Siswanto kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Kendati ditawar Rp 500 ribu, buah pisang itu rencananya tidak dijual sampai masak. Padahal, satu tandan pisang masak biasanya dihargai Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu.

“Ini baru tumbuh sekitar satu bulan yang lalu sudah ditawar teman Rp 500 ribu. Rencananya, mau diambil saat masak nanti. Tapi, saya tetap tidak mau. Soalnya ini unik dan tidak biasa,” ungkapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

5 Julukan Kota Kudus yang Unik dan Menarik

Menara Kudus .(WIKIPEDIA)

Menara Kudus .(WIKIPEDIA)

 

KUDUS – Tidak banyak orang tahu bahwa Kabupaten Kudus mempunyai julukan lebih dari satu. MuriaNewsCom mengumpulkan dari sumber yang diolah, akhirnya menemukan nama-nama julukan itu.

Kabupaten Kudus memiliki beberapa julukan yaitu:

1. Kota Semarak
Kudus memiliki semboyan “Semarak”, kependekan dari “Sehat, Elok, Maju, Aman, Rapi, Asri, dan Konstitusional”, sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota

2. Kota Santri
Karena banyak yang menjadi santri di Kabupaten Kudus. Kabupaten ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan dengan landmark Masjid Menara. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya lima makam yaitu Kiai Telingsing, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kedu, Syeh Syadzili.

3. Kota Kretek
Karena Kudus terdapat banyak pabrik rokok di antaranya: Djarum, Sukun, Jambu Bol, dan lainnya. Bahkan jumlah warga lokal yang kerja di pabrik rokok amat fantastis.

4. Kota Jambu Bol
Kota Kudus sangat terkenal dengan hasil pertanian jambunya terutama Jambu bol, bahkan jambu bol menjadi flora identitas resmi Kabupaten Kudus.

5. Jerusalem van Java
Masjid Menara Kudus terdapat batu dari daerah Yerusalem (Palestina) yang batu tersebut dibawa oleh Sunan Kudus, oleh karena itu masjid yang dibangun Sunan Kudus diberi nama Masjid Al-Aqsa seperti Masjid yang berada di Yerusalem. (AKROM HAZAMI)

Menikmati Weekend Ala Street Art

Pelaku Street Art menyelesaikan gambar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Pelaku Street Art menyelesaikan gambar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

KUDUS – Kudus Street Art (KSA) menggelar Kudus Graffiti Jamming di Perumahan Megawon Indah, Minggu (27/12/2015).

Kegiatan diikuti oleh 38 pelaku Street Art dari Kudus, Pekalongan, Yogyakarta, Temanggung, Semarang, Tuban, Purwodadi, Jepara, Tegal, Magelang dan Pati.

Para peserta membuat graffiti dan karakter di tembok perumahan Blok H. Dengan tema Kudus Graffiti Jamming.”Mulai acara jam 9 sampai selesai,” kata Ketua Panitia Danangsu, di lokasi, Minggu.

Tujuan diadakan kegiatan tersebut, katanya, untuk mempererat persaudaraan pelaku Street Art. Acara ini merupakan kegiatan rutin kali ketiga.Biasanya, kegiatan digelar tiap akhir tahun. (AKROM HAZAMI)

Video – Kiai Khayatun Siap Amankan NU dari Kepentingan Pilkada Jepara 2017

Pelantikan pengurus NU Cabang Jepara di Gedung NU Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelantikan pengurus NU Cabang Jepara di Gedung NU Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kiai Khayatun baru saja dilantik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pimpinan NU Cabang Jepara, Selasa (22/12/2015).

Setelah dilantik, kiai yang akrab disapa Gus Yatun ini dengan tegas menyatakan siap mengamankan NU dari kepentingan praktis, terutama dalam Pilkada Jepara 2017 mendatang.

“Harus dibersihkan dari permainan politik yang hanya mencari kepentingan sesaat. Insya Allah 2017, saya wajibkan NU dihindari dari kepentingan sesaat, kepentingan kelompok saja,” ujar Gus Yatun dalam sambutannya usai di lantik di Gedung NU Jepara.

Menurutnya, Jangan sampai warga NU dijadikan objek untuk kepentingan-kepentingan sesaat. Warga NU harus lebih cerdas untuk menghindari politik praktis yang justru bisa mengancam kesatuan dan kebersamaan warga NU sendiri.

“Warga NU di Kabupaten Jepara ada sekitar 700 ribu. Jumlah itu sangat besar, sehingga jangan sampai hanya menjadi objek dari permainan politik saja. Dari jumlah warga Jepara yang ada sekitar 1,2 juta, jumlah 700 ribu warga adalah jumlah mayoritas, jadi harus lebih cerdas,” ungkapnya.

Pihaknya mewanti-wanti kepada pengurus NU di tingkat Kecamatan untuk tidak “ngobyek” dengan memanfaatkan warga NU yanga ada di wilayahnya masing-masing hanya untuk kepentingan sesaat.

Sehingga, dirinya mengajak agar warga NU Jepara untuk selalu berprinsip tidak menggunakan cara-cara praktis dalam terjun di dunia politik. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Pisang Unik, Panjangnya Mencapai 2 Meter

Pisang seribu milik Fathur Rodli yang panjangnya mencapai dua meter lebih (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pisang seribu milik Fathur Rodli yang panjangnya mencapai dua meter lebih (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Tidak seperti buah pisang pada umumnya, pisang yang satu ini mungkin bisa membuat anda cukup terkejut akan buah serta panjangnya. Pohon pisang sewu (pisang seribu) namanya.

Disebut dengan nama tersebut, karena bentuknya unik dan memiliki buah pisang dalam jumlah banyak serta tandannya bisa memiliki panjang hingga dua meter lebih.

Pisang seribu milik Fathur Rodli, warga Desa Getassrabi RT 6 RW 1 Kecamatan Gebog,Kudus menjadi hiburan tersendiri ketika setiap orang yang melihatnya. Tak jarang banyak yang mampir untuk sekadar memegang atau mengabadikan pohon pisang yang memiliki tandan sepanjang dua meter lebih ini.

Jika pada umumnya pisang hanya memiliki 7-8 tandan, namun pisang seribu ini memiliki tandan yang panjang serta sulit menghitung berapa jumlah buahnya.

“Kalau ratusan sisir ada, dan dilihat dari pisang yang sudah muncul masih muda, serta jantung pisang yang masih terus berbuah, maka kemungkinan besar akan sampai tanah bahkan lebih,” kata Fathur kepada MuriaNewsCom.

Katanya, tidak hanya sekadar melihat saja, namun, banyak warga yang menginginkan memiliki pisang tersebut. Namun karena pisang masih hijau dan muda, maka pemilik tidak dapat memberikan.

Selain itu, benih pisang juga diminati masyarakat. Sayangnya, pisang yang belum bertunas tidak dapat diberikan. Katanya, pisang tersebut diperkirakan sulit memiliki tunas, karena semenjak beberapa tahun memiliki pisang unik itu, belum juga bertunas.”Mungkin nanti kalau sudah masak baru akan bertunas. Namun belum tahu juga pastinya,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Aneh, Tanaman Terong Ini Bisa Berbunga Prematur

 

Muslikun menunjukkan tanaman terong miliknya berbunga prematur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Muslikun menunjukkan tanaman terong miliknya berbunga prematur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Tanaman tomat dan terong milik Muslikun, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati harus berbunga secara prematur karena terkena dampak kekeringan panjang. Padahal, tanaman holtikultura tersebut mestinya berbunga setelah memasuki usia dewasa.

Muslikun mengaku kaget setelah tanaman terong yang ia tanam sudah berbunga pada usia tiga pekan. ”Tanaman terong idealnya berbunga pada usia dua bulan. Ini baru dua pekan sudah berbunga,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (5/11/2015).

Ia mengatakan, tanaman terong yang terkena dampak kekeringan mengalami masa vegetatif yang pendek. Karena itu, terong yang ia tanam berbunga prematur dalam usia tiga pekan.

”Berhubung lahirnya si bunga itu prematur, biasanya tidak jadi buah. Musim penghujan yang lama tak kunjung datang memang saya harapkan biar tanaman holtikultura yang saya tanam tidak berbunga prematur,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Ngakak! Usai Ditilang, Pelanggar Lalu Lintas Diajak Selfie Polisi Pati

PATI – Ratusan pengendara yang melintasi Jalan P Sudirman Pati terjaring Operasi Zebra Candi, Senin (2/11/2015). Setelah dinyatakan tertib lalu lintas, mereka diminta selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Tertib Berlalu Lintas.” Sang Zebra pun mengacungkan jempol.

Sama halnya yang belum tertib berlalu lintas dan tidak memiliki surat-surat berkendara, mereka juga diminta untuk foto selfie bersama boneka Zebra dengan membawa tulisan “Saya Belum Tertib Berlalu Lintas” dan Sang Zebra mengacungkan jempol terbalik.

Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman kepada MuriaNewsCom mengatakan, hal itu diharapkan bisa mengedukasi masyarakat agar tertib dalam menggunakan kendaraan bermotor. “Ini program Satlantas yang diharapkan agar pengguna jalan mematuhi aturan berlalu lintas agar tidak menambah angka kecelakaan,” kata Samsu.

Usai selfie bersama badut zebra, pengguna jalan yang melanggar lalu lintas ditilang. Sementara itu, pengguna jalan yang patuh diminta untuk mengajak masyarakat lain agar tertib berlalu lintas. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Dalam Sehari, Ontong Ajaib di Bangsri Ini Bisa Tumbuh 10 Centimeter

salah seorang anak sedang melihat ontong ajaib yang langsung tumbuh dari tanah (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

salah seorang anak sedang melihat ontong ajaib yang langsung tumbuh dari tanah (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ontong pisang yang tumbuh langsung dari tanah di Desa Bondo RT 01 RW 03, Kecamatan Bangsri, Jepara, dinilai warga cukup ajaib. Karena, selain langka, ontong ini tumbuh tak kurang dari 10 cm dalam sehari.

“Minggu pagi baru tumbuh, tapi Senin sudah tumbuh dengan tinggi sekitar 10 cm,” ujar penemu ontong langka ini, Jamini kepada MuriaNewsCom, Senin (17/8/2015).
Menurutnya, setelah mulai tumbuh besar dan berbentuk ontong utuh, dia menyiramnya dengan air. Tak lama kemudian semakin tumbuh besar. Bahkan, sudah terlihat bunga pisangnya alias manggar.”Kemungkinan besar kalau ini tetap hidup, bisa jadi pisang betulan dalam waktu singkat mas,” katanya.

Dia menambahkan, meski saat ini ontong tersebut telah dipagar dengan bambu sederhana dan menjadi pusat perhatian sejumlah warga, pihaknya tidak memasang tarif bagi siapa saja yang ingin melihatnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Heboh! Warga Bangsri Temukan Ontong Pisang Tumbuh Di Tanah

Ontong pisang yang ditemukan warga Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara, tumbuh di tanah  (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ontong pisang yang ditemukan warga Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara, tumbuh di tanah (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Warga Desa Bondo Kecamatan Bangsri Jepara dihebohkan dengan munculnya ontong pisang dari tanah. Ontong ini tak seperti biasa yang muncul di atas pohon pisang. Karena, ini tumbuh langsung dari tanah tanpa ada pohon maupun daunnya.

Ontong yang ditemukan di depan rumah warga RT 01 RW 03 Desa setempat tersebut, kali pertama ditemukan oleh salah seorang warga bernama Jamini pada Sabtu (15/8/2015) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Kemudian, pada Minggu (16/8/2015) paginya, ontong diketahui sudah tumbuh besar.

“Sabtu sore saya nyapu mas. Waktu itu tanahnya merekah saja. Pagi harinya, sudah tumbuh,” ujar Jamini kepada MuriaNewsCom, Senin (17/8/2015).

Menurutnya, pada siang hingga sore hari, ontongnya semakin tumbuh. Sontak, warga sekitar penasaran dan ingin melihat secara langsung.”Sejak minggu sore sudah ramai dikunjungi warga yang ingin melihat langsung,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Lahan Darat Sempit, Panjat Pinang di Laut

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan dilakukan di laut karena wilayah darat mereka sempit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan dilakukan di laut karena wilayah darat mereka sempit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menurut Khundir salah satu pembina kelompok remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan, Jepara, pemuda yang mengikuti panjat pinang tersebut mayoritas merupakan anak dari para nelayan.
Lanjutkan membaca

Unik, Anak Nelayan di Jepara ini Panjat Pinang di Laut

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan itu menjadi agenda tahunan setiap Syawalan dan Lomban tiba. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan itu menjadi agenda tahunan setiap Syawalan dan Lomban tiba. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Jika orang dewasa yang berprofesi sebagai nelayan di pesisir pantai di Jepara, memiliki tradisi pesta Lomban dengan melarung kepala kerbau. Generasi pemuda di kawasan pesisir pantai turut Kelurahan Demaan, Jepara, memiliki tradisi yang tak kalah unik. Mereka menggelar sejumlah lomba yang dilakukan di laut, salah satunya panjat pinang. Lanjutkan membaca