Mahasiswa UMK Buat Aplikasi untuk Atasi Kredit Macet Koperasi

Empat mahasiswa UMK pembuat aplikasi Simako berfoto bersama dengan dosen dan wakil rektor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada anggota koperasi. Mereka adalah Budi Hantomo, Nurul Ismi, Ardi Irfanto dan Tajul Alwi.

Budi mengatakan, aplikasi tersebut diciptakan melalui program kreativitas mahasiswa yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Dalam uji coba aplikasi, mereka menggandeng Forum Komunikasi dan Kerjasama Koperasi Indonesia (FK3I) Kabupaten Pati.

“Aplikasi ini kami namakan Simako, sebuah aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada koperasi. Untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini berbasis pada mobile,” ucap Budi.

Simako sendiri diambil dari kata Sistem Informasi Anggota Koperasi. Cara kerjanya, anggota koperasi bisa mengecek seseorang yang memiliki kredit macet di suatu koperasi yang juga memiliki Simako.

Dengan cara itu, sebuah koperasi tidak perlu repot mencari informasi nama-nama yang memiliki track record kredit macet pada koperasi tertentu. Cukup mencari nama pada aplikasi Simako berbasis online, data kredit macet akan segera diketahui.

“Uji coba pertama kami terapkan di Kabupaten Pati. Kami menggandeng FK3I. Jika di Pati nanti jalan, baru kami akan sosialisasikan ke daerah lain, kalau perlu secara nasional,” kata Budi.

Hanya saja, aplikasi itu akan berfungsi dengan baik bila semua koperasi memiliki Simako secara bersamaan. Sebab, pemilik Simako bisa memasukkan data kredit macet yang bisa diakses semua pemilik aplikasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan dengan baik. Pegawai koperasi yang ingin mengetahui kredit macet tidak perlu mencari informasi secara manual yang butuh waktu cukup lama.

Dengan Simako, pegawai koperasi cukup memasukkan nama, kemudian muncul keterangan apakah nama tersebut mengalami kredit macet di koperasi lain atau tidak. Aplikasi ini diharapkan bisa mengantisipasi kredit macet yang berpotensi merugikan koperasi.

Editor : Kholistiono

4 Mahasiswa UMK Rancang Aplikasi Android Deteksi Dini Kanker Payudara

Tim perancang Sadari 3D Hologram Berbasis Android memperlihatkan rancangannya di Universitas Muria Kudus. (Dok UMK).

MuriaNewsCom, Kudus – Hingga kini, kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit menakutkan bagi perempuan. Tak pelak, pengetahuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara menjadi niscaya, sehingga bisa secepatnya diatasi jika ada gejala.

Uswatun Hasanah, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (FT UMK), mengutarakan hal itu, Kamis (6/7/2017). Untuk itulah, dia bersama tiga mahasiswa Prodi TI UMK lain, merancang sebuah aplikasi untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

Aplikasi yang disebutnya dengan ‘’Sadari 3D Hologram Berbasis Android’’ ini merupakan karyanya bersama Maulida Ni’matus Sholikhah, Muhammad Rieza Maulana dan Deni Kusuma Wijaya. ‘’Sadari’’ merupakan akronim ‘’Periksa Payudara Sendiri’’.

 

Menurut Uswatun Hasanah, ide membuat aplikasi ini, bermula dari salah satu anggota keluarga yang mengidap kanker payudara, dan baru diketahui setelah stadium dua. ‘’Dari sinilah, saya dan teman-teman kemudian mencoba merancang aplikasi ini,’’ tuturnya.

Harapannya, aplikasi ini bisa berkontribusi positif bagi masyarakat dalam memberikan pemahaman mengenai kanker payudara. ‘’Aplikasi ini sudah kami uji coba bersama dosen, mahasiswa, dan beberapa pihak lain,’’ katanya.

Muhammad Rieza Maulana, menambahkan, pembuatan aplikasi ini, mulai dari riset awal hingga jadi, sekitar empat bulan. ‘’Perancangan hingga finalisasi, dilakukan per Maret hingga Juni,’’ ungkapnya diamini Maulida Ni’matus Sholikhah dan Deni Kusuma Wijaya.

Untuk ke depan, Uswatun Hasanah dan teman-temannya, berharap agar aplikasi rancangannya bisa diakses oleh masyarakat luas. ‘’Ini berbasis android, sehingga ke depan diharapkan bisa diunduh melalui Google Play Store,’’ paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mahasiswa UMK Ikuti Kegiatan Internasional di Luar Negeri

Rektor Dr Suparnyo bersama mahasiswa yang mengikuti kegiatan internasional di luar negeri di UMK. (Dok UMK)

MuriaNewsCom, Kudus – Sembilan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dipastikan mengikuti kegiatan internasional di luar negeri. Kepastian itu nampak melalui pelepasan yang dilakukan oleh pihak universitas di Ruang VIP Gedung Rektorat, Selasa (4/7/2017).

Pelepasan dilakukan oleh Rektor Dr Suparnyo dan dihadiri para pejabat teras UMK, antara lain Dr Subarkah Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr Slamet Utomo Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr M Arwani kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi, dan para dosen pendamping. 

Empat dari sembilan mahasiswa akan mengikuti teaching internship program atau program praktik pengalaman lapangan (PPL) di tiga sekolah mitra Hatyai University, Thailand, yakni Hatyai Amnuaywit Technological College (ANW), Pitchalai Prepatory School (P.Prep) dan Mattayom Siriwanwaree 2 Rattapum (Siriwanwaree 2).

Mereka adalah Ulfa Aulia Nurzuliyan (Prodi Bimbingan dan Konseling/ BK), Ayu Puji Astuti dan Vega Afifah (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris/PBI), serta Vivi Niswatuzzahro (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar/ PGSD).

‘’Teaching internship program atau PPL ini, berlangsung cukup lama, yaitu 5 – 24 Juli. Selain PPL, mahasiswa juga akan ikut dalam perkuliahan dan melakukan aktivitas bersama mahasiswa Hatyai University,’’ ujar Diah Kurniati.

Dua mahasiswa, Heni Pratiwi (Prodi BK) dan Nur Maulida Fadliyani (Prodi PGSD), akan mengikuti university visit di Universitas Malaya, Malaysia. ‘’Kegiatannya antara lain academic discussion, cultural sharing dan school visit. Untuk kepastian waktunya, masih menunggu konfirmasi dari sana,’’ Diah menambahkan.

Sedang tiga mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Drajat Puji Setiawan, Riza Ramadhani dan Ikhyari Fatati Noryana, dijadwalkan mengikuti Summer Program: Agri-Relationship of ASEAN Universities Network di Universitas Thaksin, Thailand, 17-31 Juli 2017.

Slamet Utomo, mengatakan, bahwa sebelum pelepasan, terlebih dahulu para mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan internasional di luar negeri, diberi pembekalan terlebih dahulu.

‘’Mengikuti kegiatan internasional ini tugas yang tidak ringan, makanya sebelumnya diadakan pembekalan terlebih dahulu. Harapannya, kegiatan ini membawa berkah bagi semuanya dan bisa membawa UMK lebih baik,’’ paparnya.

Sementara Rektor Suparnyo mengingatkan, agar para mahasiswa senantiasa memegang ciri dan budaya bangsa Indonesia. ‘’Jangan sampai meninggalkan budaya bangsa yang santun, sopan dan toleran, karena budaya itu mencerminkan bangsa,’’ ungkapnya. 

Editor : Akrom Hazami

Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK Sukses Pentaskan Naskah Los

Salah satu adegan dalam pementasan naskah Los karya sastrawan Putu Wijaya di Auditorium UMK, Rabu. (MuriaNewsCom/Faiso Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok Kajian Teater Tigakoma FKIP UMK mementaskan naskah berjudul Los karya Putu Wijaya di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (5/4/2017) malam. Dalam pementasan itu, Bandot, menjadi sosok sentral, yang tak juga mati meski telah dieksekusi.

Secara garis besar, naskah ini menceritakan tentang eksekusi mati yang akan dijalankan pada Bandot. Hukuman tesebut didapatkan akibat sikap dan perbuatannya. Namun anehnya menjelang eksekusi mati Bandot tidak gentar dan tidak takut sedikitpun, ia malah tertidur dengan pulas.

Lebih anehnya lagi setelah dieksekusi puluhan kali ternyata jantung Bandot masih berdetak, Bandot belum mati. Si Tua dan Gembrot sebagai sipir penjara dibuat kebingungan, juga tokoh-tokoh lain yang hadir seperti dokter, seseorang, dan kawan-kawan ikut merasakan kebingungan yang semakin mengacaukan suasana.

A Saiful Anam, sutradara pementasan mengatakan pementasan berjudul Los tersebut merupakan bentuk kritik Teater Tigakoma terhadap sistem, kekuasaan atau rezim yang selalu mengatur segala tingkah laku manusia. Dan dalam pentas, sosok Bandot mewakilinya.

“Sosok Bandot mewakilkan itu semua. Dirinya tetap melawan meski  telah disetrum mati berkali–kali. Namun pada kenyataannya dia tak pernah mati,” kata Anam usai pementasan.

Sosok Bandot itu sendiri digambarkan sebagai sosok pemimpin kelompok punk. Dialah yang menyebarkan ideologi perlawanan ke kawanannya. Dan caranya menyebarkan adalah lewat orasi puisi karya Widji Tukul.

Dikatakan, konsep penggarapan dalam naskah ini menghadirkan banyak kejutan. Mulai pemilihan bentuk panggung semi arena, konsep multimedia, hingga pemilihan properti yang apik.

Sementara, Miftahul Umam, panitia pentas produksi menyebutkan rencananya pentas tak hanya berhenti di UMK Kudus stapi juga ke Magelang pada Sabtu (15/4/2017). “Kami sudah menjalin kerja sama dengan Teater Fajar untuk menggelar pementasan itu di Auditorium kampus I Universitas Muhammadiyah Magelang yang berada di jalan Tidar nomor 21 Magelang,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Magister Pendidikan Dasar UMK Kaji Tentang Pendidikan Kewirausahaan

Suasana ’Entrepreneurship Education’’ dalam seminar nasional yang diselenggarakan di Auditorium Kampus, Sabtu (1/4/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Dasar (M.Pd.) Universitas Muria Kudus (UMK) mengkaji ‘’Entrepreneurship Education’’ dalam seminar nasional yang diselenggarakan di Auditorium Kampus, Sabtu (1/4/2017).

Acara yang diikuti oleh ratusan peserta itu dibuka oleh Rektor Dr Suparnyo. Narasumber, Drs Joko Susilo (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus), Dr Sukirman (dosen Prodi M.Pd. UMK), dan Rabina Maryam (PT Rabina Jaya).

Joko Susilo dalam makalahnya menyampaikan, karakter wirausaha bisa dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausaha. ‘’Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan,’’ ungkapnya.

Namun untuk menjadi wirausahawan sukses, persyaratan utama yang harus dimiliki, adalah memiliki jika dan watak kewirausahaan. ‘’Jika dan watak kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, dan kompetensi,’’ paparnya.

Dr Sukirman mengutarakan, dunia pendidikan perlu mengembangkan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, sekolah atau madrasah perlu mengubah paradigma pendidikan dari old industrial education menjadi entrepreunerial education.

‘’Alumni juga harus diarahkan agar tidak sekadar mengisi kebutuhan  kerja, tetapi harus mampu menciptakan pekerjaan baru. Ingat semboyan knowledge is power,’’ tegasnya di depan ratusan pendidik yang hadir.

Untuk itu, lulusan yang dihasilkan harus berkompeten. ‘’Lulusan yang kompeten itu tidak sekadar mampu menguasai pengetahuan dan teknologi di bidangnya, juga memiliki kemampuan mengaplikasikan kompetensinya dan memiliki soft skill yang memadai,’’ tuturnya.

Sementara Rabina Maryam, pada kesempatan itu memaparkan bagaimana melihat peluang dan membangun strategi usaha. Dia mengemukakan, untuk membangun usaha, seseorang harus mampu melihat peluang usaha, melihat sumber daya, hingga menyiapkan strategi pemasaran.

Editor : Akrom Hazami

Lomba Mewarnai dan Donor Darah Ramaikan Psycofest di Kampus UMK

Siswa mengikuti lomba mewarnai di kampus Universitas Muria Kudus, Rabu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Gelaran Psychofest memperingati Dies Natalis ke-15 Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) bertajuk ”Merajut Generasi Berprestasi Menuju Indonesia Hebat”, berakhir pada Rabu (29/3/2017).

Psychofest dipungkasi dengan lomba mewarnai untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) di Auditorium Kampus UMK. Lebih dari 100 siswa dari PAUD dan SD, ikut ambil bagian dalam lomba ini.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UMK, M Arif Alfianto, mengatakan, lomba mewarnai bertujuan untuk mengasah kemampuan psikomotorik anak, sehingga dapat membentuk kerpibadian yang tangkas dan kreatif.

‘’Harapannya, sesuai tema, yaitu agar anak-anak yang ikut dalam kegiatan ini, ke depan bisa menjadi generasi Indonesia yang hebat dan berprestasi,’’ ujar Alfin di rilis persnya.

Dia mengemukakan, sebenarnya untuk lomba mewarnai ini, dibatasi maksimal 80 peserta. ‘’Namun ternyata banyak anak dari berbagai lembaga yang berminat, akhirnya peserta melampaui target,’’ lanjutnya menambahkan.

Selain lomba mewarnai, di lantai II Auditorium Kampus, diselenggarakan donor darah, dengan menggandeng KSR/ PMI Unit UMK dan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kudus.

‘’Untuk donor darah ini, bertujuan untuk menumbuhkan solidaritas, rasa kemanusiaan, sekaligus sebagai manifestasi psikologi sosial. Jadi kita nggak hanya belajar teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan memberi manfaat kepada masyarakat secara luas,’’ tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

KPU Kudus Berharap Partisipasi UMK di Pilkada

Mahasiswa UMK saat melakukan kegiatan. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kabupaten Kudus berharap agar Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi salah satu lembaga yang ikut berpartisipasi dan mengambil peran dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, baik Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Itu  mengemuka saat lima Komisioner KPU Kabupaten Kudus bersilaturahmi ke UMK, Rabu sore (22/3/2017). Lima Komisioner KPU itu adalah Moh Khanafi, Eni Misdayani, Dhani Kurniawan, Naily Syarifah, dan Syafiq Ainurridho. Kedatangan mereka disambut Rektor UMK Suparnyo dan Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Subarkah.

Ketua KPU Kabupaten Kudus, Moh Khanafi, menyampaikan, partisipasi UMK dalam pilkada yang akan dilaksanakan sekitar satu tahun mendatang, bisa diwujudkan dalam berbagai kegiatan.

‘’Partisipasi itu bisa dengan melakukan sosialisasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), berpartisipasi dalam menyukseskan program DPS Online, sosialisasi kepada mahasiswa baru melalui kegiatan pengenalan kampus (Sapamaba), hingga menjadi pemantau independen,’’ katanya.

Kunjungannya ke UMK dan beberapa lembaga dan organisasi lain di Kabupaten Kudus sendiri, adalah dalam rangka membangun silaturahmi dan dukungan agar dalam penyelenggaraan pilkada nantinya, bisa berjalan dengan sukses, aman, dan menghasilkan pemimpin yang amanah.

‘’Dalam  rangka menyukseskan Pilkada 2018 nanti, kami (KPU Kabupaten Kudus) telah menjalin silaturahmi dan meminta dukungan kepada berbagai pihak. Selain UMK, yakni ke PCNU Kabupaten Kudus, Muhammadiyah Kudus, STAIN Kudus, juga tokoh agama,’’ ungkapnya.  

Suparnyo menyambut baik harapan KPU Kabupaten Kudus, mengatakan, waktu setahun untuk persiapan pilkada, bukanlah waktu yang lama. ‘’Setahun itu tidak lama untuk mempersiapkan pilkada,’’ ujarnya.

Dia pun menegaskan, bahwa UMK siap mendukung agar proses Pilkada 2018 bisa berjalan dengan lancar dan sukses, tentu saja setelah melalui proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terlebih dahulu.

‘’UMK siap mendukung sukses Pilkada 2018. Saya berpesan, agar pilkada dipersiapkan sebaik mungkin, agar melahirkan pemimpin amanah,’’ katanya sembari mengingatkan bahwa Kabupaten Kudus termasuk padat penduduknya walaupun kotanya kecil.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Mahasiswa UMK Ikuti Seminar Web Hacking

Josua M Sinambela, founder RootBrain.com saat menyampaikan materinya di UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 300 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mengikuti seminar nasional ‘’web Hacking and Security’’, yang menghadirkan Josua M Sinambela, founder RootBrain.com, Rabu (22/3/2017).

Ratusan mahasiswa dalam acara yang digelar di Auditorium Kampus UMK, itu berasal dari program studi Teknik Informatika (Prodi TI) Fakultas Teknik UMK. Hadir pula sebagai narasumber dalam seminar yang dibuka Dekan Fakultas Teknik, Mohammad Dahlan, mahasiswa prodi Teknik Informatika UMK, Budi Hantomo.

Darul Arqom, ketua panitia seminar, mengatakan, peserta seminar yang hadir dalam kesempatan ini, tidak hanya mahasiswa dari prodi Teknik Informatika saja. ‘’Ada juga peserta dari luar Prodi TI. Yaitu mahasiswa yang senang atau telah banyak bergelut dengan dunia maya, khususnya web,’’ ujarnya.

Tujuan dari penyelenggaraan seminar, menurutnya, agar para mahasiswa mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai dunia teknologi informasi. ‘’Peserta kebanyakan mahasiswa semester II, sehingga ini sangat bermanfaat untuk memberikan wawasan yang komprehensif mengenai internet, dunia digital, hingga web hacking,’’ katanya.

Josua M Sinambela memaparkan, bahwa masyarakat umum memandang web hacking sebagai sesuatu yang jelek. ‘’Web hacking ada yang dipergunakan untuk hal jelek, tetapi ada juga yang baik,’’ ungkapnya.

IT Consultant Cyber Security & Digital Forensic Analyst itu mengutarakan, hacking adalah mengakses sistem tanpa izin, tujuannya baik maupun jelek. ‘’Hati-hatilah melakukan hacking. Harus beretika, izin dulu,’’ paparnya.

Dia menyampaikan, baik hacking untuk tujuan baik maupun jelek, teknik, tools, dan tahapannya mungkin sama. ‘’Yang membedakan, hacker yang beretika, dalam melakukan hacking itu izin terlebih dahulu, bahkan diminta,’’ jelasnya.

Sementara Budi Hantomo, di depan para peserta seminar, mengibaratkan internet sebagai hutan belantara yang sangat lebat. ‘’Maka dalam penggunaannya harus hati-hati, agar tidak salah,’’ ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Peserta Teylin di UMK dari Luar dan Dalam Negeri

Universitas Muria Kudus. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Antusiasme akademisi dan praktisi di bidang pengajaran pendidikan Bahasa Inggris mengikuti konferensi internasional ‘’Teaching for Young Learner in Indonesia’’ (Teylin), yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), 25-26 April mendatang, cukup tinggi.

Tingginya antusiasme akademisi dan praktisi mengikuti Teylin yang digelar untuk kali kedua sebagai forum internasional, ini dikemukakan oleh Ketua Prodi PBI FKIP UMK, Diah Kurniati, di Kudus, Senin (20/3/2017).

‘’Banyak akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi dan instansi lain di Indonesia, telah mendaftar. Tidak hanya dari Jawa, dari luar Jawa juga banyak yang sudah daftar,’’ ungkapnya.

Ada peserta dari Malaysia juga yang telah mendaftar. Dari dalam negeri, mereka antara lain berasal dari UNS Surakarta, Singaperbangsa Karawang, IAIN Samarinda, UIN Bandung, Universitas Muhammadiyah Palembang, STKIP PGRI Tulungagung, Sekolah Cikal, Sahid Tourism Institute of Surakarta, SMPN Unggulan Indramayu, Unika Soegijapranata Semarang, UKSW Salatiga, Unisula Semarang, dan dari SMA 2 Cepu.

Dia menyampaikan, Teylin kali ini, menghadirkan tiga pakar, yaitu Itje Chodidjah (ELT and UYL Professional Consultant, Indonesia), Nicholas Cooper (Lancaster University, United Kingdom) dan Dr. Jo-Ann Netto-Shek dari National of Education (NIE), Singapore. ‘’Tiga narasumber telah kami hubungi, dan sudah memastikan bisa hadir di Teylin ini,’’ jelasnya.

Diah Kurniati berharap, banyak input dalam hasil kajian atau riset para peserta Teylin nantinya. ‘’Semoga banyak metode baru pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak yang bisa di-share dan kemudian diimplementasikan dalam pengajaran Bahasa Inggris,’’ katanya.
Editor : Akrom Hazami

UMK Apresiasi Forum Rahim Bangsa 

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) mengapresiasi UIN Walisongo Semarang, yang dalam rangkaian Dies Natalis Ke-47, menggelar Forum Rahim Bangsa yang diselenggarakan di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (15/3/2017) lalu.

Apalagi dalam pertemuan yang dihadiri para guru besar, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, hingga tokoh agama semisal Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, ini juga dilakukan penandatanganan petisi untuk penguatan kebangsaan, nasionalisme, dan cinta tanah air.

‘’Pertemuan Forum Rahim Bangsa ini sangat penting. Tidak hanya karena dihadiri para profesor, akademisi dan tokoh agama serta tokoh masyarakat, tetapi ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang untuk ikut mengambil peran mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa ini,’’ ujar Rektor UMK, Dr. Suparnyo.

Di luar itu, sebagaimana disampaikan Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Muhibbin, forum ini juga menjadi ajang untuk menyuarakan nilai kebangsaan, dan nasionalisme yang akhir-akhir ini kian terancam oleh kelompok radikal, yang seringkali mengabaikan nilai kebangsaan.

‘’Para guru besar, akademisi, tokoh agama serta tokoh masyarakat, mesti mengambil peran dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dan ikut menjaga dari rongrongan kelompok radikal yang seringkali mengabaikan nilai-nilai kebangsaan. Inilah Forum Rahim Bangsa ini menjadi penting kehadirannya,’’ paparnya.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor IV UMK Bidang Kerja Sama, Dr Subarkah yang ikut menjadi peserta dalam Forum Rahim Bangsa itu. ‘’Rahim Bangsa ini forum yang sangat menarik, karena menjadi ruang curah pendapat untuk menjaga kesatuan bangsa di tengah keragaman yang dimiliki bangsa ini,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

Training Public Speaking Diadakan di UMK

Riri Novita, praktisi kepenyiaran saat menyampaikan penjelasan dalam Training Public Speaking di UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Seringkali sebuah pelatihan atau training itu selalu menjenuhkan, karena peserta pasif dan tidak diibatkan untuk berpartisipasi. Namun berbeda dengan Training Public Speaking yang diselenggarakan UMK Broadcasting di Auditorium Kampus Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (16/3/2017).

Acara yang menghadirkan Riri Novita, praktisi kepenyiaran berpengalaman ini mengajak para peserta untuk praktik langsung di hadapan para peserta lain secara spontan.

Tak pelak, ada beberapa peserta yang awalnya grogi ketika maju. Namun lambat laun, rasa grogi  itu pun teratasi, setelah mendapatkan berbagai tips dan masukan dari pemilik Republik Nongkrong Semarang dan Public Speaking Trainer Semarang itu. ‘’Jadi MC atau speaker, harus bisa menguasai audience. Untuk itu, maka materi harus dikuasai,’’ tegasnya.

Penguasaan materi bagi MC atau speaker, itu juga sangat diperlukan, agar tidak salah kostum. ‘’Maka kalau ditawari job untuk menjadi MC atau speaker, tanyakan dulu siapa audience-nya, sehinggakita nggak akan salah kostum,’’ paparnya.

Apakah untuk menjadi seorang MC atau speaker profesional, bisa berlatih sendiri? ‘’Bisa,’’ kata Riri Novita. ‘’Sekarang banyak media untuk belajar, termasuk lewat Youtube. Namun kelemahannya berlatih seorang diri, itu tergantung dengan mood,’’ tuturnya dalam training yang diikuti oleh 70 peserta itu.

Untuk itu, dia menyarankan agar berlatih itu dilakukan melalui komunitas. ‘’Cari komunitas untuk belajar menjadi MC atau speaker profesional. Perlunya berlatih dengan teman di komunitas, karena akan ada yang mengingatkan jika ada kekurangan,’’ ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

UMK Adakan Goes to UMKM Lokal ke Level Global

Salah satu pembicara saat hadir dalam kegiatan Seminar Manajemen dan Goes to UMKM bertajuk Mengembangkan UMKM yang Kuat Guna Memenangkan Persaingan Global di Auditorium Kampus UMK, Senin (13/3/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus memiliki beragam potensi dan produk-produk yang berpeluang besar mendapatkan pasar di dunia global. Untuk itu, perlu upaya-upaya terus menerus agar berbagai produk lokal di Kudus, semakin banyak yang bisa diterima oleh pasar internasional.

Itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK) Mochamad Edris usai membuka Seminar Manajemen dan Goes to UMKM bertajuk Mengembangkan UMKM yang Kuat Guna Memenangkan Persaingan Global di Auditorium Kampus UMK, Senin (13/3/2017).

‘’Banyak potensi dari produk UMKM yang dimiliki Kabupaten Kudus. Tiga di antaranya yang sudah dikenal, yaitu Jenang Kudus, Batik Khas Kudus, dan Kopi Rempah,’’ ujarnya ditemui di sela-sela seminar.

Karena itulah, Edris mengemukakan, dalam seminar manajemen yang digelar untuk kali kedua ini, tiga pakar dari bidang usaha itu, dihadirkan sebagai narasumber. ‘’Agar mahasiswa tidak sekadar mengetahui teori terkait UMKM, produk UMKM hingga manajerialnya,’’ katanya.

Lebih dari itu, lanjutnya, supaya mahasiswa memiliki pemahaman yang luas, sehingga bisa mengambil manfaat besar bagi masa depannya. ‘’Kami berharap, ke depan di antara mahasiswa yang hadir ini, ada yang bisa membuka usaha berbasis keunggulan lokal,’’ tuturnya.

Yuli Astuti dari Muria Batik, mengutarakan, untuk membuka sebuah usaha, modal finansial bukanlah hal utama yang paling menentukan. ‘’Yang terpenting adalah tekad dan kemauan keras untuk belajar dan menekuni sebuah usaha,’’ paparnya.

Dia pun mengaku, menekuni usaha batik karena prihatin dengan hilangnya Batik Khas Kudus. ‘’Saya kemudian bertekad belajar serius sejak 2005, dan selama tiga tahun pertama belum banyak menghasilkan (keuntungan), sehingga hampir putus asa,’’ kisahnya.

Namun dia mengaku terpanggil untuk bertahan dan lebih serius memproduksi batik khas Kudus, sehingga buahnya pun sudah bisa dirasakan. ‘’Kini batik Kudus sudah dikenal luas. Saya sudah sering melakukan pameran ke berbagai kota, bahkan ke luar negeri,’’ paparnya.

Sementara itu, selain Yuli Astuti, hadir dalam kesempatan itu sebagai narasumber, M. Ikrom dari marketing dari PT. Mubarokfood Cipta Delicia) dan Nono Anik Sukasni dari Prima Pradnadita (Saqinano)

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Mahasiswa UMK Ikuti Ajang POM

Bulu tangkis. Salah satu cabang yang diperlombakan dalam Pekan Olahraga Mahasiswa UMK. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) tingkat universitas, yang digelar pada 9-12 Maret 2017. Setidaknya, dalam ajang ini sebanyak 384 mahasiswa ikut ambil bagian.

Ketua panitia POM UMK Sugiarto, mengutarakan, ratusan peserta itu berasal dari enam fakultas, yang terdiri atas 192 atlet putra dan 192 atlet putri. “Pelaksanaan POM menggunakan dua tempat, yakni auditorium kampus dan lapangan basket,’’ katanya.

Sugiarto menjelaskan, untuk cabang yang dipertandingkan dalam POM yang merupakan ajang seleksi untuk mencari para atlet yang akan dikirim ke POM Rayon itu, ada empat. Yakni futsal, basket, bola voli, dan badminton.

“Selain piagam, trofi, piala bergilir Rektor UMK, panitia juga menyediakan uang pembinaan untuk para juara,’’ terang Sugiarto yang juga atlet cabang olahraga karate dan sudah beberapa kali mempersembahkan medali untuk UMK.

Untuk cabang olahraga lain seperti pencak silat dan karate, katanya, tidak dimasukkan dalam POM UMK. “Pencak silat dan karate, seleksinya di masing-masing divisi,’’ lanjutnya menambahkan. 

Sementara itu Rektor UMK Suparnyo menyampaikan, POM ini merupakan ajang untuk mempersiapkan para atlet yang akan dikirim ke POM Rayon. “Harapannya, para juara dalam POM ini, bisa menjadi juara di POM Rayon, sehingga bisa mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi,’’ katanya.

Dalam pandangannya, event seperti POM bisa menjadi salah satu sarana menumbuhkan soft skills mahasiswa, karena dengan menekuni olahraga, banyak juga manfaat dan ilmu yang bisa didapat.

Editor : Kholistiono

Sri Surachmi, Dosen UMK Raih Doktor di UNJ

Sri Surachmi (tengah) dosen UMK foto bersama usai raih gelar doktor di UNJ. ((STIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) patut berbangga, karena Sri Surachmi, salah satu dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), baru saja menyelesaikan studinya dan telah resmi menyandang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Gelar Doktor itu didapatkan Sri Surachmi, setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul ”Model Silabus Pengajaran Bahasa Inggris Berpendekatan Genre (Penelitian dan Pengembangan di Universitas Muria Kudus)” dalam ujian terbuka yang digelar di Perpustakaan UNJ, Senin (6/3/2017).

Sebagai komisi promotor, Prof. Dr. Ilza Mayuni (MA) dan Prof. Dr. Emzir M.Pd yang merupakan guru besar tetap di UNJ. Sementara panitia ujian doktor dari UNJ terdiri atas Prof. Dr. Djaali (ketua), Prof. Dr. Moch Asmawi M.Pd. (sekretaris) serta Prof. Dr. Emzir M.Pd., Prof. Dr. Aceng Rahmat M.Pd. dan Prof. Dr. Yumna M.Pd. sebagai anggota. Penguji eksternal, Prof. Dr. Musril Zahari M.Pd dari STIE Indonesia Jakarta.

Sri Surachmi menjelaskan, penelitiannya itu dimaksudkan untuk mengembangkan model silabus pengajaran Bahasa Inggris berpendekatan genre di UMK, dengan data utama berupa silabus yang ada dan kebutuhan dosen dan mahasiswa yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner.

”Fokus penelitian ini meliputi model silabus pengajaran Bahasa Inggris yang telah ada, kebutuhan dosen dan mahasiswa terhadap silabus pengajaran Bahasa Inggris, model silabus pengajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan sesuai dengan analisis kebutuhan, kelayakan model silbus pengajaran Bahasa Inggris berpendekatan genre, dan persepsi dosen dan mahasiswa terhadap model silabus pengajaran Bahasa Inggris berpendekatan genre,” katanya.

Dia menyampaikan, model silabus yang dikembangkan dalam pengajaran Bahasa Inggris berpendekatan genre yang dikajinya, didiskripsikan dalam bentuk lingkaran berlapis lima, yaitu lapis dimensi isi, lapis dimensi proses, lapis dimensi produk, lapis register, dan lapis genre yang digunakan acuan pedoman penyusunan silabus yang membuat aspek tujuan, isi, proses, dan produk.

”Berdasarkan uji kelayakan dan uji lapangan, model silabus yang kami tawarkan melalui penelitian untuk disertasi ini, tergolong layak dan efektif,” paparnya dalam ujian terbuka yang dihadiri Rektor UMK Dr. Suparnyo dan Wakil Rektor IV Subarkah.

Setelah melalui proses ujian terbuka ini, dinyatakan lulus oleh dewan penguji. Dia dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69.

Editor : Akrom Hazami

Keren, UMK Gelar Grand Final Pilmapres 2017

Mahasiswa memberikan persentase di UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar grand final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas di Auditorium Kampus, Rabu (1/3/2017). Grand final Pilmapres dibuka oleh Rektor Suparnyo.

Ada 10 mahasiswa dari berbagai fakultas yang bersaing mempresentasikan kajiannya dalam ajang Pilmapres itu. Mereka adalah Adjie Joyo Kerto, Arofatul Ulya, Dewi Syafitri, Fathiati Khoirunnisa, dan Herlina Muryan Saputri (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/ FKIP), Anita Afifatuz Zahro (Fakultas Teknik), Ikhyari Fatati N., Luffa A. Novitasari (Fakultas Pertanian), Rio Rakasiwi (Fakultas Ekonomi), dan Zulfia Iliyati (Fakultas Psikologi).

Rektor dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga kepada para mahasiswa yang telah ikut berkompetisi dalam Pilmapres, hingga akhirnya bisa sampai di grand final ini. Pilmapres ini sangat penting, karena mahasiswa yang keluar (terpilih) sebagai mahasiswa berprestasi ini, akan mewakili UMK dalam even yang sama di tingkat provinsi.

‘’Saya berharap, wakil dari UMK dalam Pilmapres baik di tingkat provinsi maupun nasional, bisa membawa hasil (prestasi) yang memuaskan. Tidak menutup kemungkinan wakil dari UMK bisa menjadi juara, karena mahasiswa baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), memiliki kesempatan yang sama untuk menang dalam kompetisi ini,’’ paparnya.

Harapan rektor agar wakil UMK dalam Pilmapres di level selanjutnya nanti, baik di tingkat provinsi maupun nasional bisa menjadi juara, karena selain itu sebagai prestasi yang akan membanggakan UMK, juga akan memotivasi mahasiswa lain untuk mengukir prestasi.

‘’Jika nanti wakil mahasiswa UMK bisa menang dalam Pilmapres di tingkat provinsi, selain apresiasi dari kampus, secara pribadi saya akan memberikan apresiasi sebesar satu juta rupiah, dan jika bisa mengukir prestasi di level nasional, dua juta rupiah,’’ katanya.

Dukungan senada agar mahasiswanya bisa meraih prestasi dalam Pilmapres tingkat provinsi dan nasional, juga dilayangkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Rochmad Winarso.

‘’Saya juga akan memberikan apresiasi yang sama sebagaimana dikemukakan bapak rektor. Ini semoga menjadi motivasi, agar siapapun yang terpilih sebagai mahasiswa berprestasi UMK 2017 yang akan mewakili UMK dalam kompetisi serupa di level selanjutnya, berjuang keras untuk mengukir prestasi,’’ tuturnya.

Keluar sebagai juara I dalam kesempatan itu, Anita Afifatuz Zahro (Fakultas Teknik), disusul Herlina Muryan Saputri (FKIP) sebagai juara II dan juara III berhasil disabet oleh rekan satu fakultas Herlina, yaitu Adjie Joyo Kerto.

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa UMK Kembangkan Frame Kacamata Berbahan Baku Kayu Skateboard

Frame kacamata berbahan baku kayu skateboard tampak diperlihatkan oleh mahasiswa UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sungguh kreatif yang dilakukan oleh Farid Hidayat (21), mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), yang sejak lima bulan terakhir, mulai mengembangkan atau memproduksi frame kacamata berbahan baku kayu skateboard.

Mahasiswa UMK angkatan 2015 ini, memang memiliki darah sebagai pengusaha mebel, karena ia lahir dari orang tua yang menjalankan usaha di bidang perkayuan (mebel). Dari pengalaman bergelut dengan usaha orang tuanya itulah, ia kemudian mencoba hal yang baru, kendati masih berkutat dengan kayu sebagai bahan baku produknya.

‘’Alhamdulillah, dari beberapa produk yang sudah jadi, tiga sudah terjual. Dua kacamata dibeli oleh orang Bali, dan satu lagi dibeli oleh orang Malaysia. Untuk harga promosi, Saya patok Rp 800 ribu,’’ ujarnya.

Dia mengemukakan, untuk bahan baku frame kacamata yang diproduksinya, didapatkan dari relasinya dari berbagai kota. ‘’Kebanyakan bahan baku, Saya dapat dari teman di Semarang, Yogyakarta, dan Bali,’’ lanjutnya.

Farid Hidayat mengemukakan, sudah banyak orderan untuk produk kacamata yang dibuatnya itu. Hanya saja, menurut alumnus SMPN 2 Pecangaan dan SMAN 1 Pecangaan ini, tenaga produksi masih sangat terbatas.

‘’Dalam sepekan, rata-rata hanya bisa menyelesaikan dua kacamata, dan paling cepat maksimal tiga buah, karena ini murni hand made. Salah satu yang membuat produk ini mahal, selain bahan bakunya, juga karena murni hand made itu,’’ jelasnya.

Ke depan, putra pasangan (alm) Adi Ahmadi dan Siti Fatimah itu, akan mencoba membuat produk sejenis, namun dengan bahan baku berbeda. ‘’Suatu saat, Saya akan mencoba memproduksi frame kacamatan dengan kayu jati atau sonokeling. Untuk memberikan pilihan pada pelanggan,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

UMK Targetkan Raih Akreditasi A IPT dan Prodi

Raker yang dilaksanakan di Hotel Lorin Surakarta, 23-25 Februari 2017. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Segenap jajaran pimpinan, dosen dan karyawan Universitas Muria Kudus (UMK) bertekad meningkatkan kualitas di segala bidang, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) yang dihadiri Pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK, pimpinan universitas, para dekan, kepala Program Studi (Prodi), kepala Tat Usaha (TU), kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), kepala lembaga, kepala badan, kepala biro, dan kepala Pusat Karier dan Pelacakan Alumni (PKPA).

‘’UMK menargetkan bisa meraih akreditasi,  baik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) maupun Prodi ke depan,’’ tegas Rektor UMK Suparnyo didampingi Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Subarkah dan kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Linfokom), Mukhamad Arwani.

Suparnyo menyampaikan, dalam Raker yang dilaksanakan di Hotel Lorin Surakarta, 23-25 Februari 2017 dengan tema ‘’Optimalisasi Kinerja Berbasis Indikator Akreditasi A: IPT dan Prodi’’ itu, UMK juga bertekad menjadi kampus terdepan di berbagai bidang.

“Terdepan yang dimaksud di sini, yaitu menjadi kampus yang berkualitas dalam hal pendidikan, penelitian (riset), maupun pemberdayaan pada masyarakat,’’ jelasnya lebih lanjut.

Subarkan menambahkan, untuk mewujudkan komitmen itu, pihak pimpinan universitas mendorong peningkatan kualitas dosen dan staf akademik yang ada. ‘’Selain itu, kerja sama baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri akan ditingkatkan. Ini menjadi keniscayaan, terlebih di era global saat ini, tak terkecuali persaingan di level ASEAN,’’ katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Donor Darah di UMK Hasilkan 90 Kantung Darah

Relawan mendonorkan darahnya di kegiatan sosial donor darah di Auditorium Kampus, Rabu (22/2/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – UKM Korps Sukarela (KSR) PMI/ Unit Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menggelar kegiatan sosial donor darah di Auditorium Kampus, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 113 relawan mendaftarkan diri untuk mendonorkan darahnya dalam kesempatan itu.

Hanya, tidak semua pendonor bisa diambil darahnya. Dari 113 pendaftar, hanya 90 pandaftar, sehingga hasilnya adalah 90 kantung darah. Sementara 23 pendaftar lain, tidak bisa diambil darahnya karena berbagai faktor.

‘’Tidak semua pendaftar (pendonor) bisa diambil darahnya. Kalau tensi darahnya rendah atau tinggi, maka tidak bisa diambil. Juga kalau ada orang yang melakukan donor, tetapi sebelumnya minum obat, itu juga tidak boleh,’’ jelas Ernis Sholikah, ketua UKM KSR UMK.

Menurut Ernis, hasil 90 kantung darah ini, ini terbilang sedikit, karena pada penyelenggaraan sebelum-sebelumnya, mendapatkan di atas 100 kantung darah. ‘’Ini disebabkan masih banyak mahasiswa yang belum ke kampus, karena masih libur kuliah,’’ terangnya.

Lebih lanjut Ernis menambahkan, mulai 2017 ini, Unit Transfusi Darah (UTD) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan UMK melalui UKM KSR, mengagendakan kegiatan donor darah setiap bulan sekali, dari yang tadinya digelar per tiga bulan.

‘’Di UMK ini, pendonornya cukup bagus dan hasilnya lumayan untuk menambah stok darah di UTD Kabupaten Kudus. Maka pihak UTD pun kemudian meminta penyelenggaraan donor darah di UMK dilakukan setiap bulan,’’ paparnya.

Di tengah berlangsungnya donor darah itu, anggota UKM Ning Nong menghibur para pendonor dengan lagu-lagu yang beragam, mulai dari lagu-lagu yang sedang hits maupun lagu balada.

Yang menarik lagi, salah satu lagu yang dinyanyikan berjudul ‘Laskar Pelangi’ digubah, yakni dengan mengganti kata ‘pelangi’ menjadi ‘pendonor’ yang mendapatkan disambut senyum para pendonor dan siapa saja yang berada di auditorium kampus saat itu.

Editor : Akrom Hazami

Mapala Arga Dahana UMK Diverifikasi untuk Raih Kalpataru

Perwakilan Mapala Arga Dahana, menyampaikan apa yang dikerjakan selama ini untuk menyelamatkan lingkungan di kampus UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pada 2016 lalu, UKM Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) berhasil meraih Kalpataru dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kategori mahasiswa penyelamat lingkungan.

Tahun ini (2017), UKM Mapala Arga Dahana masuk nominasi untuk meraih penghargaan serupa. Hal itu ditandai dengan hadirnya Tim Korespondensi dan Verifikasi Lapangan kepada calon penerima Kalpataru tingkat Jawa Tengah di ruang rapat lantai II Gedung Rektorat UMK, Selasa (21/2/2017).

Tim itu antara lain terdiri atas Ammy Rita Manalu dan Joko Tri Hartanto (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng), Ananto Aji (Universitas Negeri Semarang), Ifdrol Syukri (PKP Jateng), serta Khoiri Nurokhim (Yayasan Bintari).

Nampak hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Rektor UMK Suparnyo, Rohmad Winarso (Wakil Rektor III),  Subarkah (Wakil Rektor IV), Hendy Hendro (pemerhati lingkungan UMK), Indriatmoko (Dinas PKPLH Kudus), dan para aktivis Mapala Arga Dahana UMK.

Mapala Arga Dahana dalam kesempatan itu pun mempresentasikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakannya selama ini. Perwakilan Mapala Arga Dahana, M Amin Ma’ruf dalam presentasinya menyampaikan, bahwa sudah banyak kegiatan yang telah dilakukan.

‘’Kegiatan itu antara lain penyuluhan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi masyarakat yang melibatkan perangkat desa, dengan tujuan masyarakat memahami tentang pelestarian lingkungan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya.

Selain itu, UKM Mapala Arga Dahana juga secara kontinu melakukan penghijauan di berbagai tempat, juga melakukan kegiatan kegiatan bersih gunung. ‘’Untuk bersih gunung pernah dilakukan di antaranya di Puncak 29, Gunung Semeru, dan Gunung Lawu,’’ paparnya.

Kegiatan lain yang telah dilakukan, lanjut Amin, yaitu Environment Education Programe for Children (EEPC) untuk Sekolah Dasar (SD), dengan materi pengenalan lingkungan hidup, pembibitan, penanaman dan perawatan pohon, sampai dengan pengelolaan sampah dan pendidikan tanggap bencana. 

Editor : Akrom Hazami

Hasil Pantauan di Mubarookfood dan Kudos Istana Furniture, UMK Sesuai Aturan

Karyawan saat melakukan tugasnya di salah satu perusahaan di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi B DPRD Kudus melakukan pemantauan di dua perusahaan di Kudus, yaitu Mubarookfood dan juga Kudos Istana Furniture atau Rotan. Dari monitor, kedua perusahaan positif menerapkan aturan pengupahan yang berlaku.

Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat menyebutkan, pada pantauan  pekan lalu, dimulai dari Mubarookfood. Tim yang juga beserta Tripartite disambut baik oleh pihak perusahaan, dan juga diperkenankan bertemu secara langsung.

“Penggajian menggunakan UMK 2017 sudah berjalan. Kami juga melihat langsung proses produksi dan bertemu langsung serta berbincang-bincang dengan pekerja di sana,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Senin (20/2/2017).

Dalam pandangannya, perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang memiliki basis kekeluargaan. Hal itulah yang membuat karyawan betah bekerja, karena merasa hak-haknya sangat dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Sementara untuk pantauan di Kudos, kata dia, juga hasilnya sama yaitu sudah bagus dan sesuai dengan UMK. Hal itu juga muncul dari hasil perbincangan dengan sejumlah pekerja di perusahaan itu.

Kabid Hubungan Industri pada  Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dwi Yusi Sasepti mengatakan, perusahaan Mubarookfood malah memberikan bonus lebih kepada karyawan. “Di sana itu ada bonus-bonusnya, seperti tunjangan menikah sampai dua kali, tunjangan melahirkan sampai lima kali dan juga tunjangan khitan sampai tiga kali,” ungkap dia 

Mengenai hak cuti, kata dia, hasil perbincangan dengan buruh juga diberikan. Namun pihak buruh yang enggan mengambil lantaran ingin tetap masuk kerja. Dia juga mengatakan hal yang sama dengan lokasi di Kudos. Yaitu membayar upah, sesuai UMK 2017.

Editor : Akrom Hazami

Curiga UMK Dilanggar, Komisi B DPRD Kudus Sidak ke Perusahaan


Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat saat melakukan inspeksi ke salah satu perusahaan terkait pembayaran UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat mendatangi sejumlah perusahaan di Kudus. Tujuannya untuk memastikan apakah pelaksanaan pembayaran UMK dilakukan sesuai aturan, atau tidak.

Muhtamat datang didampingi sejumlah perwakilan SKPD dari Pemkab Kudus dan juga pihak serikat pekerja. Hal itu untuk menjamin apa yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan berlaku.

“Kami mengecek langsung, apakah sudah dilakukan pembayaran sesuai dengan UMK 2017 ataukah tidak. Jika tidak maka bisa menyalahi aturan yang berlaku,” katanya saat sidak di Mubarookfood, Kamis (16/2/2018)

Dari sidak yang berjalan, semua perusahaan mematuhi. Pihaknya juga bertemu sejumlah buruh untuk memastikan hal sebenarnya. Rombongan juga datang ke perusahaan Kudus Istana Furniture. Hasilnya sama, pembayaran sudah dilakukan sesuai dengan UMK yang berlalu. “Perusahaan tak hanya membayar sesuai dengan UMK semata. Namun juga harus menjamin kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Itu sudah ada dalam aturan yang berlaku,” ungkap dia.

Sementara, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang TW melalui Kabid Hubungan Industri Dwi Yusi Sasepti, menambahkan kalau pekerja tak usah ragu untuk menyampaikan keluhan ihwal UMK yang tak sesuai. “Jadi ibu-ibu, bapak-bapak jangan khawatir. Laporkan saja kalau ada yang tidak sesuai. Kami juga membuka call center untuk aduan tentang penanganan ini, jadi pasti kami tindaklanjuti,” ucapnya pada karyawan.

Pengaduan UMK bisa dilakukan di nomor  082325430077. Petugas dari dinas akan menindaklanjuti sesegera mungkin setiap keluhan.

Editor : Akrom Hazami

52 Dosen dari PTS Se-Jateng Ikuti Pelatihan di Kampus UMK

Puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah ikut Pelatihan Program Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) yang digelar kerja sama antara Universitas Muria Kudus (UMK) dan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. (ISTIMEWA)

Puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah ikut Pelatihan Program Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) yang digelar kerja sama antara Universitas Muria Kudus (UMK) dan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 52 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, mengikuti pelatihan Pelatihan Program Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) yang digelar kerja sama antara Universitas Muria Kudus (UMK) dan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, 6-10 Ferbuari 2017.

Pelatihan Pekerti yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat UMK, itu dibuka oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. DYP. Sugiharto, Senin (6/1/2017) sekitar pukul 08.46 WIB. Selain dari UMK, peserta antara lain datang dari Stikes Muhammadiyah Kudus, STT Ronggolawe Cepu Blora, Universitas Pandanaran Semarang, dan Stikes Cendekia Utama Kudus.

Dalam pelatihan ini, beragam materi yang disampaikan,  antara lain strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kebijakan Kopertis Wilayah VI, pendidikan sebagai sistem, teori belajar dan motivasi, desain instruksional, komunikasi dan keterampilan dasar mengajar, serta model pembelajaran inovatif.

Sedang para narasumber dalam pelatihan itu, yaitu Prof. Dr. DYP. Sugiharto, Prof. Dr. Sunandar Retnaningdyastuti , Intan Indiati, Wawan Laksito YS, dan Sugeng Slamet.

Prof. DYP. Sugiharto sebelum membuka pelatihan, menyampaikan, agar para peserta bersyukur karena berkesempatan menjadi dosen. Sebab, menurutnya, banyak orang yang memiliki kualifikasi pendidikan minimal S2, namun tidak punya kesempatan menjadi dosen. ‘’Supaya dalam mengikuti pelatihan ini bersemangat, mari kita bangun dengan rasa syukur,’’ katanya.

Dia menambahkan, pelatihan Pekerti sangat strategis, apalagi perguruan tinggi saat ini, terpacu menjadi kampus bertaraf internasional. ‘’Harapan dari pelatihan Pekerti adalah penguatan kinerja dosen, sehingga berdampak positif pada peningkatan trust universitas di masyarakat,’’ paparnya yang mengingatkan agar dosen tidak melupakan mengajar sebagai tugas utamanya.

Rektor UMK, Dr. Suparnyo dalam sambutannya menyampaikan, dosen memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, karena mesti mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.

‘’Ending dari pelatihan Pekerti ini, yaitu meningkatnya kualitas lulusan perguruan tinggi. Untuk ini, dalam mengajar dosen tidak bisa cuma sekadar karena melaksanakan kewajiban, tetapi harus mampu memotivasi agar anak didiknya bisa menjadi generasi bangsa yang cerdas, kreatif, inovatif dengan dilambari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,’’ tuturnya. 

Editor : Akrom Hazami

Buruh Kudus, Jika Tak Dibayar Sesuai UMK, Hubungi Nomor Ini!

Petugas dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus memasang info nomor pengaduan nilai UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus memasang info nomor pengaduan nilai UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus membuat pos aduan bagi para karyawan yang tak mendapat haknya. Dalam pos tersebut, para karyawan yang tidak mendapatkan hak atau dicurangi dalam bekerja dapat lapor. Bahkan laporan cukup via telepon yang disiapkan secara khusus untuk menanganinya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang TW melalui Kabid Hubungan Industri Dwi Yusi Sasepti, mengatakan nomor tersebut terdapat dipampang pada kantor. Semua karyawan bisa melaporkan jika sampai ada tindakan yang tidak sesuai.

“Kami menyiapkan hotline pengaduan Upah Minimum Kabupaten Kudus 2017. Nomornya adalah 082325430077. Jadi bagi yang dirugikan dapat menghubungi nomor tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom di tempat kerjanya, Kamis (2/1/2017).

Menurutnya, nomor dipastikan selalu aktif. Khususnya pada saat jam kerja. Nomor dipastikan dapat selalu dihubungi oleh para pekerja. Karena, pihak dinas sudah menyiapkan petugas khusus yang memegang nomor tersebut atau sebagai admin.

Bagi para pelapor diminta tidak usah takut saat memberikan laporan. Pihak Dinas memberikan jaminan keamanan dalam masyarakat melakukan aduan. Untuk itu, masyarakat tak usah khawatir. Namun, pihaknya memasang sejumlah syarat dalam hal memberikan laporan.

Di antaranya dengan memberikan informasi yang benar, identitas pelapor juga harus  sesuai dan juga bersedia untuk dipanggil saat memberikan laporan kepada pemerintah. “Jadi tidak semuanya kami tindaklanjuti. Jika ada yang tidak sesuai, maka kami tidak akan merespons dan menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya.

Jika berdasarkan laporan sesuai, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Dan jika benar terjadi kecurangan, maka hukuman akan dilakukan sesuai dengan aturan. Sebab sampai saat ini tak ada perusahaan yang mengajukan penangguhan.

Dikatakan Yusi, cara tersebut merupakan upaya pemantauan UMK di Kudus dalam bidang karyawan. Sebab cara yang diterapkan adalah selain cara sosialisasi ke perusahaan, penjaringan dari tingkat karyawan juga dilakukan

Dikatakan, beberapa waktu yang lalu sosialisasi kepada perusahaan sudah dilakukan. Dalam sosialisasi, tak hanya pihak perusahaan yang diberikan pengarahan. Namun juga disosialisasikan kepada para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja.

“Kami juga rutin komunikasi dengan SP (serikat pekerja). Sebab mereka adalah mitra kami dalam hal penegakan UMK sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Sukses Adakan Kegiatan Sastra “Kreatif itu Keren”

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

Salah satu penyair muda membacakan karya puisi dalam perhelatan Fasbuk di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan KSR PMI Universitas Muria Kudus,  akhirnya sukses menggelar diskusi serta pertunjukan dengan tema “Kreatif Itu Keren” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis, Bae, Kudus, Selasa (31/1/2017) malam.

Panitia Arfin AM mengatakan, kegiatan Fasbuk edisi Januari 2017 menghadirkan Sastrawan Aceh dan Tangerang. Selain diskusi, digelar pertunjukan pembacaan puisi dari  penyair muda Kudus yang mengapresiasi atas karya kedua narasumber, Mustafa Ismail dan Iwan Gunadi.

“Mereka merupakan dua sosok sastrawan atau penulis yang mempunyai ciri  khas dalam karyanya. Keduanya mempunyai bekal pengalaman perjalanan yang hampir sebanding dalam hal “menulis”, Mustafa Ismail seorang penulis kelahiran Aceh, sekarang tinggal di Jakarta aktif  di majalah Tempo sebagai Direktur Seni / Budaya. Banyak karyanya yang dimuat di berbagai media cetak lokal maupun nasional,” katanya.

Sedangkan Iwan Gunadi  seorang penulis yang mempunyai  pengalaman menjadi seorang “pendidik” ini sejak tahun 2008 merupakan seorang penulis dan penyunting lepas bagi organisasi dan perusahaan. “Kejujuran dan semangat yang membuat keduanya sekarang bertahan sebagai penyair,” ujarnya.

Diskusi  dimoderatori oleh salah satu satrawan Kudus Jumari HS. Kegiatan berjalan meriah. Fasbuk mengadakan acara rutin setiap bulannya. 

Editor : Akrom Hazami

Keren, Mahasiswa PGSD UMK Lakukan Aksi Tepuk Pramuka Terlama

tepuk tangan

Para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), melakukan tepuk prampuka terlama di kampus setempat, Sabtu pagi (28/1/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi para anggota pramuka, melakukan tepuk pramuka dua atau tiga kali, menjadi hal yang lumrah atau sudah biasa. Tapi bagaimana jika tepuk pramuka itu dilakukan berulang-ulang, hingga ratusan kali?

Hal tersebut tentu tidak biasa. Namun, itulah yang dilakukan oleh para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu pagi (28/1/2017).

Bertempat di lapangan basket kampus, para mahasiswa Prodi PGSD yang sedang mengikuti kegiatan Kursus Mahid Dasar (KMD) itu, melakukan tepuk pramuka ratusan kali selama 99 menit di bawah arahan para pelatih dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kudus.

Suara tepuk pun membahana, dari para mahasiswa yang terbagi dalam 11 regu itu. Dalam pelaksanaannya, tepuk pramuka dilakukan dua kali memutar bergantian dari satu regu ke regu yang lain.

Lelah membayangi wajah-wajah para mahasiswa itu. Namun mereka tetap bertahan, dan dengan penuh semangat bertekad menyelesaikan ’pemecahan rekor tepuk pramuka terlama’ yang digagas oleh para pelatih KMD itu.

‘’Ini pertama kalinya ada pemecahan rekor tepuk pramuka terlama. Kami puas telah melakukan pemecahan rekor ini. Ini adalah sejarah, dan  kami akan mencatatnya di Kwarcab,’’ ujar pemimpin kursus, Akhmad Rifai.

Dia menyampaikan, pemecahan rekor tepuk pramuka terlama, ini digagas oleh tim pelatih, yang kemudian dikomunikasikan dengan pihak kampus dan Himpunan Mahasiswa (Hima) PGSD. ’’Pelaksanaan dilakukan sebelum upacara penutupan KMD,’’ jelasnya diamini Sumarni dan pelatih lain. 

Pemecahan rekor tepuk pramuka terlama ini dimulai pukul 09.10 WIB dan baru selesai pada 10.50 WIb. Setelah para pelatih memberikan aba-aba bahwa pemecahan rekor tepuk pramuka terlampaui, sekitar 99 menit, para mahasiswa pun meluapkan kegembiraan. ‘’Dua kali tepuk pramuka,’’ kata salah satu pelatih yang kemudian disambut tepuk pramuka secara serentak.

Diamini para pelatih, Rifai menyampaikan, belum pernah mendengar ada pemecahan rekor tepuk pramuka terlama. ‘’Untuk durasi waktu, mengapa kami mematok 99 menit, karena ada makna di balik angka itu. 99 menunjuk pada asma’ul husna,’’ paparnya.

Dia melanjutkan, pemecahan rekor ini, selain untuk memberikan semangat kepada para mahasiswa. ‘’Kami bangga dengan para mahasiswa peserta KMD PGSD UMK 2017 ini, yang telah bersemangat. Semoga ke depan bisa menjadi  kader bangsa pilihan, sukses dan berkarakter,’’ ujarnya.

Para mahasiswa yang terlibat dalam pemecahan rekor ini pun nampak senang. Agustina Putri Hardiyanti, misalnya. Mahasiswa semester V ini mengaku, kendati merasa kelelahan, namun tetep semangat. ‘’Telapak tangan pegel-pegel, tetapi bahagia dan senang bisa menjadi bagian dari pemecahan rekor tepuk pramuka terlama ini,’’ tegasnya.

Hal sama juga dikemukakan Khansa Shofa Yunita, mahasiswa lain. ‘’Ya, capek juga karena lama sekali tepuk pramukanya. Tetapi seneng, sih, bisa ikut ini. Kalau ada pemecahan rekor tepuk pramuka lagi, saya siap ikut lagi. He he …,’’ katanya sembari tersenyum.

Editor : Akrom Hazami