Permohonan Pembuatan SIM di Pati Meningkat 150 Persen

 Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Permohonan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Pati meningkat 150 persen. Hal itu disebabkan banyaknya pemudik yang membuat SIM, sebelum balik merantau.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada MuriaNewsCom mengatakan, hari normal biasanya pengajuan pembuatan SIM berkisar di angka 50 orang pemohon. Namun, permintaan meningkat tajam sejak arus balik pada Sabtu (9/7/2016) hingga sekarang.

“Kalau hari normal biasanya 50 pemohon, saat ini mencapai seratus sampai 200 pemohon. Puncaknya pada Senin dan Selasa pekan ini hingga mencapai 200 an pemohon,” kata AKP Ikrar, Jumat (15/7/2016).

Jumlah tersebut, katanya, hanya permohonan pembuatan SIM baru. Sementara itu, total permohonan untuk pengurusan perpanjangan, mutasi masuk dan ke luar, hingga peningkatan golongan SIM mencapai angka 300 hingga 400 pemohon setiap hari.

Mochammad Zazuli, perantauan Jakarta asal Kayen mengatakan, ia harus membuat SIM karena usianya sudah 18 tahun. Selain itu, ia memanfaatkan momen libur Lebaran untuk mengurus SIM. Sebab, ia setiap hari harus bekerja di Jakarta dan pulang setiap setahun sekali pada saat Lebaran.

“Mumpung masih di Pati, saya manfaatkan untuk membuat SIM. Soalnya, Sabtu besok saya harus balik ke Jakarta. Padahal, pembuatan SIM menyesuaikan KTP. Karena itu, kami manfaatkan mudik di Pati ini untuk membuat SIM, sebelum balik Jakarta,” ungkap Zazuli.

Hari ini, Zazuli dinyatakan lolos tes pembuatan SIM, setelah melewati ujian teori dan praktik. Dalam ujian praktik, Zazuli hanya melakukan satu kesalahan, yaitu satu patok pembatas jatuh.”Beruntung sekali, karena saya hanya membuat satu kesalahan sehingga dinyatakan lulus. Kalau buat dua kesalahan saja, saya harus mengulang ujian praktik pada 28 Juli 2016. Padahal, saya harus mulai balik ke Jakarta besok,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono