Ini Penyebab Tunjangan Tambahan Penghasilan Guru di Jepara Belum Cair

Ilustrasi Guru

Ilustrasi Guru

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sekitar 1.160 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) non sertifikasi di Kabupaten Jepara belum menerima tunjangan tambahan penghasilan sejak bulan Juli 2015 lalu. Hingga Januari ini, informasi terkait tunjangan tersebut masih belum jelas.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Maftuh membeberkan, penyebab belum cairnya tunjangan tersebut. Menurut dia, belum cairnya tunjangan itu terjadi lantaran anggaran dari pemerintah belum turun ke daerah. Anggaran yang ada tahun lalu, hanya mampu menutupi tunjangan tambahan penghasilan pada Januari hingga Juni.

“Kami belum tau kapan dicairkan. Karena memang dari pusat juga belum ada informasi yang jelas,” kata Maftuh, Rabu (20/1/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk tunjangan tambahan penghasilan bagi guru PNS non sertifikasi pada tahun 2015 totalnya mencapai Rp 3,5 miliar lebih. Sementara, sisa anggaran tahun 2014 untuk tunjangan itu hanya Rp 1,5 miliar. Sementara dari pemerintah baru terkucur Rp 800 juta. Jadi hanya cukup untuk setengah tahun.“Dengan demikian, masih ada tunggakan sekitar Rp 1,2 miliar,” jelas dia.

Menurutnya, karena terkait dengan anggaran dari pusat, pihaknya belum dapat memastikan kapan tunjangan yang besarnya Rp 250 ribu/bulan dari pemerintah itu akan dicairkan. Berbagai upaya untuk meminta tambahan anggaran pada pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan dan Kemenetrian Pendidikan tak membuahkan hasil. Sementara, Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) tahun ini belum rampung.

“Dengan kondisi ini, kami minta guru-guru untuk bersabar dulu. Tahun ini sudah kami ajukan lagi ke pemerintah,” kata Ali.

Editor : Kholistiono

Ribuan Guru di Jepara Belum Terima Tunjangan Selama 6 Bulan

Ilustrasi Guru

Ilustrasi Guru

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jika biasanya para guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) non sertifikasi mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan setiap bulan, kali ini mereka harus bersabar.Karena sejak bulan Juli 2015 tunjangan tambahan penghasilan belum cair.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Maftuh mengatakan, ada sekitar 1.160 guru PNS non sertifikasi yang belum mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan sejak bulan Juli hingga Desember akhir tahun 2015 lalu, hingga mendekati akhir januari ini memang belum jelas.

“Ini terkait dengan anggaran dari pusat. Kami belum dapat memastikan kapan tunjangan tambahan penghasilan itu bisa cair,” kata Maftuh kepada MuriaNewsCom, Rabu (20/1/2016).

Sementara itu, tunjangan fungsional bagi guru tidak tetap (GTT) dari pemerintah pusat, Ali mengaku tidak banyak tahu. Itu lantaran, pengalokasian anggaran tunjangan fungsional dan kuota GTT yang menerima tunjungan yang menentukan pemerintah pusat. Karena tidak semua GTT menerima tunjangan fungsional. Sementara tunjangan langsung masuk ke rekening masing-masing GTT.“Tapi sejauh ini kami tak menerima keluhan terkait tunjangan fungsional GTT,” kata dia.

Dia menambahkan, kriteria bagi GTT yang bisa mendapatkan tunjangan fungsional di antaranya GTT yang terhitung mulai tugas mengajar pada tahun 2005. Kemudian, bagi GTT yang sudah memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), serta untuk GTT yang mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dalam sepekan.

“Kuota GTT yang menerima tunjangan berapa kami tidak tahu, karena yang menentukan langsung pemerintah pusat,” terang dia.

Editor : Kholistiono

Hore….Tunjangan Buat Guru Pendidikan Keagamaan Segera Disalurkan

Sosialisasi bansos buat guru keagamaan di Pendopo Kabupaten, siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sosialisasi bansos buat guru keagamaan di Pendopo Kabupaten, siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Bantuan tunjangan operasional buat guru pendidikan keagamaan dalam waktu dekat akan segera disalurkan. Total dana tunjangan operasional guru yang mengajar di lembaga keagamaan milik masyarakat ini mencapai Rp 2,9 miliar lebih.

“Saat ini, para penerima bantuan kita minta mempersiapkan berkas yang diperlukan. Rencananya, awal atau pertengahan Desember sudah bisa cair. Nanti, dananya akan langsung ditransfer ke rekening lembaga tersebut,” ungkap Kabag Kesra Pemkab Grobogan Moh Arifin, usai menggelar sosialisasi bansos buat guru keagamaan di Pendopo Kabupaten, siang tadi.

Dijelaskan, jumlah penerima bantuan tersebut ada 2.481 lembaga. Rinciannya, untuk 739 Madin Ula, 90 Madin Wustho, 1.363 ponpes, dan 206 TPQ. Kemudian, ada pula 6 vihara serta 77 sekolah minggu.

Dalam kesempatan itu, Arifin meminta kepada para penerima bantuan agar dana tersebut benar-benar disalurkan sesuai peruntukkannya. Meski nilai bantuan itu tidak banyak namun diharapkan bisa jadi stimulan dalam menggerakkan peran serta masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi. Sehingga, nantinya akan tercipta rasa memiliki terhadap sarana prasarana tempat pendidikan keagamaan tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)