Polisi Grobogan Temukan Truk Hilang, Ini Reaksi Mengejutkan Si Pemilik

Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi terlihat ceria sesaat sebelum kendaraannya yang hilang diserahkan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan gembira dirasakan Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Kegembiraan itu muncul setelah kendaraan truknya yang hilang beberapa bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Pengembalian barang bukti kejahatan pada pemiliknya itu dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Rabu (30/8/2017).

“Berkat kerja keras dari anggota dan dukungan masyarakat, truk yang dicuri akhirnya bisa ditemukan. Lain kali, harap berhati-hati dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan,” kata Satria saat menyerahkan replika kunci pada korban pencurian pada bulan April lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Satria juga menyerahkan satu barang bukti kejahatan berupa sepeda motor pada pemiliknya. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Kecamatan Grobogan itu dicuri orang pada bulan Februari 2015.

Menurut Satria, dalam kegiatan Operasi Jaran Candi 2017 yang dilangsungkan 27 Juli hingga 15 Agustus, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus curanmor di berbagai kecamatan. Dari pengungkapan kasus ini, ada 13 tersangka yang diamankan.

Kemudian, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Antara lain, 11 unit sepeda motor, 1 truk, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Selain kasus curanmor, kita juga mengungkap kasus penjambretan dan penganiayaan. Pelaku dan barang bukti hasil kejahatan berhasil kita amankan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Truk Standing di Grobogan, Polisi Bereaksi Seperti Ini

Truk standing saat mengangkut muatan berat di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panjie Gedhe Prabawa mengimbau pada para pengemudi kendaraan bak terbuka agar memperhatikan barang muatan yang dibawa. Imbauan itu dilontarkan seiring adanya kecelakaan tunggal yang terjadi di kawasan Watu Getuk Jatipohon di ruas jalan Purwodadi-Pati, sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat. Kendaraan itu akhirnya bisa diposisikan normal lagi setelah sebagian muatannya dipindahkan ke truk lain.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sebuah truk warna biru yang mengangkut puluhan batang glugu. Diduga muatannya terlalu banyak, bagian depan truk tersebut sempat jumping atau terangkat.  

“Kecelakaan yang terjadi disebabkan kendaraan kelebihan muatan. Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah itu,” tegasnya, Jumat (11/8/2017).

Meski tidak menimbulkan korban, namun Panji meminta agar kejadian itu bisa dijadikan perhatian. Khususnya, bagi pengemudi atau pemilik kendaraan bak terbuka supaya tidak memaksakan memuat barang di luar ketentuan.

“Muatan barang dalam kendaraan bak terbuka itu ada batas tonasenya. Jadi tidak boleh asal muat sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Panji menambahkan, mengangkut muatan melebihi ketentuan bisa membahayakan. Tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang saja. Tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Dishub Jepara Kecolongan Ada Truk Pasir Melintas di Jalan Nasional

Sebuah truk melintas dengan santai di jalan nasional, Jl Jepara – Kudus, Selasa (20/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Lima hari jelang Lebaran, truk bermuatan material pasir nekat melintas Jl Jepara-Kudus, tepatnya di Kecamatan Tahunan, Selasa (20/6/2017) pagi.  Padahal, Dirjen Perhubungan darat telah mengeluarkan surat larangan beroperasi pada H-7 sampai H+7 bagi mobil galian atau barang tambang.

Praktis kondisi ini menyebabkan ketersendatan lalu lintas, di sekitar jalan nasional itu. Pantauan MuriaNewsCom, truk melintas dari SPBU Ngabul lurus menuju arah Jepara, pada pukul 09.00 WIB. 

Dengan santai, truk tersebut berjalan santai, meskipun melewati Mapolsek Tahunan.

Kabid Hubungan Darat Dishub Jepara Setyo Adhi mengaku kecolongan. Pihaknya berkata telah melakukan patroli, akan tetapi tak menemui pelanggaran tersebut. Mengetahui hal tersebut, ia akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Jalan tersebut memang jalan nasional, dan memang angkutan itu tak diperbolehkan melintasi jalan tersebut (jalan nasional),” kata dia.

Di samping koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satlantas Polres Jepara, pihaknya juga akan memperketat pantauan di pos pengamanan. 

Perlu diketahui, Surat edaran terkait jalur larangan melintas tercantum dalam SK bernomor SK.2717/.AD.201/DRDG/2017 tanggal 31 Mei. Didalamnya mengatur tentang operasional angkutan barang jelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Di dalamnya menjelaskan, pada H-7 sampai H+7 Lebaran mobil barang galian atau barang tambang dilarang melintas jalan nasional. Sementara barang angkutan umum sejenis kontainer dilarang melintas dari H-4 sampai H+3 lebaran.

Pengecualian berlaku pada angkutan bahan bakar gas, angkutan ternak, pos dan bahan pokok.  

Editor : Kholistiono

Truk Guling Akibat Serobot Antrean Jalan di Grobogan

Sebuah truk bermuatan sayuran dari Bondowoso Jatim dengan tujuan Pasar Pagi Purwodadi terguling di jalan Purwodadi-Blora, gara-gara nyelonong antrean (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tidak disiplin seorang pengemudi yang tidak mau antre di titik perbaikan jalan kembali membawa celaka, Jumat (7/4/2017). Sebuah truk bermuatan sayur-mayur terguling di lokasi perbaikan jalan Purwodadi-Blora di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan sekitar pukul 17.15 WIB.

Beruntung, tidak ada kendaraan atau orang yang tertimpa truk terguling tersebut. Truk dengan nomor polisi P 8403 H terguling di pelataran sebuah warung yang sudah tutup.

“Ini adalah satu contoh tindakan tidak disiplin karena tidak mau antre seperti lainnya. Untungnya, tidak ada korban dalam kejadian ini. Sopir kendaraan juga tidak mengalami luka. Muatan berupa sayuran juga aman karena ditutup terpal,” kata Kanit Patroli Polres Grobogan Ipda Afandi di lokasi kejadian.

Truk warna kuning yang dikemudikan Rudiyanto, warga Kalibagor, Situbondo Jatim tersebut melaju dari arah Blora menuju Purwodadi. Ketika sampai di lokasi proyek perbaikan jalan, arus dari timur dapat giliran berhenti.

Ketika kendaraan lainnya sudah tertib menunggu giliran, truk ini malah berupaya nyelonong antrean. Padahal dari arah berlawanan sedang dapat giliran jalan.

Untuk menghindari kemacetan, pengemudi bermaksud mengarahkan kendaraannya ke kanan, keluar dari jalan raya. Namun, roda depan sebelah kanan terperosok bahu jalan yang posisinya agak curam hingga akhirnya terguling.

“Kendaraan ini berangkat dari Bondowoso membawa sayuran dengan tujuan Pasar Pagi Purwodadi. Dari lokasi kecelakaan dengan tempat tujuan akhir sebenarnya tinggal 10 menit perjalanan. Tapi karena nyelonong antrean malah kena musibah. Hal ini hendaknya bisa jadi pelajaran bagi pengendara lainnya,” jelasnya.

Afandi meminta agar para pengendara bersabar dan tertib antre di titik perbaikan jalan. Pihaknya, juga sudah menerjunkan sejumlah personel untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.

“Saya minta semua pengendara bersabar. Jangan nyerobot antrean karena bisa membahayakan. Beberapa jam sebelumnya, juga ada mobil boks yang nyenggol kendaraan Innova karena nyelonong antrean. Lokasinya juga di sini,” tegasnya.  

Editor : Akrom Hazami

 

Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Truk yang Dikejar hingga Tewas di Undaan, Ternyata Dibeli 2 Hari lalu

Warga masih melayat di rumah korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Duka masih menyelimuti rumah Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban meninggal dunia lantaran mengejar truk yang dicuri, pada Rabu (22/2/2017) dini hari.

Dari info yang dihimpun, ternyata truk baru dibeli korban, dua hari hari. Truk bernopol H 1906 BE itu merupakan kendaraan seken. Rifai, saudara korban mengatakan, truk di rumahnya pada Minggu (19/2/2017) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, pada malam harinya selepas Magrib, korban mengadakan selamatan sebagai bentuk syukur karena bisa beli truk.

 “Truknya berwarna kuning pada kepalanya, sedangkan bak berwarna hijau. Itu baru dua hari yang lalu dibeli. Tujuannya untuk menunjang kerjanya,” kata Rifai kepada MuriaNewsCom di rumah duka, Rabu.

Korban merupakan petani di wilayahnya. Terkadang juga sebagai penebas padi. Korban juga melakoni usaha lainnya seperti sound system. Tujuan membeli mobil truk, adalah untuk memperoleh kemudahan dan melancarkan usahanya. Karena, jika harus menyewa saat ada orderan, jelas bakal mengeluarkan uang lebih banyak.

Nahas, truk pun dicuri. Korban yang berupaya mengejar pencuri justru mengalami kecelakaan lalu lintas. Hingga menyebabkan korban tewas. Meninggalnya korban membuat sedih keluarga. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak. Kedua buah hati korban duduk di bangku SMP dan SMA.

 Baca juga :  Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sementara, Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya info kejadian itu. Laporan juga sudah diterima pihak Polsek Undaan, dan segera dilakukan penelusuran atas hal tersebut. Dia berharap pelaku dapat segera ditemukan agar proses selanjutnya dapat dilakukan 

Editor : Akrom Hazami

 

Kejar Pencuri Truk Miliknya, Warga Wates Undaan Ini Tewas

Sejumlah kerabat ikut melayat korban Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Busono (45) warga Desa Wates, RT 1 RW 6, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Korban tewas saat mengejar pencuri truk miliknya, Rabu (22/2/2017) dini hari.

Info yang dihimpun dari Rifai, paman korban, kejadian nahas pada pukul 03.00 WIB. Ketika asyik tertidur, korban mendengar suara mesin truknya menyala. Korban langsung bangun dan mendapati truknya dikendarai pencuri. Truk pun melaju keluar dari rumah korban.

“Padahal mobil truknya saat parkir itu, kepala truk sudah masuk ke garasi rumah. Hanya badan atau bak truk saja yang di luar rumah. Karena tempatnya tidak muat,” kata Rifai di rumah duka.

Korban seketika mengambil sepeda motornya warna hitam, guna mengejar pencuri. Truk melaju ke arah perkotaan Kudus. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Korban tancap gas maksimal agar bisa mengejar truknya.

Sesampainya di kawasan Tanjungkarang, Jati, atau tepatnya di dekat PT Colombo, korban berhasil mendekati truk. Saat korban berniat menyalip truk, pencuri bereaksi. Pencuri membanting kemudi truk ke kanan. Korban pun terpojok dan menabrak pohon di depan pabrik itu.

Korban pun terpental hingga dua meter dan tubuhnya menabrak papan pabrik di lokasi kejadian. Sementara itu, pencuri bablas meninggalkan korban.

Sepeda motor yang dikendarai korban rusak akibat terserempet truk di Kudus. (ISTIMEWA)

 

Sejumlah warga sekitar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Mardi Rahayu. Sejumlah warga yang mengenalinya juga memberi tahu keluarga. Medis menyatakan, korban mengalami luka patah pada kaki kanan, dan paha. Serta kepala bagian kiri mengalami luka.

Nyawa korban tak terselamatkan, sekitar pukul 04.00 WIB. Kapolsek Undaan AKP Anwar membenarkan adanya informasi kejadian. Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara kasus pencurian masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

 

Marak Kendaraan Tonase Besar Lewat Dalam Kota, Polisi Grobogan Luncurkan Program Dagelan

Petugas dari Satlantas Polres Grobogan menghentikan kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Satlantas Polres Grobogan menghentikan kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah program baru diluncurkan Satlantas Polres Grobogan. Program baru ini diberi label ‘Dagelan’ yang merupakan kependekan dari Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa mengatakan, progam Dagelan diluncurkan seiring banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintasi ruas jalan di wilayah Kabupaten Grobogan. Kondisi ini perlu disikapi serius karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar dengan muatan melebihi ketentuan tersebut dengan kendaraan lain.  

Di samping itu, ada pula kecelakaan tunggal yang menimpa kendaraan besar melebihi tonase tersebut. Seperti, kendaraan yang terguling atau terperosok bahu jalan. Hal ini terjadi karena lebar jalan yang ada memang cukup sempit. “Dari kondisi inilah, kita kemudian membuat program Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan atau disingkat Dagelan. Tetapi ini sesuatu yang serius, lho. Bukan, sebuah lelucon atau dagelan. Melalui program ini, kita berupaya untuk bisa menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan kendaraan berat,” terang Panji.

Dijelaskan, sesuai ketentuan, kondisi jalan yang ada di Kabupaten Grobogan masuk dalam kelas III. Dengan status seperti ini, hanya kendaraan dengan bobot maksimal 8 ton saja yang boleh melintas. Menurut Panji, banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas akan berdampak dengan rusaknya kondisi jalan dalam jangka panjang. Jika jalan rusak maka dampak selanjutnya bisa mengundang kecelakaan lalu lintas hingga mengancam keselamatan jiwa para pengendara.

“Terkait dengan kondisi inilah, kami mengimbau kepada kendaraan besar yang melebihi tonase agar tidak melintasi wilayah Grobogan. Kepada para pelanggar, kami nantinya akan melakukan penindakan,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami