Ternyata Ada 1 Anggota TNI Asal Grobogan yang jadi Peserta Transmigrasi, Ini Sosoknya

Pelda Maryoto bercanda dengan putrinya sebelum berangkat transmigrasi menuju Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelda Maryoto bercanda dengan putrinya sebelum berangkat transmigrasi menuju Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Satu orang berseragam TNI yang berbaur dengan puluhan peserta transmigrasi asal Grobogan sempat menarik perhatian. Semula, anggota TNI yang berdinas di Koramil Godong itu dikira sedang tugas pengamanan di tempat penampungan peserta transmigrasi yang akan diberangkatkan ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Ternyata, anggota TNI bernama Maryoto ini bukan sedang bertugas. Tetapi, dia merupakan salah satu di antara 10 kepala keluarga yang jadi peserta transmigrasi.

“Benar, saya salah satu peserta transmigrasi yang sebentar lagi akan berangkat ke Bulungan. Dari 10 keluarga yang ikut, 9 dari masyarakat umum dan satu lagi adalah saya dari unsur TNI,” kata tentara berpangkat Pelda itu.

Menurut Maryoto, keikutsertaannya ini dilakukan melalui program transmigrasi TNI AD (Transad). Di mana, bagi anggota TNI AD yang mendekati masa pensiun bisa mengikuti program transmigrasi tersebut.

“Dua tahun lagi saya sudah pensiun dari TNI. Tahun depan sudah masuk Masa Persiapan Pensiun (MPP). Makanya, saya mendaftarkan diri ikut program transmigrasi dan mendapat izin dari Komandan Kodim 0717/Purwodadi hingga Panglima TNI. Keberangkatan saya sebagai peserta transmigrasi kebetulan diikutkan dalam rombongan ini,” kata pria yang juga mengemban tugas jadi Babinsa di Desa Werdoyo, Kecamatan Godong tersebut.

Anggota TNI yang berasal dari Desa Anggaswangi, Kecamatan Godong tersebut berangkat menuju lokasi transmigrasi bertiga. Yakni, dengan istrinya Sudarti, dan anak bungsunya Anggi Fridayanti yang baru berusia 8 tahun.

Sebenaranya, Maryoto masih punya dua anak lagi. Tetapi, tidak diajak pindah bersama karena keduanya masih sekolah. “Anak pertama masih SMA dan yang kedua SMP. Keduanya sama-sama kelas tiga, jadi tidak saya bawa berangkat. Nanti, setelah mereka lulus baru saya pindahkan ke Bulungan,” katanya.

Selain adanya progam Transad, Maryoto mengaku punya beberapa alasan lain ikut transmigrasi. Di antaranya, sebagai TNI, dia ingin ikut berpartisipasi membantu tugas di wilayah perbatasan RI. Seperti di wilayah Bulungan yang berbatasan dengan Malaysia.

“Selain itu, saya juga ingin meningkatkan perekonomian keluarga. Yakni, dengan bersungguh-sungguh mengolah lahan yang didapatkan nanti. Mohon doanya, agar semua rombongan selamat sampai tujuan dan bisa berhasil ketika berada di Bulungan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

38 Peserta Transmigrasi Asal Grobogan Diberangkatkan ke Kalimantan Utara

Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto menyerahkan bantuan peralatan pertanian pada peserta transmigrasi, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto menyerahkan bantuan peralatan pertanian pada peserta transmigrasi, Sabtu (15/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak 10 keluarga asal Grobogan yang terdiri dari 38 orang diberangkatkan menuju daerah tujuan transmigrasi, Sabtu (15/10/2016). Peserta program transmigrasi pemerintah ini rencananya akan ditempatkan di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur, Desa/Kecamatan Tangjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, 10 keluarga yang berasal dari beberapa kecamatan itu diberangkatkan lewat program transmigrasi sharing antara Pemprov Jateng dan Kabupaten Bulungan. Di mana, pihak pemprov akan membangunkan rumah tinggal dan Pemkab Bulungan menyediakan lahan usaha seluas 1 hektare bagi para transmigran.

“Jumlah transmigrasi program ini keseluruhan se-Jateng ada 100 KK dan kita kebagian 10 KK. Lokasi yang akan ditempati transmigran kita nanti tidak terlalu pelosok. Dari kota Bulungan jaraknya hanya sekitar 12 km saja,” Kata Andung melalui Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto.

Dijelaskan, dari Grobogan, peserta transmigrasi dari beerbagai kabupaten akan dikumpulkan jadi satu di Semarang terlebih dahulu. Kemudian, Minggu besok mereka akan diberangkatkan ke Surabaya dan selanjutnya naik kapal laut menuju Kalimantan Utara.

“Rencananya, Gubernur Jateng Bapak Ganjar Prawono bersama Bupati Bulungan Bapak Sujati akan menyambut kedatangan rombongan di lokasi transmigran sekitar tanggal 24 Oktober. Perlu diketahui, Bupati Bulungan Bapak Sujati ini aslinya adalah orang Grobogan. Tepatnya, dari Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati. Tetapi, Beliau ini sudah lama menetap di sana,” jelasnya.

Terkait dengan program transmigrasi tersebut, Pemkab Grobogan juga menyalurkan bantuan senilai Rp 7,5 juta per keluarga. Dari bantuan ini, sebesar Rp 5 juta diwujudkan barang, seperti gergaji mesin mini atau senso, peralatan pertanian dan bibit tanaman. Sedangkan sisanya Rp 2,5 juta disalurkan ke rekening milik tiap kepala keluarga untuk dipakai modal usaha.

 Editor : Kholistiono

Perbaiki Kondisi Perekonomian Keluarga, Ini Pilihan Warga Grobogan

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain merantau, tekad sebagian warga Grobogan untuk mengubah kondisi perekonomian juga dilakukan dengan cara mengikuti program transmigrasi. Meski tidak segencar beberapa tahun lalu, namun sejauh ini masih cukup banyak warga yang ingin ikut program tersebut.

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, untuk tahun 2016 ini, direncanakan ada 20 kepala keluarga (KK) yang akan ikut program transmigrasi di tiga daerah tujuan. Yakni, 10 KK akan ditempatkan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian, 5 KK di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan 5 KK lagi di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Tahun ini, alokasi transmigrasi umum untuk sementara hanya 20 KK. Mengenai jadwal keberangkatannya masih menunggu surat perintah pemberangkatan (SPP) terlebih dahulu dari pusat. Berdasarkan tahun sebelumnya, pemberangkatan peserta transmigrasi ini dilangsungkan sekitar bulan Oktober,” jelas Andung didampingi Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto.

Andung menjelaskan, pada tahun 2015 lalu, pihaknya juga memberangkatkan transmigran sebanyak 20 KK. Dari jumlah ini, sebanyak 5 KK ditempatkan di daerah Ayu Melingo, Gorontalo. Kemudian, 5 KK lagi di Satai Lestari SP3, Kabupaten Tanjung Utara, Kalimantan Barat. Selanjutnya, 5 KK di UPT Keliling Semulung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2014 lalu ada tujuh KK yang berangkat transmigrasi dengan daerah tujuan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kemudian, pada tahun 2013 ada 30 KK yang dikirim. Adapun daerah tujuannya ada di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar dan Kabupaten Barito Timur, Kalteng. Kemudian, di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Donggala, keduanya di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pada tahun 2012 lalu, ada 51 KK yang berangkat transmigrasi dan tahun 2011 ada 60 KK. Kemudian ditahun 2010 ada 50 KK serta tahun 2009 sebanyak 70 KK yang ikut transmigrasi,” terang Andung.

Editor : Kholistiono