Banyak Trabaser Berjatuhan di Gunung Pati Ayam

Sejumlah trabaser tengah melewati tanjakan setan di Kawasan Perkebunan Jolong II. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah trabaser tengah melewati tanjakan setan di Kawasan Perkebunan Jolong II. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Manto, Ttabaser asal Jepara mengaku medan terjal di kawasan Gunung Pati Ayam lebih ganas dan ekstrem, ketimbang medan terjal di perkebunan kopi Jolong. Di Gunung Pati Ayam, banyak trabaser yang kesulitan menaklukkan medan terjal.

“Banyak yang berjatuhan di kawasan Pegunungan Pati Ayam, tepatnya di daerah Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo. Medannya lebih ekstrem dan menantang dibandingkan di Kebun Jolong, Kecamatan Gembong,” ujar Manto saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Minggu (11/10/2015).

Ia mengaku sudah jatuh dua kali di kawasan pegunungan Pati Ayam. Sementara itu, saat menjelajah di kawasan kebun Jolong, ia mengaku berhasil menaklukkan Jolong.

“Jolong sudah berhasil saya taklukkan dengan mudah. Tapi, saya sempat jatuh waktu di kawasan Sukobubuk. Namun, ini benar-benar menantang. Perjalanan sejauh 60 km dengan melintasi jalan terjal bukan hal yang mudah,” imbuhnya.

Pria asal Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara ini mengaku senang dengan event “Jelajah Pati 6”. Selain bisa meluapkan hobi melalui olahraga trabas, ia bisa menikmati indahnya pemandangan Kota Pati dari bukit pegunungan Muria. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Besok, Ribuan Trabaser Akan Taklukkan Gunung Pati Ayam

Panitia Jelajah Pati 6 menggelar konferensi pers di Salza Convention Hall, Jumat (9/10/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Panitia Jelajah Pati 6 menggelar konferensi pers di Salza Convention Hall, Jumat (9/10/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ribuan trabaser dari berbagai daerah di Indonesia akan menaklukkan medan terjal dan ekstrem di pegunungan Pati Ayam, Minggu (11/10/2015) besok. Mereka akan memulai petualangan berbahaya itu dari Stadion Joyokusumo, Pati, sekitar pukul 08.00 WIB.

”Banyak tantangan yang akan ditemui peserta. Dua medan yang saya kira paling ekstrem ada di dua titik, yaitu Gunung Pati Ayam dan perkebunan Jolong. Namun, kami optimistis bisa menaklukkan medan-medan ganas itu,” ujar Ketua Pati Xtrail Widodo saat dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu (10/10/2015).

Kendati akan melewati medan-medan berbahaya, tetapi Widodo mengaku itu bukan menjadi kendala dalam melaksanakan “Jelajah Pati 6” yang didukung Sukun Executive ini. Pasalnya, pihak panitia menyiapkan tenaga medis dan PT Jasa Raharja untuk menyelesaikan kemungkinan terjadi masalah di lapangan.

”Semua antisipasi sudah disiapkan, termasuk tenaga medis dan kerja sama dengan PT Jasa Raharja. Yang jelas, petualangan untuk menjelajah di tempat-tempat menantang di Pati siap dimulai besok,” imbuhnya.

Ia berharap, kegiatan itu bisa mengenalkan trabaser dari berbagai kota di Indonesia dengan medan-medan trail, sekaligus mengangkat wisata alam di Pati. ”Bersama dengan komunitas Xtrail, kita nanti juga akan melakukan konsolidasi di bidang sosial dan lingkungan,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Trail Running Diikuti 80 Peserta Dari Berbagai Daerah

Abid Farraz Falih usai melepas para peserta lari marathon 10 K di lokasi Start SD Terban, Jekulo, Kudus. Kondisi alam yang masih asli menjadi alasan para panitia mengadakan Trail Running di wilayah tersebut. (MURIANEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Trail Running, sebuah acara kompetisi lari sejauh 10 kilometer yang diadakan komunitas pecinta alam Arga Dahana UMK yang diselenggarakan mulai hari Sabtu kemarin hingga hari ini. Pada pukul 08.00 tadi, 80 peserta lari maraton tersebut dilepas oleh pihak DPM Mapala Arga Dahana.

Lanjutkan membaca