TPA Tanjungrejo Kudus Butuh Penanganan Lebih Bagus

Petugas melihat timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus menuturkan jika TPA perlu penataan lebih baik lagi. Di antaranya adalah dengan melakukan pelebaran luas TPA. Tujuannya, supaya sampah yang tertampung bisa lebih banyak.

Mandor TPA Tanjungrejo Setiyono mengatakan,  pelebaran luas TPA menjadi salah satu solusi. Jika hal itu tak bisa dilakukan, setidaknya bisa memaksimalkan ke bagian lain.  Diketahui,  TPA memiliki luas areal sekitar 5,4 hektare.

“Kalau tak bisa ada penambahan luas, maka bisa dimaksimalkan pada penataanya. Masih ada beberapa tempat yang bisa dimaksimalkan, seperti bagian selatan,” kata Setiyono di TPA Tanjungrejo, Selasa (11/7/2017).

Pihaknya mencatat, jumlah sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 130 ton per hari. Jumlah itu masih bisa bertambah jika pada momen tertentu. Seperti halnya momen Lebaran.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Yusuf Roni mengatakan, dewan akan melakukan komunikasi kepada dinas yang menangani TPA. Agar, solusi terhadap permasalahan di TPA segera tertangani.

“Kalau dilihat, perlu juga adanya petugas khusus yang menangani. Seperti halnya UPT khusus penanganan sampah. Biar lebih fokus dalam mengelola persampahan di Kudus,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Saluran Gas Metan TPA Tanjungrejo Kudus Bakal Disalurkan ke Permukiman

Sumiyatun, menunjukkan pipa di TPA Tanjungrejo Jekulo yang dialiri gas metan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Saluran gas metan yang terdapat di TPA Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, bakal dimanfaatkan untuk masyarakat. Itu digunakan lantaran gas yang muncul sudah dianggap bisa membantu masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Kudus, Sumiyatun menjelaskan, selama ini gas metan di TPA sudah banyak. Untuk itu, tinggal memaksimalkan manfaatnya saja untuk kalangan umum.

“Tahun ini, targetnya gas metan bakal digunakan untuk masyarakat sekitar. Jadi tinggal menambah saluran pipanya saja agar sampai ke permukiman warga,” kata Sumiyatun di Kudus, Sabtu (18/3/2017).

Menurutnya, masyarakat berhak untuk menggunakan fasilitas tersebut. Sebab bagaimanapun masyarakat sekitar TPA yang selama ini merasakan suka dan dukanya dekat TPA. Sehingga sudah sepantasnya mereka dulu yang diutamakan.

Sumiyatun mengakui, selama ini gas metan memang kurang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan untuk kebutuhan TPA sendiri, gas metan dari tumpukan sampah juga tidak begitu dimanfaatkan.

“Sebenarnya gas metan tak melulu digunakan untuk pengganti gas elpiji. Namun bisa dikembangkan untuk energi listrik meski tak banyak. Dan sekarang, kami sedang mempelajari bagaimana caranya gas metan di TPA mampu menjadi daya listrik untuk penerangan di TPA,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Api Gas Metan TPA Tanjungrejo Kudus Hanya Bisa untuk Masak Mi Instan

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, dan kiri tampak TPA Tanjungrejo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, dan kiri tampak TPA Tanjungrejo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan gas metan, yang berada di TPA Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, masih belum maksimal digunakan. Melihat hal itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun, menargetkan peningkatan pemanfaatan gas metan.

Dia berharap pada tahun ini gas metan mampu mencukupi kebutuhan api di lingkungan TPA. “Pada tahun ini harus bisa digunakan. Minimal saat mau memasak atau menyalakan api bisa menggunakan gas metan dari TPA,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Untuk saluran gas metan sebenarnya sudah tersedia. Pralon yang ditancapkan dan diarahkan ke tempat khusus penggunaan gas juga sudah ada. Sehingga pihak pengelola TPA tinggal menggunakannya untuk kebutuhan.

Diakuinya, api yang dimunculkan dari gas metan TPA memang masih kecil. Meski demikian, bukan berarti api yang ada tak bisa dipakai. “Kalau cuma memasak mi cukup, apinya meski kecil masih bisa jika digunakan untuk memasak mi instan,” ungkap dia.

Dia merencanakan, penanaman pipa akan ditambah. Hal itu untuk menambah keluarnya gas metan, sehingga api yang dihasilkan juga akan lebih besar lagi. Jika lebih besar gasnya, maka saluran gas juga bisa diperkuat dan diperluas.

Dikatakan, berdasarkan data, luas TPA sekitar 5,6 hektare (Ha).  Jika semuanya dapat dikelola, maka gas metan tak menutup kemungkinan akan dapat dialirkan ke permukiman warga untuk membantu kebutuhan.

“Ukurannya masih kecil yang dibuat gas metan. Yakni berukuran sekitar 1000 meter persegi saja. Dan pralon yang dipasang berjumlah 10 pralon dengan kedalaman tiga meter tiap pralon,” ujarnya.

Menurut dia, semakin dalam sampah yang ada, maka semakin besar pula api yang dihasilkan. Hanya, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah kepadatan dan kerapatan penutupnya. Semakin banyak sampah dan rapat penutup atasnya, maka api akan semakin banyak.

Editor : Akrom Hazami

Nikmati Taman di TPA Tanjungrejo Kudus, Anda Akan Jatuh Hati

Warga menikmati taman di TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menikmati taman di TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Saat liburan panjang pada tahun baru ini, TPA di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, nampak dipadati sejumlah warga. TPA kini menjadi lokasi liburan alternatif masyarakat yang merayakan liburan bersama keluarga 

Selama ini, TPA yang identik dengan sampah dan bau tak sedap , mulai berubah. Keberadaan taman dan penataan yang menarik membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, bau tak sedap lingkungan TPA juga mulai menghilang.

Rohadi, warga Tanjungrejo saat berkunjung mengatakan, kalau untuk berlibur tak membutuhkan lokasi yang jauh. TPA mampu menjadi wadah alternatif dirinya merayakan liburan bersama dengan keluarga. “Baunya hilang ya. Enggak tercium bau sama sekali di lingkungan TPA, khususnya pada bagian tamannya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat berada di TPA, Senin (2/01/2017)

Dia mengaku kaget dengan perombakan yang terdapat di TPA. Dia tak menyangka kalau penataan TPA mampu menyulap dari lokasi yang kumuh menjadi lokasi yang menyenangkan dan nyaman dikunjungi. Namun, dia mengkritik kalau pintu masuk TPA masih kurang bagus. Selain itu, meski bau di lokasi taman nyaris hilang, namun saat baru masuk masih tercium bau yang menyengat. Barulah ketika sampai di taman, bau tak sedap hilang.”Sayangnya tidak ada binatangnya. Kalau ada pasti bakal lebih bagus lagi dan tentunya menarik banyak masyarakat,”kritiknya.

Dia berharap TPA terus dikembangkan. Seperti halnya dengan penambahan satwa.  Tujuannya supaya semakin nyaman dan menjadi tempat berlibur bersama keluarga. Berdasarkan pantauan, tak Hanya kalangan dewasa saja yang berkunjung, tapi sejumlah anak-anak dan remaja juga menikmati lokasi.  Kondisi taman yang tertata rapi, dengan sejumlah gazebo membuat lokasi terlihat apik. Selain itu, wahana bermain seperti ayunan dan sebagiannya membuat anak-anak betah berlama-lama.

Dalam menyulap TPA membutuhkan biaya yang tak sedikit. Berdasarkan data pemerintah setempat, pembangunan menganggarkan dana Rp11,4 miliar untuk proyek revitalisasi TPA Tanjungrejo. Proyek revitalisasi yang dilaksanakan pada tahun lalu. Pembangunan terbagi dalam tiga paket kegiatan fisik. Yakni, pembuatan talud, taman, dan pagar yang mengeliling TPA Tanjungrejo.

Editor : Akrom Hazami

TPA Tanjungrejo Kudus Akan Dibangun Instalasi Air Limbah

Pekerja menyelesaikan penataan TPA Tanjungrejo, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Pekerja menyelesaikan penataan TPA Tanjungrejo, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun mengatakan, pihaknya merencanakan pembuatan instalasi air limbah di TPA Tanjungrejo Jekulo Kudus. Diharapkan bisa terwujud tahun depan.

Pihaknya telah mengusulkan anggaran sejumlah Rp 2 miliar untuk pembuatan instalasi. “Jadi modelnya seperti IPAL, yang menggunakan enam kolam. Kolam itulah yang juga disertai dengan alat untuk menjernihkan linbah yang keluar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya belum tahu apakah anggaran yang diusulkan disetujui ataukah tidak. Hanya, jika nanti disetujui dewan, maka ke depan limbah akan lebih tertata lagi. Selain itu juga ada alat kontrol laboratorium, yang berfungsi untuk mengatur apakah limbah keluar dalam keadaan bersih ataukah masih kotor.

Untuk pemasangan nantinya, direncanakan di bagian bawah TPA. Instalasi tersebut juga sebagai bentuk pemeliharaan TPA supaya lebih tertata lagi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Saat ini, kata dia TPA sedang disulap menjadi taman yang menyenangkan. Penataan tempat tersebut menelan biaya Rp 11,4 miliar, yang bersumber dari bantuan gubernur.

Sumiyatun mengatakan, pembangunan di TPA hingga kini masih berlangsung sekitar 75 persen. Rencananya, penataan disana harus diselesaikan maksimal 10 Desember mendatang

“Anggaran dari provinsi itu kami alokasikan untuk bebebepa hal. Seperti pembuatan talut TPA, pembuatan taman, jembatan timbang, pagar dan juga kolam serta lain sebaginya. Semuanya dikerjakan bersamaan hingga akhir bulan ini,” ungkapnya

Dia menjelaskan, di TPA, selama sehari sekitar 500 meter kubik atau 125 ton sampah selalu datang ke TPA. Jumlah tersebut berasal dari berbagai tempat di sembilan kecamatan di Kudus tiap harinya. Untuk memperpanjang usia TPA, sebelumnya dia juga mengatakan,  dibutuhkan lebih banyak penataan lagi. Seperti halnya rencana tahun depan tersebut, yang diusulkan pemilahan lebih banyak jenis sampah lagi guna memanfaatkan sampah disana.

Hal itu juga selama ini sudah terbantu dengan pemulung di kawasan TPA Tanjungrejo. Hanya, para pemulung tinggal diberikan pembinaan agar mampu memilah sampah lebih detail kembali. “Kalau tidak ditata ya hanya mampu bertahan selama tiga tahun saja. Makanya harus ditata,” jelasnya

TPA juga direncakan sebagai wahana rekreasi dadakan. Melihat penataan yang dilakukan, maka warga khususnya siswa bakalan tahu proses pengelolaan limbah sampah di sana Dia berharap pemilahan sampah dapat dimulai pada tingkat rumah tangga. Keluarga dapat memilih sampah non-organik untuk dijual dan kompos sebagai pupuk. Sebab dia juga sedang menggalakkan untuk progam penghijauan.

Editor : Akrom Hazami

TPA Tanjungrejo Kudus Hanya Mampu Bertahan 5 Tahun ke Depan

Warga melakukan aktivitas di areal TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melakukan aktivitas di areal TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sampah di TPA Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, terus bertambah.  Meski penataan telah dilakukan, namun diprediksi TPA hanya bertahan hingga lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun. Dia mengatakan jika melihat kondisi TPA yang terus penuh sampahnya, maka lima tahun akan mentok alias tambah sempit.

“Maka dari itu dibutuhkan penataan sampah di sini, sampah harus dipilah-pilah mana yang dapat didaur ulang dan juga dimanfaatkan untuk hal lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (5/11/2016).

Menurutnya, waktu lima tahun merupakan kondisi pasca-TPA yang sudah ditata. Sedangkan kalau dibiarkan tanpa penataan, maka usia TPA hanya mencapai batas tiga tahun saja.

Dia menjelaskan, selama sehari sekitar 500 meter kubik atau 125 ton sampah selalu tiba ke TPA. Jumlah tersebut berasal dari berbagai tempat di sembilan kecamatan di Kudus setiap harinya.

Untuk memperpanjang usia TPA, maka dibutuhkan lebih banyak penataan lagi. Seperti halnya rencana tahun depan, akan diusulkan pemilahan lebih banyak jenis sampah lagi guna memanfaatkan sampah.

Hal itu juga selama ini sudah terbantu dengan pemulung di kawasan TPA Tanjungrejo. Hanya, para pemulung tinggal diberikan pembinaan agar mampu memilah sampah lebih detail lagi.

“Kami juga berharap agar masyarakat Kudus lebih pandai memilah sampah. Serta mengelola sampah berbasis rumah tangga. Jadi tidak selalu semuanya dibuang dan menumpuk di TPA,” ujarnya.

Jika nantinya TPA benar-benar penuh meski sudah banyak dikelola, maka jalan satu-satunya adalah dengan membeli lagi lahan baru guna sebagai TPA.

Soal pemanfaatan gas metan,  dinas juga terus menatanya. Ditargetkan, gas metan yang ada di sana akan mampu mencukupi kebutuhan di TPA di 2017 mendatang.

“Sampai kini masih lancar gas metannya. Sehingga tahun depan bisa ditambah panjang alirannya guna kebutuhan TPA,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jangan Heran Kalau TPA Tanjungrejo Kudus Kian Mempesona, Begini Lho Penataannya

tpa-2

Pekerja menyelesaikan penataan taman di TPA Tanjungrejo, Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjungrejo, Jekulo, terus ditata agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti halnya akan dibangun taman dan penataan lainnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Sumiyatun mengatakan, penataan TPA memang telah direncanakan. Seperti halnya, pembuangan sampah, nantinya akan ditata di sebelah barat TPA. Dengan jarak yang cukup jauh dengan bangunan taman yang kini sedang dilakukan.

“Bau yang timbul juga bakalan berkurang dan terhalang dengan pohon yang ditanami di taman nanti,” katanya saat meninjau pengerjaan bangunan taman di TPA Tanjungrejo, Kudus, Jumat (4/11/2016).

Pihaknya juga membangun talut yang berfungsi sebagai penahan sampah yang menumpuk agar tidak tumpah di jalan. Talut dibangun dengan mengitari tumpukan sampah di dalam TPA. Rencananya, di dalam TPA akan ada pemisahan sampah.

Sampah yang  dipisahkan bakal di daur ulang menjadi pupuk dan dapat dijual. Dengan demikian maka manfaatnya akan lebih banyak.

Pihaknya mendapatkan bantuan gubernur untuk penataan TPA. Anggaran dari provinsi itu dialokasikan untuk bebebepa hal. Seperti pembuatan talut TPA, pembuatan taman, jembatan timbang, pagar dan juga kolam serta lain sebaginya. “Semuanya  dikerjakan bersamaan hingga akhir bulan ini,” katanya.

Cipkataru ingin menghilangkan kesan TPA yang banyak sampah, kumuh dan bau. Hal itu dibuktikannya dengan penataan kawasan agar nyaman dilihat. Taman yang dibangun juga berada di depan pintu masuk TPA. Sehingga pengunjung yang datang akan langsung disambut dengan taman TPA dan kolam air. Setelah itu, pada sisi kanan dibuatkan wahana bermain yang diklaim membuat betah pengunjung.”TPA ini nantinya akan mampu menjadi wahana rekreasi. Khususnya bagi anak anak untuk tahu pengelolaan sampah dan ada wahana bermainnya,” imbuhnya.

Untuk memulai sebagai lokasi wisata, pihaknya dapat melakukan kerja sama dengan instansi terkait atau mengundang rombongan TK untuk datang ke TPA. Tentunya setelah semuanya tertata dengan apik.

Editor : Akrom Hazami

TPA Tanjungrejo Kudus Disulap jadi Taman

tpa

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun melakukan pemantauan pengerjaan bangunan taman di TPA Tanjungrejo, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjungrejo, Jekulo, Kdus, sedang disulap menjadi taman yang menyenangkan. Penataan tempat tersebut menelan biaya Rp 11,4 miliar, yang bersumber dari bantuan gubernur.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun mengatakan, pembangunan taman di TPA hingga kini masih berlangsung. Rencananya, pembangunan taman akan selesai akhir November ini.

“Anggaran dari provinsi itu kami alokasikan untuk beberapa hal. Seperti pembuatan talut TPA, pembuatan taman, jembatan timbang, pagar dan juga kolam serta lain sebagainya. Semuanya dikerjakan bersamaan hingga akhir bulan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kondisi TPA harus tetap ditata agar semakin nyaman bagi warga. Pepohonan yang besar juga rencannaya akan ditambah guna membuat teduh kawasan TPA. Dengan demikian fungsi tanaman juga bermanfaat menyerap bau tak sedap yang muncul dari lingkungan pembuangan sampah.

Kesan TPA yang banyak sampah, kumuh dan bau juga akan dihilangkan dengan model penataan taman yang bagus. Hal itu dibuktikannya dengan penataan kawasan agar nyaman dilihat.

“Jadi tidak hanya ditanami pohon yang kecil atau hanya bunga saja. Melainkan pohon yang fungsinya lebih besar ketimbang hanya tanaman bunga saja,” ujarnya

Taman yang dibangun juga berada di depan pintu masuk TPA. Sehingga warga yang datang akan langsung disambut dengan taman TPA dan kolam air. Setelah itu, pada sisi kanan dibuatkan wahana bermain.

“TPA ini nantinya akan mampu menjadi wahana rekreasi. Khususnya bagi anak anak untuk tahu pengelolaan sampah dan ada wahana bermainnya,” imbuhnya.

Untuk memulai sebagai lokasi wisata, pihaknya dapat melakukan kerja sama dengan instansi terkait atau mengundang rombongan TK untuk datang ke TPA. Tentunya setelah semuanya tertata dengan apik.

Editor : Akrom Hazami