Pembangunan TPA Karimunjawa Belum Bisa Terealisasi Tahun Ini

Tahun ini, pembangunan TPA di Karimunjawa masih belum bisa terealisasi. (MuriaNewsCom) 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara rupanya belum memprioritaskan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karimunjawa. Lantaran, perencanaan pembangunan fasilitas tersebut raib, pada APBD 2017.  

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Jepara Lulut Andi Ariyanto. Dirinya mengatakan, sempat mengusulkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk kelanjutan pembangunan jalan menuju TPA dan pembuatan awal tampungan sampah. Namun demikian, setelah perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru poin tersebut justru tak muncul.

“OPDnya bubar, anggarannya juga hilang. Ada kesalahpahaman. Kami sudah bertanya ke Bappeda, untuk TPA Karimunjawa memang tidak dianggarkan tahun ini,” ujarnya.

Di samping itu, dengan peniadaan anggaran tersebut, pengadaan truk pengangkut sampah juga ikut hilang. Lulut mengatakan, sebelumnya telah mengusulkan kendaraan untuk mengangkut sampah ke lokasi tempat pembuangan. Untuk APBD 2016 TPA di Karimunjawa telah dianggarkan dana sebesar Rp 500 juta. Hal itu untuk membangun talut dan akses menuju tempat pembuangan.  

Sementara itu, bantuan dari Provinsi Jateng tak diberikan pada tahun 2017 ini. Hal itu mengingat, pemprov telah memberikan bantuan untuk pembelian dan perbaikan truk di TPA Bandengan. Hal itu menurut Lulut karena bantuan tidak bisa diberikan pada kabupaten yang telah menerima bantuan lain.

“Untuk Karimunjawa, Pemprov hanya membantu untuk pembuatan Detailed Enginered Design (DED) di tahun 2016. Sementara di tahun ini tidak bisa memberikan bantuan lagi karena tak bisa memberikan bantuan untuk dua program di satu kabupaten,” ungkap Lulut.

Lebih lanjut ia mengatakan, akan berusaha meminta persetujuan dinas terkait pengalihan anggaran untuk truk dump di Karimun untuk menjadi menjadi TPS, pada Perubahan APBD 2017. Namun demikian, hal itu bergantung pada persetujuan dinas terkait, dalam hal ini bagian keuangan.

Editor : Kholistiono

Sampah di Karimunjawa Semakin Tak Terkontrol, Pemerintah Didesak Segera Realisasikan Pembangunan TPA

 Warga Karimunjawa saat melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga Karimunjawa saat melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Sampah di Kepulauan Karimunjawa, Jepara semakin tak terkontrol. Pemerintah didesak segera merealisasikan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di kepulauan yang ada di Laut Jawa tersebut.

Meski sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata andalan Jawa Tengah, namun hingga kini Kepulauan Karimunjawa belum memiliki TPA sampah. Padahal, sampah di wilayah berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa ini berasal dari berbagai sumber. Baik mulai dari sampah rumah tangga, aktivitas pariwisata hingga sampah dari wilayah lain yang terbawa arus laut dan menumpuk di kawasan sekitar pelabuhan atau pesisir Karimunjawa.

Salah seorang warga Karimunjawa, Djati Utomo mengatakan, karena tak ada TPA sampah, maka berbagai macam sampah dikumpulkan di lahan milik penduduk. Karena keterbatasan lahan, sampah baik dari rumah tangga, aktivitas wisata maupun sampah dari wilayah lain yang terbawa arus laut menumpuk di lahan warga tersebut.

“Kita dan berbagai elemen mulai dari Syahbandar hingga pihak desa selalu membersihkan sampah di pelabuhan yang terbawa arus laut. Sampah itu, kemudian  terpaksa kita kumpulkan di lahan warga karena memang tak ada TPA,” kata Djati yang juga Ketua Yayasan Pitu Likur Pulo Karimunjawa ini.

Sementara itu, untuk mengurangi  sampah dari berbagai jenis mulai dari plastik, bambu, kayu, daun, kertas, botol dan lain sebagainya itu dibakar. Namun sayangnya, hujan yang kerap mengguyur wilayah Karimunjawa dalam beberapa pekan terakhir membuat upaya pembakaran sampah tak maksimal. Sehingga muncul bau dari tumpukan sampah itu. Selain itu, sampah itu berpotensi jatuh dan masuk ke saluran drainase yang mengarah ke laut.

“Solusi utama memang TPA sampah itu. Kalau infrastruktur itu tak ada, penanganan sampah di Karimunjawa semakin sulit,” jelasnya.

Selain TPA, pihaknya juga mengutarakan bahwa tak kalah pentingnya armada untuk mengangkut sampah. Sebab sampah yang terseret arus laut tersebar di berbagai titik perairan di Karimunjawa. Beberapa di antaranya seperti perairan Cemoro Besar, Cemoro Kecil, hingga Kampung Nelayan Lego.”Beberapa lokasi ini merupakan tujuan wisata. Kalau di sana penuh sampah, bagaimana mungkin wisatawan bisa betah,” ucapnya.

Sementara itu, ASN yang ditugasi mengawal pembangunan TPA Karimunjawa, Lulut Andi Ariyanto mengatakan, proses pembangunan memang dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, yang sudah dibangun adalah akses jalan menuju lokasi TPA yang rencana dibangun di Dukuh Alang-alang Desa Karimunjawa.

“Rencananya, TPA Karimunjawa seluas 1 hektare, sehingga bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah (sel landfill). Kami berharap TPA itu bisa dimaksimalkan untuk menampung sampah baik dari rumah tangga maupun sektor pariwisata selama lima tahun mendatang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tak Kunjung Beres, Pembangunan TPA Karimunjawa Jepara Digenjot

Alat berat dioperasikan untuk perataan jalan menuju lokasi TPA Karimunjawa di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Alat berat dioperasikan untuk perataan jalan menuju lokasi TPA Karimunjawa di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karimunjawa, Jepara, telah muncul sejak beberapa tahun lalu. Hingga kini pembangunannya tidak kunjung beres. Saat ini pembangunan masih dalam tahap pembuatan jalan untuk akses masuk ke lokasi.

Kepala UPT TPA Bandengan, Lulut Andi Ariyanto yang juga ditugaskan membangun dan mengelola TPA Karimunjawa menjelaskan, saat ini masih fokus pada pembuatan jalan untuk akses ke lokasi TPA yang terletak di Dukuh Alang-alang Desa/Kecamatan Karimunjawa. Untuk tempat pengolahan sampah sendiri saat ini tengah dibuat Detail Engineering Design (DED).

“Untuk anggaran tahun ini, memang difokuskan untuk membuat jalan akses masuk. Pengerjaan jalan sepanjang 235 meter dan lebar enam meter itu memerlukan waktu cukup lama sebab harus meratakan tanah. Lokasinya tak rata dan banyak tanjakan. Selain itu, perlu dibuat sanderan sebab di sisi kiri dan kanan jalan berbatasan dengan jurang dan tebing,” ujar Lulut kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pengerjaan tahun lalu. Tahun lalu yang sudah dikerjakan sekitar 150 meter. Sedangkan DED untuk area TPA yang memiliki luas satu hektare itu tahun ini sudah bisa dirampungkan.

“Sehingga anggaran dari pusat melalui Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP) Satker Provinsi Jateng bisa keluar awal tahun depan dan segera dibelanjakan. Khusus untuk tempat pengolahan sampah, anggaran yang diperlukan diprediksi mencapai Rp 10 miliar,” terangnya.

Dengan luas area satu hektare itu, bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah. Dari prakiraan, luasan area itu bisa menampung sampah warga dan wisatawan Karimunjawa selama lebih dari lima tahun.

“Sampah di Karimunjawa didominasi jenis plastik. Baik plastik kemasan mapun botol minuman. Tapi kita belum melakukan penghitungan detail sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun hotel dan homestay,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami