Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Iku Perangi Masalah Sosial

Warga Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang diajak memahami mengenai fungsi dan tugas lembaga masyarakat di lingkungan desanya.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sosialisasi kepada masyarakat tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi lembaga masyarakat di lingkungan desa menjadi salah satu program yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Seperti yang dilaksanakan Selasa (25/7) di TMMD Kelurahan Kalisegoro, setidaknya 50 warga mengikuti sosialisasi pengenalan kelembagaan masyarakat yang menitik beratkan pada peran-perannya.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Semarang Djaka Sukawijana, ada beberapa lembaga masyarakat seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK), Lembaga
Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMDILKMK) atau sebutan nama lain mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

“Ada pula Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Tim penggerak PKK yang bermita dalam mengembangkan dan memberdayakan keluarga,”ujarnya.

Selain itu, juga ada karang taruna yang mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. Baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diminta untuk lebih paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kelembagaan masyarakat yang ada disetiap ke lurahan. “Penekanan pada gejala sosial anak-anak remaja, biasanya kami (Pemkot Semarang) sering menggandeng karang taruna dalam pendekatannya,”imbuh Djaka.

Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin berharap, agar masyarakat dapat lebih mengetahui peran dari masing-masing kelembagaan masyarakat. ”Dengan mengetahui pera dari masing-masing kelembagaan masyarakat, maka warga bisa ikut serta mengontrol dan ikut serta dalam pembangunan,” ujarnya. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

TMMD di Kalisegoro Gunungpati, Kodim 0733 Semarang Terjunkan 150 Personel

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI untuk melaksanakan program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri dari, bebebagi kesatauan, diantaran Kodim, Arhanudse, Yonkav, Zeni, dan lainnya. “Total kita terjunkan 150 personel,” ujarnya, Rabu (5/7/2017) saat meninjau lokasi TMMD.

Dia menjelaskan, selain personel dari TNI juga dibantu masyarakat sekitar. Hal itu membuktikan kedekatan TNI dengan masyarakat.

Menurut Kapten Inf Suradi, seluruh personel diterjunkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan berbabgai kegiatan mulai dari pembangunan fisik dan non fisik. “Sasaran kita adalah rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan jembatan, serta dibidang kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama berjalannya program TMMD beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

Asah Kemampuan, TNI Kudus Latihan Menembak

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus 2017 mengasah ketrampilan menembak. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus 2017 juga tetap membina kemampuan diri dalam ketrampilan menembak. Hal itu dilakukannya di sela-sela kegiatan Pra TMMD di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Jumat (24/3/2017), Satgas TMMD Reg ke 98 dengan penuh semangat mengikuti tahapan latihan menembak senjata ringan ( Latbak Jatri). Hal itu merupakan program latihan Triwulan ke-1 tahun 2017, yang diselenggarakan oleh Staf Operasional Kodim 0722/Kudus.

Latihan untuk meningkatkan kemampuan menembak secara perorangan, dengan menggunakan senjata ringan jenis senapan. Adapun lokasinya di lapangan tembak Bhayangkara, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Dandim 0722/Kudus melalui Danramil 02/Jati Kapten Arh Suprapto, yang bertindak sebagai Komandan Latihan ( Danlat ) mengatakan, Latbak Jatri ini merupakan salah satu bentuk pembinaan personel, khususnya dalam bidang latihan, dengan latihan yang terprogram dan terencana setiap triwulannya.

“Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan diri bagi personel Kodim 0722/Kudus beserta koramil jajarannya. Oleh sebab itu semua wajib untuk mengikuti latihan menembak senjata ringan, yang rutin dilaksanakan sekali dalam waktu tiga bulan,” katanya dalam rilis persnya.

Menurut Pasiopsdim 0722/Kudus Kapten Inf Ibnu selaku Koordinator Latbak Jatri Triwulan ke-1, kegiatan latihan tersebut diselenggarakan selama tiga hari. Mulai Rabu, (22/3/2017) sampai dengan Jumat (24/3/2017).

Materi menembak senapan jenis M-16 A1 jarak 100 meter, dengan tiga sikap yaitu tiarap, duduk dan berdiri, Sedangkan menembak pistol dengan sikap berdiri jarak 25 meter. Selama pelaksanaan latihan, prajurit yang ikut menembak diawasi langsung secara ketat oleh Pimpinan penembak( Pibak ) dan Pengawas Lajur.

Selain itu, Kasdim 0722/Kudus Mayor Inf Sagimin juga turut mengingatkan anggotanya, untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan dalam pelaksanaan latihan.

“Walaupun anggota bertugas di satuan teritorial dan bukan di satuan tempur, namun prajurit tetap dituntut mahir dalam menembak dan harus terbina serta terjaga, Menembak merupakan salah satu kemampuan perorangan yang harus dimiliki setiap prajurit, tanpa terkecuali. ” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

TNI dan Warga Bangun Jalan di Desa Kandangmas Kudus

Anggota TNI bersama warga membuat jalan di Desa Kandangmas, Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus –  Anggota Koramil 07/Dawe Kodim 0722/Kudus bersama warga secara bahu- membahu membuka lahan untuk membuat jalan baru yang nantinya berfungsi sebagai jalan dekat.

Dalam pelaksanaan pra TMMD Reguler ke-98 tahun 2017 rencananya akan membuka jalan baru sepanjang 1.000 meter,lebar 3 meter, ketebalan beton 20 cm yang menghubungkan Dukuh Masin ke Dukuh Sudo, Desa Kandangmas, yang awal mulanya hanya merupakan jalan setapak.

“Dengan pembuatan jalan baru ini,akan lebih mudah untuk dilalui kendaraan mobil maupun motor dan jaraknya akan lebih dekat, kata Yanto, perangkat Desa Kandangmas.

Adanya jalan baru ini, kata dia, kendaraan yang mengangkut hasil bumi dan perkebunan tidak perlu lagi memutar sehingga bisa menerabas lewat jalan baru ini.

Babinsa Kandangmas Serka Jumeno menuturkan,  TMMD Reguler ke-98 ini merupakan wujud dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.  “Di mana saat rakyat membutuhkan tenaga,TNI siap membantu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hari Valentine, Polisi Berikan Bunga untuk TNI di Kudus

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memberikan bunga untuk kedua TNI yang berkendara di alun-alun setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Kudus benar-benar memanfaatkan momen Hari Valentine, 14 Februari, untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama. Seperti halnya yang dilakukan di Alun-alun Kudus, Selasa (14/2/2017).

Sejumlah pengguna jalan mendapatkan hadiah dari polisi. Seperti bunga, makanan cokelat, dan helm. Di antara pengguna jalan yang menerima hadiah adalah TNI. Dua orang TNI menerima bunga dari Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i. Kedua TNI itu tampak tersenyum menerima hadiah tersebut.

Seorang warga, Marsinah, juga mendapatkan hadiah ketika melintas di alun-alun. Dia mendapatkan bunga dan cokelat. “Senang sekali di Hari Valentine semacam ini dapat hadiah. Apalagi hadiahnya langsung dari polisi di jalan, jadi semakin menyenangkan,” ujarnya.

Apa yang dilakukan polisi pada Hari Valentine, kata dia, sangat jarang dilakukan. Dia berharap agar yang dilakukan polisi tidak hanya saat momen itu saja. Tapi saat di hari-hari biasa.

Andy Rifa’i mengatakan, hari Valentine dirayakan dengan berbagi kasih sayang. Dan bagi polres khususnya Satlantas, keselamatan pengendara di jalan adalah hal yang penting. Untuk itu, dalam perayaan hari Valentine juga dilakukan dengan membagikan helm.

“Kami ada puluhan helm yang dibagikan dengan berbagai ukuran. Yaitu helm untuk anak-anak dan helm untuk orang dewasa,” katanya di kawasan Simpang Tujuh Kudus.

Menurutnya, untuk helm anak-anak dibagikan kepada sejumlah anak yang diajak mengendarai  motor. Helm dibagikan kepada anak-anak untuk mengajarkan sejak dini arti keselamatan berlalu lintas dengan cara mengenakan helm.

Sementara helm dewasa, juga jumlahnya puluhan. Berbeda dengan helm anak-anak yang dibagikan secara cuma-cuma. Untuk helm dewasa dibagikan kepada pengendara yang helmnya sudah rusak atau kusut. Helm lama diganti dengan helm baru dari pihak kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Hari Valentine, Polres Kudus Bagi-bagi Bunga, Cokelat dan Helm

Pembinaan Pangkalan, Koramil 03/Banjarejo Blora Cetak Batako

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora –  Markas Koramil perlu memperhatikan lingkungan yang bersih dan ramah. Hal itu diharapkan berdampak pada masyarakat sekitar agar bisa berinteraksi dan bersinergi denganTNI AD, khususnya tingkat Koramil.

Hal inilah yang dilakukan Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora yang dipimpin langsung Komandan Koramil (Danramil) Kapten Chb Sudiyono melaksanakan pembinaan pangkalan (markas Koramil) kepada  personelnya.

Pembinaan pangkalan yang dilaksanakan Koramil 03/Banjarejo, yakni seusai apel pagi sebelum para Babinsa melaksanakan pembinaan di wilayah binaannya masing-masing. Terlebih para anggota diwajibkan cetak batako bersama-sama. “Kegiatan ini  dilakukan setiap hari bagi anggota yang tidak kena dinas dalam hukumnya wajib,” kata Danramil Kapten Chb Sudiyono, saat apel, Selasa (31/1/2017).

Para anggota terlihat sangat antusias melaksankan pekerjaan tersebut. Kegiatan itu tidak terlepas dukungan Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo. Bukti nyatanya adalah Dandim seusai olahraga tenis lapangan, beranjak ke Koramil langsung gabung bersama anggota cetak batako bersama-sama.

Di sela-sela kegiatan tersebut Dandim mengharap semua Koramil jajaran Kodim Blora, bisa bersaing dengan sehat. “Serta mempertahankan Koramilnya agar tetap bersih, indah dan nyaman,” kata Susilo.

Danramil Banjarejo Kapten Chb Sudiyono menyampaikan, tujuan dari kegiatan pembuatan batako tersebut direncakan akan dipergunakan bangun Aula Kantor Persit dan musala Koramil. Mengingat kedua bangunan gedung itu sangat penting dan saat ini belum ada. “Untuk menunjang kegiatan tersebut anggaran dari swadaya Koramil setempat ,” ujar Sudiyono

Editor : Akrom Hazami

“Bela Negara Tidak Harus Angkat Senjata dan Militerisme”

disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017).  (ISTIMEWA)

Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Wujud (manifestasi) anak bangsa dalam membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bisa bermacam-macam bentuknya. Tidak mesti harus dengan mengangkat senjata.

Itulah poin penting yang disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam Talkshow Kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu (14/1/2017). “Bela negara tidak harus dengan senjata dan militerisme. Anda jadi anak yang baik, jadi mahasiswa yang baik, itu juga bagian dari bela negara,” katanya di rilis pers yang dikirim ke MuriaNewsCom.

Di hadapan sekitar seribu peserta yang terdiri atas mahasiswa, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Jawa Tengah, ormas keagamaan serta organisasi kepemudaan, Kasdam mengemukakan, dalam hal pembangunan bangsa, mahasiswa dan generasi muda diharapkan mengambil  peran.

“SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia sangat hebat. Saya yakin, Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan luar negeri. Selain itu,Indonesia juga sangat kaya (dengan sumber daya alam). Indonesia surga dunia, semua ada di sini,” paparnya.

Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Firli yang menjadi salah satu narasumber dalam kesempatan itu berpesan, agar para generasi muda menjaga diri dari serangan cyber. “Serangan cyber sangat dahsyat. Saya minta generasi muda, khususnya mahaaiswa bisa memilah dan memilih informasi yang diterima,” katanya.

Dia menambahkan, mahasiswa dan generasi muda harus menilai informasi yang diterima, apakah benar atau salah, dan apakah ada manfaatnya atau tidak. “Kalau informasi itu benar dan ada manfaatnya, silakan bagikan
(ke publik). Tetapi jika informasi itu tidak benar, mengandung unsur provokasi, menghasud dan menyebar kebencian, maka hapus saja. Ini pesan saya menghadapi cyber crime.

KH Ahmad Badawi Basyir, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus, menyampaikan, Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal satu sama lain.

‘’Ada yang menarik di Indonesia. Tidak pernah ada Nabi yang lahir atau diutus di Indonesia, tetapi pemeluk Islamnya sangat besar dan tidak pernah ada pertikaian antarsekte keagamaan yang terjadi. Ini karena di Indonesia ada yang namanya kiai,’’ paparnya.

Menurutnya. kiai tidak sekadar orang yang alim, tetapi juga panutan umat. ‘’Semakin takwanya kuat, komitmen kebangsaannya semakin kuat. Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air itu bagian dari pada iman,’’
terangnya.

Sementara itu, selain dihadiri ribuan mahasiswa dan generasi muda, hadir pula pada kesempatan itu Komandan Kodim 0722/ Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma, Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Editor : Akrom Hazami

Kantor Koramil Undaan Dipenuhi Tanaman Sayuran

 Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo saat mengecek salah satu tanaman di halaman kantornya, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Danramil 03/Undaan Kudus, Kapten Inf Sri Widodo menerapkan pola ketahanan pangan untuk para anggotanya. Hal itu diwujudkan dengan memperbanyak tanaman sayuran, yang berada di halaman samping kantor Koramil setempat.

Sri mengatakan, pihaknya sudah menggalakkan penanaman sayuran sejak Mei 2016 lalu. Penanaman berbagai jenis sayuran telah dilakukan di satu lokasi. “Kami menanam cabai, tomat, terong, serta kangkung. Ini adalah tanaman sayur yang kami tanam selain buah-buahan,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin (9/1/2017). 

Dalam setahun ini sudah berhasil memanen hingga beberapa kali. Bahkan untuk cabai yang harganya kini lambung tinggi, tidak terlalu berpengaruh. Sebab tanaman cabai cukup banyak dibanding tanaman lainnya. Sedikitnya 70 tanaman cabai sudah ditanam di halaman.

Berbagai jenis cabai yang ditanam, adalah cabai kriting, cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau. Semuanya tumbuh subur lantaran mendapat perawatan yang serius. Termasuk juga dengan pemupukan yang dilakukan secara teratur.

Dikatakan, penanaman ini juga termasuk dalam Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPS). Yakni minimal anggota TNI harus mampu mencukupi kebutuhan secara sendiri, minimal untuk anggota sendiri.

Belakangan ini terdapat instruksi dalam perihal perwujudan ketahanan pangan. Dengan yang demikian, maka pihaknya tinggal melanjutkan kegiatan penanaman sayuran, yang mampu dimanfaatkan oleh anggota. “Peningkatan tetap dilakukan, dan dengan penanaman sayuran ini maka 18 petugas termasuk saya juga dapat memanfaatkannya di kebutuhan harian,” jelasnya.

Diceritakan, sebenarnya dulu pernah ada yang bilang kalau tanaman bakalan mati sebelum berbuah. Karena, tanah yang digunakan adalah tanah padas yang dianggap tak cocok untuk bercocok tanam. Namun pernyataan itu ditepis dengan hasilnya yang melimpah. “Meski berbuah banyak namun kendala masih juga banyak. Seperti serangan hama tikus, yang banyak merusak tanaman yang ada. Khususnya tanaman kangkung,” ujarnya.

Selain hama, curah hujan tinggi, juga mampu merusak sebagian lahan tanaman. Sehingga belakangan produksi panen mengalami penurunan jumlah.

Editor : Akrom Hazami

 

Staf Khusus Panglima TNI Mendadak Berkunjung ke Smansa Purwodadi

 Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana SMAN 1 (Smansa) Purwodadi mendadak heboh, Sabtu (7/1/2017). Hal ini terkait adanya tamu istimewa ke sekolah tersebut. Tamu istimewa ini merupakan perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Namanya, Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI.

Kehadiran perwira dengan pangkat bintang satu dipundak itu dalam rangka memberikan motivasi pada siswa Smansa. Perwira ini juga menyampaikan pemahaman pada siswa tentang arti pentingnya bela negara dan cinta tanah air.

Penyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas itu ditanggapi dengan serius oleh ratusan siswa yang duduk lesehan di aula Smansa. Beberapa siswa bahkan terlihat ada yang sempat mencatat materi yang disampaikan dalam blocknote.

Sebelumnya, sempat terjadi kehebohan ketika tamu ini memperkenalkan jati diri. Ternyata, perwira tinggi TNI ini asalnya dari Grobogan. Tepatnya, dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Desa ini berada sekitar 5 km di sebelah timur kota Purwodadi.

Tidak lama kemudian, ratusan siswa bertepuk tangan hampir bersamaan. Ini setelah Adi mengungkapkan kalau dirinya merupakan alumni dari Smansa tahun 1980. “Wah, hebat. Ternyata Jenderal ini orang Grobogan dan alumni Smansa,” kata beberapa siswa dengan nada bangga.

Usai mengenalkan jati diri, Adi juga sempat menceritakan riwayat tugasnya selama menjadi anggota TNI. Sejak berkarir di TNI mulai 27 September 1987, Adi pernah bertugas di berbagai tempat. Mulai dari Bandung, Jakarta, Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan hingga Papua.

Setelah acara selesai, suasana di aula juga masih heboh lagi. Pasalnya, banyak siswa yang berebut untuk bisa foto bersama. Dengan ramah, Adi melayani permintaan foto bareng siswa dan para guru. “Kebetulan, saya sedang pulang kampung karena pas ada acara keluarga. Kemudian, teman-teman meminta saya untuk memberikan penyuluhan pada siswa. Hari ini, saya di SMAN 1 dan kemarin sempat juga di SMPN 1 Purwodadi. Saya merasa senang bisa dilibatkan untuk memberikan motivasi pada adik-adik,” kata perwira yang tanggal lahirnya bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda itu.

Menurut Adi, saat ini banyak persoalan yang menimpa generasi muda. Seperti masalah kenakalan, menurunnya jiwa nasionalisme, pergaulan bebas dan narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian serta penanganan dari banyak pihak.

“Kepada adik-adik selalu saya tekankan untuk menjauhi kegiatan yang tidak membawa manfaat. Mereka harus fokus belajar karena nantinya akan jadi generasi penerus bangsa. Dengan belajar sungguh-sungguh apa yang mereka cita-citakan akan lebih mudah tercapai. Saya berharap, kedatangan singkat ini bisa membawa manfaat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Smansa Purwodadi Bidang Kesiswaan Ambar Susilowati menyatakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kesediaan Brigjen Adi Sudaryanto yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan pengarahan pada para siswa.

“Saat tahu beliau pulang kampung, kami langsung menghubungi supaya bisa menyempatkan waktu ke Smansa. Ternyata, beliau bersedia dan kami merasa mendapat kehormatan dan anak-anak juga merasa senang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Areal Padi Diserang Wereng, Tentara Grobogan Beraksi

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, sedang melakukan penanganan hama wereng yang menyerang tanaman padi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan tak biasa terlihat di areal persawahan Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jumat (6/1/2016). Sejumlah anggota TNI yang berbaur dengan para petani setempat untuk menyemprot tanaman padi. Penyemprotan itu dilakukan lantaran ada sebagian tanaman yang mulai diserang hama wereng.

Kepala Desa Karangrejo Sri Hartati mengatakan, areal tanaman padi yang diserang wereng belum begitu luas. Namun, pihaknya langsung melaporkan serangan hama pada petugas penyuluh lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian TPH Grobogan.

“Serangan wereng ini bisa berkembang cepat kalau tidak segera ditangani. Makanya, begitu ada kabar wereng menyerang, saya langsung koordinasi dengan PPL,” katanya di lokasi.

Menurutnya, laporan yang disampaikan langsung direspons dengan cepat. Selain menyediakan bantuan obat, dinas terkait juga mengajak petani untuk menyemprot tanaman padi yang terkena wereng secara serempak.

“Saya mengucapkan terima kasih dengan cepatnya penanganan yang dilakukan. Dalam penanganan hama wereng, petani juga dibantu anggota Babinsa dari Koramil Sulursari,” imbuhnya.

Sementara itu, PPL Dinas Pertanian TPH Grobogan Mustagfirin menyatakan, pihaknya mengapresiasi cepatnya laporan yang disampaikan para petani berkaitan dengan serangan wereng. Sebab, jika laporannya lebih lambat diterima maka areal yang terserang bisa cepat meluas. Sebab, perkembangan wereng memang berlangsung cepat.

“Areal yang terkena wereng hanya beberapa hektare saja dan tingkat serangannya belum begitu parah. Kita harapkan, dengan penanganan ini hama wereng bisa teratasi,” ungkapnya.

Untuk penanganan wereng tadi, ada sekitar 40 petani yang diajak melakukan gerakan penyemprotan serempak. Selain itu, kegiatan juga didukung sejumlah anggota Koramil Sulursari.

Dengan penyemprotan serempak maka jangkauan penanganan hama bisa lebih luas. Hal ini di sisi lain bisa menekan penyebaran wereng ke areal padi lainnya.

Dijelaskan, tanaman padi yang ada di sawah saat ini umurnya beragam. Yakni, mulai 50-60 hari. Perbedaan umur tanaman ini disebabkan tidak serempaknya masa tanam yang dilakukan petani.

Editor : Akrom Hazami

Hari Infanteri, Kodim 0718/Pati Sabet Tiga Piala Lomba Peleton Beranting

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati menyabet tiga piala sekaligus dalam lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Tiga piala juara pertama itu diserahkan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Jony Supriyanto kepada Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma di Depo Pendidikan Latihan Tempur, Klaten, Senin (19/12/2016).

Piala diserahkan di sela-sela upacara Hari Infanteri, setelah sebelumnya dilaksanakan jalan kaki seluruh korp infanteri dari jajaran Kodam IV/Diponegoro berjumlah seribu pasukan. Pada saat lomba, start dimulai dari Jepara dan berakhir di Klaten.

“Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya sudah menjadi tradisi di setiap peringatan Hari Infanteri. Kodim yang dilalui lomba peleton beranting, antara lain Jepara, Pati, Purwodadi, Sragen, Boyolali, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Kami ucapkan apresiasi kepada satuan kewilayahan yang sudah menggelar peleton beranting, terutama dalam penyambutan dan pengerahan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Jony Supriyanto.

Sementara itu, Letkol Inf Andri mengaku bangga kepada masyarakat Pati yang sudah mendukung kegiatan peleton beranting hingga Kodim 0718/Pati menyabet semua tiga penilaian sekaligus. Tiga piala juara pertama yang diraih, yakni lomba peleton beranting, lomba penilaian pasukan linmas pengiring peleton beranting, dan lomba penilaian pasukan Satpol PP sebagai pengiring peleton beranting.

“Kegiatan peleton beranting yang dimulai dari Cluwak hingga Sukolilo tidak akan sukses tanpa dukungan masyarakat Satpol PP dan linmas. Mereka menyempatkan waktu untuk mengiringi pasukan inti dengan ikut berjalan kaki kurang lebih enam kilometer,” tuturnya.

Selain partisipasi Satpol PP dan Linmas, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) juga ikut terlibat. Di antaranya, Pemuda Pancasila, FKKPI, Banser, Senkom, PSHT, PPM, anak-anak sekolah drum band dan pramuka, serta komunitas Jeep yang menyambut peleton beranting dengan meriah.

Penghargaan berupa piala yang diterima Kodim 0718/Pati diakui sebagai wujud kebersamaan masyarakat Pati dalam menjaga ketentraman dan keutuhan wilayah Pati. Dia berharap, kebersamaan tersebut bisa terbangun di berbagai bidang. Integritas dan kebersamaan dinilai menjadi upaya untuk membangun Pati menuju kesejahteraan.

Editor : Kholistiono

Waspadai TNI Gadungan di Kudus

tni e

Kanan (Danunit Intel Kodim, Lettu Inf Muhilisin) Kiri (Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma). (MuriaNewsCom/Edy Suriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – TNI meminta warga Kudus mewaspadai aksi penipuan yang menyamar anggota. TNI mendapati tindakan itu marak, akhir-akhir ini.

Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma didampingi Danunit Intel Kodim Lettu Inf Muhlisin mengatakan, masyarakat harus berani menanyakan identitas oknum yang mengaku TNI. “Bila tidak berani atau sungkan menanyakan identitasnya, maka bisa melaporkan ke babinsa setempat,” katanya.

Pihaknya berpendapat jika oknum yang mengaku sebagai TNI tersebut dimungkinkan karena pernah mempunyai sakit hati tehadap kesatuan TNI.

Misalnya saja, yang bersangkutan tidak diterima sebagai anggota atau gagal, atau juga sebab lain. Karenanya, Gunawan akan koordinasi dengan jajarannya agar memantau hal tersebut.Termasuk, pihaknya akan koordinasi dengan babinsa, dan koramil di wilayah masing masing.

“Agar semua terpantau dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kurangi Kriminalitas, TNI dan Polisi Akan Bantu FKDM

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kudus Subarkah melalui angotanya Agus Hari Ageng mengatakan, pihaknya meyakini bahwa tugas FKDM untuk memantau kondisi suatu desa atau wilayah yang terindikasi ada tindak kriminalitas itu memang tidak mudah.

Oleh karenanya, FKDM ini berencana akan bekerjasama dengan pihak TNI dan polisi, supaya dapat memberikan arahan dan pendidikan terhadap organisasi tersebut.

“Memang memantau kondisi wilayah itu tugas intelijen. Akan tetapi, masyarakat biasa juga harus ikut serta menciptkan kenyamanan. Oleh sebab itu, selain meminta petunjuk Kesbangpol, kita juga akan berkoordiansi dengan babinsa dan Babinkamtibmas. Selain itu, rata rata anggota FKDM juga mengusulkan organisasi ini bisa mendatangkan pihak terkait untuk bisa diberi arahan,” katanya.

Yang terpenting ialah bagaimana tugas meningkatkan kewaspadaan bisa dilakukan. Supaya masyarakat juga bisa sama-sama saling waspada, dan saling menginformasikan permasalahan yang ada.
Diketahui, 15 orang anggota FKDM Kudus selalu berkoodinasi juga dengan Kesbangpol. Tujuan koordinasi itu sebagai bentuk tugas menjaga masyarakat.

“Yang jelas koordinasi terus dilakukan. Supaya bisa sama-sama menciptakan kewaspadaan di lingkungan.

Editor : Akrom Hazami

Ini Pesan Pangdam IV Diponegoro Ketika Berkunjung ke Pati

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi (kedua dari kiri) tengah mengecek alat pertanian di Kodim 0718/Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi (kedua dari kiri) tengah mengecek alat pertanian di Kodim 0718/Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom,Pati – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi mengunjungi Pati, Kamis (11/2/2016). Kunjungan di Pati ini baru pertama kali dilakukan Mayjen TNI Jaswandi, sejak dirinya menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro pada 25 Juli 2015 lalu.

Dalam kunjungannya, Mayjen TNI Jaswandi memberikan pesan kepada ratusan perwira dan anggota TNI supaya selalu bersyukur dan berterima kasih kepada negara. Dengan begitu, tentara akan selalu berbuat baik, tidak bertindak yang mencederai diri sendiri, keluarga, serta satuan.

“Kalau kita selalu bersyukur dan berterima kasih kepada negara, kita akan selalu melakukan tindakan terpuji, tidak mencerai diri sendiri, keluarga dan satuan, bekerja dan melaksanakan tugas yang baik, serta bisa memanfaatkan kelebihan pada masing-masing teritorial,” pesannya.

Pihaknya juga meminta agar setiap anggota TNI mesti bisa menjalin hubungan yang baik kepada seluruh lapisan masyarakat. “Kalau ada prajurit yang disersi, itu berarti salah alamat untuk menjadi TNI,” tambahnya.

Usai memberikan materi, Mayjen TNI Jaswandi melakukan pengecekan pada alat-alat pertanian di Kodim 0718/Pati yang diperoleh dari kementerian, setelah berhasil meraih juara empat nasional pembinaan teritorial.

Tak semua daerah mendapatkan bantuan alat pertanian. Di Jawa Tengah, hanya tiga kabupaten yang mendapatkan bantuan, yakni Pati, Sukoharjo dan Cilacap.

Editor : Kholistiono

Tendang Jurnalis, Anggota Sub Denpom Pati Minta Maaf

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Sub Denpom Pati Sukono (kiri) bersama komandannya, Wawan Adji Prasetyo (tengah) dan jurnalis Metro TV Hasanudin sepakat untuk damai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sukono, anggota Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pati yang melakukan penendangan tripod kamera jurnalis dalam peliputan autopsi di TPU Desa Winong, Kecamatan Pati akhirnya meminta maaf. Hal itu dilakukannya saat sejumlah jurnalis mendatangi Markas Sub Denpom Pati, Rabu (6/1/2016).

Ia mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. Permintaan maaf disaksikan Komandan Sub Denpom IV/3-2 Pati Wawan Aji Prasetyo.

Dalam keterangannya, Sukono mengaku membantu pengamanan autopsi, karena ia diperintahkan untuk mengamankan agar gambar mayat yang diautopsi tidak boleh diambil wartawan. Karena itu, ia meminta kepada sejumlah jurnalis untuk memahami tugas yang dilakukan.

“Kami bantu pengamanan autopsi karena aturannya tidak boleh diambil gambarnya. Saya minta maaf kalau memang ada salahnya dalam melakukan pengamanan,” kata Sukono.

Sementara itu, Hasanudin, jurnalis Metro TV yang sempat ditendang tripodnya saat melakukan liputan autopsi mengaku sudah menerimakan permintaan maaf dari Sukono. Hanya saja, ia meminta agar kejadian itu tidak terulang lagi.

“Kami sambut baik adanya itikad baik dari pihak Sub Denpom Pati yang sudah meminta maaf. Ke depan, kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tugasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Terancam Gagal Panen, Begini Aksi Heroik Pak TNI Blora

Babinsa Koramil 14/Todanan melakukan aksinya di sawah. (ISTIMEWA)

Babinsa Koramil 14/Todanan melakukan aksinya di sawah. (ISTIMEWA)

 

BLORA – Di lahan seluas satu hektare (Ha) milik Daryanto, Poktani Makmur, terancam gagal panen. Ini desebabkan selain kurangnya pengairan, lahan tersebut lahan tadah hujan. Sedangkan musim hujan tahun ini sementara belum merata.

Perlu kerja keras untuk mempertahankan tanaman padi tersebut, yakni Serda Supari Babinsa Koramil 14/Todanan terjun ke lapangan, mereka bersama Daryanto, Ketua Poktani Makmur Dukuh Soronini, Desa Sonokulon, Kecamatan Todanan Blora melakukan pengairan di lahan tanaman padi seluas satu hektare yang hampir mengering.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan pengairan, sambil menunggu hujan turun, pengairan diambilkan dari sumur patek yang ada di sekitar lahan dengan cara, menarik selang sepanjang puluhuan meter. Ini usaha sementara yang harus dilakukan,” kata Babinsa Serda Supari, Kamis (31/12) di rilis pers yang dikirim.

Terpisah, Daryanto pemilik Lahan, menyatakan terima kasih kepada Babinsa Serda Supari yang berperan aktif membantu kesulitan masyarakat desa setempat. “Ini perlu dipertahankan,” ujarnya. (AKROM HAZAMI)

Puluhan TNI di Pati Ini Piawai Menabuh Rebana

Puluhan anggota TNI menabuh rebana pada peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan anggota TNI menabuh rebana pada peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Puluhan prajurit TNI Kompi Senapan C Yonif Alugoro Pati yang tergabung dalam Tim Rebana Al Mantap menabuh rebana dalam pengajian memperingati Maulid Nabi di Markas Militer Alugoro, Jalan Pati-Tayu Km 1, Rabu (30/12/2015) malam.

Mereka berseragam prajurit, berkalung surban, dan piawai dalam menabuh rebana dengan melantunkan sholawat nabi. “Sebelum pengajian digelar, Tim Rebana Al Mantap Alugoro melantunkan sholawat nabi. Prajurit juga menjadi bagian dari masyarakat religius,” kata Koordinator Lapangan Pengajian Maulid Nabi Alugoro Bagus Nanang Novianto kepada MuriaNewsCom.

Pengajian yang diikuti sekitar 200 TNI alugoro, 50 TNI dari Kodim 0718 /Pati, 100 polisi, dan masyarakat umum tersebut menghadirkan KH Kusfur Faiz untuk ceramah tentang sejarah dan keteladanan nabi Muhammad.

“Nabi Muhammad bukan hanya memiliki akhlak yang agung, tetapi juga kepiawaian dalam bela negara. Dengan mengetahui sejarah itu, kami berharap bisa meneladani kisah nabi,” imbuhnya.

Selain itu, pengajian maulid nabi itu menjadi cara bagi TNI Alugoro untuk mempererat silaturahmi antara TNI, Polri, dan masyarakat. “Selain meneladani nabi, ini menjadi cara bagi kami untuk menyatukan dan mempererat hubungan yang baik antara TNI, Polri dan masyarakat,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

TNI Blora Turun ke Sawah Perangi Hama Blas

Babinsa Banjarejo memberikan penyuluhan bersama UPTD Pertanian Banjarejo, antisipasi hama blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Babinsa Banjarejo memberikan penyuluhan bersama UPTD Pertanian Banjarejo, antisipasi hama blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Serda Sabar Harjono Babinsa Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora bekerjasama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan dan Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Pertanian kecamatan Banjarejo turun ke sawah. Kegiatan tersebut untuk memberikan penyuluhan dengan melakukan penyemprotan tanaman padi di lahan seluas 2,5 hektare, milik Daman dan Narto kelompok tani Dukuh Temboro, Desa Sumberagung, Kecamatan Banjarejo, Blora. Selasa (22/12/2015).

Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi padi adalah penyakit padi, salah satunya adalah penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Penyakit blas yang lazim disebut tekek (cekik) ini dapat menurunkan hasil secara nyata. Karena menyebabkan leher malai terganggu dan banyak terbentuk bulir padi hampa. Gangguan penyakit blas leher di daerah endemis, sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso.

”Adapun faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas diantaranya adalah iklim makro dan mikro, musim, suhu dan kelembapan, cara budidaya, lokasi, waktu tanam, dan varietas padi,” Jelas Mulyono Kepala UPTD Pertanian Banjarejo.

Terpisah Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Sukemi mengimbau dan mengajak para petani untuk selalu bekerjasama dan koodinasi dengan Babinsa, PPL, dan UPTD. Danramil berharap di kegiatan peyemprotan ini harus tuntas. Agar panen nantinya mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak gagal panen.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Barokah Jaya, Kasturi, mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya Babinsa Koramil 03/Banjarejo Sabar Harjono, yang selalu aktif memberikan penyuluhan juga contoh kepada petani di desa ini. ”Tata cara melaksanakan penanggulangan hama pada tanaman padi agar tahan terhadap serangan hama,” tutur Kasturi. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Sanksi Sudah Menunggu Anggota TNI yang Tidak Netral Dalam Pilkada

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa mengingatkan semua anggota TNI agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada.

Hal itu dilontarkan Danrem saat melangsungkan kunjungan ke Makodim 0717/ Purwodadi untuk memberikan pengarahan sekaligus memperkenalkan diri.

”Anggota harus bersikap netral. Tugas mereka hanya mengamankan jalannya Pilkada serentak nanti. Kalau ada anggota yang tidak netral, pasti akan ada sanksi berat,” tegasnya.

Sejumlah pejabat hadir menyambut kunjungan Danrem. Antara lain, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto dan pimpinan SKPD lainnya serta sejumlah pejabat.

Sementara itu, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning menambahkan, dalam pengamanan Pilkada nanti, pihaknya mengerahkan 130 anggota. Mereka nantinya akan membantu petugas pengamanan dari Polres Grobogan.
“Anggota nanti ada yang membantu pengamanan di tempat pemungutan suara, Kantor KPU Grobogan maupun tempat-tempat rawan terjadinya gesekan. Kami minta semua pasukan fokus melakukan pengamanan,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)