Puluhan Prajurit TNI AD di Pati Dilatih Seni Bela Diri Yongmoodo

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati terlihat tengah melakukan latihan seni bela diri yongmoodo di markas setempat, Rabu (26/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI AD dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati dilatih seni bela diri yongmoodo di markas setempat, Rabu (26/7/2017).

Mereka dilatih untuk meningkatkan ketangkasan prajurit dalam melaksanakan tugas di satuan teritorial. “Yongmoodo merupakan jenis ketangkasan yang wajib dimiliki setiap prajurit TNI AD,” ucap Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suyani.

Dia menyebutkan, seni bela diri yongmoodo berasal dari Korea Selatan yang cocok digunakan untuk anggota militer. Setiap prajurit TNI AD harus punya ketangkasan bela diri untuk meningkatkan fisik, sehingga bisa diandalkan saat bertugas.

Pelatih yongmoodo sendiri merupakan anggota Kodim yang berkualifikasi sabuk hitam. Tak hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, latihan seni bela diri yongmoodo akan menjadi bekal pada setiap kejuaraan daerah (kejurda).

Latihan yang dipimpin Serda Priyanto dan Serda Handik tersebut diawali dengan gerakan peregangan dan pemanasan. Anggota lantas berlari mengelilingi markas, sebelum mengikuti latihan inti.

“Anggota yang ikut latihan usianya sudah tidak lagi muda. Namun, kami sangat mengapresiasi semangatnya dalam berlatih saat mengikuti instruksi dari pelatih sabuk hitam,” kata Serda Priyanto.

Tak hanya melatih anggota TNI, Serda Priyanto kerap melatih seni bela diri kepada siswa maupun atlet yongmoodo. Dia berharap, seni bela diri menjadi bekal untuk meraih prestasi di bidang olahraga maupun membela diri dari tindak kejahatan.

Editor : Kholistiono

TNI-Polri Gelar Simulasi Penanganan Bencana di Sungai Juwana

Petugas gabungan melakukan simulasi penanggulangan bencana di kawasan Sungai Silugangga, Juwana, Rabu (19/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI dan Polri menggelar simulasi penanganan bencana di sepanjang alur Sungai Silugangga, Juwana, Pati, Rabu (19/7/2017).

Simulasi penanggulangan bencana tersebut melibatkan pasukan gabungan dari Kodim 0718/Pati, pasukan pengendali massa (dalmas) Polres Pati, Satuan Polisi Air, Basarnas, BPBD dan BNPB. Salah satu bagian simulasi terpenting, di antaranya meminimalisasi korban bencana.

Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suryani mengatakan, simulasi penanggulangan bencana diperlukan kesiapsiagaan pananganan secara sistematis, terpadu dan terkoordinasi. Hal itu untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana.

“Tim SAR menjadi penggerak awal kejadian bencana. Mereka juga mendukung kegiatan penanggulangan bencana seperti bantuan teknis, manajemen, peralatan dan dukungan logistik. Analisa situasi di daerah bencana juga tugasnya,” kata Kapten Inf Suryani.

Sementara itu, Kapolsek Juwana AKP Sumarni menegaskan, simulasi menjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan Tim SAR dalam menanggulangi bencana, terutama bencana kebakaran kapal dengan lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Karena itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan tim. “Insiden kebakaran kemarin membuat kita berpikir keras untuk melakukan rekayasa supaya Tim SAR bisa menjangkau lokasi, meski tidak ada akses untuk mencapai lokasi kebakaran,” ucap AKP Sumarni.

Dia berharap, simulasi penanggulangan bencana dapat meningkatkan kemampuan Tim SAR bila sewaktu-waktu diterjunkan ke daerah bencana dengan lokasi yang sulit dijangkau sekalipun. Ada tujuh tim yang dibentuk dalam simulasi tersebut, yakni tim pemadam, tim SAR, tim pengamanan lokasi, tim pam jalur, tim evakuasi, tim lokalisir, dan tim pengamanan barang.

Editor : Kholistiono

Anggota TNI di Pati Salurkan ‘Sembako Lebaran’ untuk Fakir Miskin

Anggota Kodim 0718/Pati menyalurkan zakat beras kepada pengelola untuk diserahkan kepada fakir miskin, Selasa (20/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI AD dari Kodim 0718/Pati menyalurkan bantuan zakat kepada fakir miskin di lima desa di Pati, Selasa (20/6/2017).

Kelima desa yang menjadi sasaran penyaluran zakat, antara lain Desa Plangitan, Ngarus, Rendole, Sendangsani, dan Sugiharjo. Ada 2,5 ton beras yang disalurkan, masing-masing mendapatkan 5 kilogram.

Pelda Susanto yang menyalurkan beras tersebut mengungkapkan, sembako mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran. Bantuan berupa beras diharapkan bisa meringankan beban fakir miskin di tengah kenaikan harga sembako.

“Ada banyak cara yang dilakukan Kodim 0718/Pati untuk meringankan beban warga di tengah kenaikan harga sembako. Selain mendukung pemerintah mendirikan pasar murah, penyaluran zakat beras juga untuk meringankan beban mereka. Ini sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dalam lingkup yang kecil,” ucap Pelda Susanto.

Dia sadar, umat Muslim membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam merayakan Lebaran. Selain dipicu kenaikan harga, penyebabnya bisa diakibatkan tingkat kebutuhan yang terlalu tinggi.

“TNI ingin memiliki rasa kebersamaan dengan masyarakat. Instruksi dari pusat, TNI akan terus berupaya manunggal dengan rakyat melalui berbagai cara, termasuk membantu orang tidak mampu yang ada di sekitarnya,” tuturnya.

Dia berharap, bantuan zakat sembako bisa dimanfaatkan para fakir miskin dengan baik. Meski diakui tidak seberapa, tetapi penyaluran zakat diharapkan bisa membantu meringankan kebutuhan Lebaran.

Editor : Kholistiono

Ratusan Prajurit TNI AD di Pati Digembleng Menembak

Anggota TNI AD menggelar latihan menembak di lapangan tembak, Margorejo, Pati, Selasa (23/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 150 prajurit TNI AD di Pati digembleng untuk mahir menembak. Latihan digelar di lapangan tembak di Desa Banyuurip, Margorejo, Selasa (23/5/2017).

“Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan anggota TNI AD dalam teknik menembak. Untuk saat ini, mereka dilatih menggunakan senjata ringan,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Setiap anggota TNI, lanjutnya, harus punya kemahiran dan ketangkasan dalam menggunakan senjata api. Hal itu untuk melakukan pertahanan demi keamanan dan kedaulatan NKRI.

Dalam latihan tersebut, masing-masing prajurit dibekali senapan M16 jarak seratus meter. Mereka juga diberikan senjata pistol jenis FN berjarak 15 meter.

Setiap anggota TNI AD memang sudah punya kemampuan dalam olah senjata api. Sebab, saat bertugas di batalion sudah diajarkan teknik menembak yang jitu dan tepat sasaran.

Hanya saja, latihan dinilai perlu untuk meningkatkan kemampuan menembak. “Seperti pisau yang harus selalu diasah agar ketajamannya tetap terjaga. Begitu juga anggota TNI, kemampuan olah senjata harus terus dilatih supaya lebih mahir,” imbuhnya.

Bagi orang awam, menembak titik target dengan jarak seratus meter tanpa dibekali lensa sangat sulit. Berbeda dengan anggota TNI AD, mereka harus bisa mengenai target berupa lingkaran berjarak seratus meter tanpa menggunakan bantuan lensa.

Editor : Kholistiono

Prajurit TNI Pati Juarai Lomba Beladiri Tingkat Jateng

Serda Sutikno (dua dari kanan) dalam Kejurda Senior Beladiri Yongmoodo Pemrov Jateng 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI asal Pati, Serda Sutikno yang bertugas sebagai bintara pembina desa (babinsa) Koramil 02/Juwana menyabet peringkat tiga dalam kompetisi Kejurda Senior Beladiri Yongmoodo Pemrov Jateng 2017.

Prajurit kelahiran Pati, 9 Mei 1983 ini mendapatkan juara tiga kelas 85 kilogram, setelah bersaing dengan ratusan puluhan prajurit se-Jawa Tengah. Prestasinya pun mendapatkan pujian dari Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

“Saya cukup bangga, karena dia bisa meraih peringkat tiga se-Jawa tengah meski minim latihan, lantaran banyaknya tugas sebagai babinsa. Prestasi ini harus dicontoh bagi anggota TNI lainnya supaya bisa berprestasi sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki, terutama beladiri,” ujar Letkol Inf Andri, Rabu (26/4/2017).

Dia berharap, prestasi yang sudah diraih Serda Sutikno di bidang olahraga beladiri Yongmoodo bisa dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan. Dia juga meminta agar ilmu beladirinya itu bisa diajarkan kepada masyarakat, seperti di lingkungan sekolah.

Dengan begitu, ilmu beladiri yang dimiliki bisa memberikan manfaat kepada orang lain untuk pertahanan diri. “Kami ucapkan terima kasih, karena dia sudah membawa nama baik satuan,” tukas Komandan Koramil 02/Juwana Kapten Inf Yahudi.

Sementara itu, Serda Sutikno mengaku suka dengan olahraga beladiri Yongmoodo karena sesuai dengan keterampilan yang harus dimiliki prajurit TNI AD. Yongmoodo memadukan antara beladiri karate, judo taekwondo, dan jujitsu.

Ketiga keterampilan bela diri itu dipadukan dalam Yongmoodo, sehingga cocok menjadi skill yang harus dimiliki prajurit TNI. “Beladiri bukan untuk gaya-gayaan, apalagi melukai orang lain. Beladiri sebagai pertahanan diri dan menyebar perdamaian,” ucap Serda Sutikno.

Editor : Kholistiono

Tinggal di Rumah Bambu di Pekarangan Tetangga, Rumah Janda Asal Juwana Ini Direnovasi TNI

Anggota TNI dan masyarakat gotong-royong membangun rumah Ngatini, seorang janda asal Langenharjo, Juwana yang semula tinggal di rumah tidak layak huni. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang janda beranak tiga, Ngatini (48), warga Desa Langenharjo RT 2 RW 1, Kecamatan Juwana, Pati harus rela tinggal di rumah bambu yang berada di pekarangan rumah tetangga. Ngatini hidup dalam keterbatasan ekonomi dan rela bekerja apa saja untuk menyambung kebutuhan hidupnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ngatini menunggu tetangganya menyuruh untuk melakukan pekerjaan. Dari itu, dia bisa bertahan hidup di sebuah rumah yang sebetulnya tidak layak huni.

Rumah bambu Ngatini yang menumpang di pekarangan tetangga berukuran 3×4 meter. Tidak hanya sempit, kondisi rumah Ngatini juga sangat parah. Bahkan, kanan kirinya harus disangga kayu karena mau roboh.

Beruntung, ada seorang anggota TNI AD yang melihat kondisi rumah Ngatini. Babinsa setempat, Serda Sutadi melaporkan kondisi Ngatini kepada komandannya, Danramil 02/Juwana Kapten Arh Sumariyono.

“Untuk melihat langsung kondisinya, kami langsung berpatroli. Setelah melihat kondisinya, kami memutuskan untuk merencanakan renovasi rumah ibu Ngatini. Kondisinya sangat menggugah hati kami,” ungkap Kapten Arh Sumariyono, Kamis (16/3/2017).

Rumah Ngatini akhirnya direnovasi dengan program karya bakti TNI dengan melibatkan sepuluh anggota dan masyarakat sekitar 20 orang. Mereka membangun rumah Ngatini yang hidup sendirian di rumah tersebut.

“Beruntung sekali, masyarakat sekitar juga sangat peduli. Mereka menyumbang bahan-bahan material yang diperlukan untuk membangun rumah Ibu Ngatini,” tuturnya.

Ngatini sendiri tidak bisa berkata apa-apa saat dimintai keterangan. Dia sangat terharu dengan anggota TNI AD dan masyarakat sekitar yang sudah sudi menyumbangkan tenaga dan material untuk membangun rumahnya yang sudah tidak layak huni.

Editor : Kholistiono

Tanggul Sungai Glonggong Pati Jebol Diterjang Banjir Bandang, Guru dan TNI Kerja Bakti

Sejumlah anggota TNI memperbaiki tanggul Desa Glonggong, Jakenan yang jebol akibat diterjang banjir, Senin (6/3/2017). Perbaikan dilakukan menggunakan karung berisi tanah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tanggul sungai di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Pati, jebol saat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Untuk menanggulangi banjir susulan akibat tanggul jebol, sejumlah guru, masyarakat setempat, dan anggota TNI dari Koramil 05/Jakenan melaksanakan kerja bakti, Senin (6/3/2017).

Mereka melakukan perbaikan tanggul yang jebol sepanjang delapan meter dengan lebar tiga meter. Perbaikan tanggul jebol menghabiskan sedikitnya 418 karung berisi tanah.

“Kami sudah meninjau pada saat banjir bandang berlangsung Sabtu (4/3/2017) lalu. Namun, tingginya arus banjir tidak memungkinkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Karenanya, kita bersama-sama memperbaiki tanggul saat banjir mulai surut,” ujar Danramil 05/Jakenan Kapten Kav Sukandar.

Sementara itu, Kepala Desa Glonggong Rukin Prasetyo menuturkan, banjir yang melanda desanya sempat setinggi paha orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga sempat lumpuh sementara, karena akses jalan yang digunakan warga digenangi banjir.

Menurutnya, banjir bandang berasal dari kiriman di wilayah selatan. Banjir yang mengalir di sungai tersebut meluber hingga menggenangi kawasan pemukiman dan jalan. “Ini banjir kiriman di wilayah selatan yang masuk ke wilayah timur,” ungkap Rukin.

Adapun ratusan karung berisi tanah yang digunakan untuk memperbaiki tanggul, diambil dari swadaya masyarakat. Dia berharap, ratusan karung yang digunakan sebagai tanggul bisa mengatasi kemungkinan adanya banjir bandang susulan sehingga tidak meluber ke kawasan jalan dan pemukiman.

Editor : Kholistiono

Istri TNI di Pati Ikuti Sosialisasi Bahaya Kanker Serviks

Sejumlah istri anggota TNI di Pati mendonorkan darahnya, sebelum mengikuti sosialiasi bahaya kanker serviks di Makodim Pati, Jumat (3/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 250 istri anggota TNI di Pati yang tergabung dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana 39 mengikuti sosialisasi bahaya kanker serviks di Aula Suluh Bakti Makodim 0718/Pati, Jumat (3/3/2017).

Kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persit ke-71, sekaligus memberikan pemahaman kepada istri TNI untuk selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari bahaya kanker serviks. “Kanker serviks bisa mengancam setiap wanita, baik muda maupun tua. Karena itu, butuh pengetahuan untuk menghindarinya,” kata Ketua Persit Pati Ny Andri Amijaya Kusuma.

Sosialiasi tersebut menghadirkan dr Arif, seorang pakar kesehatan. Ia menjelaskan, kanker serviks biasanya disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, gonta-ganti pasangan seksual, melahirkan, minum pil keluarga berencana (KB) selama lebih dari lima tahun, hubungan seksual terlalu dini, dan merokok.

“Salah satu indikasi seorang wanita terkena kanker serviks, terjadi pendarahan pada alat kelamin setelah melakukan hubungan seksual di luar masa menstruasi. Bila seorang wanita terdapat gejala ini, sebaiknya waspada dan memeriksakan kepada dokter spesialis,” kata dr Arif.

Selain mengikuti sosialisasi bahaya kanker serviks, istri anggota TNI juga mendonorkan darahnya untuk aktivitas kemanusiaan. Sedikitnya 62,5 liter darah dari 250 istri TNI didonorkan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Editor : Kholistiono

Anggota TNI Bersih-bersih Desa di Sukoharjo Pati

Anggota TNI dari Koramil 07/Wedarijaksa dan masyarakat membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim hujan tampaknya mulai berakhir. Intensitas hujan mulai menurun, kendati beberapa kali hujan dalam skala ringan masih terjadi. Akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah daerah yang tidak terdampak banjir, banyak ditumbuhi rumput liar yang mengganggu tanaman. Kondisi itu yang mengundang anggota TNI dan masyarakat untuk membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017).

Komandan Koramil 07/Wedarijaksa Kapten Inf Kambali mengatakan, rumput liar berpotensi mengganggu pohon yang ditanam di pinggiran jalan. Selain itu, keberadaan rumput liar mengganggu keindahan dan kenyamanan tata ruang desa.

“Kegiatan bersih-bersih rumput liar ini menjadi salah satu program kerja karya bakti mandiri TNI dengan rakyat. Anggota TNI saat ini memang tidak hanya bertugas untuk pertahanan dan keamanan saja, tetapi juga menyatu dan guyub rukun dengan masyarakat,” kata Kapten Inf Kambali.

Sedikitnya ada 22 personel yang ikut membersihkan rumput liar, sebelas personel dari Koramil Wedarijaksa, 12 orang dari pemerintah desa, dan sembilan orang dari penduduk setempat. Mereka bergotong-royong membersihkan rumput liar di pinggir jalan desa sepanjang 300 meter.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut bersama-sama melaksanakan program kerja karya bakti mandiri TNI dengan bersih-bersih desa. Desa yang bersih akan membuat masyarakat yang sehat. Karena itu, selain membersihkan rumput liar, kami juga membersihkan sampah di sekitar jalan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengagendakan hal yang sama di sejumlah desa di Kecamatan Wedarijaksa. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menggugah masyarakat untuk peduli pada lingkungan. Sebab, lingkungan yang bersih membuat masyarakat sehat sehingga pembangunan akan berjalan baik.

Editor : Kholistiono

TNI Bagikan Ribuan Nasi Bungkus kepada Korban Banjir di Pati

Anggota TNI AD dan relawan mendistribusikan ribuan nasi bungkus kepada korban banjir di tiga kecamatan di Pati, Selasa (14/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI dari Kodim 0718/Pati membagikan 1.600 nasi bungkus kepada korban banjir di Kecamatan Juwana, Gabus, dan Sukolilo, Pati, Selasa (14/2/2017). Pembagian nasi bungkus gelombang kedua tersebut dilakukan lima orang anggota TNI AD, enam orang FKPPI, enam orang BPBD, dan dua orang relawan.

Warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana mendapatkan 500 bungkus nasi, Kecamatan Gabus mendapatkan 400 nasi bungkus, dan Kecamatan Sukolilo mendapatkan 700 nasi bungkus. Prosentase pembagian nasi bungkus tersebut disesuaikan dengan jumlah warga yang terkena banjir.

Letda Inf Wanto yang memimpin pembagian nasi bungkus mengatakan, warga terdampak banjir banyak yang tidak masak akibat rumahnya terendam banjir. Terhitung, sudah empat hari beberapa warga tidak masak lantaran genangan air yang masuk ke dalam rumah belum juga surut.

Banjir di Pati Sebabkan Perekonomian Lumpuh Sementara

“Bantuan nasi bungkus ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Meski masih belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi pembagian nasi bungkus setidaknya bisa membantu warga yang kesulitan memasak selama banjir,” ucap Letda Inf Wanto.
Distribusi nasi bungkus sendiri menggunakan perahu, lantaran genangan air di kawasan pemukiman warga cukup tinggi. Sasaran utama pembagian nasi bungkus diberikan kepada warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

“Kami memanfaatkan perahu kayu milik warga untuk mengantarkan nasi bungkus. Kami juga sudah membawa perahu karet yang juga digunakan untuk membagikan nasi bungkus dan mengakses sejumlah titik yang dibutuhkan warga secara darurat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Mengenal Jahari, Prajurit TNI AD yang Jadi Mantri di Desa Kembang Pati

Kopka Jahari, anggota TNI yang menjadi mantri tengah menyunat anak di tempat praktiknya, Desa Kembang, Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kopka Jahari, anggota TNI yang menjadi mantri tengah menyunat anak di tempat praktiknya, Desa Kembang, Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang prajurit TNI AD tidak selamanya hanya berkecimpung di dunia pertahanan dan keamanan. Saat ini, prajurit TNI juga dituntut untuk memiliki beragam kemampuan yang bermanfaat untuk masyarakat di wilayah teritorialnya.

Kopka Jahari, misalnya. Anggota TNI asal Dukuh Sumurtowo RT 6 RW 4, Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati ini menjadi mantri untuk membantu masyarakat yang butuh bantuan medis. Sebab, desa tersebut terbilang cukup jauh dari puskesmas.

“Saya termotivasi dari kondisi kampung saya yang letaknya di pinggir pantai utara dan jauh dari jangkauan medis puskesmas yang jaraknya cukup jauh. Dari kondisi itu, saya termotivasi untuk membantu puskesmas melayani masyarakat dalam hal penanganan di bidang kesehatan,” ujar Kopka Jahari, Kamis (2/2/2017).

Sehari-hari, prajurit berpangkat kopral kepala ini melayani pertolongan pertama kepada masyarakat, mulai dari pemberian pengobatan simtomatis yang sifatnya sementara. Bila pasien tidak kunjung sembuh, ia biasanya menyarankan untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

Tak jarang, Kopka Jahari juga melayani khitanan. “Semoga masyarakat bisa terbantu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Langkah saya menjadi mantri mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pak Dandim Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Pak Danramil dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati. Saya sudah diberikan izin praktik keperawatan,” tuturnya.

Lulusan Akademi Keperawatan (Akper) STIKES Muhammadiyah Kudus ini merintis profesi sebagai mantri sejak 2006. Dia bangga menjadi seorang anggota militer, sekaligus mantri yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Selagi dibutuhkan masyarakat, kami akan selalu melayani masyarakat dengan jiwa merah-putih,” pungkas Kopka Jahari.

Editor : Kholistiono

Kreatif! Babinsa dan Warga Sarirejo Pati Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sampah rumah tangga yang selama ini dibuang dan dibakar, saat ini sudah dimanfaatkan sebagai pupuk yang baik untuk tanaman. Di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, bintara pembina desa (babinsa) Koramil 01/Pati bersama masyarakat mengolah sampah menjadi pupuk organik.

“Kami mendapatkan proyek pengelolaan reuse, reduce, dan recycle (3R) dari pemerintah pusat. Sumber dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui karya cipta Provinsi Jawa Tengah, ujar Babinsa Koramil 01/Pati, Serma Mustofa, Selasa (31/1/2017).

Bantuan tersebut berupa sarana bangunan dan prasarana berupa mesin cacah, ayak, dan dua unit kendaraan roda tiga. Bantuan diberikan untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam mengatasi persoalan sampah, terutama di Desa Sarirejo.

“Kalau proyek sudah selesai, pengelolaan akan diserahkan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM). Program penanganan sampah ini berbasis pada masyarakat, sehingga butuh peran serta dari warga untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Rencananya, KSM akan menyiapkan tempat sampah di masing-masing rumah untuk diambil petugas setiap hari. Masyarakat cukup iuran untuk membantu operasional KSM dan petugas menyediakan dua tempat sampah. Satu tempat untuk sampah organik dan satu tempat untuk sampah anorganik.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah anorganik akan dijual sebagai barang rongsokan untuk didaur ulang. Dengan begitu, semua sampah akan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menanggapi program tersebut, Mardi, warga setempat mengaku senang. Pasalnya, warga selama ini membuang sampah menjadi barang tidak berguna. Warga juga dimudahkan hanya dengan membuang sampah di tempat yang disediakan, lantas diambil petugas.

Dia berharap, program tersebut bisa berjalan baik sesuai dengan rencana. Dengan demikian, persoalan sampah yang selama ini menjadi polemik bisa diatasi. Menurutnya, program itu tidak hanya bisa menjawab problem sampah, tetapi juga berhasil menyulap sampah menjadi barang berdaya guna.

Editor : Kholistiono

Puluhan Polisi dan TNI Kerja Bakti Benahi Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Pati

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas sedang memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Winong, Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan polisi dan TNI menggelar kerja bakti untuk membenahi rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Pati, Selasa (10/1/2017).

Sebanyak 55 personel gabungan yang ikut kerja bakti, terdiri dari 20 personel Polsek Winong, 20 personel Koramil Winong, lima orang dari pemerintah kecamatan dan 10 orang dari Pemerintah Desa Bringinwareng. Kegiatan gotong royong diprioritaskan kepada korban puting beliung yang tidak mampu.

“Bencana angin puting beliung yang terjadi kemarin sore merupakan musibah yang tidak bisa dihindari lagi. Banyak rumah yang atapnya rusak dan genteng berjatuhan, satu di antaranya roboh. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dengan bergotong royong,” kata kepala desa setempat, Mashudi.

Dalam kegiatan gotong royong tersebut, dia memprioritaskan kepada warga yang tidak mampu. Setelah itu, semua rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung dibenahi. Sebelumnya, petugas gabungan dari polisi, TNI, relawan dan warga sudah melakukan evakuasi terhadap rumah yang darurat dan pohon yang bertumbangan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Kodim 0718/Pati dan Satuan Sabhara Polres Pati juga terjun di lapangan untuk ikut kerja bakti. Mereka yang dipimpin Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago tampak bersemangat membantu rumah warga yang rusak.

Belum diketahui secara pasti kerugian material akibat puluhan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Namun, sejumlah pihak memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, angin yang mengamuk Senin sore tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Editor : Kholistiono

8 Perwira Pertama TNI AD Pati Dirotasi

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma saat memimpin serah terima jabatan Danramil di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma saat memimpin serah terima jabatan Danramil di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak delapan perwira pertama TNI AD Pati dari yang berpangkat lettu hingga kapten dirotasi jabatan. Upacara serah terima jabatan pergeseran Komandan Koramil (Danramil) Kabupaten Pati tersebut dilakukan di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718/Pati, Selasa (10/1/2017).

Kedelapan perwira pertama yang dirotasi jabatan, antara lain Kapten Kav Suyatno dari Danramil Dukuhseti ke Pati Kota, Kapten Kav Bambang dari Pati Kota ke Margoyoso, Kapten Inf Karnawi dari Margoyoso ke Pucakwangi, Kapten Inf Kambali dari Jakenan ke Wedarijaksa, Kapten Inf Sriyanto dari Pucakwangi ke Margorejo, Kapten Inf Hadi Saputro dari Wedarijaksa ke Dukuhseti, Kapten Inf Sukandar dari Kodim Purwodadi ke Jakenan, dan Lettu Inf Kusmiyanto dari Satuan Yonif 410 Alugoro menjadi Danramil Sukolilo.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, rotasi jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal biasa. Rotasi jabatan yang dilakukan tidak ditentukan pangkat atau waktu. Buktinya, Lettu Kusmiyanto yang pindah satuan dan jabatan karena prestasi atau reward yang diberikan.

“Dengan melihat prestasi, tidak menutup kemungkinan junior bisa mendahului seniornya. Ini merupakan kompetisi yang baik dan sudah semestinya menjadi teladan bersama,” ucap Letkol Inf Andri.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Danramil yang sudah melaksanakan tugas dengan maksimal. Kendati sudah di komando teritorial dan mendekati purna tugas, dia berharap agar semangat untuk mengabdi dan manunggal dengan rakyat tidak menurun.

Sebaliknya, Danramil yang mendekati purna tugas mesti punya semangat dan dedikasi yang tinggi sehingga memiliki kebanggaan tersendiri ketika sudah purna. “Selamat bertugas di tempat yang baru. Terus tingkatkan kinerja dan tambah kawan baru. Dengan banyak kawan, tugas menjadi lebih ringan karena bisa mendukung keberhasilan kita bersama,” tuturnya.

Orang nomor satu di lingkungan Kodim 0718/Pati ini juga berharap kepada Persit untuk selalu mendukung suami yang tengah bertugas untuk bangsa dan negara. Dukungan dari istri diakui akan memberikan semangat lebih untuk anggota TNI AD dalam mengabdi kepada masyarakat.

Editor : Kholistiono

Hari Infanteri, Kodim 0718/Pati Sabet Tiga Piala Lomba Peleton Beranting

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati menunjukkan piala juara pertama lomba peleton beranting yang diserahkan pada Hari Infanteri, Senin (19/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati menyabet tiga piala sekaligus dalam lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Tiga piala juara pertama itu diserahkan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Jony Supriyanto kepada Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma di Depo Pendidikan Latihan Tempur, Klaten, Senin (19/12/2016).

Piala diserahkan di sela-sela upacara Hari Infanteri, setelah sebelumnya dilaksanakan jalan kaki seluruh korp infanteri dari jajaran Kodam IV/Diponegoro berjumlah seribu pasukan. Pada saat lomba, start dimulai dari Jepara dan berakhir di Klaten.

“Lomba Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya sudah menjadi tradisi di setiap peringatan Hari Infanteri. Kodim yang dilalui lomba peleton beranting, antara lain Jepara, Pati, Purwodadi, Sragen, Boyolali, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Kami ucapkan apresiasi kepada satuan kewilayahan yang sudah menggelar peleton beranting, terutama dalam penyambutan dan pengerahan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Jony Supriyanto.

Sementara itu, Letkol Inf Andri mengaku bangga kepada masyarakat Pati yang sudah mendukung kegiatan peleton beranting hingga Kodim 0718/Pati menyabet semua tiga penilaian sekaligus. Tiga piala juara pertama yang diraih, yakni lomba peleton beranting, lomba penilaian pasukan linmas pengiring peleton beranting, dan lomba penilaian pasukan Satpol PP sebagai pengiring peleton beranting.

“Kegiatan peleton beranting yang dimulai dari Cluwak hingga Sukolilo tidak akan sukses tanpa dukungan masyarakat Satpol PP dan linmas. Mereka menyempatkan waktu untuk mengiringi pasukan inti dengan ikut berjalan kaki kurang lebih enam kilometer,” tuturnya.

Selain partisipasi Satpol PP dan Linmas, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) juga ikut terlibat. Di antaranya, Pemuda Pancasila, FKKPI, Banser, Senkom, PSHT, PPM, anak-anak sekolah drum band dan pramuka, serta komunitas Jeep yang menyambut peleton beranting dengan meriah.

Penghargaan berupa piala yang diterima Kodim 0718/Pati diakui sebagai wujud kebersamaan masyarakat Pati dalam menjaga ketentraman dan keutuhan wilayah Pati. Dia berharap, kebersamaan tersebut bisa terbangun di berbagai bidang. Integritas dan kebersamaan dinilai menjadi upaya untuk membangun Pati menuju kesejahteraan.

Editor : Kholistiono

Salut! Prajurit TNI AD di Pati Bikin Perpustakaan Keliling

Sejumlah murid TK Kusuma Pucakwangi antusias dengan perpustakaan keliling dari Koramil Pucakwangi, Pati, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah murid TK Kusuma Pucakwangi antusias dengan perpustakaan keliling dari Koramil Pucakwangi, Pati, Senin (28/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) selama ini memiliki tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman.

Namun, prajurit TNI saat ini juga bertugas untuk menyatu, menunggal dengan rakyat. Di Koramil Pucakwangi, upaya manunggal dengan masyarakat dilakukan dengan membuat perpustakaan keliling. Bintara pembina desa (Babinsa) keliling ke sekolah dasar (SD) atau taman kanak-kanak (TK), membawa sejumlah buku untuk dibaca para siswa.

“Perpustakaan keliling ini menjadi upaya kami untuk mencerdaskan dan membangun kemajuan bangsa melalui agenda gemar membaca, terutama anak-anak di tingkat TK dan SD. Sasaran perpustakaan keliling diprioritaskan di wilayah yang jauh dari perkotaan,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Senin (28/11/2016).

Babinsa Desa Triguno, Serda Sukiswanto saat keliling membawa buku di TK Kusuma Pucakwangi senang bisa ikut membantu mencerdaskan generasi emas bangsa melalui agenda perpustakaan keliling. “Hari ini, kami mendatangi TK Kusuma. Ada sekitar 40 siswa dengan dua kelas di sana. Responsnya luar biasa. Minat baca anak-anak cukup tinggi,” kata Serda Sukiswanto.

Kendaraan yang dipakai keliling menggunakan sepeda motor dinas. Kendati sederhana, perpustakaan keliling diharapkan bisa membantu minat baca anak-anak. “Ini juga bisa menjadi stimulus supaya anak-anak semakin giat membaca. Sebab, buku adalah jendela dunia sehingga anak-anak mesti dipacu sejak dini untuk suka baca,” imbuhnya.

Kepala TK Kusuma, Sunarti mengaku terkejut dengan aksi yang dilakukan prajurit TNI dengan membawa sejumlah buku untuk dibaca anak-anak. Kendati buku yang disodorkan masih terbatas, tetapi ternyata memicu semangat anak-anak untuk gemar membaca. Terlebih, buku-buku yang dibawa ternyata disukai anak-anak.

Editor : Kholistiono

TNI dan Polisi Bersihkan Kompleks Makam Keramat Nyai Ageng Ngerang Pati

Anggota TNI AD bersama polisi dan masyarakat kerja bakti membersihkan makam leluhur bangsawan Pati dan Mataram, Nyai Ageng Ngerang, Tambakromo, Pati, Rabu (23/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota TNI AD bersama polisi dan masyarakat kerja bakti membersihkan makam leluhur bangsawan Pati dan Mataram, Nyai Ageng Ngerang, Tambakromo, Pati, Rabu (23/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI AD dari Koramil Tambakromo dan Kodim 0718/Pati bersama polisi dan masyarakat setempat membersihkan Kompleks Makam Nyai Ageng Ngerang, Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo, Pati, Rabu (23/11/2016).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda “Minggu Militer” yang dicanangkan Kodim 0718/Pati. Mereka mencabuti rumput, membersihkan sampah, dan melakukan penataan agar kompleks makam yang disakralkan penduduk setempat tersebut bersih.

Makam yang diyakini menjadi leluhur bangsawan Pati dan Mataram (sekarang Kasultanan Surakarta dan Yogyakarta) tersebut memang selalu ramai diziarahi pengunjung. Karena itu, kegiatan Minggu Militer diharapkan membuat suasana kompleks makam menjadi bersih.

Di sektor ekonomi, keberadaan Makam Nyai Ageng Ngerang mendongkrak perekonomian penduduk setempat. Sebagian masyarakat memanfaatkannya dengan membuka warung di sekitar makam. Hal itu yang membuat agenda Minggu Militer diadakan di sana.

“Kerja bakti dilakukan diawali dengan apel. Setelah itu, kami mengadakan senam bersama. Kegiatan Minggu Militer dengan bersih-bersih kompleks makam Nyai Ageng Ngerang diharapkan bisa membantu masyarakat untuk membudayakan hidup sehat. Sebab, lingkungan yang bersih akan membuat hidup menjadi sehat. Terlebih, makam ini diziarahi banyak pengunjung dari berbagai daerah,” kata Komandan Koramil Tambakromo Kapten Inf Supomo.

Lebih dari itu, kerja bakti menjadi upaya anggota TNI AD untuk manunggal dengan rakyat. Tugas prajurit TNI AD saat ini tidak hanya berkutat pada wilayah pertahanan negara saja, tetapi juga banyak bidang. Tugas tersebut yang saat ini dibingkai dengan slogan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Editor : Kholistiono

 

Inspiratif! Kodim 0718/Pati Kembangkan Unit Pengolahan Pupuk Organik

Seorang anggota Kodim 0718/Pati tengah mengumpulkan rumput sisa pakan ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang anggota Kodim 0718/Pati tengah mengumpulkan rumput sisa pakan ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati saat ini mengembangkan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) sebagai tindak lanjut dari pengembangkan ternak sapi. Sapi yang dikembangkan sebagai upaya untuk menopang ketahanan pangan negeri, sedangkan pupuk organik dari hasil kotoran sapi diharapkan bisa mengurangi degradasi mutu lahan pertanian akibat penggunaan pupuk anorganik.

“Dari pemerintah pusat dan Mabes TNI AD, ada program untuk mengembangkan sistem UPPO. Sesuai dengan perintah komando atas, kami akan mengembangkan sistem UPPO ini dengan baik. Meski hasilnya masih belum maksimal, tetapi kami tetap terus mengembangkan supaya lebih baik,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Program tersebut meliputi satu kesatuan konsep pemanfaatan sapi lokal yang optimal. Di satu sisi, sapi lokal terus dikembangbiakkan untuk mendongkrak ekonomi, termasuk upaya ketahanan pangan. Di sisi lain, kotoran sapi yang dulu dibuang begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan.

Andri menyebut, UPPO memiliki konsep mutakhir dalam pemanfaatan kotoran sapi. Konsep UPPO menyediakan fasilitas terpadu pengolahan bahan organik, mulai dari jerami, sisa tanaman, limbah ternak, dan sampah organi menjadi kompos atau pupuk organik.

Dari sistem UPPO, peternak sapi bisa mengoptimalkan pemanfaatan limbah kotoran hewan sebagai bahan baku pupuk organik. Tujuan akhir dari sistem UPPO, kata Andri, bisa membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

Melalui program UPPO, anggota TNI diharapkan punya peran untuk memperbaiki kesuburan lahan yang pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam konsep UPPO sendiri, biasanya terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, kendaraan roda tiga, sapi dan bangunan kandangnya, pakan ternak, serta alat pengolah pupuk organik (APPO).

Baca juga : Anggota TNI di Pati Juga Bisa Kembangkan Ternak Sapi Lho

Editor : Kholistiono

Kodim 0718/Pati dan Petani di Gabus Tanam Padi Sistem Jajar Legowo

 Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma bersama dengan Dispertanak, Muspika dan petani Gabus menanam padi sebagai gerakan percepatan tanam, Kamis (27/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma bersama dengan Dispertanak, Muspika dan petani Gabus menanam padi sebagai gerakan percepatan tanam, Kamis (27/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati bersama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) dan petani di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus menanam padi dengan sistem jajar legowo, Kamis (27/10/2016).

Sistem jajar legowo yang diakui bisa meningkatkan hasil padi tersebut diimplementasikan dalam gerakan percepatan tanam pada musim tanam dari Oktober 2016 hingga Maret 2017. Percepatan tanam diharapkan bisa mendongkrak produksi pangan yang akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat pedesaan dan menguntungkan pendapatan ekonomi petani.

“Gerakan percepatan tanam dilakukan, karena curah hujan selama beberapa hari terakhir cukup tinggi. Curah hujan tersebut mesti dimanfaatkan untuk membantu ketersediaan air untuk persawahan,” kata Kapala Dispertanak Pati, Mochtar Efendi.

Selain itu, gerakan percepatan tanam bisa membantu meminimalisasi serangan hama penyakit pada tanaman padi. Terlebih, bila panen dilakukan secara bersamaan, produksi pangan nasional akan terwujud. Dari banyak aspek tersebut, pihaknya mengajak petani di Pati untuk merealisasikan percepatan tanam.

Hal itu mendapatkan respons positif dari Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. Sebagai bagian dari elemen negara yang bertugas mewujudkan ketahanan pangan, pihaknya sangat mendukung gerakan percepatan tanam.

“Kalau produksi pangan nasional tercapai dengan baik, Indonesia tidak akan lagi bergantung pada negara lain seperti Vietnam, India dan sebagainya. Sebagai daerah penyokong ketahanan pangan terbaik di Indonesia, kami memiliki kewajiban untuk mendukungnya. Kalau ada masalah pertanian, kami siap membantu,” ucap Andri.

Editor : Kholistiono

Rumah Warga Tegalombo Pati Roboh Termakan Usia, Prajurit TNI Ikut Bantu Bedah Rumah

Prajurit TNI bersama dengan masyarakat ikut mendirikan rumah Sutrimah, warga Desa Tegalombo, Dukuhseti yang roboh karena termakan usia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prajurit TNI bersama dengan masyarakat ikut mendirikan rumah Sutrimah, warga Desa Tegalombo, Dukuhseti yang roboh karena termakan usia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah prajurut TNI dari Koramil 10/Dukuhseti bersama dengan masyarakat ikut membantu membangun rumah Sutrimah (57), warga Dukuh Cengkihan RT 10 RW 2, Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Sabtu (15/10/2016).

Rumah Sutrimah diketahui tidak layak huni, sehingga dibongkar. Masyarakat yang dibantu anggota TNI kemudian membangun rumah Sutrimah menjadi layak huni. Dana pembangunan rumah diambil dari anggaran pemerintah desa dan gotong royong warga setempat.

“Rumah ibu Sutrimah roboh, karena termakan usia. Pemdes dan warga punya inisiatif untuk membantu membangun rumah untuk Sutrimah, seorang janda yang kurang mampu. Kami kemudian ikut bersama-sama warga, gotong royong membangun rumah ibu Sutrimah,” ujar Babinsa Tegalombo Kopka Jahari.

Sebanyak 25 orang warga dibantu delapan anggota TNI beramai-ramai merehap dan membangun rumah Sutrimah. Sutrimah berterima kasih dan mengucapkan syukur, karena sudah dibantu memperbaiki rumah sebagai tempat tinggal satu-satunya.

Sementara itu, Danramil Dukuhseti Kapten Kav Suyatno memberikan apresiasi kepada anggotanya yang berjibaku bersama dengan masyarakat membantu membangun rumah warga kurang mampu. Hal itu diakui sebagai upaya prajurit TNI untuk manunggal, menyatu dengan rakyat.

“Hanya bersama dengan rakyat, TNI menjadi kuat. Keikutsertaan prajurit TNI dalam mendirikan rumah menjadi bagian dari upaya kami untuk manunggal dengan rakyat. Apalagi, rumah ibu Sutrimah roboh karena termakan usia sehingga benar-benar perlu bantuan,” tandas Suyatno.

Editor : Kholistiono

 

Bupati Pati: Hari Kesaktian Pancasila jadi Momentum Guyub Rukun

Pasukan TNI membawa tongkat Garuda Pancasila dalam event kirab Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasukan TNI membawa tongkat Garuda Pancasila dalam event kirab Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi warga Pati untuk membangun semangat guyub rukun. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam Upacara Kebangsaan di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016) sore.

“Sebagai kepala daerah, saya bangga dengan semangat persatuan dan kesatuan warga Pati dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar kirab bendera merah putih. Ini adalah momentum untuk bersatu dan guyub rukun untuk bersama-sama membangun Pati menjadi lebih baik,” kata Haryanto.

Dia mengatakan, warga Pati sebentar lagi akan mengikuti pesta demokrasi pilkada pada 15 Februari 2017. Dengan adanya pilkada, Haryanto berharap warga Pati bisa tetap bersatu dalam guyub rukun, kendati berbeda pandangan.

“Bentar lagi, kita akan menghadapi pilkada. Jangan terpecah-pecah hanya karena perbedaan pandangan. Meski beda pandangan dalam pilkada, tetapi tetap bersatu dalam guyub rukun sebagai warga Pati. Hanya dengan semangat kebersamaan, pembangunan Pati bisa berjalan baik,” imbuh Haryanto.

Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Pati, Endah Sri Wahyuningsih menuturkan, event seremonial sangat diperlukan untuk kembali membangkitkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan cinta Pancasila. Generasi penerus bangsa, seperti siswa diharapkan bisa mengenal, menyelami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

“Sebagai Anggota DPRD Pati, kami juga mengimbau kepada sekolah dan lembaga pendidikan yang ada di Pati tidak hanya menekankan pada aspek mental dan moralitas, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme dan bangga menjadi manusia Indonesia. Bekal tersebut yang nantinya bisa membawa perubahan pada negara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kendaraan Taktis Diperiksa untuk Pengamanan Pilkada Pati 2017

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo (kiri) menunjukkan kendaraan taktis kepada Jajaran Forkopimda Pati, usai diperiksa bersama di Kawasan Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo (kiri) menunjukkan kendaraan taktis kepada Jajaran Forkopimda Pati, usai diperiksa bersama di Kawasan Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan taktis Polres Pati yang akan digunakan untuk pengamanan Pilkada Pati 2017 diperiksa. Pemeriksaan kendaraan taktis dilakukan, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Candi di Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016).

Salah satu kendaraan taktis yang diperiksa, di antaranya Water Canon dan Barracuda. Kendaraan taktis diperlukan untuk memecah massa bila dimungkinkan ada aksi anarkis pada tahapan pilkada di Pati.

“Kemungkinan terburuk tetap kita siapkan. Pengalaman yang sudah-sudah di sini kan ada, kita harap itu tidak terjadi. Tetapi yang penting kita persiapkan dan antisipasi, termasuk menyiapkan kendaraan taktis,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo.

Dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya melibatkan Forkopimda Pati seperti Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Kajari Pati Kusnin, Ketua Pengadilan Negeri Pati Sugiyanto, Sekda Pati Desmon Hastiono, dan perwakilan DPRD Pati. Pelibatan Forkopimda perlu dilakukan, karena keamanan pilkada menjadi tanggung jawab bersama.

Dari hasil pemeriksaan, sejumlah kendaraan taktis Polres Pati dinyatakan tidak ada masalah dan siap untuk pengamanan pilkada. “Semua sudah kita siapkan, termasuk kendaraan taktis. Setelah diperiksa, Water Cannon dan Barracuda dinyatakan siap untuk pengamanan,” tukas Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Sebelumnya, ratusan pasukan keamanan dari polisi dan TNI menggelar simulasi pengamanan kota yang diadakan di depan PN Pati, tak lama ini. Simulasi dilakukan sebagai persiapan terhadap kemungkinan buruk dari pelaksanaan tahapan Pilkada Pati.

Editor : Kholistiono

Ratusan Polisi dan TNI Siap Amankan Pilkada Pati 2017

 Pasukan pengamanan Pilkada Pati dari TNI dan polisi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Candi di Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasukan pengamanan Pilkada Pati dari TNI dan polisi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Candi di Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan pasukan keamanan dari Polres Pati dan Kodim 0718/Pati mengikuti agenda gelar pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2016 dalam rangka pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017. Gelar pasukan diadakan di Alun-alun Pati, Senin (19/09/2016).

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengatakan, sebanyak 758 polisi mulai disiagakan untuk pengamanan Pilkada Pati 2017. Saat ini, mereka mulai aktif melakukan pengamanan yang disebar di berbagai daerah di Pati.

“Apel gelar pasukan ini untuk menyambut kesiapan pasukan keamanan pilkada, karena Rabu (21/09/2016) ini, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati sudah mulai mendaftar di KPU. Kita sudah mulai siaga penuh,” ungkap AKBP Wibowo.

Dia memastikan, antisipasi dari kemungkinan terburuk pelaksanaan pilkada sudah dilakukan. Pasalnya, pengalaman Pilkada Pati periode lalu sudah menjadi catatan khusus untuk melakukan pengamanan yang maksimal.

Kendati kemungkinan buruk pelaksanaan pilkada tidak diharapkan, tetapi pihaknya tetap menyiapkan pasukan pengamanan secara penuh. “Mau calonnya satu atau dua, kami sudah siapkan pengamanan, termasuk antisipasi kemungkinan terburuk,” imbuhnya.

Selain polisi, pasukan pengamanan juga melibatkan anggota TNI, Satpol PP, dan Linmas. Pasukan pengamanan lintas instansi diharapkan bisa mengawal keberlangsungan Pilkada Pati dengan aman.

“Setelah apel gelar pasukan ini, kami siap memback-up secara penuh keamanan pilkada. Pengamanan akan dilakukan secara berlapis dengan peran masing-masing, mulai dari polisi, TNI, Satpol PP, dan Linmas,” ucap Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Editor : Kholistiono

Biogas Kotoran Kelinci di Pati Didorong Bisa Didistribusikan untuk Masyarakat Luas

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Pati, Muchtar Efendi (kiri) tengah berbincang dengan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Pati, Muchtar Efendi (kiri) tengah berbincang dengan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kelompok ternak kelinci Kembangjoyo Pati mengembangkan teknologi fermentor model piston untuk mengubah kotoran kelinci menjadi biogas. Upaya pengembangan itu menuai pujian dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Muchtar Efendi.

Dikatakan, kelemahan dari upaya konversi kotoran hewan menjadi biogas masih sebatas digunakan untuk kalangan sendiri. Bila biogas itu menjadi energi yang bisa dinikmati publik seperti gas LPG, hal itu akan memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Memang cukup berat menjadikan biogas kelinci sebagai komoditas yang bisa dijual dan dinikmati banyak orang. Namun, jika ditekuni, bukan tidak mungkin biogas kelinci bisa jadi sumber energi alternatif untuk masyarakat luas,” ucap Muchtar.

Kendati begitu, pihaknya memberikan apresiasi kepada kelompok ternak Kembangjoyo yang sudah mencoba untuk memanfaatkan kotoran kelinci menjadi biogas. Dengan demikian, tidak ada bagian dari kelinci yang terbuang sia-sia. Semuanya bisa dijadikan komoditas bernilai ekonomi, meski baru sebatas kalangan rumah tangga.

Menurutnya, upaya yang dilakukan kelompok ternak Kembangjoyo mendekati peternakan kelinci terpadu yang memanfaatkan semua yang ada dalam kelinci, baik dagingnya, kotoran hingga bulu. Hanya saja, mereka masih belum mengembangkan bulu kelinci sebagai komoditas.

“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan kelompok ternak kelinci Kembangjoyo. Meski tak lama berdiri, tetapi terobosan pengembangannya sudah luar biasa. Kami berharap, Tlogowungu menjadi pusat pengembangan kelinci yang menjadi teladan di Indonesia,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Inspiratif! Anggota TNI di Pati Kembangkan Peternakan Kelinci Terpadu

Serda Parman (kiri) mendampingi Dandim 0718/Pati Letkol Inf Amijaya Kusuma dalam peresmian peternakan kelinci Kembangjoyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Serda Parman (kiri) mendampingi Dandim 0718/Pati Letkol Inf Amijaya Kusuma dalam peresmian peternakan kelinci Kembangjoyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI yang bertugas di Koramil 13/Tlogowungu, Pati, Serda Parman, bersama dengan anggotanya di Asosiasi Peternak Kelinci Kembangjoyo tidak pernah berhenti membuat terobosan baru. Usai mengembangkan kelinci dengan teknologi modern, kini dia mendatangkan fermentor.

Fermentor berfungsi sebagai pengolah limbah kotoran kelinci menjadi biogas dan cairan yang bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Dengan terobosan baru tersebut, Serda Parman berharap bisa mengembangkan peternakan kelinci terpadu di Pati.

“Peternakan kelinci terpadu masih sangat jarang dilakukan. Justru dengan itu, kami tertantang untuk mewujudkannya. Kami ingin mengembangkan dari aspek teknologi dan bisnis. Kami ingin mengawali dan bisa memberi inspirasi,” kata Serda Parman, Kamis (15/09/2016).

Selama ini, peternakan kelinci sebatas pada pemanfaatan daging untuk dikonsumsi. Sementara itu, peternakan kelinci terpadu yang mengembangkan dari semua aspek, mulai dari daging, kotoran, hingga bulu masih sangat jarang dilakukan.

Karena itu, Serda Sarman bersama anggotanya akan mencoba untuk mengembangkan peternakan kelinci terpadu. Dengan begitu, semua bagian kelinci bisa mendatangkan nilai ekonomis, termasuk air kencing dan kotorannya.

“Air kencing dan kotoran kelinci selama ini kita sudah memanfaatkan sebagai pupuk organik. Namun, kita sudah mendatangkan fermentor untuk mengubah limbah kotoran menjadi biogas. Biogas itu yang dimanfaatkan dengan fungsinya seperti gas LPG,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono