Ngaku Anggota Kodim Rembang, TNI Gadungan Asal Dukuhseti Pati Ini Bawa Kabur Sepeda Motor

Suwarno alias Pak Ndut, yang mengaku-ngaku sebagai anggota Kodim 0720/Rembang melakukan penipuan terhadap pemilik toko bangunan dengan membawa kabur sepeda motor korban. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Suwarno (60) warga Desa Dukuhseti,Kecamatan Dukuhseti, Pati diamankan pihak Satreskrim Polres Rembang. Pria yang akrab disapa dengan sapaan Pak Ndut ini ditangkap lantaran membawa kabur sepeda motor milik Sugiarto warga Desa Kerep,Kecamatan Sulang, Rembang, pada Sabtu (8/4/2017) lalu.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyebutkan, pelaku dalam melancarkan aksinya mengaku-ngaku sebagai anggota TNI Kodim 0720/Rembang. Pelaku juga  tak sendirian dalam melancarkan aksinya.

“Pelaku itu sengaja menebar pesona untuk mencari korban. Menakut-nakuti korbannya dengan mengaku sebagai anggota dari Kodim 0720/Rembang,” ungkap Ibnu.

Dari laporan korban yang diterima pihak kepolisian, dibekuknya pelaku ini berawal ketika pelaku bersama rekannya berboncengan menaiki sepeda motor mendatangi toko material milik korban di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang. Pelaku berpura-pura membeli bahan material untuk pembangunan pagar di Makodim Rembang.

Rekan pelaku, yang kini masih buron berpura-pura pamit dengan alasan menjemput anaknya yang sekolah. Selanjutnya, pelaku memesan sejumlah batako kepada korban.

“Setelah memesan, korban kemudian meminjam motor korban dengan alasan untuk mengambil uang di ATM. Guna meyakinkan korban, pelaku sempat meninggalkan helm bercat hijau,” imbuh Kasatreskrim.

Pelaku yang tak kunjung kembali membuat korban curiga. Hingga akhirnya, korban melapor kepada Polres Rembang.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Rembang guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan barang bukti sepeda motor Honda Vario K 2793 FM akan dikembalikan kepada pemiliknya.“Akibat perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum di Sat Reskrim Polres Rembang, dan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUH Pidana,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Teguh Ngaku Baru Sekali Gunakan Atribut TNI untuk Menipu

 Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menunjukkan beberapa barang bukti yang disita dari tersangka penipuan yang mengaku sebagai anggota BIN, dalam gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kapolres Rembang AKBP Sugiarto (dua dari kiri) menunjukkan beberapa barang bukti yang disita dari tersangka penipuan yang mengaku sebagai anggota BIN, dalam gelar perkara di Mapolres Rembang, Senin (29/8/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Teguh Setiyanto, warga Blok Bangong RT 1 RW 1 Desa Temiyang Sari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku baru sekali menggunakan identitas TNI untuk menipu orang.

Teguh, yang mengaku sebagai anggota BIN dengan pangkat Letnan Jenderal (Letjen), beralasan, jika dirinya melakukan penipuan karena untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.  “Saya baru kali ini menggunakan identitas TNI untuk menipu,” katanya.

Kemudian terkait barang bukti yang disita polisi, berupa kartu identitas TNI dan plat nomor kendaraan dengan logo TNI, katanya, dibuat sendiri dengan cara memesan tukang plat di pinggir jalan. Kemudian plat dan identitas yang dimiliki tersebut digunakan sebagai senjata untuk melakukan penipuan.

Dalam hal ini, juga disita barang bukti lainnya berupa uang senilai Rp 100 juta, satu unit mobil Avanza warna hitam bernomor H 8644 LY, dua buah plat nomor kendaraan TNI bernomor 2629-00, dua buah lembar data tenaga honorer yang belum terdaftar di database dan yang gagal tes dan foto copy data tersebut, satu buah tas yang berisikan dokumen dan satu lembar kwitansi penerimaan uang Rp 100 juta.“Tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” ujar Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto.

Untuk diketahui, Teguh, seorang anggota BIN gadungan yang mengaku berpangkat Letnan Jenderal ditangkap jajaran aparat gabungan TNI dan polisi. Mengaku sebagai anggota BIN, Teguh ternyata kerap melakukan penipuan sebagai calo PNS.

“Tersangka mengaku berpangkat Letjen. Setelah diselidiki, dia itu sipil yang meresahkan masyarakat. Dia melakukan penipuan hingga ratusan juta dengan alasan bisa memasukan PNS di sebuah instansi yang diinginkan. Untuk yang di Rembang, sementara korbannya M dan SR,” ujar Kapolres.

Baca juga : Jadi Calo PNS, BIN Gadungan Tipu Warga Hingga Ratusan Juta

Editor : Kholistiono

Waspadai TNI Gadungan di Kudus

tni e

Kanan (Danunit Intel Kodim, Lettu Inf Muhilisin) Kiri (Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma). (MuriaNewsCom/Edy Suriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – TNI meminta warga Kudus mewaspadai aksi penipuan yang menyamar anggota. TNI mendapati tindakan itu marak, akhir-akhir ini.

Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma didampingi Danunit Intel Kodim Lettu Inf Muhlisin mengatakan, masyarakat harus berani menanyakan identitas oknum yang mengaku TNI. “Bila tidak berani atau sungkan menanyakan identitasnya, maka bisa melaporkan ke babinsa setempat,” katanya.

Pihaknya berpendapat jika oknum yang mengaku sebagai TNI tersebut dimungkinkan karena pernah mempunyai sakit hati tehadap kesatuan TNI.

Misalnya saja, yang bersangkutan tidak diterima sebagai anggota atau gagal, atau juga sebab lain. Karenanya, Gunawan akan koordinasi dengan jajarannya agar memantau hal tersebut.Termasuk, pihaknya akan koordinasi dengan babinsa, dan koramil di wilayah masing masing.

“Agar semua terpantau dengan baik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Masih Ingat Kopassus Gadungan di Kudus? Ini Hukuman yang Diterimanya

Foto Polisi memeriksa pelaku Kopassus gadungan di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Foto Polisi memeriksa pelaku Kopassus gadungan di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingatkah dengan kejadian yang menghebohkan warga Kudus pada Minggu (26/3/2016) silam. Ya, ditangkapnya seorang pria yang ngaku jadi anggota Kopassus dan BIN, Juli Efendi Hutapea alias Jefhson (39) yang berdomisili di Komplek Sek-Neg RI/C No 17 RT 1 RW 6 Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Hepy Pria Ambara mengatakan pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara.

“Dalam penanganan kasus ini, kita telah mendapatkan beberapa alat bukti yang ada di dalam mobilnya Pajero sport yang bernomor polisi B 1188 XP. Yakni dua buah senjata tajam berupa pisau dan sangkur dengan panjang sekitar 35 cm,” katanya.

Dia menambahkan, bila ada warga yang memang pernah ditipu, dijanjikan sesuatu oleh tersangka, maka bisa melapor ke polisi.

Editor : Akrom Hazami

Kodim Menduga Tukang Bakso Dihipnotis Sebelum Melancarkan Aksinya

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penipuan yang menggasak sepeda motor milik tukang bakso, diduga bukan hanya kepintaran TNI gadungan saja. Melainkan, diduga kalau pelaku juga menguasai magic dengan menghipnotis korban sebelum melancarkan aksinya.

Baca juga :

Apes, Motor Tukang Bakso di Kudus Ini Melayang Ditipu TNI Gadungan

Sebelum Menggondol Motor Tukang Bakso, TNI Gadungan Pesan 30 Porsi Bakso

Hal itu disampaikan anggota Kodim Kudus Lettu Infantri Muhlisin. Menurutnya, sebelum melancarkan aksinya pelaku diduga menghipnotis korban. Sebab korban diajak bersalaman dan ditepuk pundaknya.

”Saya tanya kepada pemilik warung, ada yang ditepuk atau tidak. Suami ibu penjual bakso itu bilang kalau dia diajak salaman dan ditepuk pundaknya oleh pelaku,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Dia menduga pelaku menggunakan hipnotis atau permainan psikologis kepada korban. Sebab, cara tersebut selalu ditemukan dalam setiap kasus serupa di berbagai daerah.

Kini pelaku masih dalam pengejaran petugas, sebab kodim juga mempelajari ciri ciri pelaku yang menggasak motor dan mengatas namakan anggota TNI. ”Pelaku tersebut mengatasnamakan Bambang, ciri-cirinya umur sekitar 50 tahun dan beberapa ciri lain yang kami sudah miliki,” ujarnya.

Selain itu, pelaku juga memakai kaos hitam celana panjang warna coklat pakai sepatu slop warna coklat. Sedang ciri yang paling khas adalah pada leher sebelah kiri pelaku terdapat luka kadas.
Sementara, teman pelaku yang mengaku sebagai putranya, ditaksir usia sekitar 18 tahunan dengan ciri-ciri yang sudah diketahui petugas.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sebelum Menggondol Motor Tukang Bakso, TNI Gadungan Pesan 30 Porsi Bakso

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penggondolan sepeda motor milik tukang bakso di Pasar tradisional Ngembalrejo, Bae tergolong rapi. Sebab, sebelum membawa kabur motor pemilik warung, pelaku yang berjumlah dua orang itu memesan 30 bungkus bakso.

Baca juga : Apes, Motor Tukang Bakso di Kudus Ini Melayang Ditipu TNI Gadungan

”Jadi pelaku tahu kalau pas hari itu ada acara di Kodim dari pagi. Makanya pelaku beralasan pesan bakso untuk Kodim,” kata anggota Kodim Kudus Lettu Infantri Muhlisin kepada MuriaNewsCom.
Menurutnya, kejadian tersebut bermula pada pukul 11.00 WIB. Pelaku seorang diri mendatangi korban di warung bakso dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Setelah sampai, kemudian memesan bakso dengan alasan untuk acara syukuran di Kodim Kudus.

Tidak lama berselang, kemudian pelaku pamit kepada korban dengan alasan menjemput putranya. Sesaat kemudian pelaku datang kembali berboncengan dengan temanya dan menyampaikan kepada korban bahwa laki-laki tersebut adalah putranya.

”Setelah itu kemudian pelaku menyuruh putranya tersebut untuk membeli sate ke warung lainya. Pelaku yang membeli sate menggunakan motor Beat yang dibawa pelaku pertama tadi yang mengaku sebagai ayahnya,” ujarnya.

Beberapa menit kemudian, kata dia, pelaku pinjam sepeda motor kepada korban dengan alasan untuk membeli gorengan dan korban meminjamkan sepeda motornya kepada pelaku.

Namun, lanjutnya, setelah ditunggu lama kurang lebih satu jam tidak kembali kemudian korban curiga dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kodim Kudus.

”Di Kodim dijelaskan kalau korban terkena kasus penipuan yang mengatas namakan TNI,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Apes, Motor Tukang Bakso di Kudus Ini Melayang Ditipu TNI Gadungan

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Barang bukti yang diamankan petugas berupa atribut TNI. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian penipuan terjadi di Kudus. Kali ini penipuan mengatas namakan anggota TNI Kodim Kudus, yang berhasil menggasak sebuah sepeda motor milik seorang tukang bakso.
Hal itu disampaikan anggota Kodim Kudus Lettu Infantri Muhlisin. Disampaikannya, kejadian TNI Gadungan tersebut terjadi pada Pada Senin 7 Maret 2016 pukul 11.30 WIB. Kejadian terjadi di pasar tradisional Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae.

”Korban adalah Rustiah (32) seorang penjual Bakso di Pasar Ngembal. Dia bertempat tinggal di Desa Pedawang, Kecamatan Bae,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Akibat kasus tersebut, sepeda motor Vario milik pedagang bakso raib. Tidak hanya itu, SIM, STNK dan uang tunai Rp 50 ribu juga amblas dibawa lantaran tertinggal dalam bagasi motor.

Dia mengatakan, kejadian tersebut merupakan kali pertama selama 2016. Sebelumnya kasus semacam itu sangat banyak ditemukan di Kudus pada 2014 lalu yang mencapai belasan kasus.

Menurutnya, pelaku sudah lihai menjalankan aksinya. Sebab pelaku sudah berhasil membuat yakin pemilik tukang bakso percaya kepadanya kalau sebagai anggota TNI. ”Sasarannya adalah warung baru. Sebab warung bakso itu baru buka sekitar lima harian. Mungkin karena melihat baru, pelaku kemudian memanfaatkannya,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku juga menggunakan senjata api yang disimpan dalam tas miliknya. Selain itu, pelaku juga memberikan kaos kepada warung agar pemilih percaya kalau dia adalah seorang anggota.

Sebelumnya, kasus tersebut hampir terjadi di Ngembal. Hanya pemilik lebih hati-hati sehingga pelaku akhirnya kabur, karena merasa terancam oleh pemilik warung. Kasus sebelumnya juga menimpa di Melati akhir 2015 lalu, modus yang dilakukan sama yakni dengan mengatas namakan TNI dengan mendatangi warung yang baru buka.

Editor : Titis Ayu Winarni