Program TMMD 2017 Dibuka di Sumberagung Pati

Bupati Pati Haryanto membuka program TMMD di Desa Sumberagung, Jaken, Pati, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I 2017 mulai dibuka di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Pati, Rabu (5/4/2017).

Di desa tersebut, program TMMD dilakukan dengan mengaspal jalan alternatif desa sepanjang 830 meter dengan lebar dua meter dan ketebalan 10 sentimeter. Setelah diaspal, jalan tersebut akan dibuat talut pada sisi kanan dan kiri.

Bupati Pati Haryanto menuturkan, TMMD merupakan program rutin setiap tahunnya untuk membangun daerah tertinggal di Pati. Daerah yang dibangun merupakan desa yang dinilai tertinggal dengan infrastruktur yang kurang memadahi.

“Ada banyak manfaat program TMMD. Selain mengatasi persoalan masyarakat seperti kendala infrastruktur, kemiskinan, dan pengangguran, TMMD diharapkan bisa meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong-royong,” kata Haryanto.

Dia berharap, program TMMD yang dicanangkan setiap tahun bisa meningkatkan sinergitas antara masyarakat, TNI, Polri dan pemerintah. Sinergitas dari para pihak dinilai menjadi kekuatan yang bisa mengatasi ragam persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pascaprogram TMMD, masyarakat Sumberagung mesti bisa hidup mandiri, mengandalkan infrastruktur yang sudah dicanangkan, sejumlah fasilitas penunjang dan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Haryanto juga mewanti-wanti kepada pemerintah desa untuk tidak meninggalkan kearifan lokal setempat.

Saat ini, kemiskinan dan pengangguran di Pati semakin menurun drastis dibandingkan dengan skala Jawa Tengah dan nasional. Namun, pihaknya tetap berupaya meningkatkan kualitas SDM dan infrastruktur di Kabupaten Pati agar bisa setara dengan daerah-daerah maju di Indonesia.

Editor : Kholistiono

TMMD, TNI Kudus Akan Bangun Jembatan, Talut dan Beton Jalan 

Wagub Jateng Heru Sudjatmiko melakukan pemukulan kentongan TMMD, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kodim 0722 Kudus menyelenggarakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98, tahun ini. Dalam TMMD ini, sejumlah sarana umum dibangun mulai talut, jembatan, sampai beton jalan.

Komandan Kodim 0722/ Kudus Letkol CZi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, TMMD diselenggarakan di Desa Kandangmas, Jekulo.

“Sarana pokok yang kami bangun jembatan sepanjang 12 meter, lebar empat meter dan tinggi enam meter. Kemudian pembangunan talut jalan sepanjang 30 meter, lebar 30 sentimeter dan tinggi 1,5 meter,” kata Gunawan saat menyampaikan laporan dalam pembukaan TMMD di Kandangmas, Rabu (5/4/2017).

Selain pembangunan jembatan dan talut, juga pembentonan  jalan sepanjang 200 meter, lebar 3 meter dan tinggi 15 sentimeter. Kegiatan tersebut dibuka Selasa (4/4/2017) hingga 5 Mei 2017. Tujuan TMMD adalah meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta meningkatkan kesejahteraan melalui progam fisik serta nonfisik.

Selain pembangunan, juga akan dilakukan renovasi sejumlah tempat umum. Seperti merenovasi musala dan membuatkan tempat wudu. Kemudian pembangunan rumah tak layak huni dan pembangunan pos kamling bantuan dari PT Nojorono dan PR Sukun. Serta pembangunan jamban yang dilakukan sejumlah perusahaan di Kudus.

“Sumber dana Rp 160 juta dari APBD Provinsi, Rp 594.946.000 dari APBD Kudus dan swadaya masyarakat Rp 40 juta,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Kodim Kudus Gelar Rakor TMMD Reg Ke-98

Suasana rapat koordinasi dan sosialisasi TMMD Reg ke-98 Tahun 2017 di aula Kodim 0722/Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Staf Kodim 0722 /Kudus Mayor Inf Sagimin, mewakili Dandim memimpin langsung rapat koordinasi dan sosialisasi TMMD Reg ke-98 Tahun 2017 di aula Kodim 0722/Kudus, Kamis 16/4/2017).

Acara diikuti sekitar 60 peserta dari SKPD Kudus. Hadir pula muspika Dawe, Kepala Desa Kandangmas, para perangkat desa, ketua BPD dan tokoh masyarakat.

Menurut Sagimin, kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada warga tentang kegiatan TMMD Reg ke-98 yang akan membangun infrastruktur kebutuhan warga.

“Sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 200 meter,lebar 3 meter, pembuatan jembatan panjang 12 meter,lebar 4 meter, tinggi 6 meter, pembuatan talud panjang 50 meter, tinggi 1,5 meter dan renovasi 10 unit RTLH. Selain itu juga masih ada sasaran nonfisik yang sangat berguna bagi warga, ” ujar Sugimin dalam rilisnya Jumat (17/3/2017).

Warga Desa Kandangmas menyambut baik atas peran serta anggota Kodim 0722/Kudus. Karena ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan warga, yakni dengan membangun infrastruktur. Warga berkomitmen, dalam pelaksanaannya nanti bersedia untuk bergotong royong dalam membantu mensukseskan kegiatan TMMD.

Editor : Akrom Hazami

TMMD Bantu Korban Bencana Alam di Kudus

Salah satu anggota TNI melakukan pembenahan di salah satu rumah yang rusak di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Para babinsa bersama dengan masyarakat melakukan gotong royong memperbaiki atap genting yang terkena angin puting peliung. Tugas yang dibebankan para babinsa total dalam mensukseskan TMMD reguler ke-98. Mereka terlihat bersemangat membantu korban bencana angin kencang yang menerjang wilayah tersebut, kemarin.

Serda Suyono, Babinsa Desa Berugenjang, Undaan yang tergabung dalam tim TMMD merasa sebagai bintara pembina desa harus terus bertanggung jawab. Kejadian angin puting beliung melanda desa binaannya beberapa waktu yang lalu, hingga mengakibatkan atap rumah porak-poranda. Itu membuat dirinya tetap turun membantu meringankan beban warga binaannya.

“Saya prihatin dengan kejadian yang menimpa rumah warga desa binaan saya, semoga dengan bantuan tenaga yang saya berikan ini dapat membantu meringankan beban mereka” ujarnya di sela-sela kesibukannya membantu perbaikan genting rumah warga.

Lasemi, salah satu pemilik rumah angin puting beliung senang mendapatkan bantuan dari anggota TNI yang ikut memperbaiki rumahnya “saya seneng dibantu pak TNI membetulkan genting rumah ini, pak TNI juga sukarela dalam membantu kami,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemukulan Kentongan jadi Tanda Ditutupnya TMMD di Blora

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo memotong pita dalam acara penutupan TMMD Blora. (Polres Blora)

Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo memotong pita dalam acara penutupan TMMD Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pelaksanaan kegiatan TMMD yang berlangsung selama 21 hari dari Tgl 20 September 2016, hingga tanggal 19 Oktober 2016, akhirnya resmi ditutup, Rabu (19/10/2016).

Upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2016, di Desa Balongrejo, Kecamatan Banjarejo, Blora, bertindak selaku inspektur upacara Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo. Sedangkan selaku Komandan Upacara Danramil Tunjungan Kapten Inf Sudiro,

Peserta upacara dua peleton Pasukan Kodim 0721Blora, dua peleton Pasukan Yonif 410/Alg, satu Peleton Pasukan Polres Blora, Satpol PP Blora, Osis dan pramuka se-Kecamatan Banjarejo Blora. Adapun tempatnya di lapangan sepak bola Desa  Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho, Komandan Kodim 0721 Blora Letkol Inf Susilo, Kabag Sumda Kompol Andi Wahyono mewakili Kapolres Blora, Kajari Blora, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Ketua DPRD Kab. Blora, Danyonif  410/Alg, Forkopimcam se Blora, Kades se Kecamatan Banjarejo serta tamu undangan lainnya.

Irup Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, secara simbolis menerima kembali alat peralatan kerja dari ketiga perwakilan, serta dilanjutkan pemukulan kentongan didampingi Forkopimda Kabupaten Blora tanda selesainya TMMD Sengkuyung  Tahap II Tahun 2016.

Amanat KASAD Jend Mulyono, dibacakan inspektur upacara menyampaikan bahwa, program TMMD merupakan tugas mulia dan sudah banyak pengabdian maupun keberhasilan yang ditorehkan. “Pengabdian ini tidak boleh lekang oleh zaman, dan terus  bergerak ke depan demi sebuah kemaslahatan dan kemandirian, ” katanya.

Satu bukti yang tidak terbantahkan bahwa semangat gotong-royong terus terawat dengan baik lewat TMMD. Inilah kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah banyak memberi manfaat nyata bagi rakyat. “TMMD telah betul – betul menjadi sebuh program nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di desa-desa,” tambahnya.

Adapun hasil pencapaian kegiatan TMMD di antaranya kegiatan Fisik dan Nonfisik. Kegiatan Fisik pembangunan infrastruktur jalan makadam panjang 800 meter X ;ebar 2,5 meter yang menghubungkan dua desa, yakni Dukuh Dongkrikil, Desa  Balongrejo ke Dukuh Pulo, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, serta pembangunan jembatan panjang 12 meter X lebar 3 meter, pembangunan plat beton panjang 3,5 meter X tinggi 1 meter X lebar 1 meter, dan pembangunan talud panjang 500  meter X tinggi 0,75 meter.

Sedangkan kegiatan nonfisik, yakni dilakukan penyuluhan – penyuluhan dari instansi terkait di antaranya, penyuluhan kewajiban WNI bela negara, penyuluhan pertanian, kamtibmas, buta aksara, kesehatan, KB, kerukunan umat beragama dan  sertifikat pertanahan.

Editor : Akrom Hazami

TMMD Manunggal Sekuyung Tahap II di Sadang Kudus Ditutup

Sekretaris Daerah Pemkab Kudus Nur Yasin menjadi inspektur upacara penutupan TMMD Manunggal Sengkuyung Tahap II di Sadang, Jekulo. (Tribratanewskudus)

Sekretaris Daerah Pemkab Kudus Nur Yasin menjadi inspektur upacara penutupan TMMD Manunggal Sengkuyung Tahap II di Sadang, Jekulo. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Polres Kudus dan Polsek Jekulo mengikuti  upacara penutupan TMMD Manunggal Sekuyung Tahap II 2016 Kodim 0722 Kudus, di lapangan Pace Sontojoyo, Desa Sadang, Jekulo, Kudus, Rabu (19/10) pukul 09.00 WIB.

Adapun inspektur upacara penutupan tersebut Sekretaris Daerah Pemkab Kudus Nur Yasin. Hadir pula dalam acara tersebut Komandan Kodim 0722 Kudus Letkol Czi  Gunawan Yuda Kusuma, Wakapolres Kudus Kompol Yudi Arto Wiyono, Unsur Muspida Kudus serta unsur Muspika Jekulo.

Untuk pasukan upacara terdiri dari 1 kompi Kodim 0722 Kudus, 1 peleton dari Polres Kudus, 1 peleton satpam, 1 peleton gabungan Menwa FKPPI, 1 peleton Linmas, 1 peleton Saka Bayangkara serta anggota karangtaruna Desa Sadang dan diiringi marching band dari Jekulo.

Kegiatan TMMD Manunggal Sekuyung Tahap II 2016 dilaksanakan di Desa Sadang selama 30 hari mulai tanggal 20 september 2016 sampai dengan 19 oktober 2016. Dengan kegiatan membangun jalan desa sepanjang 743 meter.

Selain pembangunan secara fisik, TMMD juga membangun nonfisik seperti penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan tentang kamtibmas, penyuluhan tentang narkoba serta penyuluhan tentang berlalu lintas kepada masyarakat Desa Sadang dan sekitarnya.

Editor : Akrom Hazami

TMMD Reguler ke-97 Kodim 0719 Jepara Resmi Dibuka

Sejumlah pihak terkait meramaikan pembukaan TMMD di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pihak terkait meramaikan pembukaan TMMD di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke 97 Kodim 0719 Jepara secara resmi dibuka, di lapangan Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara. Kegiatan TMMD dipusatkan di Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Jepara.

Dalam Kegiatan ini nampak hadir Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Danrem 073/Makutarama Kol Inf Joseph Robert Giri, para petinggi Kodam IV Diponegoro, Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Pratama Jepara Endaryono, serta jajaran Forkopinda Jepara lainnya.

Dalam laporannya Pasiter Kodim 0719/Jepara Kapten Inf Ramelan mengatakan, kegiatan TMMD Reguler ke-97,  akan dilaksanakan selama 30 hari mulai 20 September hingga 19 Oktober 2016 dengan kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik nantinya akan ada pengecoran jalan rabat beton sepanjang 508 meter dan lebar 2,50 meter dari Desa Bringin hingga Desa Bantrung.

“Kemudian pembuatan penyenderan sungai Desa Bringin sampai Bantrung dengan panjang 25 meter, pembuatan saluran air kanan/kiri dengan panjang 508 meter dan lebar 0,60 meter. Selain itu juga ada rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit, pembuatan pos kamling 1 unit dan pembuatan jambanisasi 10 KK,” paparnya.

Ia menjelaskan, dalam melaksanakan kegiatan fisik akan didukung dengan anggaran sebesar Rp 657.752.000 yang berasal dari anggaran TNI-AD sebesar Rp 212.752.000,-. APBD Provinsi sebanyak Rp 160 juta, APBD Kabupaten Rp190 juta, SKPD Kabupaten untuk RTHL 10 unit sebesar Rp 45 juta dan swadaya masyarakat berjumlah Rp 50 juta. Selain itu juga ada bantuan dari beberapa SKPD dan pengusaha di antaranya pembuatan sertifikat gratis dari BPN, bantuan bibit pohon akasia, trembesi dan sengon laut masing-masing 275 batang dari Dishutbun serta para pengusaha lain yang mau pembantu dalam kegiatan TMMD ini.

“Sedangkan untuk kegiatan nonfisik nantinya akan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi atau penyuluhan yang akan disampaikan oleh SKPD terkait yang membidangi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, TMMD merupakan tugas mulia dan pengabdian yang sangat baik demi sebuah kemaslahatan dan kemandirian. Ini merupakan bukti yang sangat baik dengan adanya semangat gotong-royong, kemanunggalan TNI dengan rakyat selalu mendapatkan sambutan yang positif dari rakyat. Menurutnya, dengan TMMD ini telah betul-betul menjadi program nyata bagi peningkatan kesejateraan rakyat di desa-desa.

Editor : Akrom Hazami

 

Jalan di Desa Sarimulyo dan Sitimulyo Pati Akan Dibeton

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD, polisi dan TNI membuka program TMMD dengan mengaduk pasir dan semen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda, anggota DPRD, polisi dan TNI membuka program TMMD dengan mengaduk pasir dan semen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jalan di Desa Sarimulyo, Kecamatan Winong dan Desa Sitimulyo, Kecamatan Pucakwangi akan dilakukan pembetonan. Anggaran pembetonan diambil dari program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2016.
Program TMMD sendiri menghabiskan anggaran Rp 669,7 juta untuk dua desa. Masing-masing desa mendapatkan dukungan dana sebesar Rp 334,85 juta.

“Dua desa itu akan mendapatkan dukungan dana untuk keperluan sasaran fisik dan nonfisik. Di Desa Sarimulyo, sasaran fisik akan dilakukan dengan betonisasi jalan desa sepanjang 850 meter dan rehab poskamling tiga unit. Di Desa Sitimulyo, beton akan dilakukan sepanjang 1,3 kilometer dengan rehab satu unit poskamling, pembuatan gorong-gorong, dan makadam jalan,” ujar Bupati Pati Haryanto, Selasa (3/5/2016).

Sementara itu, sasaran nonfisik akan dilakukan dengan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan empat konsensus dasar nasional, pembinaan bahaya radikalisme dan narkoba, penyuluhan Perda, workshop cara hidup sehat, teknologi tepat guna dan penyuluhan pertanian.

“Selain itu, sasaran nonfisik juga dilakukan dengan lokalarya kewaspadaan nasional dan wawasan kebangsaan, penyuluhan sertifikasi tanah dan penyuluhan akte atau KTP, serta olahraga bersama pemda, polres, kodim dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma rencananya akan mengerahkan dukungan personie Satgas desa sebanyak 98 orang. Personel tersebut akan disinergikan dengan warga desa setempat.

“Itu yang disebut dengan TNI manunggal dengan masyarakat. Artinya, TNI bersama-sama masyarakat membangun desa untuk kemajuan negara. TMMD ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi, akses transportasi desa, keamanan, dan peningkatan wawasan warga desa,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemdes Kutuk Enggak Mau Ketinggalan TMMD

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Supardiyono siap bekerjasama untuk menyelesaikan pembangunan jalan desa di program TMMD.

“Sebagai desa yang disasar oleh program TMMD ini, pastinya kami siap untuk bisa bekerjasama atau sambatan dengan TNI. Sehingga semua masyarakat akan kita imbau agar ditugaskan untuk ikut berperan serta dalam proses pembangunan ini,” kata Supardiyono.

Sementara itu, dirinya juga sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi,pemerintah kabupaten dan masyarakat. Sebab peranan mereka sangat besar pada pembangunan. Terutama di TMMD.

“Kita patut syukur dan terima kasih kepada pemerintah yang ada. Sebab program TMMD ini bisa berjalan. Dan nantinya di saat sudah selesai pembangunan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan desa. Terlebih menuju desa yang sejahtera dan Kudus yang baik,”ujarnya.

Pada intinya, pembangunan ini bukan hanya sebagai tugas TNI dan pemerintah. Melainkan semua kalangan yang ada.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi 

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus, Korem 073/Makutarama, dibuka di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (3/5/2016). Kegiatan yang akan diadakan hingga Senin (23/5/2016) tersebut akan memfokuskan pembangunan jalan desa yang berada di wilayah RW 1 Desa Kutuk.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 ini merupakan acara rutin tahunan TNI. “Namun dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kudus, dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, dalamkegiatan ini nantinya TNI akan membuat jalan desa sepanjang 384 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. “Dalam kurun waktu selama 21 hari atau 3 pekan ini, nantinya tim TMMD baik itu dari TNI maupun pemerintah desa ataupun masyarakat yang ada akan bekerjasama dalam pembuatan jalan tersebut,” ujarnya.

Upacara pembukaan program TMMD Sengkuyung I tahun 2016 yang dilakukan di lapangan Desa Kutuk juga turut dihadiri oleh jajaran SKPD, unsur pemerintah desa, kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. “Ya mudah mudahan dengan adanyapembangunan ini dapat menjadikan kesejahteraan, dan kemajuan wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait anggaran pembangunan dirinya menyebutkan bahwa pembangunan ini dibiayai dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. “Untuk anggarannya, dibiayai oleh APBD provinsi Rp 160 juta,  APBD kabupaten Rp 270 juta, dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Jadi totalnya Rp 460 juta,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Kodim 0716/Demak Sosialisasi TMMD Reguler ke-96

saksi mata-kodim demak (e)

 

Sebagai bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-96, Kodim 0716/Demak merencanakan berbagai kegiatan, yang rencananya secara resmi akan dibuka 3 Mei 2016 mendatang.

Kegiatan itu antara lain membangun jalan rabat beton di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, sepanjang hampir 1 kilometer. ”Cukup banyak yang akan kita kerjakan di lokasi TMMD Reguler ke -96, di Desa Trengguli. Salah satunya adalah pembangunan ruas jalan di desa setempat dengan sistem rabat beton sepanjang hampir 1 kilometer,” kata Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang melalui Pasiter Kapten Arh Jayadi, saat sosialisasi TMMD di wilayah tersebut, belum lama ini.

Keputusan membangun salah satu rua jalan di Desa Trengguli itu, mengingat di desa tersebut masih ada beberapa jalan penghubung di desa tersebut.

Di  mana lokasinya di area persawaan berupa tanah liat. Kondisi jalan seperti itu akan menghambat aktivitas warga, terutama di saat panen berlangsung. (Pengirim:  Kodim 0716/Demak)

Program TMMD dan Karya Bhakti TNI di Pati Jos

Bupati Pati Haryanto menandatangani selesainya program TMMD dan karya bhakti TNI di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menandatangani selesainya program TMMD dan karya bhakti TNI di Desa Dadirejo, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan Karya Bhakti TNI di Pati tahun ini dinilai kelebihan prestasi. Artinya, program yang dilakukan prajurit TNI untuk membangun desa tersebut melebihi target yang ditentukan.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto. “Dalam realisasinya, program TMMD dan Karya Bhakti TNI tahun ini overprestasi. Semua berjalan lancar dan melebihi target,” ujar Haryanto, usai menutup agenda Karya Bhakti TNI di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Rabu (6/4/2016).

Tahun ini, ada dua desa yang mendapatkan program karya bhakti TNI, yaitu Desa Dadirejo, Margorejo dan Desa Tanggel, Winong. Pengerjaan jalan desa mulai dilakukan pada 4 Maret 2016 lalu dan selesai 6 April 2016.

Total anggaran dua desa tersebut mencapai Rp 713,8 juta. Desa Dadirejo mendapatkan anggaran sebesar Rp 370 juta dan Desa Tanggel senilai Rp 361,8 juta. “Anggaran itu diambil dari APBD kabupaten dibantu dengan swadaya masyarakat. Di Dadirejo, swadaya masyarakat mencapai Rp 30 juta dan swadaya di Tanggel sebesar Rp 21,8 juta,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Dalam operasional kegiatannya, sedikitnya ada 80 TNI dibantu komunitas dan masyarakat desa setempat untuk melakukan pembangunan. Kegiatan itu meliputi dua sasaran, yakni fisik dan nonfisik.

“Di Darirejo, sasaran fisik yang diselesaikan adalah betonisasi jalan desa dengan ukuran 883x3x0,12 meter, gorong-gorong ukuran 6×0,6 meter, dan pembuatan prasasti ukuran 1,5×0,6×2 meter,” imbuhnya.

Di Desa Tanggel, sasaran fisik meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1,89 kilometer dengan luas tiga meter, rehap dua unit Poskamling ukuran 2x2x3 meter, dan pembuatan prasasti berukuran 1,2×0,8×2,5 meter.

“Sasaran nonfisik kedua desa tersebut, antara lain penyuluhan keluarga berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat, penyuluhan antiradikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kegitan TMMD Bikin Pemkab Grobogan Terbantu

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyerahkan bantuan beras dalam penutupan TMMD Karya Bakti Mandiri tahap I tahun 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyerahkan bantuan beras dalam penutupan TMMD Karya Bakti Mandiri tahap I tahun 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyatakan, pemkab selama ini cukup terbantu dengan adanya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)yang dilakukan pihak Kodim 0717/Purwodadi.

Hal itu disampaikan saat menghadiri penutupan TMMDKarya Bakti Mandiri tahap I tahun 2016 di Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Kamis (25/2/2016).

Menurut Dasuki, melalui program TMMD terbukti mampu membantu mewadahi dan mewujudkan aspirasi kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Karena itu, peran dan kerjasama yang erat, intensif dan sinergi antara TNI dan pemkab serta dukungan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci penentu bagi keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan TMMD.

“Pemkab Grobogan selama ini sangat terbantu dengan adanya program TMMD ini. Demikian pula, masyarakat setempat juga ikut berperan aktif menyukseskan setiap kegiatan TMMD yang dilakukan selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasdim 0717/Purwodadi Mayor Inf Arif Isnawan menjelaskan, melalui TMMD diharapkan dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dan memantapkan budaya gotong royong.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Satu Pleton Tentara Dikerahkan dalam TMMD Sengkuyung

Permohonan Program TMMD di Pati Akan Diproses Tahun 2017

Bupati Pati Haryanto memotong pita dalam acara program penutupan Karya Bhakti TNI di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

Bupati Pati Haryanto memotong pita dalam acara program penutupan Karya Bhakti TNI di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Pemerintah Desa (Pemdes) yang ingin mengajukan program TMMD dan Karya Bhakti TNI untuk tahun ini dan 2016 tidak bisa dipenuhi. Pasalnya, desa yang menjadi sasaran program TMMD 2016 sudah ditetapkan. Lanjutkan membaca

Pemkab Pati Prioritaskan Program TMMD untuk Desa Tertinggal

Bupati Pati Haryanto tengah menandatangani program penutupan Karya Bhakti TNI di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

Bupati Pati Haryanto tengah menandatangani program penutupan Karya Bhakti TNI di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil, Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memprioritaskan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan Karya Bhakti TNI untuk desa tertinggal. Hal ini disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam penutupan Karya Bhakti TNI di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Selasa (16/6/2015). Lanjutkan membaca

Program TMMD di Pati Telan Biaya Rp 826,6 Juta untuk Dua Desa

Bupati Pati Haryanto memukul kentongan yang menandai berakhirnya program TMMD di lapangan Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong, Kamis (28/5/2015). Program tersebut menelan biaya Rp 826,6 miliar. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran (TA) 2015 menelan biaya Rp 826,6 juta untuk dua desa. Rinciannya, Rp 371,6 juta untuk Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, dan Rp 373 juta untuk Desa Bringinwareng, Kecamatan Winong.

Lanjutkan membaca

Program TMMD di Pati Diharapkan Sejahterakan Desa Tertinggal

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0718 Pati Letkol Inf Hery Setiono (kanan) menandatangani program TMMD di hadapan Bupati Pati Haryanto, Kamis (28/5/2015). Program tersebut diharapkan bisa menyejahterakan desa yang dinilai tertinggal. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap Pertama Tahun 2015 ditutup di Desa Bringin Wareng, Kecamatan Winong, Kamis (28/5/2015).

Lanjutkan membaca

Musthofa: Jadi Ketua DPRD Kok Pelit Men…

Bupati Kudus Musthofa (bertopi) bersama Ketua DPRD Kudus Masan (kiri) mengunjungi stan di lokasi penutupan TMMD lapangan Kalirejo, Kecamatan Undaan, Rabu (27/5/2015). ((MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Bupati Kudus Musthofa bersama Dandim Kolonel Infanteri Arh Ibnu Sukaelan, resmi menutup acara TMMD di lapangan Kalirejo, Kecamatan Undaan, Rabu (27/5/2015). Sejumlah pejabat datang menyaksikan acara penutupan tersebut, termasuk Ketua DPRD Kudus Masan.

Lanjutkan membaca

Kegiatan TMMD di Terangmas Resmi Berakhir

Bupati Kudus Musthofa dan Dandim Kudus Kol Infantri Arh M Ibnu Sukelan menandatangi laporan kegiatan Program TMMD di lapangan Kalirejo, Kecamatan Undaan, Rabu (27/5/2015). (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Upacara penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di lapangan Kalirejo, Kecamatan Undaan, ditutup dengan penandatanganan laporan oleh Bupati Kudus dan Dandim Kudus.

Lanjutkan membaca

Penutupan TMMD, Dimeriahkan Bazar Rakyat

Pengurus PKK di Kecamatan Undaan mengikuti bazar di Desa Terangmas, Rabu (27/5/2015). Bazar tersebut bagian dari penutupan TMMD di desa tersebut. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Penutupan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar Kodim 0722/Kudus di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, dimeriahkan dengan bazar rakyat.

Lanjutkan membaca

TMMD Dibuka, Petani Terharu

TNI dan masyarakat gotong royong membangunan jalan dengan betonisasi yang panjangnya 500 m, lebar 2.5 m, dan tebal 15 cm di Desa Terangmas, Undaan sangat bermanfaat sebagai jalan petani untuk transportasi mengangkut hasil panen. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Setelah acara pembukaan program tentara manunggal membangun desa (TMMD) yang ke 94 pada Kamis (7/5/2015), Suyono salah satu petani Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, merasa terharu.

Lanjutkan membaca