Program TMMD Sengkuyung Tahap II Ditutup di Tanjungrejo Pati

Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Tanjungrejo, Margorejo, Pati, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung II ditutup di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Rabu (2/7/2017).

Program tersebut terdiri dari pembangunan fisik dan nonfisik. Pembangunan fisik dilakukan dengan pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar tiga meter, betonisasi jalan, pembuatan pos kamling dan tugu prasasti TMMD.

Sementara pembangunan nonfisik dilakukan dengan pelayanan keluarga berencana (KB), penyuluhan pertanian, workshop teknologi tepat guna, pelatihan kepada ibu-ibu PKK, dan olahraga bersama masyarakat.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma mengatakan, TMMD merupakan program dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas masyarakat desa. Selain itu, TMMD mengajarkan masyarakat untuk membangun kebersamaan dan kemanunggalan rakyat dengan TNI AD.

“Ada banyak manfaat dari program TMMD. Masyarakat bisa merasakan langsung pembangunan fisik berupa jalan yang baik dan berbagai sarana lainnya. Mereka juga dibekali dengan keterampilan pada pembangunan nonfisik,” kata Andri.

Pembangunan fisik diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, karena akses jalan yang baik. Adapun pembangunan nonfisik bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik.

“TMMD mengajarkan kepada kita untuk terus menjaga semangat gotong-royong sebagai warisan budaya bangsa. Jangan tinggalkan budaya gotong-royong yang menjadi ajaran leluhur masyarakat Nusantara dari generasi ke generasi,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

Didi Kempot Datang, Acara Penutupan TMMD di Karangsari Grobogan Heboh

Penyanyi ternama Didi Kempot hadir dalam penutupan TMMD di Brati, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara penutupan TMMD Reguler ke-99 tahun 2017 di lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Grobogan, berlangsung semarak, Rabu (2/8/2017). Kasdam IV Diponegoro Brigjend Mohamad Sabrar Fadhilah bertindak selaku inspektur upacara dalam penutupan TMMD tersebut.

Acara penutupan TMMD juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Dandim 0717 Letkol Jan Piter Gurning. Tampak pula perwira dari Kodam IV Diponegoro, Korem Makutarama dan dandim kabupaten sekitar.

Usai upacara, dilanjutkan peninjauan hasil kegiatan pelaksanaan TMMD yang dilakukan selama 30 hari lalu. Antara lain, pembuatan jalan, rehab rumah, musala, dan pembuatan jambanisasi.

Penutupan TMMD makin meriah seiring hadirnya penyanyi ternama Didi Kempot. Penyanyi campursari asal Solo ini hadir sebagai bintang tamu dalam pentas musik yang disuguhkan pascaupacara penutupan. Hadirnya penyanyi berambut gondrong itu tak ayal langsung disambut heboh ratusan warga yang hadir menyaksikan acara penutupan TMMD.

Kasdam IV Diponegoro Brigjend Mohamad Sabrar Fadhilah menegaskan, kegiatan TMMD reguler dilakukan serentak di berbagai daerah. Dijelaskan, melalui TMMD diharapkan dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dan memantapkan budaya gotong royong. Dia berharap kegiatan positif yang dilakukan TNI ini dapat mempercepat pembangunan di daerah pedesaan. 

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pemkab selama ini cukup terbantu dengan adanya kegiatan TMMD yang dilakukan jajaran TNI. Melalui program TMMD terbukti mampu membantu mewadahi dan mewujudkan aspirasi kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Oleh karena itu, peran dan kerja sama yang erat, intensif dan sinergis antara TNI dan pemkab serta dukungan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci penentu bagi keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan TMMD.

“Pemkab Grobogan selama ini sangat terbantu dengan adanya program TMMD ini. Demikian pula, masyarakat setempat juga ikut berperan aktif menyukseskan setiap kegiatan TMMD yang dilakukan selama ini,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Warga Gunungpati Ikuti Donor Darah TMMD di Kalisegoro

Personel TNI dari Kodim 0733 Semarang mengikuti donor darah di sela-sela pelaksanaan TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – TNI Manunggal Membangun Desa TMMD Kodim 0733 Semarang bersama PMI Kota Semarang, Rabu (2/08/2017) melaksanakan donor darah di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Setidaknya terdapat 21 pendonor dari warga setempat yang ikut menyumbangkan darah mereka bagi warga yang membutuhkan.

Pasiter Kodim 0733 Semarang Kapten infrantri Suradi menjelaskan saat ini stok darah di PMI membutuhkan darah yang banyak untuk mengantisipasi masyarakat yang memerlukan bantuan darah secara darurat.

Pihaknya pun mengapresiasi respon masyarakat yang ikut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah. 

“Donor ini kan kegiatan sosial, semoga ini bisa bermanfaat. Selain itu, donor darah juga membuat pendonornya akan lebih sehat lantaran ada regenerasi darah dalam tubuh,”imbuh suradi.

Semantara itu Sutono, warga yang mendonorkan darahnya mengaku selalu rutin mendonorkan darahnya di PMI kota Semarang. Setidaknya setiap tahun 2 sampai 3 kali mendonorkan darahnya.

“Ketika habis donor darah itu kok tubih terasa “enteng” dan segar. Kata dokter sih memang disarankan demikian rajin donor, alhamdulillah saya jarang sakit juga,”ujarnya.

Tono sapaan akrab pria berkacamata itu, juga mengapresiasi kepedulian TNI dengan menggelar donor darah di wilayahnya.

“Baru kali ini donor didekat rumah, kemarin dikasih tau sama pak RT untuk datang. Bagus sih, ndk perlu jauh-jauh ke kantor PMInya langsung,” terangnya. (nap)

TMMD di Kalisegoro, TNI dan Warga Bangun Jembatan Baru

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Jembatan jalan baru di RT 01 RW II Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 Wilayah Kodim 0733 BS Semarang,  kini dirasa sangat membantu warga masyarakat Kalisegoro.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan panjang 2 meter ini kini telah berfungsi dan dapat dilintasi masyarakat, terutama mereka yang melintas dengan sepeda motor.

Prawoto, salah seorang warga mengatakan sebelum ada jembatan tersebut warga masyarakat dari Dukuh Kenteng menuju Sedayu harus berjalan melingkar menembus semak belukar dan nyeberang sungai berbatu. Namun setelah jembatan tersebut jadi  warga bisa bernafas lega.

“Yang paling terbantu adalah anak-anak sekolah. Mereka sekarang bisa langsung melintasi jembatan tersebut”, ujar Prawoto, Senin (31/7/2017).

Pembuatan jembatan baru tersebut menurut Pasiter Kodim 0733 BS Semarang, Kapten Inf Suradi selaku Koordinator Lapangan TMMD Reguler Ke-99, adalah hasil over prestasi. Artinya sebelumnya tidak ada dalam rencana sasaran. Namun karena adanya partisipasi lembaga desa dan masyarakat, pembangunan jembatan itu dilaksanakan karena kebutuhan.

“Jadi semua itu didanai dari swasembada masyarakat, prajurit kami dibantu masyarakat tinggal membangunkan jembatan tersebut”,  ungkap Kapten Inf Suradi. (NAP)

 

Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

TMMD Kodim 0733 Semarang, Mushola Al Ikhlas di Gunungpati Jadi Lebih Nyaman.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

Semarang – Jamaah mushola Al Ikhlas RT 01 RW ll Kalisegoro mengapresiasi upaya Kodim 0733 yang telah merehab tempat ibadah mereka.

“Setidaknya saat ini jamaah merasa nyaman lantaran mushola tersenut lebih nyaman dan adem,”ujar Sholikin warga setempat kamis (27/07).

Mushola Al Ikhlas merupakan salah satu target rehab dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kelurahan kalisegoro, Kecamatan Gunungpati.

Pihaknya berharap agar jamaah mushola semakin banyak lantaran bangunam lebih luas. “Semoga dengan kondisi begini jamaah semakin khusyuk dan semakin banyak,” harap sholikin.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi mengaku ikut berbangga dengan apresiasi warga yang mengaku puas dengan kinerja TNI dalam membangun kelurahan Kalisegoro.

“Syukurlah, warga senang dengan kinerja kami. Semoga ini bermanfaat buat Warga,”ujarnya. (NAP)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Iku Perangi Masalah Sosial

Warga Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang diajak memahami mengenai fungsi dan tugas lembaga masyarakat di lingkungan desanya.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sosialisasi kepada masyarakat tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi lembaga masyarakat di lingkungan desa menjadi salah satu program yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Seperti yang dilaksanakan Selasa (25/7) di TMMD Kelurahan Kalisegoro, setidaknya 50 warga mengikuti sosialisasi pengenalan kelembagaan masyarakat yang menitik beratkan pada peran-perannya.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Semarang Djaka Sukawijana, ada beberapa lembaga masyarakat seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK), Lembaga
Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMDILKMK) atau sebutan nama lain mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

“Ada pula Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Tim penggerak PKK yang bermita dalam mengembangkan dan memberdayakan keluarga,”ujarnya.

Selain itu, juga ada karang taruna yang mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. Baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diminta untuk lebih paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kelembagaan masyarakat yang ada disetiap ke lurahan. “Penekanan pada gejala sosial anak-anak remaja, biasanya kami (Pemkot Semarang) sering menggandeng karang taruna dalam pendekatannya,”imbuh Djaka.

Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin berharap, agar masyarakat dapat lebih mengetahui peran dari masing-masing kelembagaan masyarakat. ”Dengan mengetahui pera dari masing-masing kelembagaan masyarakat, maka warga bisa ikut serta mengontrol dan ikut serta dalam pembangunan,” ujarnya. (NAP)

Ketua RT harus “Kepo” dengan Warga Baru

Warga Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti sosialisasi tentang Kamtibnas yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Penyuluhan/Sosialisasi tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Selasa (25/7) dilaksanakan Kodim 0733 Kota Semarang di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini diikuti 50 warga setempat.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Gunungpati Kompol Bagiyo Prayi menyebutkan setiap warga harus saling memiliki sikap peduli terutama terkait kamtibmas. Hal ini sebagai langkah antisipasi merebaknya faham radikal dikalangan masyarakat.

Peran Ketua RT dinilai memiliki peranan penting karena menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi merebaknya penyebaran faham radikal dan terorisme. 

“Warga harus saling cari tau atau Kepo ketika ada warga baru tinggal dipemukiman. Ini sangat penting buat diantisipasi,”ujarnya.

Tidak hanya itu, Kapolsek juga meminta warga untuk tetap melaksanakan sistem keamanan lingkungan atau siskampling pada malam hari. 

Selain menjaga keamanan lingkungan, dengan berkumpulnya warga juga dapat menambah keguyuban dari masing-masing warga.

“Kan kalau pagi sampai sore kerja, nah pas malam bisa kumpul sebentar dengan tetangga melalui siskampling. Pokok intinya yakni sesama warga saling memiliki rasa tanggung jawab,”imbuhnya.

Sementara itu, Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin menambahkan jika mendapati adanya tindakan yang mengancam kamtibmas, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwajib, baik ke polsek maupun ke Bintara pembina desa atau babinsa.

“Ingat, jangan melakukan aksi main hakim sendiri, laporkan saja ke Kami. jika menangkap maling atau sesuatu yang mencurigakan lainnya. kita negara hukum jadi biar hukum yang berproses,”ujar Bahrudin. (NAP)

 

Ada TMMD, Sunardi Tidak Lagi Mencuci Motor Setiap Hari

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang baru saja menyelesaikan tugasnya di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Salah satu yang menjadi obyek pembangunan di desa tersebut yakni di RT 1 RW I dengan pengaspalan jalan.

Sebelumnya jalan ini kondisinya jelek dan sering menjatuhkan warga lantaran licin serta kondisi yg tidak rata.

Sunardi (23) warga setempat saat ditemui Kamis (20/07) mengaku pernah mengganti velg kendaraannya lantaran jatuh di dekat rumahnya akibat lubang jalan pada malam hari.Selain itu dengan kondisi jalan yang belum diaspal, menyebabkan cepat kotornya kendaraan yg dimilikinya. Terlebih ketika musim hujan jalan cenderung licin dan berlumpur.

“Sekarang diaspal lumayan jarang nyuci motor. Kan kemarin ada pengaspalan jalan sama pak tentara. Jalannya mulus sekarang jarang nyuci motor,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Maimunah (45), yang mengapresiasi perhatian dari TNI yang memberikan jalan mulus bagi warga sekitar.”Terima kasih sudah di buat bagus jalannya. Naik motor jadi nyaman pas pulang kerja,” imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi sebelumnya mengatakan tidak hanya pengaspalan jalan, namun dalam pelaksanaan TMMD, pembangunan akan menyentuh semua aspek yang pada intinya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

“Di sini (Kalisegoro) kita tidak hanya pengaspalan saja, tapi ada banyak kegiatan. Seperti Bedah rumah, membuka Jalan akses bagi warga, sampai rehab Mushola. Semoga warga berkenan atas pengabdian kami,” imbuhnya.(nap)

TMMD Kodim 0733 BS Semarang, Bangun Jalan dan Tingkatkan Kesehatan Warga

Warga Kalisegoro, Gunungpati mendapatkan pengobatan gratis yang merupakan bagian dari kegiatan TMMD Ke-99 Tahun 2017 yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 BS Semarang di kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang, Rabu (19/7/2017) digelar Pengobatan Gratis yang melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Kecamatan Gunungpati.
Warga se-Kecamatan Gunungpati pun memanfaatkan kegiatan ini dengan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis.

Darminto, warga Kalisegoro mendapat pengobatan setelah diperiksa tenaga medis dan kedapatan batuk radang. Bapak berusia hampir 70 tahun ini termasuk perokok berat. Karenanya dokter menyarankan untuk berhenti merokok untuk memperingan radang tenggorokannya.
Sementara Darmini (57) mengalami gatal-gatal di seluruh tangan dan badannya. Oleh dokter juga diberikan obat-obatan berupa penghilang gatal dan vitamin.

Pengobatan gratis disambut antusias oleh masyarakat Kalisegoro. Pasalnya dengan adanya Pengobatan Gratis Program TMMD ini warga merasa terbantu mengatasi dan menangani penyakitnya.”Kami senang ada kegiatan seperti. Terima kasih Pak TNI,” ucapnya.

Mayor Inf Harton, Danramil Semarang Tengah sebagai perwira pendamping kegiatan membenarkan antusiasme warga. Banyak warga yang menghendaki pemeriksaan dan pengobatan gratis diperpanjang. “Namun karena program TMMD ada batas waktunya, maka dijalankan sesuai program,” jelas dia. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Peduli Kesehatan

Petugas memeriksa kesehatan warga Kelurahan Kalisegoro Gunungpati di sela-sela pelaksanaan TMMD Reguler ke-99 Tahun 2017. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan warga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang antusias mengikuti penyuluhan kesehatan, yang merupakan program TMMD Reguler ke-99 tahun 2017, Sabtu (15/7/2017).

Penyuluhan tersebut, dilakukan untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui gerakan hidup sehat. Dalam penyeluhan tersebut Kodim menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Masyarakat pun cukup antusias mendengarkan penyuluhan yang diberikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Salah satu warga Suharni mengaku, selama ini warga memang belum begitu menyadari akan pentingnya kesehatan. Padahal kata dia menjaga pola hidup sehat sebenarnya tidaklah sulit. “Sebenarnya tidak sulit tapi karena mamang belum terbiasa saja,” katanya.

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suradi mengatakan, kesehatan sangat penting dan menjadi harta manusia yang paling berharga. Tidak ada kesehatan bisa dikatakan tidak ada kesempatan untuk menikmati kehidupan.

Pola Hidup sehat tidaklah sulit, karena bisa dilakukan di lingkungan sendiri, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola makan yang sehat.

“Oleh karena itu melalui penyuluhan ini diharapkan warga masyarakat semakin meningkatan kesadaran dan bisa menerapkan pola hidup sehar di lingkungan masing-masing,” katanya.

Menurut dia menjaga kesehatan adalah penting mengingat saat ini biaya pengobatan dan perawatan sangat mahal. Bahkan banyak orang yang terpaksa menjual seluruh harta miliknya demi menyembuhkan penyakit.

“Mulai melakukan pola hidup sehat dari sekarang akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan kini dan nanti,” imbuhnya. (NAP)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

Suparman Minta, Pavingisasi TMMD Tidak Tebang Pilih.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang dikalisegoro  mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi masyakarat yang ikut dalam pembuatan pavingisasi pada Kamis (13/07) di RT 06 RW II kelurahan Kalisegoro.

Salah satu warga RT 3 RW II Anton Ubaidillah menyebutkan program pavingisasi yang dilakukan diakses pemukiman warga ini sangat membantu. Apalagi jika harus menunggu dari pemkot semarang akan lebih lama lagi. “Bagus sih sebenarnya program ini. Tapi jika boleh jangan hanya di RT 06 saja. kan yang perlu diperbaiki tidak hanya ditempat itu,” imbuhnya.

Menurut Dia, jika setiap jalan diperbaiki baik dengan pavingisasi maupun diaspal, maka warga akan terbantu meski bukan jalan umum yang diakses masyarakat luas namun semestinya pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Yang butuh perbaikan bukan satu RT saja. Masih banyak jalan yang perlu perhatian. Semoga saja tahun depan dapat terakomodir baik dari TMMD Kodim 0733 maupun dari pemkot,” imbuh Anton.

Mulato, Warga lainnya berujar, sangat mengapresiasi perbaikan jalan yang dilakukan TNI di desa Kalisegoro. apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau sangat tepat untuk pengerjaan jalannya. “Dulu waktu hujan pasti sering “mbletok” (tanah liat) jalannya. sehingga dengan jalan yang telah dipaving diharapkan tidak lagi seperti dulu. warga tidak was-was ketika lewat,”imbuhnya. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

Pemkab Grobogan Terbantu Program TMMD dari Jajaran TNI

Bupati Bupati Grobogan Sri Sumarni, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tatang Sulaiman dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning berjalan menuju lokasi penananam pohon usai pembukaan TMMD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)TMMD

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pemkab selama ini cukup terbantu dengan adanya kegiatan TMMD, yang dilakukan pihak Kodim 0717 Purwodadi. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan TMMD Reguler ke-99 tahun 2017 di lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Selasa (4/6/2017).

Menurut Sri, melalui program TMMD terbukti mampu membantu mewadahi dan mewujudkan aspirasi kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Oleh karena itu, peran dan kerja sama yang erat, intensif dan sinergis antara TNI dan pemkab serta dukungan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci penentu bagi keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan TMMD.

“Pemkab Grobogan selama ini sangat terbantu dengan adanya program TMMD ini. Demikian pula, masyarakat setempat juga ikut berperan aktif menyukseskan setiap kegiatan TMMD yang dilakukan selama ini,” ujarnya.

Acara pembukaan TMMD juga dihadiri Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tatang Sulaiman dan Danrem Makutarama Kolonel J Pardede. Hadir pula Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, beserta jajaran FKPD dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Pangdam dan bupati beserta para pejabat sempat melakukan penanaman pohon penghijauan di pinggir lapangan. Penanaman pohon dilangsungkan usai pelaksanaan upacara pembukaan TMMD.

Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tatang Sulaiman menegaskan, melalui TMMD diharapkan dapat mendorong tumbuhnya inovasi dan kreasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dan memantapkan budaya gotong royong. Dia berharap kegiatan positif yang dilakukan TNI ini dapat mempercepat pembangunan di daerah pedesaan. 

“Ada banyak kegiatan yang kita lakukan dalam TMMD. Seperti kegiatan fisik berupa pembuatan jamban, rehab rumah tidak layak huni, perbaikan talud dan jalan. Selain itu ada juga serangkaian kegiatan penyuluhan pada masyarakat,” jelasnya pada wartawan.

 

Editor : Akrom Hazami

 

TMMD Fokus Infrastruktur dan Kesehatan Masyarakat

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dilakasanakan Kodim 0733/ BS Semarang di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang fokus pada pembangunan fisik dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, selama TMMD berlangsung yakni mulai Selasa (4/7) sampai Rabu (2/8), TNI akan melakukan berbagai kegiatan.

Komandan Kodim 0733 BS Semarang Kolonel Inf Zaenul Bahar mengatakan, program TMMD TNI ini, sejalan dengan cita-cita pemerintah, membangun desa dan menata kota. Utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya saat pembukaan TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Selasa (4/7).

Ia menjelaskan, beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

TMMD Ke-98 Selesaikan Jembatan, Jalan dan Talud

Danrem 073/Makutarama Kolonel ( Inf) Joseph Robert Giri, memeriksa anggota  pada kegiatan penutupan TMMD, di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (4/5/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TMMD ke-98 di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, telah  selesai dilaksanakan, Kamis (4/5/2017). Kegiatan yang dimulai semenjak 5 April lalu, telah resmi ditutup.

Turut hadir dalam kegiatan penutupan Danrem 073/Makutarama Kolonel ( Inf) Joseph Robert Giri.  Joseph juga bertugas sebagai inspektur upacara. Kegiatan penutupan dihadiri pula sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kudus.

Dandim 0722/Kudus, Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma menyampaikan dalam laporan upacara, semua program sudah terlaksana dengan baik dan lancar.  “Sasaran pokok selesai 100 persen, berupa pembangunan jembatan panjang 12 meter, lebar empat meter dan tinggi enam meter. Pembuatan talud jalan sepanjang 43 meter lebar 30 meter dan tinggi 1,5 meter,” kata Gunawan.

Selain itu, sasaran tambahan juga diselesaikan berupa renovasi teras musala dan pembuatan tempat wudu bantuan dari PT Djarum dan PR Sukun. Ada juga rehab rumah tak layak huni dan pembangunan pos kamling dari PT Nojorono dan BRI.

Tak hanya itu,  jambanisasi juga dilakukan, yang juga bantuan dari PT Pura, PT HIT Polytron, PT Sinar Indah Kertas, PT Sari Warna dan juga dari Mubarookfood. Semuanya selesai dituntaskan oleh petugas secara 100 persen. Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan stan yang memamerkan potensi wilayah di Kudus. Serta ada hiburan berupa musik dan juga tarian.

Editor : Akrom Hazami

Satgas TMMD Gandeng Dinsos Gelar Pelatihan Industri Rumah Tangga

Sejumlah ibu PKK mengikuti pelatihan industri rumah tangga di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Serangkaian kegiatan program nonfisik TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus Tahun Anggaran 2017, dilanjutkan dengan memberikan pelatihan keterampilan industri rumah tangga dan industri kecil  selama sehari. Kali ini Kodim 0722/Kudus menggandeng Dinas Sosial P3AP2 KB Kabupaten Kudus, Kamis (06/04/2017).

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, diikuti oleh sejumlah ibu rumah tangga dan PKK.

Peserta pelatihan tidak hanya menerima pelajaran teori saja, melainkan mendapatkan perlengkapan gratis, berupa tas, alat lem, jarum, benang dan kain bahan handycraft, agar bisa praktik mengerjakan suvenir berbentuk bross.

Hal itu dimaksudkan agar peserta dapat membuat sendiri secara langsung. Harapannya, Hasil kerajinan tangan nanti akan dipasarkan pada saat bazar penutupan TMMD Reguler ke-98.

Berbagai motivasi yang diberikan oleh pemateri Yuliati, kepada peserta pelatihan cukup membuat para peserta bersemangat.  “Untuk dapat membuat suvenir tidak dibutuhkan bakat, ataupun keahlian khusus, asal mau belajar dan benar-benar serius mengikuti pelatihan pasti bisa, yang terpenting niatnya,” kata Yuliati.

Salah satu peserta, Ningsih berharap  agar pelatihan tersebut dapat diberikan secara berkelanjutan. Hal itu akan berguna untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan ibu-ibu PKK  Desa Kandangmas, supaya ada nilai jual yang tinggi dan dapat ikut bersaing di pasaran.

“Terima kasih kepada prajurit satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus, yang sudah mau memberi pelatihan bagi ibu-ibu PKK dan warga di Desa Kandangmas ,” ucap Ningsih.

Editor : Akrom Hazami

 

Selama TMMD, TNI Wajib Menginap di Rumah Warga di Kudus 

TNI saat berada di salah satu rumah warga di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus TA 2017 masih berlangsung. Selain melakukan program fisik pembangunan jembatan, jalan dan program nonfisik, para prajurit TNI ini diharuskan untuk menginap di kediaman warga setempat sambil memberikan penyuluhan.

Babinsa Kandangmas, Serka Jumeno mengatakan, bahwa selama program TMMD berlangsung, para prajurit Satgas TMMD Reguler ke-98 Kodim 0722/Kudus, memang harus bermukim atau menginap di beberapa rumah milik warga.

“Itu diwajibkan. Tujuannya, para prajurit akan ikut merasakan kebersamaan, suka dan duka, layaknya sebuah keluarga. Dengan ikut menyelami kehidupan setiap penduduk di desa, maka akan terjalin hubungan kekeluargaan yang sesungguhnya,” jelas Kapten Inf Heru Cahyono, Pasiter Kodim 0722/Kudus.

Menurutnya, TNI berasal dari rakyat, apa yang dikerjakan semuanya adalah untuk rakyat. Jadi, apa yang terbaik bagi rakyat, juga terbaik bagi TNI. Dia mengharapkan, kebersamaan antara prajurit dengan masyarakat, khususnya di Desa Kandangmas dalam pelaksanaan TMMD ini dapat terjalin dengan baik.

Sementara Suyono warga setempat, mengaku sangat bangga bisa hidup berdampingan bersama dengan Satgas TMMD Reguler.   “Program ini bisa untuk mempererat ikatan kekeluargaan, antara warga masyarakat dengan para prajurit TNI,” bebernya.

Lebih lanjut, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma menyatakan, sejauh ini, atau di hari kedua pelaksanaan TMMD, kegiatan fisik dan nonfisik sudah mulai berjalan semua. Dandim menambahkan, program TMMD ini memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Pasalnya program TMMD ini membuat beberapa dukuh tidak terisolasi lagi.

“Karena jalan penghubung sudah mulai dikerjakan, nantinya warga bisa melintas dari Masin menuju ke Sudo dengan mudah, melalui TMMD ini juga diharapkan perputaran perekonomian masyarakat berubah ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Camat Dawe, Eko Budi Santoso menyampaikan, kegiatan TMMD ini merupakan hasil karya nyata TNI di tengah-tangah masyarakat Kecamatan Dawe, khususnya di Desa Kandangmas, apalagi, program TMMD ini sangat membantu masyarakat pedesaan dalam rangka percepatan pembangunan.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus DukungTMMD dengan Sokongan Dana Rp 3 Miliar

Danrem, Kolonel Inf Joseph Robert Giri saat memberi keterangan wartawan di lokasi TMMD Kudus, tepatnya di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –Pemkab Kudus mendukung penuh penyelenggaraan TMMD tahun ini. Seperti dengan menyokong dana proses TMMD hingga Rp 3 miliar.

Hal itu dikatakan Bupati Kudus Musthofa secara langsung, Rabu (5/4/2017). Bantuan tersebut merupakan hibah dalam menyukseskan TMMD di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe ini.

“Itu merupakan dukungan untuk pembangunan infrastruktur. Harapannya dapat dijalankan dengan baik dan dapat ditiru oleh wilayah lainnya. Karena saya kira baru Kudus yang seperti ini,” katanya.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan sangat penting untuk masyarakat. Terlebih yang dibangun adalah infrastuktur utama seperti jalan, talut dan jembatan.

Sementara, Danrem, Kolonel Inf Joseph Robert Giri yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, bantuan pemerintah daerah  sangat membantu demi kesuksesan TMMD.

“Kami yakin tiap daerah sudah mengalokasikan bantuan untuk TMMD. Dan Kudus ini bisa menjadi percontohan untuk wilayah lainnya,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Rembang Kucurkan Anggaran Rp 250 Juta untuk Dukung Program TMMD

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan alat kerja berupa skop secara simbolis kepada TNI, Linmas dan tokoh masyarakat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Daerah (Pemda) Rembang mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 250 juta untuk mendukung program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung I 2017 yang dilaksanakan di Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, yang dimulai Rabu (5/4/2017).

Selain dari APBD Kabupaten, TMMD ini juga didukung dari pemerintah provinsi yang mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 187,2 juta. Sehingga, total keseluruhan ada Rp 437,2 juta.

Anggaran tersebut, nantinya akan digunakan untuk pembangunan makadam dengan panjang 1.648 meter lebar 2,5 meter dan tinggi 0,30 meter. Selain itu juga, untuk pelat beton  2 unit, talut 5 unit, gorong-gorong dua unit dan pos kamling satu unit.   

Selain kegiatan pembangunan fisik, TMMD juga memiliki kegiatan nonfisik. Di antaranya, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, hukum dan narkoba serta pengobatan gratisl. Selain itu juga ada penyuluhan KB dan pemberdayaan anak, penyuluhan pertanian dan pasar murah.

Pembukaan TMMD yang berlangsung pada pagi tadi, diikuti oleh jajaran TNI,Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang, Satpol PP, Satlinmas, masyarakat dan pelajar.

Dalam hal ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz bertindak sebagai inspektur upacara. Setelah itu, secara simbolis, pembukaan TMMD ditandai dengan penyerahan alat kerja bakti seperti cangkul dan sekop dari anggota TNI kepada bupati dan selanjutnya diserahkan kepada perwakilan anggota TNI, Linmas dan masyarakat.

“TMMD jelas merupakan kegiatan perekat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, sehingga Kodim/0720 Rembang akan fokus memonitor lokasi TMMD tahun ini dengan melihat sejauh mana potensi – potensi kecamatan yang dituju mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hafidz.

Selain itu, ia juga memberikan informasi bahwa jalan antardesa, yakni Desa Gambiran sampai dengan Tegaldowo aka diperbaiki.”Jalan antardesa Pamotan-Gambiran sampai Galengan dan Pamotan- Trembes sampai Tegaldowo tahun ini akan ditingkatkan dan diperbaiki dengan lapisan hotmix,” bebernya.

Sementara itu Perwira Proyek TMMD, Kapten Inf Bardan dalam laporannya menuturkan, bahwa alasan Desa Gambiran menjadi desa sasaran TMMD kali ini karena merupakan desa dengan penduduk miskin cukup banyak.

“Dengan adanya TMMD ini diyakini mampu membuka akses yang lebih  bagi aktivitas ekonomi, terutama membuka jalur transportasi bagi pemasaran  produk pertanian serta akses pelayanan umum bagi masyarakat,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Jepara Buka TMMD Sengkuyung I 2017 di Bangsri

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat menyerahkan alat kerja secara simbolis, pada pembukaan TMMD Sengkuyung I 2017, di Lapangan Dukuh Banyuurip, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Rabu (5/4/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka  program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun Anggaran I 2017, di Desa Bangsri RW 16, Kecamatan Bangsri, Rabu (5/4/2017). Acara yang digelar di Lapangan Dukuh Banyuurip itu, berfokus pada akselerasi pembangunan daerah guna meningkatkan perekonomian warga.

Bupati dalam pidatonya, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di dalamnya gubernur melihat TMMD sebagai sebuah kekuatan luar biasa, karena ada kerja sama, bukan hanya dari TNI, Polri dan pemda saja namun keterlibatan masyarakat.

“Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa. Menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu atau persoalan terkini dengan solusi,” kata Ganjar dalam sambutannya yang dibacakan bupati.

Apalagi, lanjut Ganjar menyebut angka kemiskinan di provinsinya yang masih cukup besar. Sesuai data di 2016 kemisikinan mencapai angka 13,19 persen dari total penduduk. Sedangkan pengangguran terbuka berjumlah 4,63 persen. Sedangkan indeks pembangunan manusia (IPM) Jateng berada pada angka 69,49.

Ia menggaris bawahi bahwa TMMD ini bisa dijadikan program kegiatan lintas sektoral guna membantu berbagai penanggulangan berbagai permasalahan di Jateng.

Desane maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakate komplet, SDM-me makin berkualitas unggul mandiri, punya spiritualitas tinggi, nggak ada narkoba, kreatif dan inovatif sera berkarakter kebangsaan kuat. Lan sing penting kabudayane tansah lestari. Itu baru luar biasa,” ujar Ganjar.

Adapun, pada TMMD Sengkuyung I TA 2017 yang dilaksanakan oleh Kodim 0179/Jepara bekerja sama dengan Polri dan dinas terkait, menelan anggaran total Rp 332.200.000. Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi Jateng, Dukungan SST, APBD Kabupaten, dan swadaya masyarakat.

Adapun sasaran pembangunan fisik di antaranya, pengaspalan jalan sepanjang 373 meter dengan  lebar 3 meter. Pengerjaan saluran air di kanan dan kiri sepanjang 373 meter, pembuatan pos kamling, jambanisasi dan lain-lain.

Di samping itu, kegiatan yang dilaksanakan dari 5 April sampai 4 Mei 2017 itu, juga menyasar pembangunan non fisik. Di antaranya penyuluhan materi penyiapan program pembangunan pembekalan pengetahuan dan wawasan kebangsaan. Peningkatan kesadaran masyarakat berbangsa dan bernegara serta bela negara oleh tim kelompok kerja operasi TMMD Sengkuyung I di desa wilayah Bangsri.

Dandim Jepara Letkol (inf) Ahmad Basuki dalam laporannya yang dibacakan, Pasiter  Kapten Inf Ramlan manyebut alasan pemilihan tempat TMMD. Menurutnya, Desa Bangsri merupakan wilayah yang potensial dalam bidang ekonomi, namun masih memerlukan penanganan untuk pengembangan potensinya.

Editor : Kholistiono