Polwan Cantik di Grobogan Dites Urine

Polwan usai melakukan tes urine  di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada yang berbeda dalam pelakanaan apel rutin yang dilangsungkan Mapolres Grobogan, Rabu (16/8/2017). Soalnya, selepas apel, puluhan polisi wanita (Polwan) langsung diminta menjalani tes urine.

Pelaksanaan tes urine secara mendadak itu dilaksanakan oleh Sie Profesi dan Pengamanan (Propam) bekerjasama dengan bagian Dokkes. Anggota yang mengikuti tes tersebut dipilih secara acak dari tiap bagian, satuan, fungsi dan polsek. Semua anggota lain yang belum menjalani tes urine tetap diminta berada di lokasi selama pemeriksaan berlangsung.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menegaskan, tes urine dilakukan secara mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa anggotanya bersih dari pengaruh narkoba. Kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu rangkaian memperingati HUT ke-60 Polwan yang jatuh pada 1 September mendatang.

“Pemeriksaan ini dilakukan mendadak sehingga tidak ada kesan rekayasa. Nantinya, seluruh personil Polri maupun pegawai sipil Polri akan mengikuti kegiatan yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tes urine ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab sebagai penegak hukum dan menunjukkan keseriusan polisi dalam memerangi peredaran narkoba. Dengan bersihnya anggota maka pemberantasan narkoba benar-benar bisa berjalan di wilayah hukum Polres Grobogan. Oleh sebab itu, sebelum menangkap para pelaku narkoba, petugas terlebih dahulu harus menjalani tes urine.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Dokkes Polres Grobogan, belum ada temuan adanya anggota yang terindikasi memakai narkoba. Kalau memang hasil tes  ada yang terbukti menggunakan narkoba maka akan diambil tindakan tegas, termasuk pemecatan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Awak Bus di Terminal Induk Grobogan Mendadak Dites Urine

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan awak bus dan para pedagang asongan yang ada di terminal induk Purwodadi, Jumat (30/12/2016) mengikuti kegiatan tes urine di tempat tersebut. Sedikitnya ada sekitar 20 orang yang ikut diambil sampel urinenya guna dites petugas dari Dokkes Polres Grobogan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya semua negatif. Artinya, tidak ada satupun yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono menyatakan, selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga punya pengaruh besar dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Oleh sebab itu, para pengemudi perlu dites urine untuk memastikan kalau kondisi mereka aman dan layak untuk mengemudikan kendaraan.

“Pelaksanaan tes urine ini merupakan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Khususnya menghadapi momen libur panjang akhir tahun. Melalui kegiatan ini kita bisa memastikan kalau kondisi awak bus, khususnya sopir benar-benar aman untuk mengemudikan kendaraan,” katanya didampingi Kanit Laka Ipda Sunarto yang ikut memantau pelaksanaan tes urine tersebut.  

Sementara itu, Kepala Terminal Induk Suparna mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pemeriksaan urine buat awak bus dan pedagang asongan tersebut. Selain untuk keselamatan, tindakan tersebut dinilai merupakan upaya untuk mencegah adanya peredaran dan pemakaian narkoba. 

Usai pelaksanaan tes urine, petugas kemudian melangsungkan pengecekan fisik kendaraan. Khususnya, bus antar kota antar provinsi (AKAP). Dalam pengecekan yang dilakukan, ada tiga bus yang terpaksa ditindak karena tidak lengkap suratnya.

“Dari sekitar 15 bus AKAP yang kita periksa, tiga di antaranya kita tilang karena surat-suratnya tidak lengkap,” kata Susanto Adi Wibowo, pegawai Dishubkominfo Grobogan yang juga menjabat sebagai Pejabat Penyidik PNS (PPNS), usai menggelar kegiatan. 

Editor : Akrom Hazami

Pengguna Narkoba di Jateng 600 Ribu Orang

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2N) BNNP Jateng Susanto, mengatakan selama 2016, warga yang terjerat narkoba mencapai sekitar belasan orang. Jumlah itu merupakan data yang diterima.

“Hanya belasan saja yang masuk ke kami selama 2016. Sedangkan Nasional mencapai sekitar 5,2 juta,” katanya kepada MuriaNewsCom di sela-sela aksi tes urine PNS di Kudus, Rabu (7/12/2016).

Data pada 2015, di Jateng terdapat 600 ribu pengguna narkoba. Untuk itulah angka  pengguna narkoba terus ditekan, supaya tidak melebihi persentase nasional yakni 0,03 persen.

Dari jumlah pemakai narkoba tahun ini, kata dia, rata-rata  berusia 10-59 tahun. Meskipun, ada juga pemakai yang berusia anak-anak. Sedangkan, dari jumlah tersebut, faktor yang menyebabkan mengkonsumsi Narkoba paling banyak adalah lingkungan. Bahkan 90 persen disebabkan lingkungan.

Melihat itu, dia meminta keluarga sebagai garda paling depan untuk menanggulangi narkoba. Sementara untuk PNS di Kudus masih aman dari narkoba. Dari tes yang dilakukan, ada lima orang yang kedapatan menggunakan obat tertentu.

“Jadi ada PNS yang mengkonsumsi obat tersebut. Itu bukanlah narkoba tapi obat lainnya,”” ujarnya.

Dijelaskan, Kudus termasuk wilayah yang bagus dalam pencegahan narkoba. Sebab Kudus merupakan daerah pertama yang mengadakan tes narkoba. Daerah lain juga meniru melakukan tes narkoba, seperti Kebumen, Solo dan Blora.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan PNS Kudus Dites Urine

PNS melakukan proses tes urine di kantor Setda Pemkab Kudus, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

PNS melakukan proses tes urine di kantor Setda Pemkab Kudus, Rabu (7/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rabu pagi (7/12/2016), ratusan PNS memadati kawasan gedung Setda Pemkab Kudus. Ratusan PNS dihadirkan guna melakukan tes urine, yang diadakan oleh BNN Provinsi Jateng.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Yuliono mengatakan, tes tersebut bermaksud untuk melihat dan mengetahui apakah pegawai PNS di lingkup Pemkab Kudus mengkonsumsi narkoba ataukah tidak. Untuk itulah tes urine dilaksanakan.

“Hari ini yang dites urine sejumlah 991 PNS. PNS tersebut, berasal dari eselon empat dan staf di lingkup Pemkab Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom saat mengawasi proses tes urine.

Menurutnya, 991 PNS yang melakukan tes urine dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama dilakukan pada pagi tadi, sekitar jam 07.30 WIB. Tahap pertama itu, diikuti oleh 389 PNS dan staf SKPD di Kudus. Jumlah tersebut, kata dia meliputi dari pegawai sekda 161 orang, Bappeda 33 orang, BKD 48 orang, Disdukcapil 31 orang, DPPKD 75 orang, BPMPPT 23 orang, Kesbangpol 17 orang.

Sedangkan pada tahap II, dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Tahap II diikuti oleh 298 PNS dan staf meliputi Disdagsar 163 orang, Dispertan 77 orang, serta pegawai di lingkup Disbudpar sejumlah 58 pegawai.

Tahap III dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB, dengan jumlah pegawai 304. Jumlah tersebut meliputi Disdikpora 113 pegawai, Kepala SMP dan Kepala TU SMP 46, Ka TU UPT dan Pengawas TK/SD/SMP pada UPT pendidikan kecamatan sejumlah 75 serta anggota satpol PP sejumlah 70 petugas.

“Ini merupakan tes kali kedua setelah sebelumnya untuk ekselon II dan III dites urine. Dan kegiatan ini menggunakan anggaran dari APBD perubahan sekitar Rp 200 jutaan,” ujar dia.

Ditambahkan, pada 2017 juga akan dilakukan tes urine kembali. Mengingat jumlah PNS di Kudus berjumlah 70 ribu lebih, setelah beberapa diambil alih pusat dan provinsi. “Ini merupakan bentuk deteksi kepada pegawai agar tidak menggunakan narkoba,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami