Puluhan Sopir Bus Bejeu Mendadak Dites Urine

Proses pengujian urine oleh Satnarkoba Polres Jepara, kepada awak bus PO Bejeu, Jumat (9/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan sopir Perusahaan Otobus (PO) Bejeu jurusan Jepara-Jakarta dites urine, Jumat (9/6/2017). Tujuannya, untuk mengetahui apakah mereka terkontaminasi narkoba atau tidak. 

Kegiatan tersebut juga merespon tertangkapnya sopir dan kondektur bus Bejeu yang tertangkap oleh jajaran Polrestabes Semarang, karena bertransaksi sabu-sabu, Senin (5/6/2017). 

Tes urine dilakukan di pool PO Bejeu pada pukul 10.00 WIB. Tercatat, sekitar 50 lebih sopir dan kru bus yang mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, tes dilakukan oleh tim dari Satnarkoba dan Satlantas Polres Jepara. 

Hasilnya, puluhan pengemudi bus jurusan Jepara-Jakarta tersebut negatif menggunakan narkoba. 

“Untuk tes urine ini berkaitan dengan keselamatan penumpang, agar jangan sampai mengonsumsi narkoba, yang nantinya bisa sebabkan kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Hendro Arsiyanto Kepala Satuan Anti Narkoba Polres Jepara. 

Menurutnya, tes ini bukan yang terakhir. Sesuai permintaan pihak manajemen akan ada lagi tes yang dilakukan menjelang Lebaran. 

Disinggung tes narkoba pada pengemudi PO lain, Hendro mengatakan, hal itu akan dibicarakan dengan pihak manajemen masing-masing. Sedangkan untuk sopir angkutan lain, pihaknya akan menyelenggarakan operasi gabungan dengan instansi lain seperti Dinas Perhubungan, langsung di terminal ataupun jalan. 

Sementara itu, Director General Affair PO Bejeu Jalal Mujtaba merespon positif langkah yang ditempuh pihak kepolisian. Terkait anak buahnya yang terjerat narkoba di Semarang, ia mengaku kecolongan. 

”Kita kecolongan terhadap adanya kasus yang terjadi di Polrestabes Semarang. Kedepannya jangan sampai terjadi lagi. Kalau untuk pengawasan, kami telah melakukannya secara ketat, setiap Minggu kami panggil sopir-sopir untuk dievaluasi, bicara empat mata dengan kami,” katanya. 

Kedepan, ia akan meningkatkan kerja sama dengan Polres Jepara terkait tes narkoba bagi anak buahnya. Jalal mengaku akan mengikuti prosedur pemeriksaan, apakah dilakukan tiga bulanan, enam bulanan ataupun insidentil. 

“Jumlah sopir kami ada 100 orang. Untuk yang belum dites urine akan dilakukan pada tahap selanjutnya. Rencananya pengetesan narkoba ini akan dilakukan dalam tiga tahap,” imbuhnya.

Ditanya mengenai anak buahnya yang tertangkap di Semarang, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum. Ia juga akan bekerja sama dengan kepolisian, bila ada satu diantara armadanya dilakukan untuk mengumpulkan bukti lanjutan. 

Editor : Kholistiono

Kepala SKPD dan Camat di Pati Dites Urine

Beberapa pejabat  SKPD dan camat di Kabupaten Pati sedang mengikuti tes urine dadakan, Rabu (31/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Beberapa pejabat SKPD dan camat di Kabupaten Pati sedang mengikuti tes urine dadakan, Rabu (31/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Berdasarkan Surat Edaran Bupati Pati Nomor 354/3899 tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan camat se-Kabupaten Pati yang menghadiri coffe morning di Ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (31/8/2016) dites urine oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melalui UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakkesda) Pati. Tes yang diperintahkan langsung oleh Bupati Pati Haryanto itu merupakan bagian dari penegakan penyalahgunaan narkoba di kalangan pejabat struktural Pemkab Pati.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr Alviani Tritanti Venusia, mengatakan, hasil tes tersebut akan diberikan langsung ke Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati, baik itu positif maupun negatif. “Saat ini, hasilnya belum terlihat semua, nanti jika semua sudah selesai hasilnya akan diserahkan ke BNK dan Pemkab Pati,” kata Alviani.

Tidak hanya Kepala SKPD dan camat, semua pejabat struktural Pemkab Pati nantinya akan dites narkoba. Tindak lanjut dari hasil tersebut akan diserahkan kepada BNK Pati dan pemerintah daerah (pemda).

Kasubag TU UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Anggia Widiari menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mewaspadai penggunaan narkoba di kalangan pejabat struktural Pemkab Pati. “Kegiatan tes urine narkoba ini bukan berarti ada indikasi pemakai sebelumnya, tapi berdasarkan instruksi dari Bupati Pati Haryanto untuk mengantisipasi adanya penggunaan narkoba di kalangan pejabat struktural,” ujar Anggria.

Tujuan jangka panjang, kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan pelayanan pemerintahan yang prima terhadap masyarakat. Karena itu, perlu Penyelenggara Negara dan Aparatur Sipil Negara yang sehat jasmani dan rohani. “Kegiatan ini merupakan upaya UPT Labkesda melaksanakan pelayanan sistem jemput bola bagi pelayanan masyarakat, salah satunya tes urine ini,” imbuhnya.

Bupati Pati Haryanto yang lebih dulu memberikan teladan dalam tes narkoba mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya memerangi narkoba. Dengan tes tersebut, pejabat struktural Pemkab Pati diharapkan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Bila ada pejabat yang diketahui memakai narkoba, akan dikenakan sanksi tegas karena tidak pantas menjadi panutan masyarakat. Sanksi yang diberikan bila ada pejabat yang menggunakan narkoba, sesuai dengan aturan-aturan kepegawaian yang ada,” tutur Haryanto.

Tes sengaja dilakukan secara mendadak setelah coffe morning bersama bupati, sehingga Kepala SKPD dan camat yang hadir dalam kesempatan itu terkejut dengan agenda dadakan tersebut. “Dengan tes ini, kami berharap tidak ada pejabat satu pun yang menggunakan narkoba. Kalau ada yang hasilnya positif, juga akan dicek lagi apakah dia pengguna aktif atau hanya sekadar dampak dari pemakaian obat-obat lain. Sebab, memang ada beberapa obat medis yang ada kandungan narkotikanya,” pungkas Haryanto.

Editor : Kholistiono

2.000 Orang PNS Kudus Bakal Dites Urine Tahun Ini

 

PNS urine e

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 2.000 orang PNS tahun ini bakal menjalani tes urine. Pelaksanaan tes urine bertujuan untuk mengetahui apakah PNS tersebut mengonsumsi narkoba atau tidak.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus Joko Triyono mengatakan, proses tes urine sedang dalam persiapan. Beberapa bulan lagi sebelum akhir tahun, tes urine dilaksanakan.

“Tahun ini baru 2 ribu. Mudah mudahan tahun depan dapat ditingkatkan dengan jumlah PNS yang lebih banyak lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, jumlah PNS yang terdapat di Kudus hingga per 1 Agustus sekitar 8.744. Sehingga terlihat jelas berapa jumlah PNS yang belum bisa jalani tes urine. Kemungkinan, tahun depan baru bisa dilakukan lagi. Maksimal akhir tahun depan semua PNS sudah dites urine.

“Sebenarnya ada tes lain seperti tes rambut. Namun setelah kami kordinasi dengan BNN hanya dilakukan untuk orang yang dicurigai saja,” ujarnya.

Tes itu juga, dilakukannya untuk mewaspadai jikalau ada kalangan PNS lain yang membawa dan mengkonsumsi narkoba hingga bertahun tahun.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Ngotot Carikan Sumbangan untuk Tes Urine Anggota DPRD Kudus

urunan

Kegiatan pemberian sumbangan untuk tes urine anggota DPRD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus meminta sumbangan di gedung DPRD setempat, Kamis (28/7/2016). Sumbangan dilakukan untuk membiayai tes urine anggota DPRD.

Akhlis Muhammad,satu dari sekian banyak yang meminta sumbangan mengatakan, pihaknya ingin segera mungkin DPRD melakukan tes urine. Hal itu untuk membuktikan kebersihan anggota dewan dari narkoba

“Ini merupakan aksi yang kedua, aksi ini dilakukan agar sagera mungkin mendapatkan biaya untuk tes urine semua anggota dewan,” katanya.

Menurutnya, aksi pertama di kawasan Simpang Tujuh kemarin sor. Dilanjutkan ke gedung DPRD, serta di sekitara kantor dewan.

Seorang warga, Aji, misalnya. Warga yang kebetulan tinggal di sekitar area kantor DPRD. Dia memutuskan ikut memberikan sumbangan agar tes urine untuk DPRD segara dilaksanakan.

“Mudah mudahan tidak ada lagi yang terkena narkoba. Satu saja sudah cukup. Namun tes urine juga harus tetap dilaksanakan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

23 Sopir Bus Wajib Pipis Biar Tak Kecelakaan di Rembang

bus e

Petugas sedang memeriksa kondisi bus yang digelar Polres Rembang, Senin (27/6/2016). (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan sopir bus angkutan mudik Lebaran dicegat petugas gabungan Polres dan Dishubkominfo, di kawasan Terminal Rembang, Senin (27/6/2016). Petugas memeriksa detil bus yang mereka gunakan untuk mengangkut penumpang.

Tak hanya itu, para sopirnya juga diperiksa. Urine mereka diperiksa untuk mendeteksi para sopir itu mengonsumsi narkoba atau tidak. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kecelakaan yang diakibatkan sopir yang terpengaruh narkoba.

Pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB, dengan dipimpin Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ghifar. Untuk melakukan tes urine, dikerahkan personel dari Satnarkoba dan Dokkes Polres Rembang.

“Ada sekitar 23 armada dan plus sopirnya yang dilakukan uji kelayakan dan tes urine di terminal Rembang. Ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan saat mudik lebaran di jalan raya,” katanya.

Jelang Lebaran ini diperkirakan membuat arus lalu lintas makin padat. Kondisi itu, juga menjadi rawan terjadi kecelakaan. Salah satu antisipasi lainnya, kata Ghifar, dapat mencegah terjadinya kecelakaan, dengan memastikan kondisi kesehatan para pengemudi. Terutama, pengemudi bus.

“Dari sopir yang kami periksa, tak ada yang positif terpengaruh miras ataupun narkoba. Tes ini juga untuk mencegah masuknya narkoba di Rembang,” paparnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan armada dengan tujuan untuk menjaga agar kendaraan umum yang akan digunakan dalam mudik Lebaran 2016 sesuai dengan kapasitas dan kelayakan dalam beroperasi.

Beberapa hal yang diperiksa di antaranya ban, lampu, klakson, kipas kaca, serta fasilitas tanggap darurat seperti kotak obat, segitiga pengaman, palu pemecah kaca, dan alat pemadam kebakaran. Surat-surat kendaraan menjadi syarat mutlak bagi armada bus untuk beroperasi.

Ia memastikan, semua kendaran Lebaran berasal dari terminal di Kabupaten Rembang wajib lulus uji kendaran dan sopir lulus tes urine. “Kalau tidak lulus uji maka kendaran dan sopir tidak boleh membawa penumpang,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Awak Bus dan Pedagang Asongan di Terminal Induk Grobogan Dites Urine

Petugas dari Satnarkoba dan Ur Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus dan pedagang asongan di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Satnarkoba dan Ur Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus dan pedagang asongan di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan awak bus dan para pedagang asongan di terminal induk Purwodadi, mengikuti kegiatan tes urine, Selasa (14/6/2016).

Sedikitnya ada sekitar 25 orang yang ikut diambil sampel urinenya guna dites petugas dari Satnarkoba dan Ur Dokkes Polres Grobogan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya semua negatif. Artinya, tidak ada satupun yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang. Baik awak bus maupun pedagang asongan.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menyatakan, selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga punya pengaruh besar dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Oleh sebab itu, para pengemudi perlu dites urine untuk memastikan kalau kondisi mereka aman dan layak untuk mengemudikan kendaraan.

“Pelaksanaan tes urine ini merupakan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Melalui kegiatan ini kita bisa memastikan kalau kondisi awak bus, khususnya sopir benar-benar aman untuk mengemudikan kendaraan,” katanya.

Ditambahkan, sejauh ini masih cukup banyak kasus kecelakaan di Grobogan yang melibatkan kendaraan umum. Pada tahun 2014 lalu, ada 37 kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum. Sementara pada tahun 2015 ini angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum turun jadi 20 kasus.

Sementara itu, Kepala Terminal Induk Suparna mengatakn, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pemeriksaan urine buat awak bus dan pedagang asongan tersebut.

“Selain untuk keselamatan, tindakan tersebut dinilai merupakan upaya untuk mencegah adanya peredaran dan pemakaian narkoba,” ujar Suparna.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Hasil Tes Narkoba Puluhan Petugas Lapas Pati

 

 Salah seorang petugas Lapas Pati tengah menyerahkan urine untuk dites narkoba, pada pemeriksaan yang dilangsungkan Rabu (20/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah seorang petugas Lapas Pati tengah menyerahkan urine untuk dites narkoba, pada pemeriksaan yang dilangsungkan Rabu (20/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petugas gabungan dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati, Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Pati, dan Tim Kesehatan Lembaga Pemasyarakatan Pati, melakukan tes narkoba kepada para petugas Lapas, Rabu (20/4/2016).

Kegiatan itu untuk mendukung perintah Presiden RI Joko Widodo, setelah Indonesia dinyatakan darurat narkoba. ”Ini perintah langsung dari Presiden untuk memberantas narkoba. Hari ini, kita bersama BNK, TNI dan Pemda bersama-sama melakukan tes urine pada petugas Lapas,” ujar Kabag Ops Polres Pati Sundoyo.

Ia mengatakan, tes urine di Lapas menjadi bagian dari rentetan tes urine yang dilakukan di Pati. Mulai dari anggota Polres, TNI, pengunjung karaoke, dan narapidana. ”Semuanya dites. Ini sudah menjadi ketentuan dari pemerintah pusat,” katanya.

Tercatat, ada sekitar 73 petugas Lapas yang dites urine secara mendadak. Mereka diminta untuk buang air kecil dan urine ditaruh dalam gelas kecil. Sementara itu, masing-masing petugas lapas ditunggu tim medis di depan kamar mandi, sehingga tidak bisa curang.

”Ada 73 petugas yang dites. Mereka diminta untuk ke kamar mandi, ditunggu di depan kamar mandi, hingga menyerahkan urine kepada petugas penguji. Kegiatan ini dilakukan secara mendadak, sehingga tidak ada kecurangan,” terangnya.

Beruntung, 73 petugas Lapas Pati dinyatakan negatif dan bebas narkoba. Bila tidak, mereka akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

Editor: Merie

Antisipasi Narkoba, Ratusan TNI di Pati Dites Urine

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petugas tampak melakukan tes urine pada anggota TNI terkait dengan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI dari Kodim maupun Koramil yang bertugas di wilayah teritorial Pati tes urine di Aula Suluh Bakti Makodim Pati, Senin (18/4/2016).

Kegiatan itu dihadiri sedikitnya 115 personel TNI, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pati. Mereka diminta untuk menyerahkan urine pada sebuah wadah, kemudian diserahkan petugas Dinkes.

Dari 115 prajurit TNI yang dites urine, semuanya dinyatakan negatif dari narkoba. “Semua anggota TNI harus tes urine. Kalau terbukti ada anggota yang mengonsumsi narkoba, dia pasti dikenakan sanksi yang berat. Namun, hari ini hasilnya semuanya negatif dan bebas narkoba,” ujar Pasintel Kodim Pati, Lettu Inf Yahudi kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, Indonesia saat ini sudah dinyatakan darurat narkoba. Setiap harinya, 50 orang Indonesia meninggal karena narkoba. Karena itu, anggota TNI diminta untuk tes urine supaya tubuh TNI bebas dari narkoba.

“Agenda ini sudah menjadi instruksi dari pusat. Anggota TNI harus bebas dari narkoba. Bila kedapatan mengonsumsi narkoba akan dikenakan sanksi yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan demikian, anggota TNI bisa ikut mengajak masyarakat untuk menyatakan tidak pada narkoba,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

178 PNS Kudus Didatangi Pemeriksa Narkoba

Petugas BNNP Jateng melakukan tes urine di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petugas BNNP Jateng melakukan tes urine di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah menggelar apel pagi di halaman Pendapa Pemkab Kudus, Senin (18/4/2016), ke-178 pegawai negeri sipil (PNS) diperlakukan berbeda. Mereka harus tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

Hal tesebut merupakan langkah untuk mengantisipasi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan PNS.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, test urine merupakan program atau instruksi dari Presiden agar dilakukan jajaran pemkab. “Oleh sebab itu, saya sebagai kepala daerah harus bisa menciptakan pemerintahan yang ada di Kudus ini semakin bersih dari narkoba,” kata Musthofa.

Dia melanjutkan, test urine ini dijalani PNS yang terdiri dari kepala SKPD terkait. Selain itu, nantinya akan dilanjutkan lagi kepada jajaran yang ada di bawahnya. Diketahui untuk tes urine selanjutnya, bakal difokuskan kepada sekitar 9 ribu orang PNS yang ada di Kudus. “Dilanjutkan nanti ke sekolah, dan kepala desa,” katanya.

Dia menilai, tes urine ini merupakan langkah dan terobosan untuk menciptakan pemerintahan yang sehat. Sementara itu, lanjut dia, bila ada pegawai yang terindikasi pakai narkoba, maka akan diserahkan ke pihak berwajib.

“Apakah itu, direhabilitasi atau yang lain kita serahkan kepada ketentuan yang ada,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Anggota Polres Blora Mendadak Jalani Tes Urine

Tes urine yang dilakukan oleh sejumlah personel polisi di jajaran Polres Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tes urine yang dilakukan oleh sejumlah personel polisi di jajaran Polres Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sebanyak 200 anggota kepolisian di jajaran Polres Blora menjalani tes urine pada Jumat (15/4/2016) di Mapolres Blora. Pemeriksaan urine secara mendadak ini dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran dan pemakaian narkoba di lembaga penegak hukum.

Tes urine yang digelar di Mapolres tersebut diikuti seluruh anggota, termasuk perwira. Bahkan, Kabag Ops Polres Blora Kompol Wilhelmus Sareng Kelang dan para Kepala Satuan (Kasat), juga ikut menjalani tes yang dilaksanakan Sat Narkoba yang bekerja sama dengan Dokkes Polres Blora.
Kabag Ops Polres Blora Kompol Wilhelmus Sareng Kelang memantau langsung anggotanya yang tengah menjalani tes urine di Mapolres. Mereka satu per satu menyerahkan sampel urine untuk diperiksa dengan dijaga ketat oleh anggota provost.

“Semua anggota yang ada di Mapolres mengikuti tes urine ini, termasuk para perwira, hasilnya semua negatif. Keselurahan anggota yang diperiksa berjumlah 200 orang,” kata Kompol Wilhelmus.

Dia juga menambahkan, tes urine tersebut dilakukan secara mendadak dan tidak ada pemberitahuan sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar anggota tidak ada yang tahu dan tes berjalan apa adanya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana menyebutkan, tes urine ini dilakukan dalam satu tahun dua kali untuk seluruh personel Polres Blora, dan akan ditindaklanjuti ke polsek-polsek, sebagai antisipasi agar anggota tidak terjerat kasus narkoba.

Bagi Kapolres, tidak menutup kemungkinan ada anggota yang memakai atau terlibat jaringan barang haram ini, “Untuk pemakai mungkin akan kita rehabilitasi, sedangkan pengedar akan ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Belasan Penghuni Rutan Purwodadi Dites Urine

Petugas dari Satuan Narkoba Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan urine para tahanan Rutan Purwodadi, Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Satuan Narkoba Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan urine para tahanan Rutan Purwodadi, Rabu (13/4/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Para penghuni Rutan Purwodadi, Rabu (13/4/2016), dikejutkan dengan kedatangan petugas di dalam kamar tahanan yang mereka huni.

Terlebih, begitu masuk para petugas langsung menggeledah kamar yang dihuni para tahanan. Meski demikian, dalam kegiatan itu petugas tidak menemukan adanya barang terlarang di dalam kamar tahanan.

Tidak hanya itu. Petugas juga meminta belasan penghuni untuk melaksanakan tes urine. Namun dari semua tes urine ini hasilnya negatif. Tidak ada satupun yang terindikasi menggunakan narkoba.

”Dari hasil pemeriksaan tes urine terhadap 15 narapidana, semuanya negatif. Kemudian kamar-kamar tahanan juga kita geledah, tetapi tidak ditemukan narkoba maupun sejenisnya,” ungkap Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Jenda Pulung.

Jenda mengatakan, kegiatan yang dilakukannya adalah Operasi Bersinar yang dilakukan Polres Grobogan, dalam rangka memerangi kejahatan narkoba. Sebanyak 80 personel dari lintas satuan dikerahkan untuk melakukan operasi tersebut.

”Dalam rangka operasi bersinar ini, kami lakukan inspeksi mendadak di Rutan Purwodadi. Dari penggeledahan ini kami hanya menemukan belasan korek api dan sendok, yang selanjutnya diamankan,’” katanya didampingi Kasat Res Narkoba AKP Sucipto dan Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Bambang Sugiyono menambahkan, dari 148 penghuni rutan saat ini, empat di antaranya perempuan. Terkait adanya kegiatan ini, pihaknya menyambut baik.
Sebab dengan adanya kegiatan itu, diharapkan dapat memberikan efek positif bagi warga binaan agar terhindar dari narkoba.

”Kami dari Rutan Purwodadi sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depan dapat terus berkelanjutan. Dari internal sendiri sudah sering dilakukan pemeriksaan setiap minggunya,” imbuhnya ujarnya.

Editor: Merie

Narkoba Mulai Masuk Rembang, DPRD : PNS Harus Dites Urine

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Maraknya kasus peredaran narkoba di Rembang, menuai keprihatinan tersendiri bagi Ketua Komisi D DPRD Rembang, Henry Purwoko.

Terungkap beberapa waktu lalu, kasus narkoba di Kota Garam, telah menyentuh elemen masyarakat mulai dari pemandu karaoke hingga sopir truk lintas daerah.

Oleh karenanya, Henry sepakat apabila dilakukan tes urine bagi pejabat pemerintah, pegawai negeri sipil, dan legislator di kabupaten ini secara berkala. Tujuannya untuk memastikan tidak adanya mereka yang mengomsumsi narkoba.

Menurutnya, tes urine di lingkungan pemerintahan di Kabupaten Rembang, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat di daerah. “Kalau Rembang mau bebas dari narkoba, maka pejabat dan aparatnya mesti bersih dulu dari narkoba,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, kasus Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi yang terjerat kasus narkoba harus menjadi pelajaran bagi daerah lain, termasuk Rembang.

“Jangan sampai hal itu terjadi di Rembang. Saya sepakat itu, tes urine bagi pejabat pemerintah, pegawai negeri, dan anggota DPRD. Bukan karena kecurigaan, melainkan lebih untuk mengantisipasi sejak dini,” tandasnya.

Namun pihaknya mengaku belum menjalin komunikasi dengan pihak BNN Jateng ataupun pihak kepolisian untuk menggelar tes urine di lingkup pemerintahan.

“Kami belum melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Namun jika BNN dan polisi menggandeng Komisi D untuk menggelar tes narkoba, kami siap dan menyambutnya dengan gembira,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Periksa Awak Bus, Polisi Malah Dites Urine

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo memeriksa surat kendaraan umum di terminal bus Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo memeriksa surat kendaraan umum di terminal bus Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Selain mengecek kondisi kendaraan, dalam kegiatan pemeriksaan yang dilakukan di terminal induk Purwodadi juga dilakukan tes urine. Awalnya, pelaksanaan tes urine hanya dilakukan bagi awak bus antar kota. Sekitar 20 awak bus ikut tes urine yang dilakukan anggota Satnarkoba dan Ur Dokkes Polres Grobogan.

Usai awak bus, mendadak Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo meminta sejumlah perwira dan anggota untuk menjalani tes urine. Sekitar 10 anggota satlantas yang ikut tes urine yang dilangsungkan setelah acara pengecekan kendaraan umum di dalam terminal tersebut. Setelah anggota selesai, Nur Cahyo pun ikut dalam pelaksanaan tes urine.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya semua negatif. Artinya, tidak ada satupun yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang. Baik awak bus, anggota dan kasat lantas.

“Selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga punya pengaruh besar dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, para pengemudi kita tes urine untuk memastikan kalau kondisi mereka aman dan layak untuk mengemudikan kendaraan. Sedangkan tes bagi anggota itu untuk memastikan kalau mereka tidak ada yang mengonsumsi narkoba,” jelas Nur Cahyo.

Ditambahkan, sejauh ini, masih cukup banyak kasus kecelakaan di Grobogan yang melibatkan kendaraan umum. Pada tahun 2014 lalu, ada 37 kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum. Sementara pada tahun 2015 ini hingga bulan November, angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum turun jadi 19 kasus. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Anggota Satlantas Polres Rembang Jalani Tes Urine

Anggota Satlantas Polres Rembang jalani tes urin (Istimewa)

Anggota Satlantas Polres Rembang jalani tes urin (Istimewa)

 

REMBANG – Tak hanya memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor pengguna jalan, Operasi Zebra Candi 2015 juga menarget anggota polisi sebagai sasaran operasi.

Untuk memastikan polisi bebas dari penyalahgunaan narkoba, Satuan Lalu Lintas Polres Rembang melaksanakan tes urine kepada seluruh anggotanya, Selasa (27/10/2015) pagi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Agunging Tyas Aryani mengatakan, ters urin setiap anggota Satlantas terus digelar secara berkala. Hal itu untuk mengantisipasi adanya anggota yang mengkonsumsi Narkoba. Untuk memastikan hasil pengujian akurat, pihaknya tidak menentukan jadwal tes alias secara mendadak.

“Kita selaku penegak hukum setidaknya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Tujuannya memperbaiki di internal kepolisian dahulu, barulah ke luar, agar kita menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Tyas menambahkan, untuk tes urin, katanya bekerjasama dengan Satuan Reserse Narkoba, Sie Propam, dan dokter kesehatan Polres Rembang. Hasilnya, dari sekitar 70 sampel urin anggota Satlantas yang diperiksa secara bergilir, tidak ditemukan satupun terindikasi mengggunakan narkoba. (KHOLISTIONO)