Biar Kapok, 52 Tersangka Miras Jepara Dilimpahkan ke Kejari

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan di acara pemusnahan miras dan barang bukti pelanggaran lainnya di mapolres. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan di acara pemusnahan miras dan barang bukti pelanggaran lainnya di mapolres. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pihak kepolisian dari Polres Jepara menggelar pemusnahan miras dan sejumlah barang bukti lainnya di mapolres setempat, Kamis (31/12/2015). Selain barang bukti yang dimusnahkan, tersangkanya akan diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Sedikitnya 52 orang tersangka miras telah diproses dan dilimpahkan ke Kejari Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, para tersangka tersebut dilimpahkan ke Kejari Jepara sebagaimana aturan yang ada untuk dilakukan proses lebih lanjut. Kasus-kasus tersebut memang harus ditangani secara optimal agar bisa membuat jera.

“Kami berharap, kasus miras di Jepara ini semakin lama semakin berkurang bukan semakin bertambah,” kata Samsu.

Harapan yang sama juga ditekankan Sekda Jepara, Sholih mewakili bupati menyatakan bahwa miras sumber dari segala kemaksiatan dan kejahatan. Pihaknya juga sangat mendukung adanya operasi dan pemusnahan secara terbuka. Hal ini merupakan salah satu aksi masyarakat dalam upaya menagajak untuk mengurangi miras maupun kejahatan di Jepara.

“Pemkab akan terus mendukung, bersinergi dengan polisi dan segenap pelaku kemananan serta pihak terkait dalam upaya pemberantasan miras,” kata Sholih.

Dia juga mengemukakan, termasuk dari sisi regulasi yaitu dengan dicetuskan Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang Minuman Keras serta Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Prostitusi. Yang intinya pelanggaran keduanya kena denda 50 Juta. Baik itu penjual, pembeli maupun pengguna untuk miras dan penjaja umum, mucikari maupun PSK untuk prostitusi.

“Perda ini sendiri telah berlaku efektif pada tahun 2013 dan diharapkan diharapkan benar-benar membuat efek jera bagi para pelaku,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)