Imbas Perbaikan, Omzet Retribusi Terminal Jetak Anjlok

Bus yang berada di luar Terminal Jetak, Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Bus yang berada di luar Terminal Jetak, Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Pascaperbaikan Terminal Jetak, Kudus, sejakpekan lalu, berdampak pada omzet retribusi bus yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus.

Bejo Sutrisno, petugas retribusi di Terminal Jetak mengatakan, mulai saat pembenahan terminal, terjadi penurunan omzet pada retribusi. “Tidak terlalu banyak sebenarnya, hanya sekitar 20-30%,” ujarnya.

Menurutnya, turunnya omzet tersebut dikarenakan beberapa bus menurunkan penumpang diluar terminal dan langsung kembali ke jalan untuk mencari penumpang. Sementara, retribusi hanya ditarik pada bus yang masuk kedalam terminal.

Setiap bus yang masuk, katanya, membayar retribusi sebesar Rp 1.500, yakni setiap kali masuk dengan membawa penumpang. Untuk bus tanpa penumpang atau hanya beberapa orang saja tidak ditarik. “Meskipun retribusi memang wajib, tapi jika kenyataannya memang hanya sedikit penumpang, kami juga tidak bisa memaksa. Kecuali jika penumpang banyak, retribusi harus dibayar, ” ungkapnya.

Selain karena terminal yang tengah diperbaiki yang membuat bus memilih untuk langsung putar balik, ada alasan lain yang mendasari menurunnya jumlah retribusi tiap harinya. Diantaranya karena budaya masyarakat yang lebih memilih untuk membawa kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.

Karyawan dan siswa yang biasanya sebagai penumpang bus atau angkot, kini lebih memilih membawa kendaraan pribadi. Sehingga, bus kurang diminati. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Terminal Jetak Bakal Miliki Fasilitas Tambahan

Beberapa pekerja sedang melakukan perbaikan Terminal Jetak (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Beberapa pekerja sedang melakukan perbaikan Terminal Jetak (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas kendaraan umum, Terminal Jetak, Kudus kini mulai diperbaiki.

Sodiq, pengelola lapangan perbaikan di terminal Jetak Kudus mengatakan, sejak Senin (21/9/2015) lalu, perbaikan terminal mulai dikerjakan. Sedikitnya ada 16 pekerja yang dilibatkan dalam pengerjaan tersebut.

Menurutnya, rencananya bagian dalam terminal akan dibangun kantor. ” Nanti akan ada kantor untuk staf Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus untuk mengatur dan mengelola terminal. Selain itu juga akan dibangun pula tempat bagi masyarakat untuk menunggu bus ataupun angkot,” ungkapnya.

Sesuai jadwal, diprediksikan perbaikan tersebut akan selesai dua bulan mendatang. ” Kami usahakan dua bulan selesai, jika mundur pun maksimal tidak sampai tiga bulan,” jelasnya.
Dalam pengerjaannya, menurut Sodiq tidak ada kendala. Harapannya, proses pengerjaan dapat segera selesai, agar masyarakat dapat segera menikmati hasilnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Pedagang Terminal Kudus Marah

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Puluhan pedagang di Terminal Kudus mengeluhkan terus berkurangnya jumlah bus yang masuk ke terminal terbesar di Kabupaten Kudus. Kondisi ini diperparah ulah oknum petugas yang memungut retribusi kepada awak bus di luar terminal.

Penasihat Paguyuban Pedagang Terminal Kudus Sido Makmur Munjiat mengatakan, karena praktik tersebut, dari hari ke hari jumlah bus yang masuk ke terminal terus berkurang. “Karena terkesan ada pembiaran dan bahkan pemungutan retribusi di luar terminal, awak bus pun semakin malas masuk ke terminal,” katanya, Selasa (1/9).

Akibatnya, lanjut Munjiat, penumpang yang masuk ke terminal pun menurun drastis. Kondisi itu berdampak pada penghasilan pedagang di terminal. Sebagian besar kios di terminal Kudus pun mangkrak karena pedagang tak lagi tertarik membuka usaha di terminal.

Munjiat menambahkan, pedagang sudah seringkali menyampaikan keluhan kepada kepala terminal. Namun hingga kini belum ada tindakan tegas untuk petugas nakal, atau awak bus. Selain terminal menjadi sepi, awak angkutan pun belakangan lebih suka menunggu penumpang di luar terminal.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin mengatakan siap menindaklanjuti keluhan para pedagang di Terminal Kudus. “Persoalan ini perlu segera dibahas dengan SKPD terkait agar tidak berlarut-larut. Kami di Komisi C pun menginginkan agar aktivitas perekonomian di kawasan terminal bisa berjalan tertib dan rapi,” katanya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Awas, Preman Berkedok Petugas Dishubkominfo di Terminal Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus Didik Sugiharto tak membantah adanya oknum petugas yang nakal. “Satu dua memang ada (petugas nakal). Namun kami selalu melakukan penertiban, “ katanya.

Didik mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya disebabkan oleh awak bus yang enggan masuk ke terminal saja. Disebutkan, jumlah bus baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi saat ini jauh menurun.

Ia mencontohkan, perjalanan bus milik PO Nusantara jurusan Kudus – Semarang yang sebelumnya tercatat sebanyak 80 unit bus, kini sudah jauh berkurang tinggal hanya 11 unit yang tersisa. Dari jumlah itu bahkan hanya lima perjalanan saja yang benar-benar aktif.

“Kami secara rutin tentunya menggelar penertiban agar bus tetap masuk ke terminal dan tidak menaikkan atau menurunkan penumpang di luar terminal,” katanya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Terminal Blora Sepi Penumpang, Puluhan Bus Dikandangkan

Sejumlah armada bus yang berjajar terparkir di terminal Blora bagian belakang (MURIANEWS/PRIYO)

Sejumlah armada bus yang berjajar terparkir di terminal Blora bagian belakang (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Awal Ramadan ini, terminal Blora kondisinya cukup lengang. Tak banyak penumpang yang memanfaatkan armada bus dari terminal Blora. Bahkan, untuk saat ini, jumlah penumpang mengalami penurunan dibanding sebelumnya.  Lanjutkan membaca