Petani Tawangmangu Karanganyar Tiba di Boyolali

Petani tampak melakukan jalan kaki dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Boyolali – Petani Tawangmangu yang sedang laku jalan kaki menuju Kota Semarang, sampai di Boyolali, Selasa (15/8/2017) siang.  Mereka berencana mampir di rumah dinas Bupati Boyolali Seno Samodro.

Sebelumnya, rombongan sampai di Solo pada Senin (14/8/2017) malam. Mereka dipersilakan menginap di rumah pribadi Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Tiba di rumah Rudi (sapaan Hadi Rudyatmo) di Pucangsawit, Jebres, Solo, pukul 23.00 WIB. Ada 20 orang peserta jalan kaki langsung dipersilakan makan. Setelah kenyang, mereka pun beristirahat.

Pagi harinya, Selasa sekitar pukul 06.00 WIB, para petani sudah siap melanjutkan perjalanan. Rudi berkesempatan melepas keberangkatan dengan menitipkan beberapa pesan.

“Semoga bapak dan ibu semua diberi kelancaran dalam perjalanan, selalu menjaga kesehatan, istirahat secara berkala dan jangan memaksakan kaki, semoga selamat sampai tujuan,” kata Rudi.

Sebelumnya Ketua DPC PDIP Solo itu lebih dulu ngobrol dengan para petani. Ia mengapresiasi kesungguhan dan tekad petani dalam mendukung Ganjar Pranowo pada pencalonan Pilgub Jateng 2018. Rudi pun menitipkan salam untuk orang nomor satu di Jateng itu. “Kalau sudah sampai Semarang sampaikan salam untuk pak gubernur, nggih,” katanya.

Para petani yang memberi nama dirinya “Sedulur Tani Tawangmangu” berjalan kaki dari Tawangmangu ke Semarang untuk menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Rombongan tersebut berangkat dari Tawangmanggu pada Senin (14/8) sore dan direncanakan tiba di Semarang, Kamis (17/8/2017). Mereka akan menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai upacara HUT RI ke 72.

Para petani berjalan kaki sebagai bentuk dukungan pada Ganjar dalam Pilgub Jateng 2018. Mereka ingin bertemu secara langsung sebagai perwujudan dukungan moral dari petani lereng Gunung Lawu.

Salah seorang pelaku jalan kaki, Suratno mengatakan, aksi jalan kaki tersebut merupakan bentuk syukuran atas kepastian Ganjar Pranowo maju sebagai bakal calon gubernur melalui DPD PDIP Jateng. Pihaknya merasa lega karena Ganjar telah mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPD PDIP Jateng, Jumat (11/8/2017) lalu.

“Kami para kadang tani berangkat sebagai relawan menuju Semarang untuk memberikan dukungan moral kepada Ganjar Pranowo bertarung di Pilgub yang akan datang. Begitu sampai di Semarang, kita nanti akan bergabung dengan relawan se-Jawa Tengah di kantor Gubernur Jateng,” kata Suratno asal Tawangmangu ini.

Hal senada juga disampaikan peserta aksi lainnya, Sutardi. Ia mengaku, keterlibatannya untuk berjalan kaki dari Karanganyar ke Semarang sebagai pelunas janji. Sebab, sebelum beberapa jam penjaringan internal PDIP ditutup, Ganjar Pranowo akhirnya bersedia mendaftarkan diri.

“Ini nazar saya mendukung Ganjar Pranowo kembali mengikuti Pilgub Jateng 2018. Meski rekomendasi belum turun, saya yakin jika Ganjar kembali dicalonkan PDIP akan memenangkan Pilgub. Pokoknya nek ora Ganjar ora,” ucapnya optimis.

Para peserta berjalan kaki mengenakan caping dan membawa bendara merah putih. Satu spanduk bertuliskan “Masyarakat Tawangmangu Peduli’ nampak dipegang oleh peserta kalan kaki  di barisan terdepan.

Editor : Akrom Hazami

Petani Jalan Kaki dari Tawangmangu Karangangar ke Semarang, Ternyata Demi Ini…

Petani Tawangmangu saat melakukan aksi jalan kaki dari Tawangmangu, Karanganyar, ke Kota Semarang. (Facebook)

MuriaNewsCom, Karanganyar – Ada yang beda dengan aksi petani ini. Adalah puluhan petani menggelar aksi jalan kaki dari Tawangmangu, Karanganyar, menuju Kota Semarang, Senin (14/8/2017). Rencananya mereka akan menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Kamis (17/8) usai upacara HUT RI ke 72.

Para petani berjalan kaki sebagai bentuk dukungan pada Ganjar dalam Pilgub Jateng 2018. Mereka ingin bertemu secara langsung sebagai perwujudan dukungan moral dari petani lereng Gunung Lawu.

Salah seorang pelaku jalan kaki, Suratno mengatakan, aksi jalan kaki tersebut merupakan bentuk syukuran atas kepastian Ganjar Pranowo maju sebagai bakal calon gubernur melalui DPD PDIP Jateng. Pihaknya merasa lega karena Ganjar telah mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPD PDIP Jateng, Jumat (11/8/2017) lalu.

“Kami para kadang tani berangkat sebagai relawan menuju Semarang untuk memberikan dukungan moral kepada Ganjar Pranowo bertarung di Pilgub yang akan datang. Begitu sampai di Semarang, kita nanti akan bergabung dengan relawan se-Jawa Tengah di kantor Gubernur Jateng,” kata Suratno asal Tawangmangu ini.

Hal senada juga disampaikan peserta aksi lainnya, Sutardi. Ia mengaku, keterlibatannya untuk berjalan kaki dari Karanganyar ke Semarang sebagai pelunas janji. Sebab, sebelum beberapa jam penjaringan internal PDIP ditutup, Ganjar Pranowo akhirnya bersedia mendaftarkan diri.

“Ini nazar saya mendukung Ganjar Pranowo kembali mengikuti Pilgub Jateng 2018. Meski rekomendasi belum turun, saya yakin jika Ganjar kembali dicalonkan PDIP akan memenangkan Pilgub. Pokoknya nek ora Ganjar ora,” ucapnya optimis.

Aksi jalan kaki dari pendukung Ganjar di tanah kelahirannya di kaki Gunung Lawu itu mengambil start di pertigaan Jalan Pringgo Sari Dusun Karangsari, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangamanggu atau depan Rivel Hill pintu II grojokan Sewu. 

Sebelum berangkat, mereka menggelar prosesi upacara pelepasan yang dihadiri tokoh masyarakat setempat. Pemberangkan dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB. Para peserta berjalan kaki mengenakan caping dan membawa bendara merah putih. Satu spanduk bertuliskan “Masyarakat Tawangmangu Peduli’ nampak dipegang oleh peserta jalan kaki  di barisan terdepan.

“Rencananya, kami akan mampir di rumah pribadi Pak Rudi (Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo)  malam ini. Rabu siang, kami juga berencana mampir di rumah dinas Pak Seno (Bupati Boyolali Seno Samodro),” tegas Sutardi.

Sebelumnya aksi dukungan muncul dari berbagai daerah setelah Ganjar memastikan mendaftar di DPD PDIP, Jumat (11/8). Di antaranya aksi nelayan di Rembang, petani tembakau Temanggung, Dulur Ganjar Banyumas, relawan Ganjar Kabupaten Semarang serta Demak. 

Editor : Akrom Hazami