Pemuda Rambut Gimbal dan Bertato Diseret Polisi dari Rumahnya di Blora, Gara-gara Ini…

Pelaku pengedar Dextro, Ikhwan Zakaria alias Iping (23) beserta barang bukti, diamankan di Mapolres Blora, Jumat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Ribuan pil Dextro merek Hexymer disita Res Narkoba Polres Blora. Yaitu dari tangan pelaku Ikhwan Zakaria alias Iping (23) warga Kelurahan Beran RT 02/RW 01, Kecamatan/Kabupaten Blora, Kamis (16/3/2017).

Iping merupakan pengedar pil tersebut. Pelaku dibekuk di rumahnya. Pelaku tidak bisa berkutik setelah polisi menggeledah rumahnya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita 1.232 butir pil Dextro, yang sebagian masih dalam botol dan dibungkus dalam kantong plastik bening dengan berbagai ukuran dan siap edar.

Menurut Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Res Narkoba AKP Soeparlan mengatakan terungkapnya kasus peredaran pil Dextro berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat. Yang sebelumnya yang menyebutkan adanya usaha terlarang yang dilakukan pelaku dengan memperjual belikan obat-obatan yang bukan peruntukannya.

Terutama kepada masyarakat bahkan kepada para anak remaja. “Kami langsung mendatangi rumah pelaku melakukan penangkapan dan menggeledah seluruh rumahnya yang digunakan untuk menyembunyikan ribuan pil dextro tersebut,” kata Soeparlan, Jumat (17/03/2017) dikutip situs resmi Polres Blora.

Sementara menurut pengakuan pelaku, dirinya mengedarkan pil Dextro tersebut dan memperoleh dari seseorang yang masih menjadi buron. Barang tersebut dikirim dan diserahkan kepada dirinya untuk dijual.

“Awalnya saya cuma coba-coba ditawari teman untuk menjualkan pil Dextro karena tergiur oleh keuntungan yang sangat besar jika obat tersebut bisa laku semua,” kata dia di hadapan polisi.

Sasarannya adalah remaja. Biasanya, dia menjual via ponsel di pesan pendek (SMS). Kemudian barang itu diantarnya ke pemesan.

Setelah tertangkap, pemuda pengangguran, berambut gimbal dan penuh tato di badannya ini mengaku kapok. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Subsidair Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UURI No. 36 tahun 2019 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman ancaman pidana 15 tahun penjara.

Dextro merupakan obat batuk yang akan bereaksi dalam waktu 30 menit setelah diminum. Zat kimia ini bekerja pada susunan saraf pusat. Sayang, kandungan ini disalahgunakan beberapa orang untuk ‘fly’.

Penggunaan Dextro dalam dosis berlebih akan menimbulkan kerusakan permanen pada susunan saraf pusat manusia. Kerusakan tersebut berakibat pada pelemahan koordinasi mental dan motorik yang disertai dengan kecanduan.

Editor : Akrom Hazami