Tarif Listrik Naik, Warga Pati Buat Surat Terbuka untuk Jokowi

Surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. (Instagram)

MuriaNewsCom, Pati – Ivan Nugraha, warga yang tinggal di kawasan Perumahan Wijaya Kusuma, Kutoharjo, Pati membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait dengan kenaikan tarif listrik. Surat terbuka itu diunggah di Akun Instagramnya, @hok_nugraha, Senin (15/5/2017).

“Aku pakai token, biasanya beli token Rp 125 ribu sampai Rp 150 ribu sebulan. Listrik 900 watt. Sekarang beli token Rp 100 ribu hanya bisa untuk kurang lebih seminggu. Padahal, pemakaian listrik standar seperti biasa,” ujar Ivan saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Selasa (16/5/2017).

Dia mengaku, peralatan yang ada di rumahnya tidak mewah, standar yang digunakan rumah tangga pada umumnya. Misalnya, kipas, lampu, televisi, penanak nasi elektronik, dan lemaris es. Dalam penggunaan lampu, dia menggunakan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Kondisi itu yang membuat Ivan nekat membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi melalui akun Instagramnya. Dia berharap, surat terbuka itu bisa ditanggapi dengan baik oleh Presiden Jokowi.

Berikut isi surat terbuka untuk Presiden Jokowi terkait kenaikan tarif listrik.

Kepada
Yth. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Di tempat

Assalamu’alaikum wr. Wb

Bapak Presiden yang terhormat, dengan segala hormat yang ada saya menulis surat ini.

Tanpa berbanyak kata, saya hanya akan menyampaikan keluh kesah sebagai warga Negara yang Bapak pimpin. Beberapa hari terakhir, saya yakin banyak warga Negara ini yang merasakan, kebijakan menyerahkan harga listrik kepada mekanisme pasar terasa sangat menambah beban hidup. Kebijakan yang jika dikatakan dengan bahasa awam adalah kenaikan tariff listrik, terasa bagaikan tali yang menjerat leher secara perlahan.

Dengan dalih subsidi yang diberikan sangat membebani APBN, sehingga dicabut. Namun di satu sisi, tariff listrik untuk usaha besar malah diturunkan dengan dalih untuk menarik investasi ke Negara ini. Sadarkah bapak, jika dengan kebijakan tersebut jelas-jelas bapak tidak sepenuhnya memperhatikan dan merasakan nasib rakyat di bawah?

Sadarkah bapak, jika apa yang telah diputuskan tersebut sama dengan rakyatlah yang secara tidak langsung menanggung beban tariff listrik para pengusaha besar?

Jika bapak masih berdalih, beban utang Negara semakin berat, harusnya bapak juga berfikir beribu kali ketika akan memutuskan untuk kembali hutang ke Negara lain atau lembaga keuangan dunia yang lain.

Hidup kami semakin berat, Bapak Presiden. Mungkin saat ini bapak tidak merasakan beban kami yang sesungguhnya, karena setiap langkah bapak dibiayai Negara. Listrik yang bapak pakai pun dibiayai Negara yang nota bene uang kami juga. Jelas bapak tidak akan merasakan kesulitan dan susahnya menyisihkan uang sekedar untuk membayar listrik tiap bulan, yang selalu dihantui dengan kenaikan tarif.

Hanya itu keluh kesah saya, Bapak Presiden. Jika membuat Bapak Presiden tidak berkenan, saya sebagai warga Negara meminta maaf setulus hati. Namun jika apa yang saya sampaikan ini dianggap menghina, ujaran kebencian hingga dianggap menimbulkan konflik atau polemic, saya pasrah dengan apa pun yang akan terjadi terhadap diri saya pribadi maupun keluarga saya.

Mungkin juga Bapak Presiden menganggap ini hanya sebatas celotehan yang tidak perlu ditanggapi, dan dibaca tanpa senyum lalu menjadi penghuni tempat sampah, bagi saya pun tidak mengapa.

Sekian dan terima kasih atas segala perhatiannya.

Hormat Saya

Ivan Nugraha
(warga Negara Indonesia, tinggal di Kab. Pati)

Editor : Kholistiono

Rencana Kenaikan Tarif Listrik Rumah Tangga Dikeluhkan

Salah seorang warga Jepara menghidupkan saluran listriknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang warga Jepara menghidupkan saluran listriknya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Seperti informasi yang dilansir PT PLN, tarif listrik dua golongan rumah tangga yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 11%. Hal ini akibat dari kebijakan pemerintah yang memberlakukantariff adjustment terhadap dua golongan tersebut. Tarif ini sendiri akan mulai Selasa (1/12/2015) besok.

Kenaikan ini, mendapatkan sejumlah tanggapan bernada ‘keberatan’ dari warga yang masuk dalam golongan tersebut. Pasalnya, selain karena menambah biaya pengeluaran juga karena pelayanan yang kurang optimal dengan seringnya terjadi pemadaman listrik.

Salah seorang warga Kecamatan Nalumsari Jepara, Fauzi mengatakan, jika memang kebijakan menaikkan tarif listrik golongan rumah tangga tersebut diberlakukan,  pasti dikeluhkan bagi rumah tangga yang menggunakan listrik pada golongan tersebut.

“Seperti saya sendiri, pengguna listrik 1.300 VA mengeluhkan kabar rencana kenaikan tarif listrik itu,” kata Fauzi kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11//2015).

Menurutnya, selain dirinya, sejumlah rumah tangga yang memiliki usaha kecil-kecilan juga menggunakan listrik dengan 1.300 VA. Sehingga, rencana kenaikan tarif listrik yang mencapai 11 persen itu memberatkan.

“Khawatir juga kalau tarif listrik naik, nanti diikuti dengan kenaikan harga barang tertentu. Apalagi dengar-dengar tarif untuk industri malah turun. Ini kan tidak adil. Padahal, pengguna 1.300 VA juga banyak dari kalangan menengah ke bawah. Selain itu, selama ini juga pelayanan listrik kurang optimal dengan adanya pemadaman listrik,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sulthon, warga Kecamatan Welahan, Jepara. Menurutnya, rencana menaikkan tariff listrik golongan rumah tangga tersebut membuat keberatan, terutama yang di golongan 1.300 VA. Sebab, pengguna 1.300 VA tidak semuanya rumah tangga yang golongan menengah keatas.

“Semoga saja kenaikannya tidak pada golongan rumah tangga 450 dan 900 VA,” harapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Hore, Tarif Listrik Turun Pada Desember, Ini Info Pentingnya

listrik_01

 

KUDUS – Ini info penting yang wajib kamu baca. Yakni, PT PLN (Persero) menyatakan tarif listrik bagi pelanggan yang sudah tidak disubsidi mengalami penurunan pada Desember 2015 jika dibandingkan dengan November 2015. Penurunan tersebut untuk mentaati Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 09 Tahun 2015 mengenai tariff adjustment yang diberlakukan setiap bulan.

Dari web resmi PLN, pelanggan yang mengalami penurunan tarif adalah pelanggan golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 Volt Ampere‎ – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas dari Rp. 1.533 per kilo Watt hour (kWh) saat November 2015 menjadi Rp. 1.509 per kWh pada Desember 2015.

Sedangkan untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU dan layanan khusus juga mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir.

Sementara untuk pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan tariff adjustment. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh pemerintah.

Dari penyesuaian per Desember ini, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme tariff adjusment.  Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:

  1. Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
  2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
  3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
  4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
  5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
  6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya diatas 200 kVA
  7. Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
  8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
  9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
  10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA
  11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
  12. Layanan khusus TR/TM/TT.

(AKROM HAZAMI)