Tanggul Sungai Piji Pekon Kudus yang Jebol Butuh Penanganan Cepat

Warga bahu membahu melakukan penanganan darurat di tanggul Sungai Piji Pikon yang jebol, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tanggul Sungai Piji Pikon, jebol pada Minggu (26/2/2017). Pemerintah Kecamatan Mejobo Kudus berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Penanganan tersebut dirasakan sangat mendesak mengingat kondisi curah hujan tinggi.

Hal itu disampaikan Camat Mejobo Harso Widodo. Menurutnya, warga berharap penanganan khusus segera dilakukan oleh pihak provinsi. Penanganan provinsi diinginkan lantaran status tanggul merupakan wewenang dari provinsi.

“Kami dan warga mohon ada alokasi kegiatan pada provinsi yang menangani pengairan secara khusus di sepanjang sungai Piji. Penanganan yang diinginkan berupa normalisasi atau perbaikan tanggul,” kata Harso di Kudus, Senin (27/2/2017).

Pihaknya berterima kasih kepada sejumlah tim yang sudah membantu memperbaiki tanggul. Seperti halnya relawan, BPBD, pihak kepolisian dan juga TNI.

Untuk masyarakat, dia mengimbau supaya tetap waspada. Melihat situasi yang masih hujan deras, segala kemungkinan jelas akan bisa terjadi, termasuk adanya bencana banjir. Untuk itulah kewaspadaan harus ditingkatkan juga.

Dampak adanya tanggul yang jebol membuat sejumlah kawasan terendam air. Seperti halnya wilayah sekitar tanggul  di Desa Tenggeles. Saat hujan deras kemarin, lokasi sekitar juga banyak yang tergenang air.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kebocoran Pintu Sungai Wulan Teratasi, tapi Warga Masih Was-was

Warga berada di dekat pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di dekat pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pintu air pembuangan di tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, yyang sebelumnya bocor, kini sudah diperbaiki. Meski demikian, warga Undaan Kudus masih was-was, karena debit air masih tinggi.

Anton, warga setempat mengatakan kalau perbaikan pintu air sudah dilakukan beberapa waktu lalu. “Sudah aman, tapi takut kalau melimpas akibat tanggulnya sudah penuh,” keluh Anton di Kudus, Kamis (9/2/2017).

Suwarno, warga lain juga mengeluhkan hal yang sama. Meski dia warga Demak, namun sangat dekat dengan Kudus. Dan jika sampai pintu tanggul bocor, warga sekitar yang pertama mengalami dampak. Sebab berada di bawah tanggul. Diketahui, Desa Ketanjung persis berada di sebelah timur tanggul kanan Sungai Wulan berbatasan dengan wilayah Kudus.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, desa yang tinggal di bawah tanggul menjadi dampak. Antara lain Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar Demak, serta Desa Tanjungkarang dan Jatiwetan Kecamatan Jati. Bahkan banjir dapat merembet ke daerah Undaan dan Mejobo Kudus

“Kemarin baru bocor, Minggu (22/1/2017) malam, debit Sungai Wulan mencapai 730 meter kubik per detik. Akibatnya daerah bawah termasuk Undaan penuh air. Sawah dan rumah warga juga menjadi korban,” katanya.

Saat ini sudah ada penambalan atas tanggul dengan sak yang diisi tanah. Hal itu cukup membantu seperti mengurangi pelimpasan air dari sungai besar tersebut.  Namun warga tetap waspada. Karena tanggul usianya juga sudah tua. “Tinggal kuat-kuatan tanggul, apakah dari Demak atau yang ke Kudus yang kuat. Tapi mudah-mudahan dapat aman dan selamat semuanya,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya sudah menginstruksikan kepada kepala desa terdampak untuk kerja sama. Meski masuk wilayah Demak, namun dampak besar dirasakan masyarakat Undaan. Sehingga harus lebih aktif meninjau dan koordinasi. “Kalau perlu warga dapat membantu dalam penanganan. Bisa dengan membantu menanggul kembali supaya lebih kuat dan lebih tinggi,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ketua DPRD Kudus : Tanggul Sungai Wulan di Undaan Bisa Ditangani Gotong-Royong

Warga berada di pinggir tanggul Sungai Wulan yang ada di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPRD Kudus Mas’an berada di pinggir tanggul Sungai Wulan yang ada di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an mengatakan,  dalam penanganan tanggul yang ambrol di Undaan, membutuhkan kerja sama sejumlah pihak. Termasuk juga warga sekitar, khususnya bagi warga yang terdampak dari adanya tanggul ambrol.

Hal itu dikatakan saat meninjau lokasi longsor. Dikatakannya, pemerintah desa setempat sebagai fasilitator bisa mengajak warga bersama-sama mengatasi persoalan. “Minimal dengan pembatas jenis bambu yang ditata. Dengan demikian tumpukan tanah yang jadi tanggul akan tertahan dan tak mudah longsor,” katanya di Undaan, Kudus, Kamis (19/1/2017).

Struktur tanggul memang rawan longsor. Sebab tanggul berbentuk langsung menjulang. Lain halnya jika tanggul dibuat landai layaknya tangga, maka tanah akan lebih kokoh. Pihaknya khawatir jika hujan intensitas tinggi berakibat tanggul kembali longsor. Apalagi perkiraan hujan tinggi akan sampai pada Februari mendatang. Maka potensi longsor masih dimungkinkan terjadi.

“Kalau sampai longsor, maka air akan membanjiri persawahan dulu. Dan petani akan gagal panen lantaran terendam air. Padahal lahan persawahan sudah siap panen,” ungkapnya.

Tanggul longsor  bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 2015 lalu longsor juga terjadi. Saat itu kondisi sangat parah lantaran tanggul yang tersisa hanya satu meter saja. “Dulu langsung ditangani, jadi tanggul tak jadi ambrol. Namun kini sudah longsor lagi tanggulnya,” ucapnya. “Kalau warga mau gotong royong, saya bisa kerahkan masa. Ada KNPI yang siap membantu dan juga warga lainnya yang juga bisa dilibatkan,” jelas dia.

Sementara, Camat Undaan Catur W mengatakan, longsoran tanggul masih dalam taraf wajar, dan warga diminta tidak usah cemas lantaran masih dianggap aman. “Tanggul longsor yang berada di Undaan Lor masih jauh dari bibir sungai dan permukiman, jadi masih aman,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Tanggul Sungai Wulan Longsor, Undaan Kudus Terancam Banjir

Seorang warga berada di pinggir tanggul Sungai Wulan di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang warga berada di pinggir tanggul Sungai Wulan di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bantaran tanggul yang terdapat di samping sungai Wulan, Undaan, Kudus, longsor dalam beberapa pekan berakhir. Longsoran tanggul terjadi dalam beberapa titik dan mengancam bencana banjir.

Longsoran terjadi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan. Kejadian longsor berada di tanggul Sungai Wulan, yang berdekatan dengan Demak. Longsor juga berada di sejumlah titik, baik yang mengarah ke persawahan warga maupun mengarah ke sungai Wulan.

Setu (62) warga setempat menjelaskan kalau tanggul longsor terjadi beberapa kali. Paling parah, longsoran terjadi pada Rabu (18/1/2017) yang menyebabkan tanggul terkikis dalam jumlah yang cukup banyak.

“Beberapa kali tanggul longsor, kemarin saja longsor cukup banyak di sana. Saat longsor biasanya disertai dengan hujan yang cukup deras, lha pas saya di sekitar sini,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Kamis (19/1/2017).

Menurutnya yang berprofesi sebagai petani menyebutkan, tanggul memang rawan longsor. Meski skala tidak terlalu besar, namun kerap kali longsor terjadi karena tanah yang tidak padat.

Sementara, Komandan Koramil 03/Undaan Kapten Inf Sri Widodo mengatakan, phaknya telah melaporkan adanya longsoran di bantaran tanggul sungai Wulan. Rencananya, komunikasi dengan instansi terkait akan ditingkatkan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan komunikasi dengan pihak kecamatan. Kami sifatnya hanya membantu dalam penanganan bencana. Namun kami upayakan sebisa kami,” katanya

Dikatakan, longsor terjadi sepanjang 200 meter pada bagian luar tanggul. Kedalaman longsoran mencapai dua meter di bagian luar. Sedangkan pada bagian dalam, longsor juga terjadi pada jarak yang tak jauh dari longsor bagian luar. 

Editor : Akrom Hazami