Perusuh Natal dan Tahun Baru di Pati Bakal Ditindak Tegas

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Raya Natal dan Tahun Baru kurang beberapa hari lagi. Polisi sudah memperingatkan kepada siapapun untuk tidak membuat kerusuhan pada saat Natal atau Tahun Baru.

Bila ada perusuh, polisi tidak segan untuk menindak tegas. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Kompol Sundoyo. “Satu perintah dari Kapolri, tindak tegas,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Dalam melakukan penindakan kepada perusuh, pihaknya akan melakukan langkah hukum yang proporsional dan tegas. Penegakan hukum kepada perusuh diharapkan bisa menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali selama Hari Natal dan Tahun Baru.

“Maraknya aksi teror akhir-akhir ini, membuat kita harus semakin waspada. Pengamanan akan diperketat. Kita sama sekali tidak ada keraguan dalam bertugas melakukan pengamanan, karena kita bertugas menegakkan undang-undang,” tuturnya.

Kendati penindakan akan dilakukan secara tegas, tapi polisi akan menghadapi permasalahan di lapangan dengan cara-cara yang humanis. Koordinasi antarsatuan juga semakin ditingkatkan, karena yang dihadapi adalah masyarakat sendiri.

Dalam Operasi Lilin Candi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, ratusan personel keamanan sudah disiagakan yang dimulai pada Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). Di antaranya, 212 personel kepolisian, seratus personel TNI, 25 personel Satpol PP, Dinas Perhubungan 20 personel, serta Banser sesuai Koordinator dengan PCNU Pati.

Mereka akan disebar di berbagai titik keramaian. Di gereja, sedikitnya delapan personel kepolisian diterjunkan. Ketatnya pengamanan diharapkan bisa membuat rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Editor : Kholistiono

 

Eni Monroe Hibur Masyarakat di Alun-alun Simpang Lima Pati

Eni Monroe. (ISTIMEWA)

Eni Monroe. (ISTIMEWA)

 

PATI – Ribuan warga Pati merayakan malam tahun baru dengan menikmati orkes dangdut di kawasan Alun-alun Pati, Kamis (31/12/2015) malam.

Mereka tampak berjoget menikmati musik-musik baru ala rock-dangdut. Sedikitnya ada enam biduan lokal yang menghibur warga Pati, salah satunya Eni Monroe yang tenar di Bintang Pantura.

“Malam ini sangat meriah. Warga tumplek blek di alun-alun menyaksikan konser akbar menyambut tahun baru 2016. Kami ditemani artis-artis dangdut Jawa Timur,” kata Eni kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Riyanto, warga Desa Kayen, Kecamatan Kayen mengaku datang jauh-jauh ke Pati Kota untuk menikmati hiburan dangdut.

“Ada banyak pilihan untuk merayakan tahun baru. Saya suka dangdut. Jadi, saya merayakan tahun baru dengan dangdutan di alun-alun,” tutur Agus.

Ia datang di Pati sejak sore sekitar pukul 17.30 WIB. Pasalnya, kawasan alun-alun biasanya sesak dan tidak bisa dilewati setelah Magrib.

“Sudah jadi tradisi tahunan, setiap malam tahun baru selalu padat, tidak bisa dilewati. Jadi, saya datang lebih sore untuk merayakan tahun baru di Alun-alun Pati,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Selain Panggung Hiburan, Ratusan Kembang Api Bakal Ramaikan Tahun Baru di Blora

 

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Malam pergantian tahun yang akan digelar nanti malam di Blora, menyediakan enam panggung hiburan sepanjang Jalan Pemuda dari Alun-alun hingga Blok T (eks terminal Blora). Selain itu, juga akan dimeriahkan oleh ratusan ledakan dari puluhan kembang api.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo selaku leading sektor penyelenggaraan agenda malam pergantian tahun menuturkan, pihaknya menyiapkan dua puluh kembang api yang dinyalakan bersama pada malam pergantian tahun. ”Nanti masing-masing yang menyalakan adalah pejabat Blora,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Bukan dengan alasan, perayaan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, menurut Suntoyo hal itu mendapatkan izin resmi dari aparat terkait. ”Izin dari Polda sudah turun, maka kami berani menggelar perayaan dengan menyalakan kembang api. Yang pasti menambah semarak dengan ratusan ledakan,” ujar Suntoyo.

Kembang api mulai dipasang pada malam nanti, ditempatkan di alun-alun dan di Blok T. ”Selain dua puluh kembang api, tentunya diramaikan kembang api yang lain dari masyarakat dan dari berbagai elemen,” ujar Suntoyo.

Suntoyo berharap, acara berjalan dengan lancar serta masyarakat terhibur dengan adanya panggung hiburan dan ledakan kembang api. ”Tentunya meriah,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

 

Ini Lokasi Pusat Perayaan Malam Tahun Baru di Jepara

Sejumlah petugas dan pejabat di Jepara sedang melakukan patrol di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah petugas dan pejabat di Jepara sedang melakukan patrol di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang puncak malam pergantian tahun ini ada sejumlah lokasi yang bisa jadi referensi bagi anda yang saat ini masih di rumah.

1. OCEAN VIEW RESIDENCE Desa Tegalsambi Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik DJ MUSIK,

2. Palm Beach Resort Bandengan, Jl. Tirta Samudra No. 191 Desa Bandengan Kecamatan/Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik Flow Band dari Semarang.

3. HOTEL SYAILENDRA Jl. HOS. Cokroaminoto No. 27 Kecamatan/Kabupaen Jepara, Pentas hiburan musik AKUSTIK .

4. BAYFRONT VILLA Desa Teluk Awur Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik AKUSTIK.

5. Pantai Pasir Putih Desa Bandengan Jepara, Pentas hiburan musik OM. ROMANSA.

6. HOTEL D’SEASON PREMIERE Jl. Pariwisata no. 09 Desa Bandengan Kecamatan / Kabupaten Jepara, Pentas Hiburan Musik Band, DJ dan Kembang Api.

7. SUNSET BEACH RESTO & BUNGALOW Jl. Tirto Samudero No. 199 Desa Bandengan Kecamatan / Kabupaten Jepara, Pentas Hiburan Musik Akustik (dari Kudus)

8. Pesta kembang api di Alun-alun Jepara, band lokal.

Keramaian di sejumlah titik sudah terlihat sejak selesai selesai adzan salat Isyak. Sejumlah petugas keamanan melakukan patrol. Bahkan, beberapa anggota Forum Kodinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) juga melakukan patroli di sekitar alun-alun Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Jelang Pergantian Tahun, Alun-alun Jepara Jadi Lautan Manusia

Ribuan orang padati Alun-alun Kota Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ribuan orang padati Alun-alun Kota Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang pergantian tahun pada Kamis (31/12/2015) malam ini, Alun-alun Kota Jepara sudah dipenuhi manusia sedari tadi usai Isyak. Dari beberapa penjuru sisi jalan, sejumlah pemuda Kota Ukir berkumpul di alun-alun.

Di lokasi mereka berkumpul, tepatnya di lapangan Alun-alun Kota Jepara telah ada panggung hiburan. Saat ini, band-band lokal tampil menghibur para pengunjung yang datang. Sementara di sisi lain, sejumlah petugas keamanan baik dari kepolisian, Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta aparat lainnya tengah sibuk berjaga-jaga dan mengatur arus lalu lintas.

Para pengunjung tidak hanya warga disekitar wilayah Kota Jepara saja, tetapi juga dari beberapa pelosok Jepara yang berbondong-bondong ikut memeriahkan malam pergantian tahun ini. Hal ini nampak dari padatnya arus lalu lintas baik kendaraan roda dua maupun lebih yang menuju ke wilayah Kota Jepara.

“Saya sengaja ingin melihat kemeriahan malam pergantian tahun ini di alun-alun. Sepertinya malam tahun baru ini ramai,” kata salah seorang warga Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji Jepara, Khairul Anam kepada MuriaNewsCom, saat di sekitar Alun-alun Jepara, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, dia datang ke alun-alun juga untuk berkumpul dengan teman-temannya. Dia mengaku sering dan hampir setiap tahun selalu tak ingin melewatkan momen malam tahun baru, dengan memeriahkannya di alun-alun.

Bagi Anda yang ingin ikut memeriahkan malam pergantian tahun di Alun-alun Jepara, diharap tetap waspada. Letakkan kendaraan di tempat-tempat parkir yang aman yang telah disediakan oleh petugas. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Semalam, Penjual Kembang Api Ini Untung Rp 5 Juta

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pergantian tahun menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual kembang api. Selain kali ini jarang yang menjual, keuntungan yang diperoleh juga lumayan. Terbukti, dalam semalam saja, pedagang dapat untung hinggga Rp 5 juta.

Yulianto (38) pedagang kembang api di kawasan simpang tujuh mengatakan, momen semacam ini biasa dimanfaatkan olehnya. Sehingga, dia menjual kembang api untuk mengais rezeki.
”Hasilnya lumayan, setiap tahun dapat untung kisaran Rp 5 juta. Jadi tiap tahun juga saya menjualnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia merupakan satu-satunya pedagang kembang api di kawasan Simpang Tujuh. Dengan demikian, maka jelas menjadi pedagang yang diburu pembeli. Terlebih malam tahun baru identik dengan pesta kembang api.

Kembang api yang dijual bukanlah kembang api baru. Dia juga tidak mau rugi kalau kembang api yang dijual tidak laku. Sebab kembang api yang dijual adalah sisa dari Ramadan lalu.

Soal harga, dia menjual dengan harga yang bervariasi. Terdapat kembang api mulai harga Rp 3 ribu hingga Rp 500 ribu. Tergantung dengan jenis dan ukurannya.

”Kalau yang Rp 3 ribuan yang biasa saja kaya kupu-kupu. Yang kembang api dengan harga Rp 10 ribu lima kali letusan, Rp 15 ribu delapan kali. Sedangkan yang paling besar Rp 500 ribu 56 kali letusan,” katanya.

Dia menuturkan, barang dagangannya itu ia dapat dari Pasar Kliwon Kudus. Namun tidak jarang dia pun kulakan sampai ke Semarang. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pasar Malam Jadi Alternatif Merayakan Malam Tahun Baru

Pasar malam jadi alternatif merayakan malam tahun baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasar malam jadi alternatif merayakan malam tahun baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Merayakan tahun baru tidak meluluharus di pusat kota, seperti Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Selain tempat itu, masih terdapat tempat lain yang dapat menjadi alternatif dalam merayakan pergantian tahun.

Seperti halnya mengunjungi pasar malam. Selain lebih murah, hiburan yang ditawarkan juga lebih banyak ketimbang di alun-alun. Apalagi, Alun-alun Kudus pada malam tahun baru tidak ada hiburan.

Di Lapangan Pengkol, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog dan juga pasar malam di Lapangan Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, terlihat ramai. Masyarakat berduyun-duyun untuk merayakan malam pergantian tahun di tempat tersebut.

Ahmad Veri, warga Kaliwungu juga ikut meramaikan peringatan malam tahun baru di pasar malam. Bersama dengan temannya, dia lebih memilih lokasi pasar malam ketimbang di Simpang Tujuh Kudus

“Di alun – alun pasti ramai, macet. Sehingga lebih enak disini saja. Ramai sambil menikmati jagung bakar, jadi lebih seru,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berbagai wahana hiburan terdapat disana, mulai biang lala, mandi bola, hingga perahu ombak yang sangat menantang.

Selain para pemuda, di pasar malam juga banyak keluarga mencari hiburan di sana. Seperti halnya keluarnya Nduwan, warga Kaliwungu yang mengajak keluarganya untuk menikmati malam tahun baru di tempat tersebut.

“Di sini komplit, ada untuk anak-anak dan dewasa. Bahkan orang tua juga ada. Jadi tidak macet dan dekat dengan rumah,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

PR Sukun Ramaikan Tahun Baru

sukun pesta semarak

Logo Acara

 

KUDUS – Di penghujung tahun 2015 ini, Rita Park Tegal mengadakan serangkaian acara yang disupport oleh PR Sukun. Acara tersebut diselenggarakan mulai tanggal 24-31 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016.

Rangkaian acara tersebut antara lain:
24-25 Desember berupa Stand Up Comedy, Parade Santa, Chrismast Gift.
26-27 Desember: Pertunjukan Dance, Parade Santa, Chrismast Gift.
31 Desember: Pertunjukan Dance, Stand Up Comedy, Lady Carnival, Live DJ dan Sexy Dance. Sedangkan tepat pada pergantian tahun, pukul 00.00 WIB, digelar pesta Kembang Api.
1 Januari 2016: Acara musik Spesial Tahun Baru dan Parade Badut. (AKROM HAZAMI)

Hore! Tahun Baru, Satpol PP Blora Huni Kantor Baru

Pemotongan tumpeng oleh Pj Bupati Blora dalam rangka menempati kantor Satpol PP Blora yang baru bersama Sri Handoko Kasatpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pemotongan tumpeng oleh Pj Bupati Blora dalam rangka menempati kantor Satpol PP Blora yang baru bersama Sri Handoko Kasatpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menjelang tahun baru ada yang baru pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, mulai Kamis (31/12/2015) instansi tersebut menempati kantor baru. Tepatnya di jalan Blora – Cepu sebelah barat Kecamatan Jepon depan Mapolres Blora.

Sebelumnya instansi tersebut menempati eks rumah makan Sari Rasa yang tepatnya disebelah timur Mapolres Blora. Pindahnya kantor tersebut dikarenakan kontrak pada tempat sebelumnya sudah habis, meski kondisi kantor baru belum memadai untuk ditempati. Seperti belum terpasangnya keramik lantai dan pagar pembatas luar serta belum tersedianya tempat parkir. ”Kontrak di Sari Rasa Habis, kalau kita tidak pindah kita bisa diusir,” ujar Sri Handoko Kasatpol PP.

Anggaran pembangunan gedung Satpol PP Kabupaten Blora pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebanyak Rp 1,7 miliar, dari jasa tersebut untuk jasa konsultan pengawas sebanyak 36 juta, sisanya1,664 juta dilakukan pelelangan di unit layanan pengadaan (ULP) dengan pemenang lelang PT Putra Laksana. ”Anggaran sisa 40 juta, dikembalikan ke kas daerah,” tutur Sri Handoko.

Dalam menempati kantor baru dihadiri oleh Pejabat Bupati Blora, Ihwan Sudrajat. Dalam sambutannya, penempatan kantor baru harus diimbangi dengan semangat baru. Meski kondisi belum selesai sepenuhnya. ”Dalam kekurangan kantor akan dilengkapi pada APBD 2016,” tutur Ihwan Sudrajat. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Kembang Api di Kudus Jarang Dijumpai

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menjelang pergantian tahun, pedagang kembang api di Kudus nampaknya masih jarang dijumpai. Berbeda dengan pedagang terompet, yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan.

Misalnya di kawasan Simpang Tujuh saja. Untuk mendapatkan penjual kembang api, harus memutar dan melihat penjualnya. Sebab dari sembilan penjual dadakan, hanya satu yang menjual kembang api.

M Zamroni, pedagang terompet di Kudus menuturkan, pihaknya enggan mengambil kembang api karena terlalu berisiko. Sebab selain harganya yang mahal, dalam menjualnya juga hanya sehari saja.

”Khawatir saja kalau tidak laku. Lagi pula jarang yang mau membeli kembang api. Kalau terompet banyak yang cari,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, dia juga menjual kembang api saat ramai. Seperti saat bulan puasa dan Lebaran serta saat pergantian tahun seperti sekarang. Namun pada tahun ini dia lebih memilih menjual terompet saja.

”Nanti kalau sisa bagaimana dapat jualan lainnya. Makanya lebih baik jualan terompet saja yang tidak terlau banyak modal,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Tahun Baru, Remaja Kudus Melakukannya dengan Cara Ini

Sejumlah remaja berada di depan kantor DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sejumlah remaja berada di depan kantor DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setiap pergantian tahun bari tiba, warga merayakannya dengan beragam cara. Mulai dari pesta, dan ada juga memanfaatkannya sebagai waktu introspeksi. Begini cara remaja Kudus merayakannya.

Seperti yang disampaikan Lusi Maria, siswi dari SMK N 1 Kudus. Lusi mengatakan bahwa, tahun baru akan dimanfaatkan sebagai waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya.

“Bisa hiburan untuk melepas stres. Sebab Tahun Baru ini berdekatan dengan waktu masuk sekolah di semester kedua, yaitu Senin (4/1/2016) mendatang,” katanya.

Rifqi dari SMA 2 Bae Kudus mengartikan pergantian tahun baru sebagai waktu untuk introspeksi diri. “Kita harus bisa bijaksana dan tidak berlebihan menyambut Tahun Baru,” ujar Rifqi.

Harapannya, tahun 2016 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. “Setidaknya, sebagai pelajar bisa meningkatkan prestasi di sekolah,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Begini Pos Pam PR Sukun di Sejumlah Kota

KUDUS – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi PR Sukun, sekaligus program Corporate Social Responsibility (CSR), PR Sukun bekerjasama dengan pihak kepolisian mendirikan tenda pos pengamanan (Pos Pam).

Pos Pam di Demak (PR SUKUN)

Pos Pam di Demak (PR SUKUN)

Pos Pam di Jepara (PR SUKUN)

Pos Pam di Jepara (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Pos Pam dididikan di delapan titik sepanjang kota Jepara, Rembang, Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Bawen, dan Pemalang. Bantuan ini bertujuan untuk membantu pihak kepolisian dalam pengamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Pos Pam di Kendal (PR SUKUN)

Pos Pam di Kendal (PR SUKUN)

Pos Pam di Grobogan (PR SUKUN)

Pos Pam di Grobogan (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Di dalam Pos Pam tersebut dilengkapi dengan perlengkapan pengamanan seperti Stick Lamp, Borgol, HT, perlengkapan Pemadam, Air Conditioner (AC), serta kotak P3K. Pos Pam ini bertujuan untuk menciptakan suasana aman saat perayaan Natal dan Tahun Baru di ditengah-tengah masyarakat.

Pos Pam di Polrestabes Semarang (PR SUKUN)

Pos Pam di Polrestabes Semarang (PR SUKUN)

Pos Pam di salah satu kota (PR SUKUN)

Pos Pam di salah satu kota (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Diharapkan dengan adanya Pos Pam ini para pemakai jalan merasa aman dan nyaman, serta menurunkan angka kecelakaan selama Natal dan Tahun Baru. (AKROM HAZAMI)

Video – Hotel di Jepara Siapkan Hiburan di Malam Tahun Baru

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun di ruang publik ada larangan pementasan sejumlah hiburan pada malam pergantian tahun baru, namun di sejumlah hotel di Kabupaten Jepara ternyata telah menyiapkan sejumlah hiburan menyambut pergantian tahun. Mereka menyiapkan hiburan seperti live musik, dance, dan stand up comedy serta hiburan lainnya.

“Kalau di sini, kami menyiapkan hiburan live musik dan stand up comedy saat malam tahun baru,” ujar Executive Marketing Palm Beach Awang Budiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya, hampir setiap tahun mayoritas hotel memang menyediakan hiburan malam. Hal itu sebagai bentuk pemberian pelayanan terbaik bagi para tamu yang menginap di hotel maupun bagi masyarakat yang ingin menikmati momen spesial di tahun baru.

“Kami juga menyediakan tarif tersendiri bagi yang tidak menginap di hotel, ada paket untuk dua orang atau satu pasang,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengemukakan, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, di Hotel Palm Beach sendiri, ketika pesta pergantian tahun tidak begitu banyak. Hal itu terkait dengan lokasi yang di gunakan memang di area pantai dan lahan yang tidak begitu luas.

“Paling sekitar 200 sampai 300 orang saja, ya cukup nyaman jika untuk menikmati momen spesial pergantian tahun dengan hiburan-hiburan yang disediakan,” imbuhnya.

Selain Palm Beach, beberapa hotel lain juga menggelar hiburan malam tahun baru, seperti D’Season Bandengan Jepara serta hotel lainnya. Di ruang yang cukup privat, mereka memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan berbagai promo dengan menampilkan sejumlah hiburan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Video – Penjualan Terompet di Jepara Cenderung Menurun

Purwanto, salah satu perajin terompet di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Purwanto, salah satu perajin terompet di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Terompet, menjadi benda yang tak terpisahkan bagi sebagian masyarakat dalam merayakan pergantian tahun. Hal ini, menjadi berkah tersendiri bagi para perajin terompet. Meski demikian, jika dibanding tahun-tahun lalu, penjualan terompet saat ini cenderung menurun.

Hal ini seperti yang dialami perajin terompet yang tinggal di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota Jepara, Purwanto.Warga asli Kabupaten Wonogiri tersebut mengaku mengurangi jumlah terompet yang dibuat, dibanding tahun lalu. Sebab, stok terompet lama masih ada, sehingga pembuatan terompet kali ini dikurangi.

“Saya sudah belasan tahun jadi perajin terompet. Dibanding tahun-tahun lalu, sekarang cenderung berkurang jumlah ordernya,” kata Purwanto kepada MuriaNewsCom, Senin (28/12/2015).

Menurutnya, untuk harga, dia mengaku menaikkan dibanding tahun lalu. Tetapi, kenaikan harganya tidak terlalu signifikan. Dirinya mengaku hanya menaikkan harga sekitar Rp 500 saja.

“Naik sedikit saja, cuma Rp 500. Ya wajarlah, semua kebutuhan lain termasuk bahan juga ada kenaikan harga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejauh ini penjualan dagangannya tersebut sudah lancar. Sejumlah penjual terompet dari beberapa wilayah di Jepara mendatangi lokasi dia tinggal untuk mengambil barang. Sehingga, dia merasa tidak kesulitan untuk menjualnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Pemabuk Miras Tahun Baru di Jepara, Satpol PP Mengincarmu

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang perayaan pergantian tahun, sejumlah aparat keamanan telah disiapkan untuk mengamankan tempat-tempat yang diprediksi jadi pusat keramaian. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian lebih dari mereka. Salah satunya adalah keberadaan Minuman Keras (Miras).

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara Trisno Santosa. Menurutnya, pihaknya akan memberikan perhatian lebih pada peredaran Miras ketika malam Tahun Baru nanti.

“Sebab, miras kerap menjadi pemicu tindak kejahatan atau kriminal bari pengkonsumsinya. Untuk itu, keberadaan miras akan diwaspadai,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, selain mewaspadainya, pihaknya juga akan menyisir sejumlah tempat atau lokasi yang terindikasi adanya miras. Hal itu penting, guna menciptakan suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat dalam merayakan malam Tahun Baru.

“Kami akan merazia sejumlah tempat, dan meminimalisasi warga yang membawa miras saat perayaan Tahun Baru,” katanya.

Lebih lanjut Trisno mengatakan, peredaran miras di wilayah Jepara bagian utara dan selatan menjadi perhatian. Terutama, untuk wilayah Jepara utara ada di Kecamatan Mlonggo dan Pakisaji. Sementara di wilayah Jepara selatan di Kecamatan Welahan dan Kalinyamatan.

“Selain pengamanan, kami juga akan fokus dalam menekan peredaran minuman beralkhohol di masyarakat,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Hai Polisi Grobogan, Jangan Macam-macam saat Amankan Tahun Baru

Anggota Propam Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan pada petugas pengamanan Natal dan Tahun Baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Propam Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan pada petugas pengamanan Natal dan Tahun Baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kegiatan pengawasan momen Natal dan Tahun Baru tidak hanya dilakukan pada titik rawan dan pusat keramaian saja. Namun, juga menyasar pada petugas yang melakukan kegiatan pengamanan.

Hal itu terilihat dengan digelarnya kegiatan Operasi Bersih (Opsih) pada anggota pengamanan Operasi Lilin Candi 2015 yang dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Grobogan Iptu Salamun.

“Opsih ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dari kemungkinan adanya penyimpangan yang dilakukan anggota pengamanan. Pemeriksaan anggota ini sudah kita mulai semenjak gelar pasukan pengamanan, Rabu (23/12/2015) lalu,” kata Salamun, Sabtu (26/12/2015).

Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi beberapa hal. Antara lain, mengenai sikap tampang, surat-surat kelengkapan dan Gampol atau Seragam Polisi. Selain itu, sarana dan prasarana yang digunakan anggota dalam operasi juga turut mendapat pengawasan.

Selain di kantor, pemeriksaan pada anggota juga dilakukan di tempat tugas. Seperti, di gereja-gereja dan pos pengamanan natal dan tahun baru. Dari hasil kegiatan tersebut tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggota. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Hindari Titik Macet Tahun Baru di Kudus Ini

Kendaraan terjebak di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Kendaraan terjebak di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Jalur persimpangan yang terdapat di Kudus, pada malam pergantian tahun diprediksi bakalan padat pengguna jalan. Hal itu disebabkan banyaknya masyrakat yang memilih keluar ketimbang tetap berada di rumah.

“Pada malam Tahun Baru, masyarakat memilih keluar. Maka jalur akan padat. Khususnya daerah perkotaan. Ini perlu pengamanan supaya pengguna jalan juga lancar,” kata Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom.

Jalur yang diwaspadai macet ada di beberapa titik. Di antaranya, perempatan Jember, perempatan Kojan, pertigaan Pentol, dan sebagainya. Jalur persimpangan di masing masing kecamatan juga dijaga petugas kepolisian.

Polisi juga akan mengurai massa jika dinilai sudah menggangu kelancaran arus lalu lintas. Selain itu jika ada perusuh, maka petugas juga tidak akan segan menindak.

“Jangan sampai akhir tahun dan awal tahun ini dengan kejelekan, kita ciptakan suasana yang aman dan kondusif, supaya bermakna,” tambahnya.

Termasuk jika ada yang melanggar lalu lintas atau melanggar aturan, polisi tidak akan segan untuk menertibkan. Sebab polisi akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Seperti minum-minuman keras misalnya. Kami juga akan menindaknya,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Catat! Tak Boleh Ada Pentas Dangdut di Jepara pada Detik-detik Pergantian Tahun Baru

Kembang api pada malam pergantian tahun 2014 ke 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kembang api pada malam pergantian tahun 2014 ke 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Detik-detik pergantian tahun di Kabupaten Jepara tak diperbolehkan ada pertunjukan musik modern. Larangan tersebut sebagaimana aturan dari pihak kepolisian, bahwa pertunjukan musik modern hanya diizinkan sampai pukul 22.00 WIB saja.

“Saat pergantian tahun nanti, aturan sampai pukul 22.00 WIB saja tetap berlaku. Jadi, acara ramai-ramai tetap boleh, tapi tidak boleh ada musik modern seperti dangdut maupun band modern,” ujar Kabag. Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/12/2015).

Menurutnya, Polres Jepara telah mengeluarkan intruksi larangan pentas musik hingga tengah malam. Larangan itu, diperuntukan pentas musik modern, seperti musik dangdut dan band. Pada perayaan malam pergantian tahun, larangan tersebut tetap diberlakukan.

Lebih lanjut dia mengemukakan, bagi penyelenggara hiburan dalam rangka menyambut tahun baru, jika ingin menggelar kegiatan hingga detik-detik pergantian tahun, maka disarankan untuk menampilkan kesenian tradisional atau relegi. Pasalnya, hanya kesenian tersebut yang diperbolehkan pentas hingga tengah malam.

“Misalnya, pentas musik dangdut sampai pukul 22.00 WIB, setelah itu dilanjutkan dengan rebana atau kesenian tradisional sampai detik-detik pergantian tahun masih boleh,” katanya.

Dia menambahkan, batasan jam pentas musik modern tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan. Itu seperti perkelahian antarkelompok penonton atau tindakan kriminal lainnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Tempat di Jepara yang Jadi Jujugan Warga pada Malam Pergantian Tahun Baru

Apel kesiapan Operasi Lilin 2015 (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Apel kesiapan Operasi Lilin 2015 (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang malam pergantian tahun, muda-mudi di Kabupaten Jepara mulai mencari lokasi untuk menikmati momen setahun sekali itu agar tidak terlewatkan. Ada beberapa lokasi di Jepara yang biasa menjadi jujugan tempat kumpul-kumpul menikmati malam tahun baru. Di antaranya, di bundaran Ngabul, Taman Sungai Kanal, Taman Kerang, Taman Makam Pahlawan, dan sejumlah pantai yang ada di Jepara, seperti di Pantai Bandengan, Pantai Kartini, bahkan di Teluk Awur dan lain sebagainya.

Namun, ketika tepat di malam pergantian tahun, yang biasa menjadi pusat keramaian adalah di Alun-alun Kota Jepara. Sebab, disana ada sejumlah pertunjukan musik dan tentu saja kembang api yang tidak terlewatkan saat detik-detik pergantian tahun. Setelah detik-detik pergantian tahun usai, baru sejumlah muda-mudi mencari tempat nongkrong di tempat lain seperti yang disebutkan tadi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan bersiap memberikan pengamanan ekstra ketat selama malam pergantian tahun. Terutama di alun-alun dan di tempat-tempat yang berpotensi digunakan untuk mesum.

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan menegaskan, aparat keamanan di Jepara sekitar 675 personel disiagakan. Hal itu untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga warga yang merayakan penggantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.

“Dengan adanya perayaan ini, akan mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat, baik menjelang dan setelah Natal maupun Tahun Baru. Peningkatan aktivitas tersebut akan terjadi pada pusat keramaian, yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun gangguan lalu lintas,” ungkapnya, Rabu (23/12/2015). (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

2 Pospam Disiapkan untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Grobogan

Salah satu pospam yang ditempatkan di Alun-alun Purwodadi siap digunakan untuk kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu pospam yang ditempatkan di Alun-alun Purwodadi siap digunakan untuk kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Dalam rangka momen Natal dan Tahun Baru, Polres Grobogan menyiapkan dua pos pengamanan (pospam) di dalam Kota Purwodadi. Yakni, di Alun-alun Purwodadi dan kawasan simpang lima. Saat ini, pospam tersebut sudah selesai didirikan dan siap digunakan untuk kegiatan pengamanan.

Selain membuat pospam, pihak kepolisian juga akan menerjunkan sedikitnya 500 personel keamanan dalam Operasi Lilin Candi 2015. Personel sebanyak ini dikerahkan untuk mengamankan dua momen tahunan, Natal dan Tahun Baru.

“Jumlah personel pengamanan tersebut lebih banyak dari pelaksanaan operasi serupa pada tahun lalu yang hanya mengerahkan sekitar 225 personel. Banyaknya personel yang diterjunkan itu, lantaran pelaksanaan Natal dan Tahun Baru kali ini berlangsung pascapelaksanaan pilkada. Meski suasana sejauh ini tetap kondusif, tetapi kami tidak mau menganggap sepele,” kata Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo.

Dijelaskan, Operasi Lilin Candi 2015 akan dilangsungkan selama 10 hari, mulai tanggal 24 Desember sampai 4 Januari 2016. Dalam kegiatan itu, pihaknya akan melakukan pengamanan di 110 gereja. Di samping itu, beberapa petugas akan ditugaskan di sejumlah titik saat perayaan Tahun Baru 2016.

Untuk memperkuat pengamanan, pihaknya juga menggandeng TNI, Satpol PP, Kesbangpolinmas, Dinas Kesehatan, Banser dan GP Ansor, serta beberapa relawan lainnya juga dilibatkan dalam pengamanan Operasi Lilin Candi. Di samping itu, sebelum dan dalam pelaksanaannya akan digiatkan operasi yang menyasar di titik-titik rawan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

675 Personel Disiagakan untuk Amankan Natal dan Tahun Baru di Jepara

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi tahun 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi tahun 2015 di Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi tahun 2015 di Alun-alun Jepara, Rabu (23/12/2015). Dalam Operasi Lilin 2015 ini, setidaknya ada 675 personel dari beberapa instansi yang disiagakan.

Diantaranya dari Polres Jepara telah mempersiapkan sebanyak 293 personel, dibantu dari Kodim 0719/Jepara 235 personel, Satpol PP 48 personel, Orari dan Rapi 15 orang, Dishub 36 personel, tenaga dari Dinas Kesehatan dan PMI ada 12 personel, Pemadam Kebakaran 6 personel, dan Saka Bhayangkara 30 personel.

Selain itu, Polres Jepara juga telah membuka satu pos pelayanan di SCJ, dua pos keamanan di Pecangaan dan Bangsri. Dalam peringatan Natal, semua gereja di jaga oleh polisi masing-masing 2 personel.

“Agar kamtibmas tetap terjaga dan terpelihara secara kondusif, aparat dituntut untuk terus bekerja dan bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat serta instansi terkait lainnya, dalam mengatasi berbagai gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” ujar Dandim 0719/Jepara Chandra.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan kesiapan akhir pelaksanaan operasi yang akan dilakukan, di antaranya pada aspek personel, sarana prasarana, anggaran serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri, Pemda dan mitra kamtibmas lainnya dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.

Dalam pelaksanaan apel ini, nampak dari unsur Fokopinda di antaranya Ketua Pengadilan Negeri (PN)Jepara Hastopo, Sekda Jepara Sholih, Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pedagang Terompet Musiman di Blora Mulai Bermunculan

Penjual terompet di Jalan Gatot Subroto Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penjual terompet di Jalan Gatot Subroto Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menjelang tahun baru 2016, penjual terompet di Blora mulai bermunculan. Salah satunya adalah Laskar (28) warga Blora yang semula hanya sebagai petani, kini mencoba mengambil peruntungan dengan menjual terompet.

Ia menjajakan terompetnya di Jalan Gatot Subroto, Blora mulai pagi hingga malam hari. “Kalau menjelang tahun baru, saya biasa menjual terompet,” jelasnya.

Untuk harga terompet bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga yang termahal Rp 20 ribu. Keuntungan yang diperolehnya setiap hari berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. “Lumayan hasilnya, ketimbang mencangkul di sawah,” katanya.

Setiap hari ia mampu menjual 20 terompet lebih. Mendekati tahun baru, katanya, ia biasanya mampu menjual hingga lebih dari itu.”Yang pasti, kalau sudah menjelang hari H, pasti pembeli ramai berdatangan,” tutur Laskar.

Ia mengaku, terompet yang ia jual bukan buatannya sendiri, melainkan orderan dari temannya yang sama-sama penjual terompet musiman menjelang tahun baru. “Saya ambil terompet dari teman, saya mengambil keuntungan per terompet hanya Rp 2 ribu saja,” ungkap Laskar.

Di Blora sendiri, sampai saat ini masih belum terlalu banyak penjual terompet. Hal itu, membuat Laskar tak perlu khawatir atas saingan penjualan terompet. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)