Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Ratusan Narapidana di Lapas Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 3 Orang Dibebaskan

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono menyerahkan remisi secara simbolik kepada perwakilan narapidana, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 184 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mendapatkan remisi hari kemerdekaan. Remisi itu diberikan dalam upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais mengatakan, ada 184 narapidana yang mendapatkan remisi umum pertama. Mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan sebagian.

Sementara tiga orang mendapatkan remisi umum kedua, sehingga dibebaskan. Untuk remisi tambahan dari donor darah sebanyak 31 orang.

“Remisi donor darah ini setengah dari remisi umum pertama. Jadi, kalau misalnya remisi umum pertama dapat dua bulan, maka yang remisi donor darah ini dapat sebulan,” ujar Irwan.

Dari ratusan narapidana yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan, remisi terbanyak mendapat tujuh bulan 15 hari, sedangkan remisi paling rendah satu bulan. Di Lapas Pati, ada dua orang narapidana korupsi dari Rembang.

Kedua narapidana korupsi tersebut tidak mendapatkan remisi hari kemerdekaan. “Kalau narapidana korupsi itu wewenangnya pusat. Beda dengan narapidana umum yang masih wewenang tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Saat ini, Lapas Pati dihuni lebih dari 300 narapidana. Tahanan sebanyak 117 orang, narapidana 258 orang, tahanan kasus narkotika 12 orang, narapidana kasus narkotika 61 orang, narapidana kasus korupsi dua orang, dan narapidana kasus terorisme satu orang.

Editor: Supriyadi

Di Lorong Penjara, Tahanan Polres Grobogan Belajar Ilmu Agama

Puluhan tahanan mengikuti kajian ilmu agama di lorong ruang tahanan Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski terjerat kasus hukum namun pihak Polres Grobogan memberikan perhatian khusus terhadap para tahanan yang mendekam di dalam jeruji besi. Caranya, dengan menggembleng para tahanan tersebut dengan pendidikan agama lewat kegiatan rutin bimbingan rohani.

“Pendidikan agama ini rutin dilangsungkan tiap hari Jumat. Dalam acara ini, kita hadirkan ustaz juga bertugas menyampaikan tausiyah tentang akhlak dan hidup bermasyarakat,” ujar Kapolres Grobogan  AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Tahti Iptu Muslih, Jumat (24/2/2017).

Menurut Muslih, salah satu hal yang paling ditekankan terhadap tahanan itu adalah pendidikan agama. Sebab, hal itu dirasa akan bisa memperbaiki moral mereka yang kebanyakan terjerat kasus hukum karena tindak pencurian dan perjudian.

Selain pendidikan agama, pihaknya juga sangat memperhatikan kewajiban salat lima waktu pada tahanan. Saat azan dari Masjid Mapolres Grobogan berkumandang, petugas mengingatkan mereka untuk segera menunaikan salat di dalam ruang tahanan seluas 5 x 5 meter itu. Biasanya, salat itu dilakukan berjamaah, dengan salah satu di antaranya bertindak menjadi imam.

“Kita berharap melalui pembinaan rohani dan mental diharapkan mampu menyadarkan para tahanan agar bertobat. Sehingga ketika bebas nanti tidak mengulangi perbuatan yang melawan hukum,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Barang Berbahaya Milik Tahanan Ditemukan di Sel Rumah Tahanan Purwodadi

Petugas menggeledah sel di Rutan Purwodadi untuk mengantisipasi adanya tahanan yang melarikan diri, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas menggeledah sel di Rutan Purwodadi untuk mengantisipasi adanya tahanan yang melarikan diri, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan personel Polres Grobogan mengadakan razia di komplek Rutan Purwodadi, Jumat (3/1/2017). Kegiatan razia yang dipimpin Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Parno itu dilakukan sekitar dua jam, mulai pukul 09.00 WIB.

Dari pantauan di lapangan, jalannya razia itu berlangsung lancar dan tertib. Setiap sel yang diisi tahanan maupun narapidana diperiksa dengan teliti termasuk para penghuninya. Dalam operasi itu, petugas tidak menemukan benda-benda terlarang. Misalnya, senjata tajam atau narkoba.

Meski demikian, ada beberapa benda yang dianggap berpotensi mengundang bahaya dan dilarang berada di ruang tahanan sempat diamankan petugas. Antara lain, korek api, penggaris, sendok, paku dan besi.

Parno mengungkapkan, barang-barang itu memang ukurannya kecil tapi dapat digunakan untuk tindakan ilegal di dalam rutan. Oleh sebab itu, pihaknya menyita barang tersebut dan meminta pihak rutan untuk memusnahkan.

“Semua barang tersebut tidak diperbolehkan berada di dalam sel. Kami minta kepada petugas agar tidak berkompromi. Razia dan penyitaan ini diharapkan meminimalkan niat napi untuk kabur,” tegasnya.

Petugas menunjukkan barang berbahaya di Rutan Purwodadi untuk mengantisipasi adanya tahanan yang melarikan diri, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas menunjukkan barang berbahaya di Rutan Purwodadi untuk mengantisipasi adanya tahanan yang melarikan diri, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain mengamankan sejumlah barang, dalam razia tersebut, petugas juga sempat memeriksa urine khusus pada napi kasus narkotika. Jumlah napi yang diperiksa ada 19 orang. “Pemeriksaan urine dilakukan petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polres Grobogan. Dari hasil tes urine yang dilakukan, semuanya negatif,” imbuh Parno.

Kepala Rutan Purwodadi Surahmat menyatakan, pihaknya sangat terbuka dengan adanya razia yang dilakukan petugas kepolisian tersebut. Sebab, kegiatan itu dilakukan guna kebaikan bersama dan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia menegaskan, untuk meminimalkan narapidana melarikan diri, pihaknya mengintensifkan patroli di waktu rawan yakni saat sore, malam dan dini hari. “Saat ini ada 212 orang narapidana dan sebagian besar didominasi kasus perjudian. Kami sudah berusaha melakukan patroli. Khususnya di jam-jam rawan untuk meminimalkan upaya napi kabur,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Cara Polisi Blora Biar Tahanan Tak Kabur saat di Persidangan

Petugas dari Polres Blora saat melakukan penjagaan terhadap tahanan di Pengadilan Negeri Blora. (Polres Blora)

Petugas dari Polres Blora saat melakukan penjagaan terhadap tahanan di Pengadilan Negeri Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Jajaran personel Kepolisian Sat Shabara Resor Blora melaksanakan pengawalan tahanan dan pengamanan sidang kasus tindak pidana di Pengadilan Negeri Blora. Hal ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Sat Shabara untuk menjamin rasa aman terhadap masyarakat. Selasa (20/12/2016).

Pengawalan yang dilakukan personel Sat Sabhara Polres Blora dilakukan untuk mengantisipasi kaburnya tahanan, mulai dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan kantor Pengadilan Negeri (PN), saat berlangsungnya sidang hingga selesainya persidangan dilakukan penjagaan ketat oleh petugas.

“Kita akan upayakan untuk mengamankan semua orang yang hadir di lokasi, mengamankan dan mencegah kaburnya tahanan, baik hakim, pengunjung, saksi, petugas keamanan. Semua yang terlibat harus dijamin keamanannya,” kata Kasat Shabara Polres Blora AKP Heri Dwi, dikutip Polres Blora.

Selain itu, lanjutnya, sasaran pengamanan lainnya adalah peralatan yang ada di persidangan, seperti barang bukti. Begitu juga dengan kegiatan sidangnya sendiri diupayakan berlangsung tertib.

“Kalau ada gangguan dalam sidang hakim akan perintahkan polisi untuk pengamanan maksimal. Hakim juga bisa menunda kalau ada situasi seperti kericuhan. Hal ini harus diupayakan oleh polri dengan baik sehingga kegiatan dari awal sampai akhir bisa berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami