Positif Tercemar, Begini Langkah Pemkab Jepara Atasi Sungai Karangrandu

Air sungai di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara tak layak konsumsi karena warnanya menghitam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sungai Gede Karangrandu positif tercemar, lalu apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Jepara? 

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan akan segera mengambil langkah evaluatif, terhadap hal itu. “Terlepas itu limbah dari industri tahu tempe atau yang lain-lain kami akan memberikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada pelaku UMKM (pengusaha tahu-tempe) kami akan kaji betul terkait hal itu, mungkin akan memberikan wadah yang cukup besar,” ucapnya, dalam jumpa pers, Senin (21/8/2017).

Diberitakan sebelumnya, kontribusi pencemar Sungai Gede Karangrandu berasal berbagai sumber. Namun dari 26 parameter, ada dua unsur yang nampak tidak wajar yakni Fenol dan  Bylogical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Perlu diketahui Fenol biasanya diketemukan dalam industri tekstil dan penggunaan pestisida. Sementara BOD-COD dihasilkan dari limbah organik semisal tahu-tempe, sampah dan sebagainya. 

Dalam hasil uji laborarium Cito yang dibacakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, ada kadar Fenol sebesar 300 mg/liter dari ambang baku 1 mg/liter tiga kilometer setelah pabrik garmen di Gemulung. Sementara itu kandungan BOD-COD sebesar 61 mg/l dari ambang baku mutu 50. 

Dititik setelah industri tahu tempe, Fenol tetap bertahan pada kadar 300mg/l, sedangkan BOD-COD meningkat hingga 1.120 mg/l. Lalu pada sampel yang diteliti dari Sungai Gede Karangrandu, kadar Fenol hanya berkurang sedikit menjadi  290 mg/l dan BOD-COD merosot menjadi 58 mg/liter.

Ditanya mengenai kadar fenol yang diduga dihasilkan dari limbah industri tekstil, Wakil Bupati Jepara kemudian menyodorkan mikrofon kepada  Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Jepara M. Ikhsan. 

“Sesuai dengan kewajiban perusahaan dalam mengolah limbah, hal itu akan dilakukan pantauan nanti kita lihat outletnya (saluran pembuangan limbah pabrik tekstil). Intinya evaluasi akan dilakukan terus menerus dilakukan,” papar Ikhsan.  

Editor: Supriyadi

DLH Jepara Siap Turun Tangan Teliti Menghitamnya Air di Desa Karangrandu

Air sungai di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara tak layak konsumsi karena warnanya menghitam. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara berjanji akan segera turun tangan menelisik penyebab air Sungai Gede Karangrandu yang menghitam. 

Selain turun langsung, pihak DLH juga menampik dugaan penyebab menghitamnya air hanya dari pabrik garment. Hal itu mengingat pihaknya telah menerima hasil uji laboratorium buangan limbah pabrik.

“Kami sudah menerima uji lab dari pabrik garment Jiale, yang dilakukan oleh laboratorium swasta. Hasilnya di bawah baku mutu. Artinya masih bisa ditoleransi. Terkait warnanya, kami lihat hasil uji lab untuk pabrik tersebut tidak begitu keruh,” kata Kabid Penataan dan Penaatan DLH Aris Widjanarko, Selasa (8/8/2017). 

Apalagi, lanjutnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik tersebut juga telah diperbaiki dan tak merembes lagi. Sementara, di aliran sungai tersebut bukan saja terdapat pabrik garmen. Adapula industri rumahan tahu dan tempe.

Namun dirinya mengungkapkan belum melakukan uji laboratorium terhadap home industry tersebut. Selain itu, banyak warga yang membuang sampah di aliran sungai tersebut.  

Oleh karenanya, ia belum mengetahui apa penyebab menghitamnya sungai disekitar Desa Karangrandu tersebut. 

Hal serupa diungkapkan oleh Nuraini, Kabid Pengendalian dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. Ia menyebut, hingga kini belum mengadakan penelitian air di Desa Karangrandu yang mengitam. Padahal, permasalahan itu telah terjadi pada tahun 2016 silam. 

“Kalau meneliti kualitas, ataupun penyebab mengapa air di sungai (Karangrandu) tersebut menjadi hitam kami belum melakukannya. Tahun lalu pun kami belum melakukan penelitian tentang air disana. Namun jikalau uji laboratorium untuk pabrik garmen sudah kami lakukan. Hasilnya cukup baik, disekitar pabrik airnya juga masih cukup bagus pengelolaan air limbahnya,” tutur dia. 

Namun, baik Aris maupun Nuraini berjanji akan segera menyelidiki penyebab dan uji kualitas air di sungai tersebut. Hal itu untuk menjawab rasa penasaran warga, akan menghitamnya air di Sungai Gede Karangrandu.

“Secepatnya lah kami akan turun ke lapangan untuk melakukan uji laboratorium terkait kualitas air di sana,” janji keduanya. 

Diberitakan sebelumnya, air di Sungai Gede Karangrandu menghitam dan berbau tidak sedap. Hal itu menimbulkan pertanyaan bagi warga, sebab kejadian juga terjadi pada tahun 2016.

Baca Juga: Air Sungai Karangrandu Jepara Menghitam 

Editor: Supriyadi