Sumur Minyak Peninggalan Belanda di Bendoharjo Grobogan Mulai Dieksploitasi

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto (baju biru) menerangkan secara singkat proses eksploitasi sumur tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus pada para pejabat setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana eksploitasi minyak yang dilakukan Perusda Purwa Aksara Grobogan resmi dimulai, Senin (27/2/2017). Aktivitas eksploitasi perdana ditandai dengan menyalakan tombol mesin penarik minyak dari dalam tanah dan pengguntingan pita yang dilakukan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Proses eksploitasi perdana ditempatkan di salah satu sumur minyak tua peninggalan Belanda yang berada di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus. Eksploitasi minyak dari sumur tua dilakukan Purwa Aksara bekerjasama dengan PT Nureka dengan sistem bagi hasil.

Acara eksploitasi perdana juga dihadiri Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto dan Direktur PT Nureka Samsul Arifin. Terlihat pula, Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani dan para direktur perusda lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Menurut Samsul Arifin, jumlah sumur yang dapat izin ekploitasi totalnya ada 27 titik. Namun, pada tahun ini eksploitasi difokuskan pada lima sumur dulu.

Selanjutnya, pada tahun berikutnya esploitasi akan dilakukan bertahap pada 27 sumur. Minyak yang telah dihasilkan nantinya akan ditampung dan diolah menjadi premium atau solar di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung Pertamina EP Field Cepu.

“Jangka waktu perizinan eksploitasi ini selama lima tahun dan dapat diperpanjang lima tahun lagi. Meski harga minyak saat ini belum stabil namun kami optimis bisa berhasil dari usaha ini,” terangnya pada wartawan.

Kerja sama eksploitasi dengan Purwa Aksara tersebut dilakukan dengan skema bagi hasil. Yakni 90 persen untuk PT Nureka dan 10 persen untuk Purwa Aksara.

Sementara itu, Agus Amperianto memuji keberanian Purwa Aksara dan investor PT Nureka untuk memulai eksploitasi di tengah harga minyak yang belum stabil. Menurut Agus, harga minyak dunia saat ini berada pada kisaran 50-55 USD Dollar. Sedangkan harga minyak ideal ada pada kisaran 60-70 USD Dollar.

“Dari pengalaman pengelolaan sumur minyak tua selama ini, para investor biasanya akan menghentikan lifting saat harga minyak di bawah 60 USD Dollar. Oleh sebab itu, saya merasa salut dengan keberanian memulai eksploitasi saat harga minyak belum bagus. Semoga eksploitasi disini bisa menghasilkan minyak sesuai harapan bersama,” katanya.

Kabag Perekomian Anang Armunanto berharah berharap, kegiatan eksploitasi minyak tersebut nantinya bisa berhasil sesuai rencana. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan kontribusi pendapatan para pemerintah daerah dan membawa manfaat bagi warga sekitar.

Editor : Akrom Hazami

 

Rencana Eksplorasi Sumur Minyak Tua di Grobogan Bakal Segera Diresmikan

Anggota Komisi B DPRD Grobogan melangsungkan rapat dengar pendapat dengan pimpinan BUMD dan Bagian Perekomian, Selasa (21/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengelolaan sumur minyak tua di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus yang akan dilakukan BUMD Purwa Aksara Grobogan dalam waktu dekat akan diresmikan. Hal itu terungkap saat rapat dengar pendapat antara Komisi B DPRD Grobogan dengan pimpinan BUMD dan Bagian Perekomian Pemkab Grobogan, Selasa (21/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi B Budi Susilo mendukung upaya pengelolaan sumur minyak tua yang dilakukan Purwa Aksara. Dengan catatan, usaha itu nantinya bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.

“Proses izin eksplorasi sudah beres tinggal peresmiannya saja. Saya harap, segera dilakukan peresmian kalau semuanya memang sudah siap. Meski begitu, segala macam aturan berkaitan dengan eksplorasi hendaknya juga dikaji lagi biar tidak ada kendala dalam pelaksanaan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD HM Nurwibowo yang juga hadir dalam acara itu menyatakan, dalam pengelolaan sumur minyak tua tersebut, Purwa Aksara bekerja sama dengan pihak ketiga selaku investor. Sebisa mungkin, Purwa Aksara jangan sampai mengeluarkan biaya terkait dengan perjanjian yang sudah dilakukan dengan investor.

“Sejak awal, komitmennya Purwa Aksara tidak perlu biaya karena sudah ditanggung investor. Jadi ke depan juga tidak perlu ada penyertaan modal untuk pengelolaan sumur minyak nanti,” tegasnya.

Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani mengatakan, peresmian proyek minyak tersebut bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktunya.

“Seluruh izin sudah dikantongi dan sudah bisa melakukan eksplorasi. Secepatnya, akan kita lakukan peresmian eksplorasinya. Dalam eksplorasi ini, keuntungan yang diperoleh perusda sebesar 10 persen, sedangkan PT Moreka selaku investor sebesar 90 persen,” kata perempuan cantik yang baru dilantik jadi Direktur Perusda Purwa Aksara Grobogan, Senin (13/2/2017) itu. 

Sementara itu, mantan Direktur Purwa Aksa Bambang Pulunggono yang saat ini menjabat jadi Direktur PDAM Grobogan menyatakan, jumlah sumur minyak di Bendoharjo sekitar 45 titik. Nantinya, ada 27 sumur minyak tua yang akan digarap Purwa Aksara.

Sumur minyak tua itu peninggalan zaman penjajahan Belanda. Setelah mereka hengkang dari Indonesia, keberadaan sumur minyak itu terbengkalai.

Beberapa waktu lalu, sebagian sumur itu sempat dieksplorasi oleh KUD Widoro Kandang bekerjasama dengan pihak ketiga. Namun, kegiatan tersebut hanya berlangsung beberapa tahun saja. 

Dalam mengelola sumur minyak nanti, Purwa Aksara akan bekerjasama dengan pihak ketika selaku investor. Model kerjasamanya, perusda akan mengurus izin dan lisensi yang diperlukan ke SKK Migas dan Kementerian ESDM. Sedangkan, peralatan, SDM dan biaya operasional akan ditanggung investor. Hasil minyak yang didapat nantinya akan dijual pada Pertamina.

“Rencana pengelolaan sumur minyak tua ini sudah dirintis lama. Sekarang tinggal action saja karena proses izinnya sudah lengkap,” katanya, saat diminta menyampaikan penjelasan oleh pimpinan rapat. 

Editor : Akrom Hazami