Bakal Cabup Kudus Sumiyatun Mulai Kampanye dengan Pasang Stiker di Angkutan Umum

Sebuah angkutan umum dengan kaca bertempelkan gambar salah satu bakal calon bupati Kudus, Sumiayatun, saat melintas di Kaliwung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah sejumlah bakal calon bupati (bacabup) Kudus ramai memasang baliho, kini ada yang memasang foto wajahnya di kaca belakang angkutan umum.

Pantuan MuriaNewsCom, di jalan  raya di Kecamatan Kaliwungu misalnya, terdapat beberapa angkutan umum dengan kaca belakang bertermpelkan gambar bacabup Sumiyatun.

Belum jelas, berapa ongkos yang dibayarkan kepada pemilik armada. Meski begitu, Sumiyatun membenarkan adanya info kalau fotonya terpasang di kaca angkutan umum bagianbelakang.

“Iya saya sudah tahu, tapi itu bukan saya. Saya juga tak tahu siapa yang memasang, mungkin temen-temen yang sudah memasangnya,” jawabnya singkat.

Diketahui, Sumiyatun merupakan salah satu nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bacabup dari DPC PDI Perjuangan Kudus. Hanya ada dua nama yang berkasnya dikirim ke DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Yakni Masan,d an Sumiyatun.

Editor : Akrom Hazami

Masan, Umar dan Sumiyatun Harap-harap Cemas Tunggu Restu Megawati

Ketua DPRD Kudus, Masan saat pengambilan berkas pendaftaran di Kantor PDIP Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga tokoh yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Kudus melalui PDI Perjuangan, kini tengah bersiap-siap kapanpun akan dipanggil DPP untuk dites. Mereka berharap-harap cemas, akankan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan diberikan kepadanya.

Tiga orang yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan itu yakni Ketua DPRD Kudus Masan, Sumiyatun (PNS yang mengajukan pengunduran diri) dan Umar Ali atau dikenal dengan nama Mas Umar (pengusaha).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus M Yusuf Roni mengatakan, ketiga nama tersebut sudah melengkapi berkas pendaftaran dan telah dikirim ke DPP.

“Kalau kami di PDIP, rekomendasi semuanya yang menentukan adalah dari DPP. Jadi ketiga nama sudah diajukan dan tinggal menunggu proses berikutnya saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (14/8/2017).

Ia menyatakan, tiga calon itu harus siap kapanpun dipanggil DPP untuk dilakukan tes oleh pengurus PDI Perjuangan pusat. Tes terdiri dari tertulis dan wawancara. Tes tulis terdiri dari kemampuan calon dalam pemahaman partai hingga kemampuan akademik yang dimiliki.

M Yusuf juga menyebut, DPP dalam memberikan rekomendasi juga mendasarkan dari hasil survei internal terhadap bakal calon. Sebelumnya, internal PDIP jga telah melakukan survei, yang dilakukan sebelum penjaringan bakal calon dibuka.

Editor : Ali Muntoha

Ini Pengganti Sumiyatun Usai Lengser dari Kepala Dinas PKPLH Kudus

Sumiyatun saat mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Bupati Kudus dari PDI P beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sumiyatun resmi mengundurkan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus. Adapun penggantinya adalah Abdul Halil. Kini, Abdul Halil resmi menjadi Plt.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Joko Triyono. Dikatakan Joko, semenjak mundurnya  Sumiyatun pada 4 Agustus lalu, posisi sebagai Plt secara resmi juga sudah terisi oleh Abdul Halil.

“Kini Plt kepala Dinas PKPLH adalah Abdul Halil. Sementara, Mami (Sumiyatun) kini menjadi PNS biasa sambil menunggu SK pemberhentian dari gubernur,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Rabu (9/8/2017).

Sementara, Abdul Halil mengatakan jika info itu benar adanya. Dirinya juga sudah beberapa kali ngantor ke Dinas PKPLH. “Iya sudah masuk di PKPLH, namun ini sedang ada acara di luar sehingga tidak berada di kantor,” ujarnya.

Sumiyatun, juga membenarkan hal tersebut. “Untuk lebih lengkap tanya langsung sama pak Joko (Kepala BKPP), soalnya beliaulah yang melakukan penanganan akan pengunduran diri,” katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiyatun memilih mengundurkan diri karena ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Sumiyatun Positif Mundur dari PNS, dan sedang Tunggu SK, demi Maju Pilbup Kudus

Joko Triyono, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus  –  Salah satu nama yang beredar sebagai calon bupati di Kudus adalah Sumiyatun. Mami, panggilan akrabnya telah resmi mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS), per Agustus 2017. Adapun berkas pengunduran dirinya telah diserahkan ke tangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus.

Joko Triyono, Kepala BKPP mengatakan, Sumiyatun telah mengajukan pemberhentian dari statusnya sebagai PNS atas permintaan sendiri (APS). Tepatnya sejak 25 Juli 2017.

“Sumiyatun sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai PNS. Termasuk juga sudah mengajukan pengunduran diri sebagai kadinas (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus),” kata Joko ditemui di tempat kerjanya, Rabu (9/8/2017).

Saat ini proses pengunduran diri memang masih berjalan di provinsi. Karena, melihat status PNS Pembina Tingkat I atau golongan 4 B merupakan wewenang provinsi untuk mengeluarkan suratnya. “Kini tinggal menunggu SK pemberhentian dari gubernur saja,” terangnya.

Adapun masa pensiun Sumiyatun sebagai PNS berakhir pada 1 April 2018. Sumiyatun diketahui akan terjun ke politik dan telah mengajukan pengunduran diri. Praktis, nantinya berhak mendapatkan fasilitas sebagai pensiunan. Mengingat Sumiyatun telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan berusia lebih dari 50 tahun.

Sumiyatun mengatakan, berkas pengunduran dirinya sudah diserahkan kepada Badan Kepegawaian. “Tinggal menunggu SK pemberhentian turun,” kata Sumiyatun kepada wartawan.

Karena belum ada SK pemberhentian, maka dirinya tetap beraktivitas layaknya PNS lainnya. “Meski sudah mengajukan pemberhentian, nanti kalau tidak masuk kerja malah salah. Kan belum ada bukti,” katanya.

Diketahui, Sumiyatun telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus dari PDI P. 

Editor : Akrom Hazami

Pamflet Bernada Kampanye Tentangnya Beredar di Kudus, Sumiyatun Kaget

Sejumlah pamflet Sumiyatun terpasang di salah satu sudut di Kabupaetn Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya pamflet bertuliskan Sumiyatun Menuju 2018 di beberapa sudut di Kudus, mendapatkan tanggapan dari yang bersangkutan. Dikonfirmasi, Sumiyatun mengaku kaget dengan banyaknya pamflet tentang dirinya. Dia mengaku tak tahu menahu tentang asal usul pamflet itu.

“Tiba-tiba saja muncul pamflet semacam itu. Jumlahnya juga sangat banyak dan tak tahu maksudnya itu apa. Saya sendiri juga sampai kaget mendengar dan melihatnya,” kata Sumiyatun kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (27/2/2017).

Dia mengetahui keberadaan pamflet sejak beberapa hari yang lalu. Saat mengetahui adanya pamflet yang mengkampanyekan dirinya, Sumiyatun langsung berkordinasi dengan Bupati Kudus Musthofa. Konsultasi tersebut bermaksud untuk mencari solusi mengatasi keberadaan pamflet.

Kata dia yang juga Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup, Musthofa menyikapi hal tersebut dengan enteng. Bupati tak terlalu mempersoalkan hal tersebut, dan meminta dia untuk membiarkannya.

“Sementara biarkan saja dulu, mungkin itu perbuatan orang yang iseng saja dengan cara menempelkan pamflet semacam itu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaBeredar Pamflet Sumiyatun Menuju 2018 Tertempel di Beberapa Sudut di Kudus

Beredar Pamflet Sumiyatun Menuju 2018 Tertempel di Beberapa Sudut di Kudus

Pengguna jalan melintas dekat titik yang tertempel pamflet bergambar Sumiyatun menuju Wujudkan Kudus Bersih dan Indah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Di sejumlah titik di Kudus banyak tersebar pamflet Sumiyatun menuju 2018. Pamflet tersebut tertempel pada sejumlah bagian di beberapa tembok, tiang listrik hingga jembatan di Kudus.

Pamflet bertuliskan Wujudkan Kudus Bersih dan Indah. Dalam pamflet juga tertulis relawan moncong putih berbentuk stempel. Selain itu pamflet juga dilengkapi dengan foto Sumiyatun, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup.

Seperti halnya di kawasan sekitar kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus. Di tembok tepi jalan itu, tertempel pamflet dengan jumlah yang cukup banyak. pamflet terpasang dengan teratur.

Wawan, warga sekitar menyebutkan kalau pamflet sudah terpasang beberapa hari yang lalu. Tak hanya di sana, pamflet juga terpasang di sejumlah tempat di kawasan perkotaan. “Banyak pamflet semacam ini, tidak tahu siapa yang memasang. Mungkin memasangnya waktu tengah malam jadi tidak diketahui orang,” ucapnya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (27/2/2017).

Berdasarkan pantauan, pamflet terpasang di Kecamatan Dawe, yaitu di tepi jembatan. Pamflet terpasang di Kaliwungu yaitu di kawasan pabrik Polytron HIT Kaliwungu di sejumlah tiang listrik.

Editor : Akrom Hazami