Sukun Special Bicycle Community Kudus Nikmati Gowes di Bali

Anggota Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus foto bersama di salah satu rute di Bali. (ISTIMEWA)

Anggota Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus foto bersama di salah satu rute di Bali. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Hobi bersepeda memang tidak kenal jarak dan waktu. Seperti halnya yang dilakukan Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus. Mereka menggelar gowes, 10-12 Desember 2016. Kali ini, SSBC mengambil jalur Bali dengan rute yang mencapai puluhan kilometer.

Anggota sangat menikmati aksi gowes itu. Dengan mengambil start dari Tabanan menuju Tanah Lot. Mereka disuguhkan dengan jalan naik turun. Setelah itu, gowes dilanjutkan ke Denpasar hingga ke Pantai Kuta.

”Finishnya memang di Pantai Kuta. Kami ambil tempat itu sebagai penawar lelah setelah menempuh jarak puluhan kilometer,” kata Wachid Sudjono, salah satu pengurus SSBC Kudus.

Ia menyebutkan, selain untuk mengakrabkan para anggota, even kali ini juga ditujukan untuk menjajal trek baru. Apalagi, sejauh ini, trek di luar pulau sejauh ini masih sangat jarang.

”Kalau yang sudah-sudah, gowes paling banyak di luar kota. Karena itu, kali ini kami pilih di Bali yang di luar pulau. Untuk peserta, total ada 53 orang,” ujarnya.

Sebelum ke Bali, SSBC Kudus juga melakukan gowes ke Yogyakarta. Kala itu rute yang dipilih pun terbilang cukup ekstrem. Mereka harus naik gunung dan melaju di atas jalan terjal yang penuh bebatuan.

Lintasan tersebut adalah Bungker Kaliadem Gunung Merapai yang memiliki ketinggian di atas rata-rata. Tempat tersebut juga sangat menantang. Para anggota SSBC harus diuji ketangkasannya untuk mencapai garis finish. 

Editor : Akrom Hazami

Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus Bersepeda ke Bungker Gunung Merapi

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng saat gowes di Bungker Kaliadem Gunung Merapi Yogyakarta. (SSBC KUDUS)

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng saat gowes di Bungker Kaliadem Gunung Merapi Yogyakarta. (SSBC KUDUS)

MuriaNewsCom, Kudus – Kali ini, Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus melanglang ke tempat jauh, yaitu melakukan gowes ke Yogyakarta. Adapun rute yang dilalui ekstrem. Yakni anggota SSBC naik gunung dan melintas di permukaan jalan terjal.

Tepatnya adalah di lokasi bungker Kaliadem Gunung Merapi. Lokasi itu memiliki ketinggian di atas rata-rata. Praktis, itu harus ditempuh dengan kemampuan dan kekuatan ekstra guna sampai di garis finis.

Anggota SSBC, Kang Kary mengatakan, kegiatan gowes berlangsung dua hari, 30-31 Oktober 2016. Pada 30 Oktober, anggota SSBC berangkat dari Kudus menggunakan dua armada, dengan 10 sepeda sekitar pukul 20.00 WIB.

”Sekitar pukul 24.00 WIB kami sudah sampai di Merapi. Sekitar pukul 05.30 WIB, kami melakukan persiapan termasuk setting sepeda di parkir wisata Kaliadem. Nah pukul 07.30 WIB kami sudah mulai gowes ke arah bungker,” kata dia.

Untuk melintas medan yang bebatuan, anggota SSBC harus hati-hati. Jika tidak, maka akan berbahaya.

”Tapi, kesulitan itu terbayarkan. Pemandangan yang indah menjadi obat tersendiri saat mencapai puncak bungker. Rasa-rasanya saya ingin kembali gowes di sana,” ungkapnya.

Setelah di bungker, gowes dilanjutkan ke kawasan wisata Candi Prambanan. Setelah selesai, mereka kembali ke Kudus sekitar pukul 15.30 WIB.

Editor : Akrom Hazami

SSBC Gowes Keliling Kudus – Demak

Anggota SBCC melakukan aksi bersepeda di jalur Kudus. (SBCC)

Anggota SSBC melakukan aksi bersepeda di jalur Kudus. (SSBC)

MuriaNewsCom, Kudus – Sukun Special Bicycle Community (SSBC) kembali menggelar sepeda Gowes. Pada kesempatan kali ini, SSBC melakukan gowes hingga Kudus – Demak.

Sukaryono, satu di antara anggota SSBC mengatakan kalau kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (16/10/2016) sore. Kegiatan Gowes dimulai dengan start di Ada Swalayan dan dilanjutkan dengan perjalanan ke barat.

“Kami melaju hingga lapangan Kedungdoro, Kaliwungu. Kemudian sesampainya di sana perjalanan kami lanjutkan ke selatan hingga menembus jalur lingkar selatan hingga menuju Desa Setro Kalangan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selanjutnya, kata dia, perjalanan Gowes semakin seru dengan menyeberangi sungai Serang. Hingga masuk ke Desa Kedungwaru, Karanganyar, Demak. Pada saat jalur tersebut dilalui, banyak jalan yang masih tidak rata sehingga perjalanan Gowes makin menantang.

Tidak berhenti di sana, perjalanan sepeda kembali dilanjutkan ke timur memasuki arah perkotaan, hingga akhir nya finish di sekitar barat Gerbang Kudus Kota Kretek.

“Kegiatan semacam itu rutin kami lakukan. Bahkan tiap bulan sekali kami selalu mengupayakan untuk dapat melaksanakan gowes,” ujarnya.

Dalam kegiatan Gowes, jarak yang ditempuh memang cukup jauh. Minimal yang harus dilalui adalah kisaran 30 hingga 50 kilometer. Sedangkan Minggu kemarin, jaraknya mencapai 45 kilometer.

“Bulan depan juga kami agendakan ada kegiatan Gowes lagi. Namun lokasinya juga daerah sekitar atau kota lokal.  Desember rencana akan ke Bali,” imbuhnya.

Dia menjelaskan kalau anggota yang sudah terdaftar mencapai 110 anggota. Namun yang aktif rata rata jumlahnya sekitar 80 anggota. (ADS)

Editor : Akrom Hazami

Lomba Gowes Tanjakan 200 Meter Berlangsung Meriah

Peserta Lomba Gowes berusaha keras menaklukkan tanjakan 200 meter di Gebog, Kudus. (SSBC)

Peserta Lomba Gowes berusaha keras menaklukkan tanjakan 200 meter di Gebog, Kudus. (SSBC)

MuriaNewsCom, Kudus – Sukun Spesial Bicycle Comnunity (SSBC) Kudus menggelar Lomba Gowes tanjakan 200 meter, di Dukuh Mojo Agung, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (18/9/2016). Sekitar 80 orang anggota ikut serta dalam even tersebut. Mereka berlomba cepat agar bisa melewati lintasan tersebut.

Pengurus SSBC Kudus Sukaryono mengatakan, peserta tersebut dibagi menjadi empat kategori sesuai kelompok usia. Yakni, kelompok usia 0-30 tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan 51 – 75 tahun. ”Empat katagori ini untuk mempermudah perlombaan. Selain itu juga supaya adil sesuai jenjang usia masing-masing,” ujar Sukaryono.

Ia menyebutkan, meski dibagi menjadi empat kelompok, panitia juga menetapkan pembalap tercepat. Penentuan tersebut ditetapkan berdasarkan waktu yang diperoleh para peserta selama menaklukkan lintasan. “Untuk yang tercepat diraih Feri dengan catatan waktu 39 menit 22 detik,” sebutnya.

Selain Feri, di kelompok usia 0-30 tahun Selamet juga berhasil menyabet gelar tercepat. Disusul Rosyid di tempat kedua dan Wiwik di tempat ketiga. Sedangkan di kelompok usia 31-40 tahun peringkat pertama diraih Feri, disusul Japung sebagai runner up, dan Is Haryanto di peringkat tiga. “Sementara di kelompok usia 41-50 tahun, juaranya diraih Ulil. Sedangkan di tempat kedua diraih Rofiq, dan B Atiyanto di peringkat tiga,” ungkapnya.

Kelompok usia 51-75 tahun gelar juara disematkan kepada Rozi (53). Ia berhasil mengalahkan Malkan (52) yang harus puas di peringkat dua dan Galeh (60) yang berada di peringkat ketiga. “Dari panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai untuk para pemenang di masing-masing kelompok. Meski jumlahnya tak berapa, kami berharap bisa menambah kebersamaan antar anggota,” pungkasnya.

 

3 Besar Tercepat Lomba Gowes Menanjak 200 Meter

Kelompok 0-30 Tahun    Selamet, 20 tahun (juara)

Rosyid, 21 tahun (runner up)

WIwit, 29 tahun (peringkat tiga)

 

Kelompok 0-30 Tahun    Feri, 31 tahun (juara)

Japung, 33 tahun (runner up)

Is Haryanto, 36 tahun (peringkat tiga)

Kelompok 41-50 tahun  Ulil, 49 tahun (juara)

Rofiq, 45 tahun (runner up)

B Atiyanto, 49 tahun (peringkat tiga)

 

Kelompok 51-75 tahun Rozi, 53 tahun (juara)

Malkan, 52 tahun (runner up)

Galeh, 60 tahun (peringkat tiga)

Foto selengkapnya di FB SSBC Sepeda Kudus

Editor : Akrom Hazami

Sukun Special Bike CommunityGowes Bareng di Pangandaran

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng usai menaklukkan lintasan Pangandara, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng usai menaklukkan lintasan Pangandara, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

Kudus – Sukun Special Bike Community (SSBC) Kudus kembali melakukan even rutin luar kota. Kali ini, mereka memilih Kawasan Pangandaran di Jawa Barat, sebagai lokasi gowes bareng. Sebanyak 50 anggota SSBC melintasi rute sepanjang 65 kilometer.

Salah satu pengurus SSBC Kudus Wachid Sudjono mengatakan, Pangandaran memang menjadi pilihan tepat bagi para anggota SSBS. Apalagi, dengan jarak 60 kilometer, mereka harus melewati jalanan yang berliku, meliputi kawasan pengunungan, kampung hingga akhirnya sampai di Pantai Pangandaran.

”Banyak peserta yang terkesima melihat panorama alam selama melintas. Seakan-akan, rasa lelah mereka terbayarkan dengan pemandangan yang disuguhkan selama melintas,” kata Wachid.

Dia menyebutkan, even ke luar kota termasuk ke Pangadaran memang bukan yang pertama kali. Sebelumnya, SSBC sudah melakukan gowes gowes ke luar kota hingga beberapa kali dengan tempat yang berbeda.

”Setelah ini, kami juga berencana melakukan touring ke Pacitan. Tapi waktunya belum ditentukan karena akan masuk Bulan Ramadan,” ungkapnya.

Di Pacitan, lanjut Wachid, jarak yang akan ditempuh juga hampir sama. Yakni antara 60 kilometer hingga 70 kilometer. Selain itu, elevasi atau tingkat kemiringan juga dipilih yang standart.

”Di Pacitan kan terkenal dengan elevasinya. Ada beberapa lintasan yang digunakan untuk latihan para atlet downhill. Tapi, karena di sini pesertanya para pencinta sepeda, kita ambil yang aman-aman saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk even ke Pacitan dimungkinkan akan diikuti oleh semua anggota komunitas. Apalagi, pihak panitia berencana menempatkan even saat long weekend sekaligus temu kangen.

”SSBC memiliki anggota sekitar 100 peserta. Kalau saat long weekend, kemungkinan bisa ikut semua. Karena itu, even berikutnya rencananya akan ditaruh di long weekend,” tambahnya.

Editor : Supriyadi

SSBC Gowes Bareng ‘Blusukan Gang to Gang’

f-upload sekarang, sukun (e)

Istimewa

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan komunitas sepeda di Kudus yang tergabung dalam Sukun Special Bicycle Community (SSBC) melakukan acara “Gowes Bareng SSBC Blusukan Gang to Gang”, pada Minggu (17/4/2016).

Dalam gowes kali ini, semua peserta diwajibkan untuk merapatkan barisan dengan peserta di depannya, tanpa jarak, karena rute yang dilewati cukup rumit dan berkelok-kelok.

Acara gowes tersebut dimulai sejak pukul 16.00 WIB, dengan start di Pom Bensin Sukun Peganjaran, kemudian masuk ke selatan hingga Lapangan Peganjaran, lalu masuk ke selatan hingga Banat, kemudian masuk ke selatan hingga TBS.

Setelah itu, rombongan menuju ke Menara Kudus, kemudian belok kiri menuju Jembatan Nitisemito hingga Kali Gelis, lalu ke kanan hingga Makam Ploso. Setelah itu menuju Matahari, lalu menuju Nyah Bancan, belok kiri memutar lalu keluar di Gang 4 menuju Bangjo Perempatan Johar kemudian menuju Gor Wergu dan finish di Rumah Bapak Bambang Pakis.

Editor : Kholistiono