Ramainya Warga Kirig Tonton Film Sosialisasi Cukai

kudus-iklan cukai-film-kirig-past-tyg 31 juli 2016 (e)

Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, memadati lokasi pemutaran film mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelar Sabtu (30/7/2016) malam. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, rupanya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah pengetahuan mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Hal itu terlihat dari ramainya warga desa setempat, mendatangi lokasi pemutaran film iklan sosialisasi dana cukai, yang digelar di balai desa setempat, Sabtu (30/7/2016) malam kemarin.

Warga memadati lokasi pemutaran film, sambil menghabiskan waktu akhir pekan. Mereka juga antusias melihat pemutaran film yang diputar di sana. Suasananya memang dibuat layaknya pemutaran film layar tancap. Sehingga membuat warga terhibur.

”Suasanya memang seperti layar tancap. Mengingatkan masa-masa dulu saat menonton layar tancap di lapangan begini. Menyenangkan pokoknya,” jelas Mukhlisin, salah satu warga setempat.

Sambil mengenang nostalgia soal layar tancap, warga juga disuguhi pemutaran film mengenai dana cukai, yang dikemas dengan menarik juga. Tema-tema dalam film itu juga sangat menyenangkan, karena dikemas dengan cara yang menghibur.

”Tadi saya lihat ada film Batmannya juga. Jadi sosialisasi bahwa kita tidak boleh menggunakan rokok atau cukai ilegal. Tapi lucu filmnya. Cukup terhibur juga,” kata Mukhlisin lebih lanjut.

Ya, sosialisasi dana cukai lewat film ini, memang dibuat dengan kemasan yang segar. Sehingga warga akan mudah memahaminya, untuk kemudian mengambil manfaat dari sosialisasi ini.

”Kita kan, memang ingin warga memahami bagaimana dana cukai itu diterima, digunakan, dan diterapkan. Intinya adalah digunakan untuk kepentingan masyarakat. Supaya masyarakat bisa sejahtera,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan, sebagai salah satu pilar sosialisasi mengenai dana cukai, pihaknya ingin supaya warga bisa memahami bahwa dana cukai itu bisa dimanfaatkan mereka dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti berbagai pelatihan yang digelar Pemkab Kudus, yang menggunakan dana cukai ini.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Jadi dana cukai yang diterima Kudus, itu digunakan untuk apa saja. Bisa disaksikan langsung di kegiatan ini. Yakni bagaimana pemkab menyusun aneka program kegiatan melalui dana cukai, yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.

Setelah Desa Kirig, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie