Siswa Diuntungkan dengan Program Sabu-sabu

Ida Faizatin Nikmah (kanan), menunjukan hasil rangkuman yang ditulis dengan tangan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ida Faizatin Nikmah (kanan), menunjukan hasil rangkuman yang ditulis dengan tangan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Program Sabu-sabu atau satu bulan satu buku dinilai berdampak positif terhadap minat baca dan pembelajaran siswa. Hal ini dirasakan Ida Faizatin Nikmah (14), siswi kelas IX di SMP N 2 Pamotan.

Ida mengaku, setelah adanya program sabu-sabu diterapkan di sekolahnya, dirinya, lebih cepat memahami isi buku yang dibacanya. Karena, dalam program ini, siswa dituntut untuk merangkum isi dari buku yang dibacanya tersebut.

“Untuk merangkum materi atau isi buku ini, tentunya kita kan hanya mengambil intinya saja, jadi tidak semua ditulis lagi. Karena terbiasa merangkum ini, kita juga kena imbas yang positif. Kita jadi lebih cepat memahami inti dari isi buku yang kita baca itu,” katanya.

Menurutnya, daya ingatnya cukup terasah dengan biasa membaca dan merangkum isi bacaan tersebut. “Imbasnya sangat positif bagi peserta didik, karena kita juga semakin memiliki kecintaan untuk membaca,” imbuhnya.

Baca juga : Ssttt…SMPN 2 Pamotan Dongkrak Minat Baca Siswa dengan Sabu-sabu

Editor : Kholistiono

Ssttt…SMPN 2 Pamotan Dongkrak Minat Baca Siswa dengan Sabu-sabu

 Ninik Wiharti, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Pamotan menunjukan video presentasi rangkuman siswa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ninik Wiharti, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Pamotan menunjukan video presentasi rangkuman siswa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang– Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan semangat membaca pada siswa-siswi. Baik mulai dengan cara berkunjung ke perpustakaan maupun yang lainnya. Begitu halnya yang dilakukan oleh SMPN 2 Pamotan.

Ada cara yang cukup unik yang dilakukan SMPN 2 Pamotan untuk mendongkrak minat baca siswa, yakni melalui program “Sabu-sabu”. Eits, sabu-sabu yang ini bukan terkait dengan narkoba, tapi ini adalah program satu bulan satu buku.

Menurut Guru Bahasa Indonesia SMP N 2 Pamotan Ninik Wiharti, sabu-sabu merupakan program yang dalam pelaksanaannya adalah, bagaimana siswa-siswi diberikan tugas untuk meringkas atau merangkum materi dari buku, yang setiap satu bulannya satu buku.

“Setiap satu bulan, siswa harus menamatkan satu buku untuk dirangkum materinya, dan nantinya hasil rangkuman tersebut di presentasikan di hadapan guru dan teman-teman sekelas lainnya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk tema materi yang dipilih, katanya, juga dibatasi. Untuk semester pertama, tema materi yang diringkas itu yaitu tentang ilmu pengetahuan populer atau umum. Sedangkan di semester dua, materinya bertemakan fiksi.

“Alhamdulillah tahun kemarin, sejumlah 389 anak bisa meringkas. Baik itu di semester satu dan dua. Selain itu, dalam ringkasan tersebut, pihak siswa harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan pemahaman anak. Dan kami tidak memperbolehkan untuk copy paste. Baik itu satu kalimat, maupun satu paragraf. Sebab bahasa siswa dengan bahasa buku sangat beda,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono