Kalahkan Mahasiswa, Tiga Siswi Cantik SMKN 1 Purwodadi Raih Juara Tingkat Jateng

Putri Nur Annisa, Sulikah dan Seli Fatmahwati (dari kiri ke kanan). Karya siswi SMKN 1 Purwodadi yang berhasil menyabet titel juara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Putri Nur Annisa, Sulikah dan Seli Fatmahwati (dari kiri ke kanan). Karya siswi SMKN 1 Purwodadi yang berhasil menyabet titel juara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Daftar nama siswa SMKN 1 Purwodadi yang berhasil jadi juara bertambah lagi. Terbaru, ada tiga siswi yang meraih titel juara dalam tempat dan waktu bersamaan.

Tiga siswi cantik ini meraih prestasi dalam bidang berbeda. Satu di bidang desain baju karnival dan dua lainnya dalam lomba daur ulang limbah. Pelaksanaan lomba desain dan daur ulang limbah ini dilangsungkan di Kampus Unnes Semarang, Jumat (25/11/2016).

Ketiga siswi berprestasi ini, masing-masing Sulikah, Putri Nur Annisa, dan Seli Fatmahwati. Ketiganya merupakan siswi kelas XII. Dalam lomba desain baju karnival, Sulikah berhasil meraih juara I. Siswi kelas XII jurusan Tata Busana ini membuat desain yang dinamakan ‘Beautiful Bird’.

Sesuai namanya, desain yang dibuat warga Desa Toko, Kecamatan Penawangan ini memadukan kombinasi bebagai macam burung. Khususnya, burung merak yang warnanya dinilai sangat menarik.

“Untuk menggambar desain di atas kertas ukuran A3 ini butuh waktu sekitar 1,5 jam. Nantinya, baju karnival ini bisa dibikin dari bahan bekas jadi biayanya lebih ringan,” kata gadis yang bercita-cita jadi seorang desainer itu.

Dalam lomba tersebut, Sulikah tidak menyangka jika hasil karyanya bisa dinobatkan jadi juara I. Sebab, peserta lomba desain itu cukup banyak, ada 42 orang. Selain mahasiswa, peserta yang dianggap saingan berat adalah dari SMK Banat Kudus.

“Makanya, saat diumumkan jadi juara I, saya kaget karena tidak percaya bisa menang. Tahun lalu, saya juga sempat ikut lomba desain dan hanya dapat juara favorit saja,” katanya.

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto (kanan) didampingi Wakil Kepala Sekolah Sudono bersama tiga siswi yang baru saja meraih juara lomba desain dan daur ulang limbah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto (kanan) didampingi Wakil Kepala Sekolah Sudono bersama tiga siswi yang baru saja meraih juara lomba desain dan daur ulang limbah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perasaan bangga juga dirasakan Putri Nur Annisa yang berhasil meraih juara I dalam lomba daur ulang limbah. Dalam lomba ini, Putri membuat berbagai potongan botol plastik minuman menjadi bentuk burung merak yang ditempel dalam sebuah kanvas.

Untuk menyusun karyanya, siswi jurusan Administrasi Perkantoran yang berobsesi jadi karyawan Bank itu butuh waktu hampir 2 jam. Untuk membuat karya ini, memang tidak bisa dilakukan dengan cepat lantaran butuh ketelitian dan kehati-hatian.

“Untuk bikin burung merak dari potongan bahan bekas memang agak njelimet (rumit). Apalagi, bagian yang kecil-kecil, sehingga harus hati-hati saat membentuknya,” kata warga Desa Karangpahing, Kecamatan Penawangan itu.

Satu siswi lagi yang meraih prestasi adalah Seli Fatmahwati yang juga teman sekelas Putri. Seli dapat meraih peringkat II daur ulang limbah. Dalam lomba tersebut, Seli membuat potongan botol plastik menjadi bentuk bunga Sakura.

Saat membuat karyanya, Seli yang punya cita-cita jadi Kowad itu menemukan sedikit kendala. Yakni, kesulitan mendapat potongan botol plastik warna pink untuk melengkapi kombinasi bunga Sakura yang dibuatnya.

“Hasil karya saya memang kurang lengkap kombinasi warnanya. Meski demikian, saya bersyukur bisa dapat peringkat II. Lebih senang lagi, juara I lomba ini diraih teman sendiri,” kata pelajar asal Desa Pakis, Kecamatan Kradenan itu.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menyatakan, dalam lomba di UNNES itu sebenarnya ada lima siswa yang dikirimkan. Namun, dari lima siswa itu hanya ada tiga yang meraih juara. Sedangkan dua lainnya, yakni Nabila (daur ulang limbah) dan Lintang Dwi Sekar Langit (desain) belum meraih prestasi.

“Apa yang dicapai anak-anak ini sangat membanggakan. Terus terang, saya juga tidak menyangka kalau bakal ada tiga orang yang bisa bawa pulang trophi juara,” kata Sukamto didampingi Wakil Kepala Sekolah Sudono saat menemani bincang-bincang dengan ketiga siswa peraih juara itu.

Sukamto menyatakan, selain penghargaan, setiap siswa yang dapat prestasi akan dikasih reward. Besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan.

“Pemberian reward ini sudah kita lakukan sejak lama. Hal ini kita terapkan sesuai dengan slogan kami bahwa SMKN 1 Purwodadi adalah ‘Sekolahnya para Juara’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, , selama ini, pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan positif yang ingin dilakukan para siswa. Baik kegiatan dalam bidang akademisi maupun ekstrakurikuler, termasuk olah raga dan ketrampilan.

Editor : Kholistiono

SMKN 1 Purwodadi Sudah Kantongi Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi dari BNSP

Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing (baju putih) didampingi Kepala SMKN 1 Purwodadi saat meninjau pelaksanaan uji sertifikasi profesi siswa Akuntansi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing (baju putih) didampingi Kepala SMKN 1 Purwodadi saat meninjau pelaksanaan uji sertifikasi profesi siswa Akuntansi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Satu prestasi baru diraih SMKN 1 Purwodadi. Sekolah yang berada di Jalan Diponegoro Purwodadi tersebut sudah mengantongi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Lisensi LSP yang didapat untuk jurusan Akuntansi tersebut dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di wilayah Grobogan, satu-satunya sekolah yang dapat lisensi LSP baru SMKN 1 Purwodadi.

Anggota Komisi Perencanaan dan Harmonisasi Kelembagaan BNSP Aldo Tobing menyatakan, SK lisensi LSP untuk SMKN 1 Purwodadi sudah diserahkan sekitar dua bulan lalu. Setelah dilakukan monitoring dan pengecekan di lapangan, nanti akan diterbitkan sertifikat LSP.

“Jadi, kedatangan saya ke sini untuk melihat sejauh mana pelaksanaan uji kompetensinya dilakukan. Apakah sudah sesuai standar atau belum. Dari pantauan kami, standar yang kita tentukan sudah dilakukan dengan baik. Hanya, perlu sedikit penyempurnaan masalah administrasi serta sedikit penambahan sarana dan prasarana pendukung,” kata Aldo saat memantau pelaksanaan uji sertifikasi siswa Akuntansi kelas XII, Kamis (17/11/2016).

Menurutnya, status LSP yang didapat SMKN 1 Purwodadi tersebut masuk level 1. Di mana, dengan level ini, sekolah tersebut bisa melakukan uji sertifikasi profesi untuk siswanya sendiri.

Namun, dimungkinkan pula untuk melakukan uji sertifikasi profesi bagi siswa SMK lainnya. Syaratnya, sekolah lain harus terlebih dahulu melakukan MoU dengan SMKN 1 Purwodadi.

“Dengan ditetapkannya sebagai LSP maka SMKN 1 Purwodadi sangat diuntungkan. Soalnya, bisa melakukan uji sertifikasi profesi sendiri bagi siswanya,” imbuh Aldo.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menambahkan, LSP itu diperlukan menindaklanjuti Inpres No 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Di mana, dengan aturan itu, para lulusan SMK harus diberdayakan kemampuannya sehingga bisa terserap dalam dunia industri. Salah satu yang perlu dibekali adalah punya sertifikat profesi.

“Hari ini dan besok, kita melaksanakan uji sertifikasi profesi yang ditangani sendiri. Total ada 20 siswa jurusan Akuntansi yang ikut uji sertifikasi profesi ini,” katanya.

Dijelaskan, uji sertifikasi profesi ini wajib diikuti oleh siswa. Namun, jika mereka gagal, tidak akan berpengaruh pada kelulusan. “Hasil uji sertifikasi profesi ini tidak ada pengaruhnya sama masalah kelulusan. Tetapi, jika siswa berhasil lulus maka kesempatan mendapatkan pekerjaan lebih besar karena punya sertifikat profesi,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Baru Belajar 5 Bulan, Puluhan Siswa SMKN 1 Purwodadi Sudah Bisa Merakit Laptop

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Setelah dapat bimbingan teori sekitar lima bulan, puluhan siswa SMKN 1 Purwodadi akhirnya bisa sukses merakit komponen laptop hingga menyala. Mereka yang sudah bisa merakit laptop ini adalah siswa kelas industri khusus.

Yakni, Axioo Class Program atau kelas khusus untuk keahlian komputer. Kelas ini dibuka berkat kerjasama antara pihak sekolah dengan Axioo, pabrikan laptop dan netbook asal Bandung.

“Axioo Class Program baru dimiliki SMKN 1 Purwodadi mulai tahun ajaran 2016-2017 ini. Jumlah siswanya ada 35 orang, terdiri 24 putra dan 11 putri,” kata Japari, selaku Ketua Jurusan Kompetensi Keahlian TKJ di sekolah tersebut.

Praktik merakit laptop sebenarnya sudah mulai dilakukan sekitar satu bulan lalu. Pada tahap awal, hanya delapan siswa yang mendapat pelatihan khusus perakitan dari pihak Axioo.

Setelah berhasil, delapan siswa ini kemudian ditunjuk sebagai kader tutor sebaya. Selanjutnya, delapan siswa gantian melatih perakitan laptop pada 11 rekan sekelasnya sampai bisa. Setelah berhasil, jumlah totor sebaya bertambah jadi 19 orang dan mereka ini kemudian menularkan ilmunya pada siswa yang tersisa.

“Pola pembelajaran seperti ini lebih efektif. Sebab, jika proses perakitan diajarkan guru maka butuh waktu lebih lama. Dengan tutor sebaya proses pembelajaran jari lebih santai karena yang ngajari temannya sendiri. Meski begitu, kami tetap melakukan pendampingan,” jelas Japari.

Dari pengamatan di kelas khusus tersebut, para siswa terlihat serius mengerjakan proses perakitan laptop. Setiap siswa yang praktik perakitan didampingi satu tutor sebaya.

Selain itu, ada dua guru yang juga betindak sebagai pendamping saat itu. Yakni, Japari dan Wali Kelas Axioo Class Program Krishna Eka Puji Santosa.

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa Axioo Class Program SMKN 1 Purwodadi sedang serius mengerjakan praktik merakit laptop di ruang kelas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat melakukan perakitan, para siswa terlihat serius dan berhati-hati. Proses perakitan dilakukan tahap demi tahap secara bersamaan supaya bisa rampung berbarengan.

Satu orang tutor sebaya berdiri di depan, memberikan komando tahapan apa yang harus dilakukan. Jika ada kesulitan, tutor sebaya langsung turun tangan.

Selain dilakukan hati-hati, untuk merakit komponen laptop itu juga butuh waktu lama. Setelah berjalan hampir dua jam, proses perakitan baru berkisar 50 persen.

“Mereka ini kan masih tahap awal merakit laptop jadi tidak bisa cepat-cepat. Paling tidak butuh waktu 3 sampai 4 jam baru selesai. Nanti, kalau sudah mahir pasti bisa lebih cepat,” kata Krishna.

Di samping masih proses awal, banyaknya komponen laptop juga menjadikan perakitan berlangsung lama. Total komponennya ada 34 item. Terdiri 19 komponen eksterior (visual inspection) dan 15 komponen hardware (function inspection).“Selain banyak, sebagian besar komponen laptop ini ukurannya kecil-kecil. Jadi butuh hati-hati saat memasangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menambahkan, kelas Axioo merupakan kelas industri yang menyinkronkan kurikulum sekolah dengan skill dari industri. Pembelajaran kelas Axioo  menggunakan kelas  modern yang disebut sebagai Axioo Smart Classrooom.

Siswa belajar semua mata pelajaran dengan peralatan yang canggih. Kemudian, para guru akan menyampaikan materi di komputer yang ditayangkan pada layar kaca di tembok, dan dioperasikan dengan menyentuh kaca tersebut.

“Pada prinsipnya, proses evaluasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Hal ini akan meningkatkan motivasi siswa serta memudahkan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Menurut Sukamto, sistem pembelajaran di kelas Axioo juga menggunakan standar industri. Siswa akan dilatih membongkar laptop atau netbook serta merakit kembali komponen sampai berhasil menyala.

Di samping itu, siswa juga akan dibimbing untuk merawat dan memperbaiki kerusakan laptop sesuai standar industri. Satu hal lagi siswa juga akan diajarkan tentang organisasi perusahaan serta cara berwirausaha yang profesional.“Siswa kelas Axioo akan diberi kesempatan untuk mengikuti sertifikasi dari dunia industri baik berskala nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Dibukanya kelas khusus itu, seiring dengan adanya era pasar bebas ASEAN (MEA). Dalam era ini nantinya dibutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk mengisi posisi penting di industri.

Untuk itulah kelas baru ini disiapkan guna mendukung program pemerintah dalam menghadapi era pasar bebas ASEAN. Diharapkan, putra-putri kita nantinya akan mengisi tenaga profesional di berbagai industri tanah air, bahkan mampu bersaing di negara-negara tetangga.

Editor : Kholistiono

Peringati Sumpah Pemuda Ratusan Pelajar SMKN 1 Purwodadi Deklarasikan Anti Narkoba

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa bersalaman dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi sebelum mengadakan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa bersalaman dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi sebelum mengadakan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober kemarin. Salah satunya dengan mengadakan deklarasi anti narkoba. Seperti yang dilakukan para pelajar SMKN 1 Purwodadi, Sabtu (29/10/2016).

Selain menolak narkoba, para pelajar juga mendeklarasikan tertib berlalu lintas, cinta damai dan tidak mau ikut-ikutan paham radikalisme. Kegiatan yang dilangsungkan di halaman sekolah itu bekerjasama dengan Institusi Pemerintah Wajib Lapor (IPWL) dan Polres Grobogan.

“Kami mengapresiasi adanya deklarasi yang dilakukan siswa SMKN 1 Purwodadi ini. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya positif untuk menghindarkan para pelajar dari perbuatan yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata  Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa yang hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Panji, tema deklarasi dinilai sangat tepat dan relevan dengan kondisi terkini. Saat ini, masih banyak pelajar yang tersangkut masalah narkoba, tawuran dan pelanggaran lalu lintas. “Dari sini kita berharap muncul kesadaran dari mereka sendiri untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” sambungnya.

Para pelajar SMKN 1 Purwodadi antusias mengikuti kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dilangsungkan dihalaman sekolah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pelajar SMKN 1 Purwodadi antusias mengikuti kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dilangsungkan dihalaman sekolah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum acara deklarasi, para pelajar lebih dulu mendapat serangkaian penyuluhan dari petugas. Adapun materinya, mengenai tertib lalu lintas, pemahaman bahaya narkoba serta masalah hukum. Di sela-sela penyuluhan para pelajar disuguhi hiburan band musisi jalanan Purwodadi guna menghindari kejenuhan.

“Kegiatan penyuluhan ini memang tidak bisa dilihat hasilnya secara instan karena butuh proses. Namun kami yakin apa yang menjadi program ini bisa meresap dan menjadi karakter disiplin buat para remaja,” imbuh Panji.

Editor : Kholistiono 

Hebat, Siswi SMKN 1 Purwodadi Berhasil Raih Juara LKS Tingkat Provinsi

Rahayu Lestari (kiri) memamerkan piala yang didapat dalam LKS SMK Tingkat Jawa Tengah 2016. Rahayu foto bersama Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto dan guru akuntansi Endah Tri Wahyuni (kanan). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rahayu Lestari (kiri) memamerkan piala yang didapat dalam LKS SMK Tingkat Jawa Tengah 2016. Rahayu foto bersama Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto dan guru akuntansi Endah Tri Wahyuni (kanan). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Catatan prestasi yang didapat SMKN 1 Purwodadi bertambah lagi. Ini, menyusul keberhasilan salah satu siswi sekolahan yang berada di Jalan Diponegoro Purwodadi itu. Yakni  meraih juara I dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Siswi yang berhasil membikin bangga sekolahnya itu adalah Rahayu Lestari. Siswi kelas XII/Akuntansi-3 itu berhasil menggondol juara I untuk mata lomba Akuntansi. Dalam lomba LKS yang dilangsungkan di SMKN 3 Surakarta tersebut, Rahayu berhasil meraih nilai paling tinggi dari 35 peserta.

“Ini, merupakan prestasi yang sangat mengejutkan sekaligus membanggakan. Saya dan seluruh guru mengucapkan selamat atas keberhasilan ini,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Pelaksanaan LKS SMK tingkat Jateng 2016 dilangsungkan 13-17 September. Dalam ajang itu, kontingen Grobogan mengirimkan 22 peserta yang berlomba di 22 mata lomba.

Dari 22 kontingen Grobogan, SMKN 1 Purwodadi mengirimkan tujuh siswa. Masing-masing, Sam Dhiwani Arafat untuk mata lomba Grapic Design Technology, Eka Wahyu Ferdian Syach (Information Technology / Networking Support). Kemudian, Septian Adi Nugroho (Animation), Yayuk Sekar Wilis (Ladies Dressmaking), Putri Age Dewi Linda (Secretary), Sapta Rusiyana (Visual Merchandising), dan Rahayu Lestari (Accounting).

“Dari tujuh siswa ini hanya satu yang berhasil meraih juara. Yakni, Rahayu Lestari yang jadi juara I mata lomba akuntansi,” sambung Sukamto.

Menurut Sukamto, dalam ajang ini, anak didiknya yang ikut LKS ditargetkan minimal ada yang bisa meraih peringkat III. Namun, pada kenyataannya justru ada yang dapat meraih juara I.

“Kita menyadari LKS tingkat provinsi ini berat sekali persaingannya. Makanya, kita tidak membebani anak-anak dengan target yang terlalu tinggi. Meski demikian, mereka kami minta untuk berjuang semaksimal mungkin dalam LKS 2016 ini,” katanya.

Editor : Kholistiono

Mengenal Beng Lin, Pria Asal Riau yang jadi Guru Bahasa Mandarin di Grobogan

Beng Lin, guru Bahasa Mandarin saat mengajar siswa kelas X SMKN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beng Lin, guru Bahasa Mandarin saat mengajar siswa kelas X SMKN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan  – Keberhasilan siswa SMKN 1 Purwodadi meraih prestasi peringkat II dalam acara Debat Bahasa Mandarin tingkat Jawa Tengah, bulan Agustus lalu, tidak bisa dilepaskan dari sosok sang pengajar. Yakni, guru bernama Beng Lin yang mengajar Bahasa Mandarin di sekolah yang berada di Jl Diponegoro Purwodadi tersebut.

“Sebelumnya, dalam ajang serupa, kita pernah dapat peringkat II. Tepatnya, saat Debat Bahasa Mandarin tingkat Jawa Tengah tahun 2013 lalu. Meski belum berhasil jadi juara I, tetapi prestasi yang sudah diraih saya rasa cukup membanggakan,” kata Beng Lin, saat ditemui di SMKN 1 Purwodadi.

Pria 50 tahun itu baru sekitar delapan tahun mengajar di SMKN 1 Purwodadi. Yakni, mulai tahun 2008 sampai saat ini. Selama ini, Beng Lin menilai antusias siswa untuk belajar Bahasa Mandarin cukup bagus. Para siswa terlihat sangat bersemangat untuk mempelajari bahasa yang selama ini boleh dibilang cukup asing, dibandingkan bahasa lainnya. Hal inilah yang menjadikan para siswanya lebih mudah menangkap pelajaran yang diberikan.

Yang unik, meski jago Bahasa Mandarin, namun Beng Lin tidak punya pendidikan khusus di bidang tersebut. Titel pendidikan terakhirnya adalah sarjana ekonomi jurusan manajemen.

Meski begitu, urusan berbahasa Mandarin sudah jadi bagian hidupnya semenjak kecil. Tepatnya, ketika masih tinggal dengan orang tuanya di Riau. Percakapan keluarga sehari-hari dilakukan dengan Bahasa Mandarin.

Tidak hanya itu, sejak kecil pula, orang tuanya, khususnya ibunya, masih memaksa Beng Lin untuk ikut les Bahasa Mandarin agar kemampuan berbahasanya makin baik.

“Semula, saya sempat protes saat diminta Ibu untuk ikut les Bahasa Mandarin. Soalnya, saya iri sama teman-teman lainnya yang asik bermain, sementara saya malah diharuskan belajar. Meski begitu, saya akhirnya dengan terpaksa ikut les. Soalnya, Ibu sempat bilang kalau suatu saat nanti, kemampuan Bahasa Mandarin itu bakal dibutuhkan banyak orang,” kata bapak dua anak tersebut.

Apa yang diomongkan orang tuanya itu baru dirasakan Beng Lin selepas kuliah. Ceritanya, saat itu ada perusahaan Taiwan di Riau sedang butuh karyawan yang bisa berbahasa Mandarin.

Beng Lin kemudian ikut melamar di situ dan diterima tanpa harus melalui tes. Sebab, saat mendaftar, dia sudah bisa menjawab semua omongan dari staf perusahaan yang sengaja bertanya pada pelamar dengan Bahasa Mandarin.

Setelah kerja di perusahaan Taiwan, Beng Lin sempat mau merantau ke Semarang. Namun, oleh saudaranya dia justru diminta untuk tinggal di Purwodadi karena di kota ini banyak orang yang butuh guru Bahasa Mandarin.

Akhirnya, pada pertengahan tahun 2007 Beng Lin tiba di Purwodadi. Beberapa hari setelah datang, sudah ada belasan orang yang pingin les Bahasa Mandarin di rumahnya. Yakni, di Perum Griya Mutiara di Jalan Soponyono III, Purwodadi.

Setelah itu, ada permintaan mengajar Bahasa Mandarin di TK dan SD Kristen Purwodadi. Kemudian, setahun setelah tinggal di Ibu Kota Kabupaten Grobogan, datang permintaan mengajar di SMKN 1 Purwodadi. Kemudian, Beng Lin juga masih sempat mengajar di Wonder Kids Purwodadi.“Jadi, saat ini, saya sehari-hari sudah full ngajar. Dari pagi sampai sore dan kadang juga malam,” katanya.

Bagi Beng Lin, mengajar Bahasa Mandarin bukan semata-mata untuk mendapatkan finansial. Tetapi, salah satu tujuannya adalah menularkan kemampuan yang dimiliki pada banyak orang.

Dia berharap, ke depan akan ada generasi baru di Grobogan yang sudah bisa menggantikannya mengajar Bahasa Mandarin. Beng Lin menilai, memiliki kemampuan Bahasa Mandarin akan sangat bermanfaat. Terlebih, dalam menyongsong pasar bebas Asia Pacific tahun 2025 mendatang.

Editor : Kholistiono

Hebat! Siswa SMKN 1 Purwodadi Raih Juara I Lomba Daur Ulang Sampah

Siswa SMKN 1 Purwodadi yang menjadi peserta lomba daur ulang sampah yang digelar BLH Grobogan, berfoto bersama piala juara I (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SMKN 1 Purwodadi yang menjadi peserta lomba daur ulang sampah yang digelar BLH Grobogan, berfoto bersama piala juara I (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu prestasi lagi berhasil diraih siswa SMKN 1 Purwodadi. Kali ini, prestasinya bukan dari bidang olahraga maupun akademis. Tetapi dari bidang sampah. Tepatnya, juara I Lomba Daur Ulang Sampah yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Grobogan.

Tim SMKN 1 Purwodadi yang ikut lomba ada sembilan orang. Yakni, Anggun Arcita, Dias Astri, Nabila Farahdiva, Wahyu Purwita Sari, Nurul Khumairoh, Putri Lukistiwi, Putri Nur Annisa, Putri Nilawati, dan Seli Fatmahwati.

“Mereka ini adalah siswa kelas XII-AP. Kami merasa bangga dengan prestasi yang diraih dalam lomba daur ulang sampah tersebut,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Menurutnya, sejauh ini, pihaknya memang sudah sering memberikan pelatihan membikin beragam barang dari bahan bekas. Oleh sebab itu, saat mengikuti lomba, siswanya tidak mengalami banyak kesulitan saat membuat kreasi barang dari sampah tersebut.

“Beberapa barang yang ada di lingkungan sekolah, sebagian di antaranya dibuat siswa dari bahan-bahan bekas. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan, aneka barang bekas ini bisa dijadikan barang yang bermanfaat. Di sisi lain, hal ini juga bisa jadi salah satu cara mencegah kerusakan lingkungan akibat sampah,” katanya.

Pelaksanaan lomba kreasi daur ulang sampah itu diselenggarakan di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Selasa (30/8/2016) lalu. Peserta lomba adalah sekolah yang menjadi rujukan penilaian Adipura.

“Jumlahnya ada enam sekolah dan masing-masing mengirimkan dua tim. Sekolah yang ikut ada SMP dan juga tingkat SMA. Karena pesertanya ini merupakan sekolah yang jadi rujukan penilaian Adipura maka jumlahnya tidak banyak,” jelas Kasubid Pengawasan dan Penaatan Lingkungan BLH Grobogan Fuad Soleh Anwar.

Dijelaskan, tidak ada tema khusus dalam kreasi daur ulang sampah itu. Setiap peserta bebas membuat produk kerajinan dengan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai dan berpotensi menjadi sampah menjadi barang yang bisa bermanfaat.

“Bahan sampah untuk lomba, dibawa masing-masing peserta dari rumah. Untuk pembuatannya dilakukan di sini dan peserta bebas berkreasi apa saja. Ada empat kriteria dalam penilaian ini, yakni kerapian, keunikan, kesesuaian bahan dan tingkat kesulitan,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Keren, 2 Siswi SMKN 1 Purwodadi Berhasil Raih Peringkat II Debat Bahasa Mandarin Tingkat Jateng

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto bersama Dinda Kurnia Dewi (tengah) dan Wahyu Nur Sulikah, dua siswinya yang raih peringkat II lomba debat Bahasa Mandarin tingkat Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto bersama Dinda Kurnia Dewi (tengah) dan Wahyu Nur Sulikah, dua siswinya yang raih peringkat II lomba debat Bahasa Mandarin tingkat Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi menggembirakan berhasil diraih dua siswi SMKN 1 Purwodadi, Dinda Kurnia Dewi dan Wahyu Nur Sulikah. Dimana, dua siswi kelas XI-Akt3 itu berhasil menggondol peringkat II ketika jadi pasangan dalam Lomba Debat Bahasa Mandarin SMK tingkat Jawa Tengah yang digelar 22-24 Agustus lalu.

Tidak hanya itu, salah satu dari keduanya, yakni Wahyu Nur Sulikah berhasil menjadi pembicara terbaik dalam event yang digelar di Hotel Muria Semarang tersebut. Atas keberhasilan ini, Wahyu nantinya dipilih menjadi duta Jateng dalam ajang serupa untuk tingkat nasional.

“Lomba debat tingkat nasional rencananya akan dilangsungkan di Provinsi Bangka Belitung bulan Oktober. Nantinya, Wahyu akan berpasangan dengan siswi dari SMK Sahid Solo. Untuk diketahui, dalam pelaksanaan lomba debat ini, satu tim memang harus diisi dua orang,” kata Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Menurutnya, meski belum berhasil jadi yang terbaik, namun prestasi itu dirasa cukup membanggakan Sebab, persaingan dalam lomba tersebut cukup berat. Oleh sebab itu, raihan peringkat II plus pembicara terbaik yang didapat salah satu siswinya dinilai sudah melebihi target yang dibebankan.

Selain mendapat hadiah piala dan uang Rp 3 juta, bonus lain juga didapatkan dua siswi berjilbab tersebut dari pihak sekolah. Yakni, keduanya dibebaskan biaya SPP selama lima bulan.

“Setiap siswa yang dapat prestasi pasti kita kasih reward. Namun, besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan. Hal ini kita terapkan sesuai dengan slogan kami bahwa SMKN 1 Purwodadi adalah ‘Sekolahnya para Juara’,” sambungnya.

Sementara itu, Dinda dan Wahyu yang ikut menemani bincang-bincang di ruang kepala sekolah mengaku kaget ketika dinobatkan jadi peringat II. Sebab, mereka menilai, kemampuan para pesaingnya dari berbagai daerah lainnya cukup bagus.

“Dalam event kemarin, saya hanya berusaha tampil semaksimal mungkin dalam lima sesi lomba yang tersedia. Ketika diumumkan jadi peringkat II, saya sempat tidak percaya,” ujar Dinda yang tinggal di Desa Karanganyar, Kecamatan Godong tersebut.

Kekagetan serupa juga dirasakan Wahyu yang jadi patner Dinda. Terlebih, saat ia ditetapkan jadi pembicara terbaik dalam lomba tersebut. “Kalau saya kagetnya dua kali. Yakni, saat dapat kepastian jadi peringkat II dan dinobatkan sebagai pembicara terbaik,” cetus Wahyu, warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Baik Wahyu dan Dinda mengaku tidak melakukan persiapan khusus saat mengikuti lomba. Namun, mereka hanya memaksimalkan bekal ilmu Bahasa Mandarin yang didapat saat duduk di kelas X. Kemudian, ditambah dengan belajar serius dalam ekstrakurikuler Bahasa Mandarin yang dilangsungkan tiap hari Rabu, setelah jam sekolah berakhir.

“Selain itu, keberhasilan ini juga didapat berkat dorongan semangat dari pihak sekolah dan guru Bahasa Mandarin Bapak Beng Lin serta teman-teman semua,” imbuh Wahyu.

 Editor : Kholistiono

SMKN 1 Purwodadi Bakal Punya Axioo Class Program

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono (baju batik) didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi Sukamto saat meninjau ruangan Axioo Class Program. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono (baju batik) didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi Sukamto saat meninjau ruangan Axioo Class Program. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu kelas baru bakal dimiliki SMKN 1 Purwodadi mulai tahun ajaran 2016-2017. Yakni, Axioo Class Program atau kelas khusus untuk keahlian komputer. Kelas ini dibuka berkat kerja sama antara pihak sekolah dengan Axioo, pabrikan laptop dan netbook asal Bandung.

“Hari ini, kita telah melakukan nota kesepahaman atau MoU dengan pihak Axioo. Kelas ini akan kita luncurkan mulai tahun ini. Untuk tahun pertama, ada 36 siswa yang ikut kelas baru ini,” ungkap Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi Sukamto, usai acara peluncuran Axioo Class Progam, Kamis (16/6/2016).

Acara peluncuran yang dilaksanakan di Aula SMKN 1 Purwodadi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Karsono dan Education Program Manager Axioo Class Program Ahmad F Muzaki.

Hadir pula, kepala SMP dan SMK di Kota Purwodadi serta calon siswa SMKN 1 Purwodadi bersama orang tua dan walinya.

Sukamto menyatakan, kelas Axioo merupakan kelas industri yang menyinkronkan kurikulum sekolah dengan kemampuan dari industri. Pembelajaran kelas Axioo nantinya menggunakan kelas yang modern yang disebut sebagai Axioo Smart Classrooom.

Siswa belajar semua mata pelajaran dengan peralatan yang canggih. Kemudian, para guru akan menyampaikan materi di komputer yang ditayangkan pada layar kaca di tembok, dan dioperasikan dengan menyentuh kaca tersebut.

“Pada prinsipnya, proses evaluasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Hal ini akan meningkatkan motivasi siswa serta memudahkan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Sukamto menambahkan, sistem pembelajaran di kelas Axioo juga menggunakan standar industri. Siswa akan dilatih membongkar laptop atau netbook serta merakit kembali komponen sampai berhasil menyala.

Siswa juga akan dibimbing untuk merawat dan memperbaiki kerusakan laptop sesuai standar industri. Satu hal lagi siswa juga akan diajarkan tentang organisasi perusahaan serta cara berwirausaha yang profesional.

“Siswa kelas Axioo akan diberi kesempatan untuk mengikuti sertifikasi dari dunia industri baik berskala nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Salut, 3 Bulan Sekali Ratusan Siswa SMKN 1 Purwodadi Donorkan Darahnya

uplod jam 00

Sejumlah siswa SMKN 1 Purwodadi sedang diambil darahnya oleh petugas PMI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah kegiatan positif dilakukan siswa SMKN 1 Purwodadi sejak lama. Yakni, melangsungkan acara donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Setiap pelaksanaan donor darah ini selalu diikuti ratusan siswa. Lantaran pesertanya cukup banyak, donor darah yang dilangsungkan di sekolahan itu biasanya berlangsung dari pagi hingga sore hari.

“Hari ini tadi, jumlah pesertanya hanya berkisar 100 an orang. Selain siswa, guru dan karyawan juga ikut dalam donor darah ini,” ungkap Sudono, salah seorang guru SMKN 1 Purwodadi yang ditemui dalam acara donor darah, Selasa (26/4/2016).

Menurutnya, peserta donor darah biasanya bisa mencapai 200-an orang. Namun, kali ini jumlahnya tidak begitu banyak.

Sebab, siswa kelas XII kebanyakan sudah tidak masuk sekolah setelah selesai UN lalu. Sehingga, banyak di antara mereka yang tidak bisa lagi ikut donor darah.

Di antara siswa tersebut ada yang sudah rutin ikut menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan. Namun, ada beberapa siswa yang mengaku baru kali ini diambil darahnya.

“Dalam donor darah sebelumnya, saya tidak bisa ikut karena sedang mengikuti kegiatan sekolah. Sekarang akhirnya bisa ikut dan saya merasa senang,” cetus Heri, salah satu siswa yang ikut donor darah.

Sementara itu, Kepala Bagian P2DS PMI Grobogan Ahmad Jamari mengungkapkan, selama ini pihaknya juga pro aktif untuk menjaring para pendonor. Misalnya, dengan menggandeng sekolah, instansi pemerintahan dan swasta serta ormas. Kemudian, setiap hari Minggu, pihaknya menyediakan layanan donor darah keliling di ajang car free day (CFD) di Jalan R Suprapto Purwodadi.

Ditambahkan, berbagai upaya itu dilakukan mengingat kebutuhan darah setiap bulan memang cukup banyak. Yakni, berkisar 1.000 hingga 1.200 kantong.

“Untuk stok darah saat ini masih cukup aman. Namun, semakin banyak stok tentunya semakin baik untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak dalam jumlah besar,” sambungnya.

Editor : Akrom Hazami