Meski Jauh, 15 Siswa Jepara Ini Tetap Ikuti UNBK di SMK 2 PGRI Kudus

Kepala SMK PGRI 2 Kudus Kartono tampak berada di depan papan berisi info denah duduk peserta UNBK, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 15 siswa SMK Al Hidayah Jepara, mengikuti kegiatan UNBK di SMK PGRI 2 Kudus, selama empat hari ke depan. SMK Al Hidayah Jepara belum bisa mengadakan UNBK sendiri.

Kepala SMK PGRI 2 Kudus Kartono mengatakan, peserta yang gabung UNBK dari Jepara merupakan peserta dengan jurusan Usaha Perjalanan Wisata. Bergabungnya siswa Jepara karena masih SMK Al Hidayah belum terakreditasi.

“Untuk itu berdasarkan aturan harus menggabung atau menginduk ke sekolah lain yang sama jurusan. Dan yang terdekat adalah di sini,” kata Kartono di SMK PGRI 2 Kudus, Senin.

Dikatakan, sebenarnya jarak Jepara dengan SMK PGRI 2 Kudus cukup jauh. Untuk itu pihaknya memberikan tawaran agar bersedia untuk menginap di SMK PGRI 2 Kudus, dengan fasilitas yang disiapkan. Hanya, tawaran tersebut tak diterima dan siswa memilih laju.

“Setiap pagi mulai jam 06.00 WIB sudah pada datang siswanya. Meski jauh, mereka sangat bersemangat dalam mengikuti UNBK di Kudus ini,” ujarnya. 

Para siswa Jepara datang lebih awal, disebabkan jadwal ujian dimulai pukul 07.30 WIB. Sedangkan sebelum 07.00 WIB, semua siswa harus sudah memasuki ruangan ujian. “Mereka masuk pertama. Jadi setiap hari dilakukan UNBK jam pertama dan membuat mereka harus datang pagi-pagi pula,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

50 SMK di Grobogan Selenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer

Beberapa siswa SMK Pembangunan Nusantara Gabus yang mengikuti UNBK di SMKN 1 Purwodadi sedang melihat info denah ruangan dan tempat duduk yang ditempel di tempat pengumuman. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan ujian nasional untuk SMK di Grobogan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sebab, semua SMK menyelenggarakan model Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Grobogan Sukamto pada wartawan, Senin (3/4/2017).

“Untuk tahun ini, SMK di Grobogan 100 persen selenggarakan UNBK. Jumlah siswa yang tercatat sebagai peserta ujian nasional yang dimulai hari ini ada 5.911 orang,” katanya.

Dijelaskan, jumlah SMK negeri dan swasta se-kabupaten ada 50 sekolah. Dari jumlah ini, sebanyak 37 SMK menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Sedangkan 13 SMK bergabung atau menumpang sekolah lain dalam menyelenggarakan UNBK.

“Seperti di tempat kami, ada 4 SMK yang nunut UNBK di sini. Yakni, SMK Pembangunan Nusantara Gabus, SMK Islam Terpadu Pelita Purwodadi, SMK Nusantara Grobogan, dan SMK Terpadu Irsyadut Thulab Purwodadi,” jelas Sukamto yang menjabat Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi itu.

Untuk menyelenggarakan UNBK kali ini tersedia 73 server atau ruang kelas komputer. Kemudian, untuk mengantisipasi gangguan juga disiapkan 33 server cadangan.

Penyelenggaraan ujian nasional dibeberapa sekolah dilakukan dalam beberapa sesi. Hal ini disebabkan jumlah peserta cukup banyak, sementara kapasitas server maksimal dipakai untuk 40 siswa.

“Ada sekolah yang melaksanakan ujian nasional hanya 1 dan 2 sesi saja. Tetapi ada yang sampai 3 sesi, seperti di tempat kami,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus Siap Bantu SMA/SMK Secara Penuh

Salah satu kegiatan SMK di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski kini pengelolaan sekolah tingkat SMA dan SMK menjadi wewenang pemerintah provinsi, namun Pemkab Kudus tak diam saja dalam hal menyukseskanny penyelanggaraan pendidikan.

Pemkab bersedia membantu secara penuh kebutuhan dari sekolah untuk siswa yang berada di Kudus. Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pemkab siap mendukung secara total kebutuhan SMK. Bahkan anggaran yang besar juga sudah disiapkan dalam hal memenuhi kebutuhan SMA SMK.

“Rp 15,9 miliar sudah dipersiapkan dalam memenuhi kekurangan pendidikan. Jadi meski kini pengelolaan di wilayahnya Jateng, namun Kudus tak mau membiarkannya begitu saja,” kata Musthofa di Kudus.

Menurutnya, dengan anggaran yang besar itulah diharapakan semua kekurangan kebutuhan akan tercapai. Pihaknya tak mau mendengar jika ada orang tua yang kesusahan dalam membayar sekolah anaknya. Apalagi itu terjadi di Kudus.

Pihaknya tak mempermasalahkan regulasi yang menjadi kewenangan kementerian. Sebagai kepala daerah, pihaknya mendukung penuh akan kebijakan dari pemerintah pusat itu.

“Bagaimanapun juga sekolah berada di Kudus. Kami tak ingin masyarakat Kudus sampai kesulitan bersekolah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Siswi SMK NU Banat Raih Prestasi Desain Nasional

Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus bersama guru pembimbing Ida Rusmayanti memperlihatkanya karyanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus bersama guru pembimbing Ida Rusmayanti memperlihatkanya karyanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Afifah Thohiroh (15), siswi kelas X SMK NU Banat Kudus, berhasil meraih peringkat IV pada Grand Prix Final Sakura Collection Asia Students Awards 2016 yang digelar di AEON Mall BSD City Tangerang, Banten, Sabtu (14/1/2016) lalu. Bukan hanya meraih prestasi, namun juga dia merupakan peserta termuda.

Afifah ditemui di sekolahnya, Selasa (17/1/2017) mengatakan, peserta yang ikut123 orang. Dari peserta itu, hanya dia yang usianya 15 tahun dan hanya dia pula satu-satunya siswi SMK. Peserta lainnya merupakan perancang busana dan mahasiswa.

“Kalau rata-rata usia yang mengikuti kisaran 20 hingga 30 tahun. Jadi saya yang kebetulan paling muda di antara para peserta lainnya,” katanya.

Menurutnya, dalam ajang itu desainer wajib mengirimkan tiga jenis karya berupa ilustrasi. Kemudian dipilihlah 10 finalis. Mereka nantinya harus mewujudkannya dalam bentuk pakaian jadi.

Dia menjelaskan, pakaian ala Jepang karyanya terinspirasi dari sebuah perayaan dari Festival Hanami, sebuah festival melihat bunga sakura di Jepang dengan tempo zaman kuno yang didatangi kalangan elite kerajaan. Dari sanalah ide membuat hasil karya dengan dominan warga biru dan merah muda muncul.

“Saya membutuhkan waktu sampai satu pekan untuk membuatnya. Dan warna biru dan pink saya pilih lantaran terlihat lebih indah dan energik,” ujarnya.

Dia mengaku baru kali pertama ikut even. Mulanya dia grogi karena tak punya pengalaman.”Berbekal internet maka saya beranikan diri mengikuti perlombaan. Dan kendala memang grogi karena lawannya orang hebat-hebat,” jelasnya.

Disinggung soal harga karyanya, dia mengaku belum tahu. Sebab dia hanya berniat mengikuti perlombaan saja.

Sementara, guru pembimbing Ida Rusmayanti mengatakan, pihak sekolah bangga atas prestasi yang didapat. Karena meski masih duduk jelas X, namun sudah mampu bersaing.

“Untuk siswa memang perlu sering-sering ikut perlombaan. Jadi tidak hanya sebatas pameran saja. Dengan demikian akan tahu kondisi  lapangan dan pasar,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

Tahun Depan, SMK Weekend juga Dipastikan Digelar

Bupati Kudus Musthofa saat menghadiri kegiatan SMK Weekend di Alun-alun Simpang Tujuh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat menghadiri kegiatan SMK Weekend di Alun-alun Simpang Tujuh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan SMK Weekend yang digelar Pemkab Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, rencananya tidak akan berhenti tahun ini saja. Namun, ke depan, meskipun pengelolaan nantinya langsung di tangan provinsi, namun kegiatan itu masih diagendakan.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya, kegiatan pameran SMK Weekend merupakan kegiatan yang positif. Sehingga, kegiatan tersebut patut untuk diteruskan pada tahun mendatang.

“Ini merupakan kegiatan yang positif, apalagi SMK di Kudus merupakan SMK yang unggulan. Jadi, akan tetap dilakukan pada tahun mendatang,” kata Joko kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kegiatan itu juga termasuk kegiatan yang ditunggu oleh masyarakat Kudus. Khususnya bagi kalangan SMK di Kudus. Sebab kegiatan itu juga mejadi ajang promosi bagi sekolah masing masing.

Untuk itu, kegiatan tersebut masih menjadi agenda tahunan Disdikpora. Bukan hanya tahun depan, tapi tahun tahun berikutnya juga dilakukan.

“Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan. Jadi, tahun depan dan seterusnya akan dilakukan meski pengelolaan sudah di provinsi,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

SMK Weekend Dibuka dan Diserbu Ribuan Pengunjung

SMK Expo Tahun Ini Diklaim Bakal Lebih Meriah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)  Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan SMK Expo yang bakal diselenggarakan pada 30 April-2 Mei mendatang, diklaim bakal lebih meriah dibanding dengan tahun sebelumnya. Apalagi, konsep kegiatannya juga berbeda dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, banyak masukan-masukan untuk diterapkan dalam kegiatan yang bakal diterapkan tahun ini.

“Pelaksanaan expo tahun lalu terdapat banyak hal yang perlu dibenahi, dan berkat masukan-masukan itu, akhirnya kami aplikasikan tahun ini.Kalau tahun lalu, hanya dilakukan berupa pameran semata,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan, pada expo tahun ini juga ada space untuk demo. Sehingga, pengunjung nantinya tidak hanya sekadar bisa melihat karya-karya siswa yang sudah jadi, namun, pengunjung nantinya juga bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembutan produk dari masing-masing SMK.

“Kalau mau menyaksikan, datang langsung besok. Nantinya, masyarakan bisa melihat banyak hal yang menarik di sana, dan tentunya hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pengunjung juga dijamin akan lebih puas,” ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, Kudus juga dikenal dengan SMK. Menurutnya, banyak jurusan yang ada di SMK tersebut, di antaranya kelautan, fashion, otomotif, animasi, dan lain sebagainya. “Tentunya itu sebuah kebanggaan bagi Kudus yang patut diapresiasi dan ditunjukkan kepada masyarakat umum,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Wah…Seru Nih, The Changcuters Bakal Meriahkan SMK Expo di Alun-alun Kudus

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 27 SMK di Kudus bakal dipamerkan Pemkab Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, pada acara SMK Expo yang bakal berlangsung 30 Arpil-2 Mei 2016.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, 27 SMK tersebut terdiri dari swasta dan negeri. Masyarakat, juga bisa mendapatkan banyak informasi mengenai SMK yang ada di Kudus ini.

” Jadi, silahkan semuanya datang untuk melihat-lihat keunggulan SMK yang ada di Kudus ini. SMK Expo ini akan berlangsung mulai pagi hingga malam hari,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, dalam kegiatan ini, nantinya juga akan dimeriahkan dengan hiburan musik, yakni band ternama dari Ibu Kota, yakni The Changcuters.

Kegiatan itu, kata Joko adalah mempertunjukkan potensi SMK yang banyak di Kudus. Kegiatan juga merupakan even tahunan yang diselenggarakan Pemkab Kudus.”Momen tahun ini pas, bertepatan dengan Hardiknas. Jadi, ini juga termasuk rangkaian kegiatan Hardiknas,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

SMK NU Al Hidayah Getassrabi Tak Mau Ketinggalan

Kepala SMK NU Al Hidayah (pakai batik) memberikan potongan tumpeng kepada salah satu guru, Imron Rosyadi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala SMK NU Al Hidayah (pakai batik) memberikan potongan tumpeng kepada salah satu guru, Imron Rosyadi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menginjak usia satu windu, SMK NU Al Hidayah Getassrabi, Gebog, terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala SMK NU Al Hidayah Getassrabi, Shodiqin mengatakan, pihaknya selalu menjaga kualitas pendidikan. Terutama di usianya satu windu.

Di antara bentuk menjaga kualitas pendidikan adalah memberikan pelajaran secara maksimal, memberikan kesempatan bagi guru yang ingin kuliah S2 dan lainnya. “Semua ditempuh agar pendidikan makin berkualitas,” kata Shodiqin.

Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2015-2016 mencapai 191 orang. Jumah itu bertambah dibanding tahun 2014-2015 yang hanya 120 orang. Diketahui, sekolah yang mempunyai Jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Tata Busana ini sering mendapatkan peringkat 5 besar setiap kali mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SMK se-Kudus.

Prestasi itu menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tetap bisa berprestasi maksimal kendati lokasi sekolah berada di pedesaan. “Kami selalu lima besar setiap ada LKS se-Kudus,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

SMA/SMK di Kudus Bakal Dikelola Provinsi Pada Awal 2017

sma (e)

Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  Akibat diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, beberapa kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten diserahkan kepada pemerintah provinsi. Salah satunya adalah pengelolaan pendidikan menengah.

Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto mengatakan, pengelolaan pendidikan menengah dari yang semula dilakukan masing-masing kabupaten, pada awal 2017 nanti, hal itu akan dilakukan oleh provinsi.

“Saat ini kami sudah mencocokkan data dari kabupaten dan kota, dan semua sudah masuk, jadi tinggal mencocokkan apakah benar atau tidak. Jadi, nanti semua bakal dikelola langsung oleh provinsi khusus pendidikan tingkat SMA sederajat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pencocokan data yang dilakukan, kata dia membutuhkan waktu beberapa bulan. Meski demikian, tahun ini juga dipastikan rampung, sehingga awal 2017 langsung dijalankan.

Mencocokkan data,kata dia, merupakan langkah setelah verifikasi. Hal itu dilakukan guna mengetahui jumlah aset dan lain sebagainya.

Ia katakan, pengelolaan pendidikan menengah yang dilakukan provinsi, nanti hanya sekolah berstatus negeri saja. Sedangkan untuk sekolah swasta dan madrasah, pada awal 2017 nanti belum dilakukan.

“Mudah- mudahan semua berjalan  dengan lancar. Sebab ini juga dilakukan guna kemajuan dunia pendidikan di Jawa Tengah ,” Harapnya.

Editor : Kholistiono

Kelas Axioo di SMK Rembang Ini Benar-Benar Mengagumkan

SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang dan  SMKN 5 Surakarta studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang dan SMKN 5 Surakarta studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Kelas Axioo di SMK Rembang ini benar-benar mengagumkan. Ya, itulah yang membaut SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). Kedatangan rombongan dari Semarang itu bermaksud untuk belajar program Axioo di SMK Muhamadiyah Rembang.

SMK Muhamadiyah Rembang dipercaya sebagai mentor atau pembimbing sekolah yang akan menjadi rintisan program kelas Axioo. Oleh karena itu, beberapa bulan terakhir sekolah tersebut sibuk menerima kunjungan studi banding dari 15 sekolah dari berbagai daerah di Jateng dan DIY.

Kepala SMK Muhamadiyah Rembang, Parno menjelaskan, sekolahnya saat ini memang telah ditunjuk sebagai mentor untuk sekolah yang akan menjadi rintisan Axioo di Jateng dan DIY. “Selain dari SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang, tadi juga ada rombongan dari SMKN 5 Surakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, sekolah yang datang belajar program Axioo di Rembang biasanya menanyakan soal persiapan sebelum menjadi sekolah rintisan Axioo. Selain itu, mereka juga menanyakan tentang konsekuensi dari status mereka menjadi sekolah rintisan Axioo.

“Memang sesuai dengan petunjuk Axioo, sekolah yang akan menjadi rintisan harus belajar terlebih dahulu dengan sekolah yang sudah ditunjuk, seperti kami. Jadi, kami hanya memfasilitasi dan membantu mereka,” katanya.

Dijelaskan olehnya, jika sekolah sudah berstatus sebagai rintisan program Axioo, maka kurikulum yang dijalankan juga harus menyesuaikan dengan Axioo. “Soal apakah kelas Axioo harus digelar setiap hari atau tidak, hal itu bergantung pada tingkatan kelas,” jelasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Menang Lomba se Asia Pasific, 5 Siswa SMK Peroleh Apresiasi Berupa Uang Jutaan Rupiah

5 siswa SMK Muhammadiyah Kudus saat menerima apresiasi prestasi dari Djarum Foundation. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

5 siswa SMK Muhammadiyah Kudus saat menerima apresiasi prestasi dari Djarum Foundation. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para siswa yang memenangkan perlombaan, mendapatkannya dengan cara yang tidak mudah. Melainkan, mereka harus berlomba dari perlombaan acara online.

Satu dari lima siswa yang memenangkan, Muhammad Abdul Haq, mengatakan kesulitan dalam mendapatkan juara. Dia yang kini duduk di bangku kelas XII itu, harus melewati beberapa tahapan dalam kemenangannya.

”Ada tiga tahapan yang kami lalui. Pertama mengerjakan soal dengan cepat. Waktu itu 60 soal dalam waktu satu jam pilihan ganda,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Semua soal yang dihadirkan menggunakan bahasa Inggris. Begitu pun dengan persoalan kedua yang berupa esai, serta aplikasi jaringan.

Namun, setelah dikerjakan, akhirnya dia memenangkan. Hanya kesulitan yang dialami adalah pada pertanyaan yang sangat detail serta waktu yang mepet. Sedangkan untuk soal bahasa Inggris, tidak ada masalah.

Perlombaan itu, dilakukan khusus untuk sekolah yang menerapkan Cisco. Saat ini, baru 45 institusi setingkat SMA/SMK yang aktif menerapkan kurikulum Cisco dari total 162 institusi di seluruh Indonesia.

Primadi H Serad selaku Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengatakan, Djarum Foundation memberikan apresiasi prestasi kepada para pemenang dari SMK Muhammadiyah Kudus. Juara pertama diraih Muhammad Abdul Haq menerima hadiah sebesar lima juta rupiah, juara kedua diraih Ghozi Fawwas Atstsaqofi, menerima empat juta rupiah.

Tiga siswa SMK Muhammadiyah lainnya: Yuan Anggara Putra, Hernandytya Yulianto Putra dan Muhammad Alan Nur menyabet peringkat empat, peringkat lima ITE dan peringkat empat belas untuk CCENT, masing masing menerima tiga juta rupiah.

Dua orang guru pendamping yang selama ini menjadi pembimbing para siswa berprestasi tersebut juga menerima apresiasi masing-masing sebesar lima juta rupiah. Mereka adalah Bapak Eko Wahyudi dan Bapak Alex Hassanudin.

”Harapan kami, dengan adanya apresiasi prestasi ini turut membangkitkan semangat para siswa untuk dapat berprestasi dan terus berusaha yang terbaik, yang mana nantinya sangat bermanfaat dalam menghadapi dunia kerja,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Membanggakan, 5 Siswa SMK Muhammadiyah Kudus Juara Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific

Penyerahan penghargaan diberikan simbolis oleh kepala SMK Muhammadiyah Kudus kepada ke lima siswa yang berhasil menjuarai Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Penyerahan penghargaan diberikan simbolis oleh kepala SMK Muhammadiyah Kudus kepada ke lima siswa yang berhasil menjuarai Lomba Cisco Tingkat Asia Pasific. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh para pelajar di Kudus. Kali ini, sebanyak lima siswa dari SMK Muhammadiyah Kudus, memenangkan kejuaraan tingkat Asia Pasific dan Jepang yang diselenggarakan Cisco.

Lima siswa tersebut adalah Muhammad Abdul Haq dan Ghozi Fawwas Atstsaqofi, Yuan Anggara Putra, Hernandytya Yulianto Putra, dan Muhammad Alan Nur.

Kepala SMK Muhammadiyah Supriyadi, mengatakan juara pertama dan runner up kompetisi yang digelar Cisco Networking Academy itu diraih Muhammad Abdul Haq dan Ghozi Fawwas Atstsaqofi. Siswa yang berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) itu memborong peringkat lima besar untuk ITE.

”Dua siswa SMK Muhammadiyah Kudus lainnya, Yuan Anggara Putra dan Hernandytya Yulianto Putra berhasil mendapatkan peringkat empat dan lima,” katanya saat pemberian penghargaan di halaman SMK Muhammadiyah.

Menurutnya, untuk Muhammad Alan Nur menempati posisi ke-14. Peringkat 14 diambil untuk kategori CCENT siswa SMK Muhammadiyah Kudus. Meski peringkat 14, namun tingkatnya jauh lebih besar lagi.

”Mudah-mudahan dapat memberikan motivasi kepada adik kelasnya, sehingga dapat memacu dan semakin mengatakan untuk Indonesia,” jelasnya.

Sebagaimanan, Cisco menyelenggarakan Cisco Networking Academy Net Riders IT Skills Competitions (Net Riders) 2015 yang berlangsung Oktober 2015 lalu.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yakni IT Essentials, diikuti oleh 401 peserta dari 9 negara (Australia, Indonesia, India, Kamboja, Srilanka, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand) .

CCENT, diikuti oleh 3.506 peserta dari 15 negara (Australia, Banglades, Fiji, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Srilanka, Maldiv, Malaysia, Filipina, Singapura, Tailan dan Vietnam). (FAISOL HADI/TITIS W)

Robby Adiarta : Untuk Sukses, Harus Berani Putuskan Urat Malu

Jpeg

Robby Adiarta yang merupakan pemilik Angkringan Cekli Kudus sedang mengisi seminar kewirausahaan di SMK Raden Umar Said Kudus, Sabtu (31/10/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Sebagai pembicara dalam seminar wirausaha yang digelar di SMK Raden Umar Said Kudus, Robby Adiarta yang juga pemilik Angkringan Cekli tersebut mengatakan, jika ingin sukses, maka harus berani memutuskan urat malu.

Memutuskan urat malu diartikan, sebagai wirausahawan harus percaya diri, menghilangkan rasa malu untuk mencapai kesuksesan.

”Kita jangan malu sama orang-orang yang bekerja di kantoran, pejabat, dan lainnya. Namun wirausaha itu harus kreatif menciptakan usaha. Sehingga kedepannya bisa maju,” kata Robby.

Selain itu, guna meningkatkan semangat wirausaha pada jiwa siswa, pihaknya juga telah mencontohkan dengan menghadirkan pelaku usaha lainnya. Sehingga siswa bisa mencontoh kesuksesan pelaku usaha tersebut.

”Para pelaku usaha tersebut biasanya percaya diri, mentalnya kuat, kreativitasnya tinggi. Seperti halnya Andika Khairuliawan Kudus. Beliau dahulunya sebelum menjadi pengusaha aksesoris motor, pernah ditawari menjadi PNS di kantor Kementerian Pertahanan, dan perusahan Toyota. Namun dia tidak menggantungkan itu semua. Beliau lebih memilih menciptakan usaha sendiri,” paparnya.

Dia menilai, dengan semangat wirausaha muda itulah yang nantinya bisa membanggakan orang disekelilingnya. Khususnya orang tua. Selain itu juga bisa sebagai sarana balas jasa kepada orang tua. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)