Animasi Digadang jadi Pendongkrak Ekonomi

Suasana di studio Animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana di studio Animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf mengatakan adanya studio pembelajaran animasi ini nantinya bisa membuat pendongkrak ekonomi bagi lulusan SMK Raden Umar Said Kudus (RUS) ini.

“Selain bekerja di bidang film animasi, pendidikan animasi ini nantinya juga bisa mendongkrak ekonomi. Yakni mereka bisa bisa membuat aksesoris, pernak pernik, games dan sejenisnya. Sehingga produk tersebut akan bisa menghidupi seseorang,” katanya.

Dia melanjutkan, bila disangkutpautkan dengan ekonomi kreatif, itu memang bisa. Yang mana, kreativitas tersebut dapat memperlancar perekonomian seseorang. Karenanya, kreativitas itu diasah di sekolah.

Dengan adanya kurikulum terhadap perfilman animasi tersebut pihaknya sangat berharap supaya nantinya lulusan SMK Raden Umar Said ini bisa berkreativitas sesuai dengan ilmu yang diajarkan.
“Ya setidaknya dengan ilmu mereka, nantinya ribuan siswa lulusan ini bisa berkreativitas dengan baik. Kreativitas tersebut benilai berharga,” ujarnya.

Dia menambahakn, untuk kelanjutan kreativitas tersebut, maka siswa dibimbing dengan maksimal oleh ahlinya. Supaya siswa saat lulus dapat mengaplikasikan ilmunya.

Editor : Titis Ayu Winarni

SMK RUS Resmikan Studio Animasi

Pemerhati pendidikan dan siswa melihat film animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemerhati pendidikan dan siswa melihat film animasi di SMK Raden Umar Said Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna memperkenalkan berbagai kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia, SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus mendirikan studio beserta kurikulum kejuruan animasi. Pendirian studio dan sistem pembelajaran didukung oleh Djarum Foundation dan Autodesk, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H Serad mengatakan, studio animasi ini nantinya menerapkan kurikulum yang dikembangkan. Tentunya sesuai dengan kebutuhan industri animasi. “Yakni pembuatan film animasi tiga dimensi atau 3D Animation yang berbasis film kebudayaan atau sejarah,” katanya.

Acara yang digelar di aula SMK RUS pada Senin (7/3/2016) ini dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf, Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud RI Mustagfirin Amin, dan Bupati Kudus Musthofa. Selain itu juga ada progam Manager of Indonesia , Autodesk Education Yuli Setiawati, Director SMBC Ryuji Nishisaki, serta Vice President Director Djarum Foundation Agus Siswanto Wibawa.

“Studio ini mampu mengerjakan seluruh rangkaian proses pembuatan film animasi 3D. Mulai dari pembuatan naskah, storyboard dan desain karakter,” paparnya.

Dia melanjutkan, setelah itu hasil persiapan tersebut dilanjutkan dalam tahap produksi, dari mulai pembuatan model karakter, tekstur, gerakan, hingga efek visual dan pencahayaan.

Dengan adanya studio tersebut, tentunya dapat membekali talenta dalam hal penggunaan piranti lunak desain 3D untuk membuat ide. “Kami menyiapkan siswa menuju karir yang cemerlang pada industri media dan hiburan dunia,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Robby Adiarta : Untuk Sukses, Harus Berani Putuskan Urat Malu

Jpeg

Robby Adiarta yang merupakan pemilik Angkringan Cekli Kudus sedang mengisi seminar kewirausahaan di SMK Raden Umar Said Kudus, Sabtu (31/10/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Sebagai pembicara dalam seminar wirausaha yang digelar di SMK Raden Umar Said Kudus, Robby Adiarta yang juga pemilik Angkringan Cekli tersebut mengatakan, jika ingin sukses, maka harus berani memutuskan urat malu.

Memutuskan urat malu diartikan, sebagai wirausahawan harus percaya diri, menghilangkan rasa malu untuk mencapai kesuksesan.

”Kita jangan malu sama orang-orang yang bekerja di kantoran, pejabat, dan lainnya. Namun wirausaha itu harus kreatif menciptakan usaha. Sehingga kedepannya bisa maju,” kata Robby.

Selain itu, guna meningkatkan semangat wirausaha pada jiwa siswa, pihaknya juga telah mencontohkan dengan menghadirkan pelaku usaha lainnya. Sehingga siswa bisa mencontoh kesuksesan pelaku usaha tersebut.

”Para pelaku usaha tersebut biasanya percaya diri, mentalnya kuat, kreativitasnya tinggi. Seperti halnya Andika Khairuliawan Kudus. Beliau dahulunya sebelum menjadi pengusaha aksesoris motor, pernah ditawari menjadi PNS di kantor Kementerian Pertahanan, dan perusahan Toyota. Namun dia tidak menggantungkan itu semua. Beliau lebih memilih menciptakan usaha sendiri,” paparnya.

Dia menilai, dengan semangat wirausaha muda itulah yang nantinya bisa membanggakan orang disekelilingnya. Khususnya orang tua. Selain itu juga bisa sebagai sarana balas jasa kepada orang tua. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

SMK Raden Umar Said Kudus Rutin Gelar Seminar, Agar Siswanya Jadi Pengusaha Sukses

Jpeg

Robby Adiarta yang merupakan pemilik Angkringan Cekli Kudus sedang mengisi seminar kewirausahaan di SMK Raden Umar Said Kudus, Sabtu (31/10/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Sebanyak 150 siswa jurusan produktif grafika dan persiapan grafika, SMK Raden Umar Said Kudus siang ini mengikuti seminar wirausaha. Kegiatan tersebut merupakan jadwal rutin tahunan pihak sekolah untuk menggali semangat wirausaha mandiri siswa.

Kepala SMK Raden Umar Said Kudus Fariddudin mengatakan, meskipun sekolah ini telah bekerja sama dengan 70 perusahan untuk menciptakan lapangan pekerjaan pasca kelulusan siswa, tetapi siswa juga harus dididik untuk mandiri berwirausaha. Sehingga mereka tidak serta merta menggantungkan pekerjaan dari perusahaan atau pabrik.

Seminar yang diisi pembicara Robby Adiarta yang merupakan pemilik Angkringan Cekli Kudus tersebut, diharap dapat membeberkan pendidikan wirausaha yang baik. Sehingga akan timbul semangat wirausaha dalam diri siswa.

”Jika mereka ditumbuhkan jiwa berwirausaha mandiri, maka disaat lulus nanti mereka terpacu membuat usaha sendiri. Selain itu, mereka juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua orang,” papar Fariddudin.

Dia menambahkan, yang terpenting dalam kegiatan seminar wirausaha ini ialah bisa menggugah jiwa, semangat serta memberikan pendidikan terhadap dunia usaha. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)