Datang ke Grobogan, Putri Indonesia Jawa Tengah Isi Kelas Inspirasi di SMAN 1 Purwodadi


Disma Ajeng Rastiti saat memaparkan rencana kerja kelas inspirasi Grobogan pada para relawan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah terbentuk di berbagai kota besar, keberadaan kelas inspirasi akhirnya sampai di Grobogan. Orang yang menggagas berdirinya kelas Inspirasi ini adalah Disma Ajeng Rastiti.

”Iya, kelas inspirasi sekarang sudah ada di Grobogan. Ini, kita juga sudah memiliki banyak relawan yang ikut bergabung,” kata Disma saat menggelar koordinasi dengan relawan kelas inspirasi di aula SMAN 1 Purwodadi, Minggu (12/3/2017).

Sekedar diketahui, sosok Disma ini memang cukup dikenal banyak kalangan. Yakni, setelah Disma tampil dalam grand final pemilihan Putri Indonesia 2016 tanggal 19 Oktober 2016 lalu mewakili Jawa Tengah.

Selama ini, lulusan Sastra Indonesia UGM tersebut juga aktif di berbagai acara sosial. Baik, di Grobogan maupun kota-kota lainnya. Sebelumnya, Disama juga sempat menyandang jadi Mbak Grobogan tahun 2012 lalu.

Menurut Disma, kelas inspirasi merupakan sebuah gerakan untuk turut terlibat aktif dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Guna menyukseskan gerakan ini, pihaknya mengajak berbagai pihak termasuk masyarakat umum untuk mengajar sehari pada siswa sekolah dasar. Tujuannya, buat berbagi cerita dan pengalaman kerja dan memberi motivasi pada siswa untuk meraih cita-cita.

”Progran kerja kelas inispirasi ini memang difokuskan untuk siswa SD. Saat ini, kita sedang mendata sekolah yang akan jadi sasaran kelas inspirasi. Program akan mulai kita lakukan 20 Mei mendatang,” jelas gadis berparas cantik itu.

Ia menjelaskan, latar belakang membuat gerakan kelas inspirasi di Grobogan itu dilakukan berawal dari rasa kepedulian dan keprihatinannya. Sebab, selama ini, ia sudah aktif ikut gerakan kelas inspirasi di Jogjakarta. Sementara di daerah asalnya justru belum terbentuk.

”Dari sinilah saya akhirnya berinisiatif membentuk kelas inspirasi disini. Ternyata, responya sangat bagus dan ini membuat saya bersemangat,” cetus gadis yang punya postur 170 cm itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menyambut baik hadirnya kelas inspirasi tersebut. Sebab, ia menilai gerakan ini dinilai punya manfaat positif dalam memotiviasi para siswa untuk bisa sukses menggapai masa depannya.

”Saya siap mendukung kelas inspirasi ini. Meski begitu, saya pesan supaya program kerjanya dipersiapkan sebaik mungkin biar hasilnya bisa maksimal. Nanti, saya akan coba hubungi alumni yang sudah sukses supaya bisa ikut terlibat dalam gerakan ini,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Melepas Kangen Setelah 28 Tahun Berpisah, Begini Keseruan Reuni di Smansa Purwodadi

Acara reuni alumni Smansa Purwodadi tahun 1988 yang digelar di sekolah berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Acara reuni alumni Smansa Purwodadi tahun 1988 yang digelar di sekolah berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Momen libur panjang akhir pekan ini ternyata tidak hanya digunakan untuk liburan saja. Tetapi, adanya libur panjang juga dijadikan momen untuk menggelar agenda lainnya.  Salah satu adalah acara reuni.

Dari pantauan di lapangan, pada liburan ini ada beberapa acara reuni yang digelar di sejumlah lokasi. Selain di rumah makan, acara reuni juga dilangsungkan di sekolahan. Baik SMP maupun SMA.

“Pada libur akhir pekan ini memang ada alumni tahun 1988 yang mengajukan permohonan melangsungkan reuni di sekolahan. Setiap tahun memang banyak yang menggelar reuni, baik menjelang akhir tahun atau saat lebaran,” ungkap Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat.

Reuni yang digelar ternyata beragam. Selain satu angkatan yang jumlahnya ratusan, reuni juga dilangsungkan oleh satu kelas saja. “Kali ini kita gelar reuni untuk satu angkatan. Sekitar 100 orang yang bisa hadir dalam reuni. Tidak terasa, sudah 28 kita tidak ketemu,” kata Indri, salah satu panitia reuni alumni Smansa tahun 1988 itu.  Selain mengundang teman sekolah, acara reuni juga mendatangkan guru. Baik yang masih aktif maupun sudah pensiun.

Editor : Kholistiono

Sambut OSN 2017, Siswa Smansa Purwodadi Digembleng Khusus Selama Sepekan

Anggota tim OSN Smansa Purwodadi sedang bersiap mengikuti pembekalan khusus menyambut pelaksanakaan Olimpiade Sains Nasional 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota tim OSN Smansa Purwodadi sedang bersiap mengikuti pembekalan khusus menyambut pelaksanakaan Olimpiade Sains Nasional 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Upaya untuk meraih prestasi dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 mulai dilakukan pihak SMAN 1 (Smansa) Purwodadi. Caranya, dengan menggelar pelatihan khusus bagi para siswa yang tergabung dalam tim OSN.

Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menyatakan, pelaksanaan pembekalan khusus tim OSN akan dilangsungkan selama seminggu, terhitung sejak Kamis (8/12/2016) kemarin. Total peserta pembekalan yang dilangsungkan di Smansa itu ada 162 orang. Terdiri 72 siswa Smansa Purwodadi, 45 siswa SMAN 1 Wirosari, dan 45 siswa SMAN 1 Pulokulon.

“Jadi pelatihan tidak hanya diikuti tim OSN Smansa saja. Dua sekolah lainnya ikut bergabung. Peserta pelatihan adalah siswa kelas X dan XI. Pelaksanaan pelatihan atau pembekalan dilangsungkan dari pagi sampai malam,” katanya.

Pembekalan tim OSN itu meliputi sembilan mata pelajaran (mapel). Yakni, fisika, kimia, biologi, matematika, ekonomi, geografi, kebumian, astronomi, dan komputer.

Dalam pembekalan itu, pihak sekolah menggandeng lembaga pelatihan Astana Ilmu. Selama tiga tahun terakhir, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan lembaga yang dinilai kredibel tersebut.

Dalam pelaksanaannya, setiap mapel akan dibimbing satu pembimbing dari Astana Ilmu. Para pembimbing ini sebelumnya merupakan mantan juara OSN nasional maupun internasional.

“Selama menjalin kerja sama dengan Astana Ilmu, hasilnya cukup positif. Dalam tiga tahun terakhir, kita bisa memunculkan juara OSN level kabupaten maupun nasional,” cetus Amin.

Amin menambahkan, dari hasil pembekalan ini nantinya akan diseleksi beberapa siswa terbaik untuk mewakili sekolah pada OSN tingkat kabupaten. Kemudian, bagi siswa yang terpilih akan dibina lebih intensif lagi oleh guru pembimbing masing-masing.

Editor : Kholistiono

Meski Ada Wacana Moratorium UN, Siswa Smansa Purwodadi Tetap Gelar Simulasi UNBK

Siswa Smansa Purwodadi sedang serius melaksanakan simulasi UNBK pada Minggu kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa Smansa Purwodadi sedang serius melaksanakan simulasi UNBK pada Minggu kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski saat ini sedang ramai dikabarkan bakal dihapuskannya ujian nasional (UN), namun, sejumlah sekolah di Grobogan masih tetap melakukan persiapan. Salah satunya dengan melangsungkan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seperti yang dilakukan SMAN 1 (Smansa) Purwodadi.

“Minggu kemarin, kita sudah mengadakan simulasi UNBK selama beberapa hari untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Selain siswa, simulasi UNBK juga diberikan pada guru. Dalam pelaksanaan simulasi, secara keseluruhan semuanya berjalan lancar. Memang sempat ada sedikit kendala tetapi langsung bisa kita atasi dengan cepat,” kata Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat, Senin (28/11/2016).

Menurut Amin, sejauh ini, soal moratorium UN belum ada keputusan resmi sehingga pelaksanaan simulasi tetap dilakukan. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan ini memang sudah dijadwalkan sejak lama.

Terlepas nantinya moratorium UN jadi dilaksanakan, Amin menyatakan, dari simulasi tersebut tetap bisa medatangkan manfaat bagi siswa dan para guru. Sebab, mereka dapat pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan simulasi UNBK tersebut.

Kedepan, program ujian dengan basis komputer akan diaplikasikan dalam pelaksanaan ujian lainnya. Seperti ujian tengah dan akhir semester atau bahkan untuk ulangan harian siswa.

Amin menambahkan, satu-satunya SMA di Grobogan yang sudah menyelenggarakan UNBK baru di sekolahnya. Tepatnya, mulai tahun ajaran 2015/2016 lalu.

Sementara itu, Kabid SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan Grobogan Mus Hadi Purwanto menyatakan, semua sekolah yang menyelenggarakan UNBK tetap diminta menggelar simulasi. Sebab, jadwal pelaksanaan simulasi UNBK sudah ditentukan jauh hari sebelumnya.

“Jadi, semua program yang sudah ditetapkan kita lakukan, seperti pelaksanaan simulasi UNBK ini. Terkait nantinya jadi ada moratorium UN atau tidak kita tunggu keputusan resmi dari pemerintah. Sebelum ada keputusan resmi, apa yang sudah diprogramkan kita laksanakan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Peringati Sumpah Pemuda Ratusan Pelajar SMKN 1 Purwodadi Deklarasikan Anti Narkoba

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa bersalaman dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi sebelum mengadakan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa bersalaman dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi sebelum mengadakan penyuluhan pada pelajar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober kemarin. Salah satunya dengan mengadakan deklarasi anti narkoba. Seperti yang dilakukan para pelajar SMKN 1 Purwodadi, Sabtu (29/10/2016).

Selain menolak narkoba, para pelajar juga mendeklarasikan tertib berlalu lintas, cinta damai dan tidak mau ikut-ikutan paham radikalisme. Kegiatan yang dilangsungkan di halaman sekolah itu bekerjasama dengan Institusi Pemerintah Wajib Lapor (IPWL) dan Polres Grobogan.

“Kami mengapresiasi adanya deklarasi yang dilakukan siswa SMKN 1 Purwodadi ini. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya positif untuk menghindarkan para pelajar dari perbuatan yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata  Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa yang hadir dalam kesempatan itu.

Menurut Panji, tema deklarasi dinilai sangat tepat dan relevan dengan kondisi terkini. Saat ini, masih banyak pelajar yang tersangkut masalah narkoba, tawuran dan pelanggaran lalu lintas. “Dari sini kita berharap muncul kesadaran dari mereka sendiri untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” sambungnya.

Para pelajar SMKN 1 Purwodadi antusias mengikuti kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dilangsungkan dihalaman sekolah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pelajar SMKN 1 Purwodadi antusias mengikuti kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang dilangsungkan dihalaman sekolah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum acara deklarasi, para pelajar lebih dulu mendapat serangkaian penyuluhan dari petugas. Adapun materinya, mengenai tertib lalu lintas, pemahaman bahaya narkoba serta masalah hukum. Di sela-sela penyuluhan para pelajar disuguhi hiburan band musisi jalanan Purwodadi guna menghindari kejenuhan.

“Kegiatan penyuluhan ini memang tidak bisa dilihat hasilnya secara instan karena butuh proses. Namun kami yakin apa yang menjadi program ini bisa meresap dan menjadi karakter disiplin buat para remaja,” imbuh Panji.

Editor : Kholistiono 

Keren, Siswa Smansa Purwodadi Ini Berhasil Raih Maskot Modeling Tingkat Nasional

Siswa SMAN 1 Purwodadi Eriko Abiem Suprapto bersama piala maskot yang didapat dalam ajang Pemilihan Wajah Bintang Elite Model Indonesia (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SMAN 1 Purwodadi Eriko Abiem Suprapto bersama piala maskot yang didapat dalam ajang Pemilihan Wajah Bintang Elite Model Indonesia (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Daftar prestasi yang diraih siswa SMAN 1 (Smansa) Purwodadi bertambah lagi. Terbaru, adanya keberhasilan Eriko Abiem Suprapto, siswa kelas X yang terpilih sebagai maskot dalam ajang Pemilihan Wajah Bintang Elite Model Indonesia. Pelaksanaan event nasional ini dihelat di Mangga Dua Square Jakarta, Minggu (25/09/2016) lalu.

“Terus terang, saya tidak menyangka bisa dapat maskot yang jadi prestasi tertinggi dalam event tersebut. Soalnya, saingannya juga bagus-bagus dan jumlah pesertanya hampir 100 orang,” kata Eriko.

Eriko mengaku pengalamannya dalam dunia modeling boleh dibilang masih minim. Sebab, sebelumnya dia hanya mengikuti kegiatan di level kecamatan dan kabupaten saja saat masih duduk di bangku MTs. Salah satu event modeling bergengsi yang sempat diikuti adalah Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara di Semarang pada 21 Agustus lalu.

Keikutsertaannya dalam event ini terbilang mendadak dan tidak ada persiapan khusus. Meski demikian, anak pertama dari pasangan Eko Suprapto dan Erlindiah itu malah berhasil menyabet juara umum.

Prestasi yang diraih inilah yang kemudian mengantarkan Eriko mengikuti event di Jakarta. Hal itu terjadi berkat saran dari salah satu agen modeling ternama yang menyarankan agar Eriko ikut event nasional di Jakarta tersebut. Sebab, dari kemampuan yang dimiliki, Eriko dinilai bisa bersaing ke level yang lebih tinggi.

“Dari saran itulah, saya kemudian berangkat mengikuti event ke Jakarta. Kebetulan, orang tua dan pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh sehingga saya jadi bersemangat,” kata remaja yang tinggal di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan tersebut.

Keikutsertaan Eriko dalam kontes modeling ternyata tidak berhenti sampai di sini. Pasalnya, dalam waktu dekat, remaja bertinggi 170 cm itu bakal mengikuti ajang Penganugerahan Piala Citra Remaja di Jakarta yang digelar pada 16 Oktober mendatang.

“Saat ini, saya masih mempersiapkan diri untuk mengikuti event tersebut. Mohon doanya supaya bisa meraih prestasi lagi,” kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat mengatakan, selama ini, pihak sekolah selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan para siswa. Baik dalam bidang akademis, olahraga, kesenian, ketrampilan dan lainnya.

“Sepanjang kegiatannya positif pasti kita beri dukungan. Kemudian, apabila ada siswa yang meraih prestasi dalam sebuah event juga kita beri reward khusus. Kita harapkan, prestasi yang diraih Eriko ini bisa menjadi pemicu semangat siswa lainnya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini Kiat SMAN 1 Purwodadi Biar Siswa Tambah Disiplin dan Cinta NKRI

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning dan juga anggota TNI lainnya bersalaman dengan siswa (kiri) usai upacara pelepasan peserta pelatihan pembinaan karakter dan bela Negara di SMAN 1 Purwodadi, Senin (26/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning dan juga anggota TNI lainnya bersalaman dengan siswa (kiri) usai upacara pelepasan peserta pelatihan pembinaan karakter dan bela Negara di SMAN 1 Purwodadi, Senin (26/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dalam rangka menumbuhkan kecintaan pada NKRI, ratusan siswa SMAN 1 Purwodadi kelas X akan digembleng secara khusus. Mereka akan mendapat pelatihan pembinaan karakter dan bela negara yang dilangsungkan di Rindam IV Diponegoro Magelang.“Pelatihan ini akan dilangsungkan selama tiga hari. Yakni, mulai hari ini sampai Rabu lusa,” kata Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat, usai upacara pelepasan peserta pelatihan, Senin (26/09/2016).

Upacara pelepasan peserta pelatihan yang dimulai pukul 07.15 WIB itu dihadiri Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning yang juga bertindak selaku inspektur upacara. Hadir pula mendampingi dandim, para perwira di lingkup Kodim 0717/Purwodadi serta sejumlah guru SMAN 1 Purwodadi.

Menurut Amin, peserta pelatihan itu seluruhnya adalah siswa kelas X. Jumlahnya ada 459 orang. Selain itu, ada 10 orang guru wali kelas dan lima tim kesiswaan yang ikut mendampingi selama kegiatan berlangsung.

“Pelatihan pembinaan karakter dan bela negara yang dilangsungkan di Rindam IV Diponegoro ini sudah dua kali kita lakukan.  Harapan kami, melalui kegiatan ini nanti bisa berdampak positif buat para siswa. Yakni, mereka bisa makin disiplin dan cinta NKRI,” imbuh Amin.

Sementara itu, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning mengaku salut dengan langkah yang dilakukan SMAN 1 Purwodadi dalam rangka meningkatkan karakter siswa dan menumbuhkan kecintaan pada NKRI.

“Apa yang dilakukan pihak sekolah ini sangat positif karena banyak generasi muda yang belum memahami hakekat bela negara. Kita harapkan, kegiatan ini bisa jadi contoh bagi sekolah lain,” jelasnya.

Menurut Gurning, pelatihan pembinaan karakter dan bela negara pada generasi muda dinilai tepat dilakukan. Soalnya, generasi muda ini nantinya akan jadi pemegang tongkat estafet selanjutnya.

Oleh sebab itu, sebelum menerima tugas tersebut, generasi muda itu perlu dipersiapkan secara serius. Hal ini perlu dilakukan karena tantangan yang dihadapi ke depan semakin berat dan beragam. Untuk itulah para generasi penerus ini harus punya jiwa kesatria, pantang menyerah, ulet, dan disiplin.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Beri Apresiasi Keberhasilan 5 Pelajar yang Ikut Tapak Rinjani IX di NTB

Bupati Grobogan Sri Sumarni foto bersama dengan lima pelajar dari SMAN 1 Purwodadi yang berhasil raih medali pada Tapak Rinjani IX (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni foto bersama dengan lima pelajar dari SMAN 1 Purwodadi yang berhasil raih medali pada Tapak Rinjani IX (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi yang diraih lima pelajar SMAN 1 (Smansa) Purwodadi saat mengikuti event internasional Tapak Rinjani IX di Nusa Tenggara Barat pekan lalu ternyata mendapat apresiasi dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hal itu dibuktikan dengan diundangnya tim ekspedisi Smansa di ruang kerjanya, Kamis (24/8/2016).

“Apa yang diraih tim ekspedisi pelajar di NTB kemarin memang membanggakan, karena itu merupakan event internasional. Jadi, sudah wajar kalau peraih prestasi seperti ini perlu dapat apresiasi. Harapannya, mereka bisa makin terpacu meraih prestasi yang lebih hebat lagi dan melecut semangat pelajar lainnya,” ujarnya.

Karena banyak agenda hari ini, Sri Sumarni tidak bisa lama-lama menerima tim ekspedisi. Hanya sekitar 30 menit, ia bisa berbincang-bincang dengan anggota tim ekspedisi Tapak Rinjani tersebut.

Saat mendengarkan cerita dari anggota tim ekspedisi, Sri Sumarni terlihat cukup serius menyimak. Bahkan, sesekali dia tampak menganggukkan kepalanya saat mendengarkan pengalaman yang didapat tim ekspedisi selama mengikuti kegiatan di sana.

Sri Sumarni juga sempat mengacungkan jempolnya ketika diceritakan keberhasilan tim ekspedisi meraih dua medali dalam event dua tahunan tersebut. Masing-masing, peringkat III untuk Lomba Kebut Gunung dan peringkat III Lomba Fotografi.

“Hebat. Meski hanya dapat peringkat III, tetapi prestasi ini tidak gampang didapat. Tetap semangat supaya pada kesempatan lainnya bisa dapat meningkat prestasinya,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Sri Sumarni juga sempat menyerahkan uang saku pada pimpinan tim ekspedisi. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menambahkan, dalam event tersebut, peserta dari kalangan pelajar satu-satunya adalah tim Smansa. Peserta lainnya datang dari kalangan profesional dan Mapala.

Tim ekspedisi Smansa ini terdiri tiga putra dan dua putri. Masing-masing, Langgeng Tri Sanjaya, Dani Yusifo Ramadhana, Dyon Novan Prawira, Viliana Nanda Ilahi, dan Tiara Nur Amalia. Kelimanya merupakan siswa kelas XI.

Selama mengikuti event itu, para pelajar dipandu tiga pendamping. Yakni, Aldiva Risa Bagasta, Abdi Qolashoh Bagasta, dan Dono Iswadi selaku pimpinan tim ekspedisi.

“Selain dapat dua piala, kita juga dapat penghargaan perorangan. Yakni, peserta termuda untuk Langgeng Tri Sanjaya,” kata Amin yang ikut mendampingi anak didiknya saat bertemu dengan Sri Sumarni tersebut.

Editor : Kholistiono

4 Taruna Akmil Ini Mendadak Bikin Heboh Siswa Smansa Purwodadi

Empat Taruna Akmil Magelang saat menyampaikan sosialisasi pada siswa Smansa Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Empat Taruna Akmil Magelang saat menyampaikan sosialisasi pada siswa Smansa Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tidak seperti biasanya, ruang kelas XII/MIPA-1, SMAN 1 (Smansa) Purwodadi, mendadak jadi ramai pada Sabtu (30/7/2016). Hal ini menyusul adanya empat Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang yang mendadak masuk ke situ.

Kedatangan para Taruna Akmil itu, dalam rangka memberikan beragam sosialisasi kepada pelajar Smansa mengenai berbagai hal. Antara lain, mereka diminta untuk rajin belajar, aktif dalam organisasi sekolah serta menghindari perilaku negatif.

Para taruna juga memberikan gambaran mengenai keberadaan Akmil dan bagaimana caranya untuk bisa masuk ke lembaga pendidikan di bawah naungan TNI Angkatan Darat tersebut. Para taruna secara bergantian juga menjelaskan berbagai hal yang perlu dipersiapkan jika ingin mendaftar ke Akmil.

“Banyak yang harus dipersiapkan, karena proses seleksi dilakukan sangat ketat. Mulai nilai yang bagus, fisik, mental, niat dan restu orang tua. Jika ada Adik-adik yang mau masuk Akmil, maka persiapkan mulai sekarang mumpung masih ada waktu,”  kata Satria Kukuh Eritama, salah satu taruna.

Para siswa Smansa terlihat cukup senang dengan hadirnya para taruna. Hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan para siswa. Baik, soal tata cara seleksi, persyaratan hingga pengalaman para taruna selama menempuh pendidikan.

Tiga dari empat taruna tersebut ternyata cukup familiar dengan siswa Smansa. Ternyata ketiganya merupakan alumni SMA negeri satu-satunya di Kecamatan Purwodadi tersebut.

Ketiga taruna ini masing-masing, Satria Kukuh Eritama dan Erzan Faturahman, keduanya alumni Smansa tahun 2013. Kemudian, Wahyu Tri Atmojo alumni Smansa 2014.

Satria yang berasal dari Kampung Majenang, Kelurahan Purwodadi saat ini merupakan taruna tingkat III. Kemudian, Wahyu asal Desa Wandankemiri, Kecamatan Klambu juga taruna tingkat III. Sementara Erzan yang berasal dari Kampung Kauman, Kelurahan Purwodadi merupakan taruna tingkat II.

Satu taruna lagi yang ikut menyampaikan sosialisasi adalah Arif Subekti yang berasal dari Kampung Kuripan, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Arif yang sekarang jadi taruna tingkat II merupakan alumni SMAN 1 Grobogan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat mengaku bangga dengan keberhasilan anak didiknya masuk Akmil. Menurutnya, selama ini, para alumni Smansa yang masuk Akmil memang sering berkunjung ke sekolah untuk menjalin silaturahmi dan memberi motivasi adik-adiknya.

“Saya senang dengan kehadiran para taruna yang bersedia meluangkan waktu untuk berkunjung ke sini. Semoga hal ini bisa memicu semangat adik-adiknya untuk meraih prestasi,” katanya.

Editor : Kholistiono

Hebat, Smansa Purwodadi jadi Jawara Lomba Baris Berbaris

Tim Smansa Purwodadi Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo dan panitia lomba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim Smansa Purwodadi Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo dan panitia lomba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah rekor istimewa berhasil diraih tim SMAN 1 (Smansa) Purwodadi dalam ajang lomba Tata Upacara Bendera (TUB) dan Baris Berbaris (BB) yang digelar Disporabudpar Grobogan. Di mana, untuk kesembilan kalinya, tim Smansa Purwodadi berhasil jadi juara dalam lomba yang rutin digelar tiap tahun tersebut.

Gelar juara kesembilan diraih dalam hari terakhir lomba TUB dan BB yang digelar di GOR Simpang Lima Purwodadi, Kamis (25/2/2016) sore. Setelah Smansa, gelar peringkat II diraih MAN Purwodadi dan urutan berikutnya SMKN 2 Purwodadi.

“Selama 9 tahun berturut-turut, anak-anak berhasil menjadi juara dalam lomba TUB dan PBB. Ini sebuah prestasi yang membanggakan dan cukup sulit untuk bisa diulang atau disamai,” cetus Kepala Smansa Purwodadi Amin Hidayat.

Pelaksanaan lomba TUB dan BB tingkat SMA/SMK/MA itu sudah dilangsungkan sejak 23 Februari lalu. Total, ada 22 sekolah yang ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.

“Lomba ini merupakan agenda rutin tiap tahun. Peserta lomba khusus untuk siswa setingkat SMA dan ada 22 sekolah yang ambil bagian,” kata Plt Kepala Disporabudpar Grobogan Wiku Handoyo melalui Kabid Kepemudaan Disporabudpar Sudarmono.

Dijelaskan, untuk lomba TUB pesertanya 21 orang tiap sekolah. Adapun durasi lomba selama 45 menit. Sedangkan lomba BB ada 19 peserta tiap sekolah dan durasinya 30 menit.

Selain piala bergilir, pemenang lomba juga disediakan uang pembinaan. Selanjutnya, para pemenang nantinya akan dikirim ke lomba tingkat Bakorwil di Demak pada bulan Maret mendatang.
“Juri lomba dari tiga instansi. Yakni, Disporabudpar, Kodim 0717 Purwodadi, dan Dinas Pendidikan Grobogan,” jelasnya.

Ditambahkan, ada beberapa tujuan digelarnya lomba tersebut. Antara lain, untuk meningkatkan kedisiplinan generasi muda, menumbuhkan semangat cinta tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan. Kemudian, melalui lomba itu diharapkan bisa mengembangkan sikap kepemimpinan serta meningkatkan kualitas TUB dan BB di sekolah.

Editor : Akrom Hazami

Hebat, Siswa SMAN 1 Purwodadi Sabet Juara Olimpiade Biologi Tingkat Nasional

Siswa SMAN 1 Purwodadi Fanny A Wellianto berhasil meraih juara II Olimpiade Biologi Tingkat Nasional yang digelar di Universitas Atmajaya Yogyakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SMAN 1 Purwodadi Fanny A Wellianto berhasil meraih juara II Olimpiade Biologi Tingkat Nasional yang digelar di Universitas Atmajaya Yogyakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi membanggakan berhasil diraih siswa SMAN 1 Purwodadi dalam ajang Olimpiade Biologi dan Biofair tingkat SMA yang dilangsungkan Sabtu (13/2/2016) di Universitas Atmajaya Yogyakarta. Dimana, dalam ajang ini, salah satu siswa sekolah tersebut berhasil meraih juara II. Yakni, Fanny A Wellianto siswa kelas X jurusan MIPA 2.

”Terus terang saya sendiri sangat kaget ketika diumumkan kalau ada siswa SMAN 1 Purwodadi yang jadi juara. Hal ini sungguh diluar dugaan,” kata Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat lewat pesan singkat yang dikirimkan pada wartawan.

Menurut Amin, dalam ajang tersebut ada empat siswa lainnya yang dikirimkan. Yakni, Destama Einstean S, kelas XI MIPA 1 meraih peringkat 9, Chikita Dian Rahma, kelas XI MIPA 3 yang jadi peringkat 15. Dua lainnya, adalah  Faiz Alfian H, kelas X MIPA 2 dapat peringkat 38 serta Ellia Nawang N, kelas X MIPA 2 berhasil menempati peringkat 52.

”Secara keseluruhan saya menilai prestasi yang didapat kontingen SMAN 1 Purwodadi sudah luar biasa. Soalnya, pesertanya ada 248 siswa. Perlu diketahui, pesertanya datang dari seluruh Indonesia karena even ini tingkat nasional,” cetus Amin.

Dalam even itu ada enam materi lomba yang ditentukan pihak panitia. Pertama, masalah biologi sel, mikrobiologi, dan bioteknologi. Kemudian berikutnya berkaitan dengan biokimia, biodiversitas dan biosistematik, anatomi dan fisiologi, ekologi, dan genetika.

”Anak-anak sebenarnya tidak kita bebani target juara dalam ajang ini. Tetapi, ternyata mereka malah bisa bikin kejutan,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Trik Ini Jadi Jurus Jitu SMAN 1 Purwodadi Jadikan Siswanya Pandai

Wow, Siswa SMAN 1 Purwodadi Raih Juara II Kemah Riset Nasional

Karena Cinta NKRI Harga Mati,  427 Siswa SMAN 1 Purwodadi Rela harus Jauh dari Keluarga

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat melepas keberangkatan siswa menuju lokasi pelatihan di Magelang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat melepas keberangkatan siswa menuju lokasi pelatihan di Magelang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebuah langkah positif dan patut dijadikan contoh dilakukan SMAN 1 Purwodadi dalam membentuk karakter siswa dan menumbuhkan kecintaan pada NKRI. Sebanyak 427 siswanya harus rela jauh dari keluarga.

Yakni, mereka ikut pelatihan Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang dilangsungkan di Rindam IV Diponegoro Magelang.

“Pelatihan ini akan dilangsungkan selama tiga hari. Yakni, mulai hari ini sampai Sabtu lusa,” kata Kepala  SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat, usai upacara pelepasan peserta pelatihan, Kamis (14/1/2016).

Upacara pelepasan peserta pelatihan yang dimulai pukul 07.15 WIB itu dihadiri Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning yang juga bertindak selaku inspektur upacara. Hadir pula mendampingi dandim, para perwira di lingkup Kodim 0717 Purwodadi serta sejumlah guru SMAN 1 Purwodadi.

Menurut Amin, peserta pelatihan itu seluruhnya adalah siswa kelas X. Jumlahnya ada 427 orang. Selain itu, ada 13 orang guru yang ikut mendampingi selama kegiatan berlangsung.

“Pelatihan Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang dilangsungkan di Rindam IV Diponegoro ini baru pertama kali kita lakukan. Harapan kami, melalui kegiatan ini nanti bisa berdampak positif buat para siswa. Yakni, mereka bisa makin disiplin dan cinta NKRI,” imbuh Amin.

Sementara itu, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning mengaku salut dengan langkah yang dilakukan SMAN 1 Purwodadi dalam rangka meningkatkan karakter siswa dan menumbuhkan kecintaan pada NKRI.

“Apa yang dilakukan pihak sekolah ini sangat positif karena banyak generasi muda yang belum memahami hakekat bela negara. Kita harapkan, kegiatan ini bisa jadi contoh bagi sekolah lain,” jelasnya.

Menurut Gurning, pelatihan pembinaan karakter dan bela negara pada generasi muda dinilai tepat dilakukan. Soalnya, generasi muda ini nantinya akan jadi pemegang tongkat estafet selanjutnya.

Oleh sebab itu, sebelum menerima tugas tersebut, generasi muda itu perlu dipersiapkan secara serius. Hal ini perlu dilakukan karena tantangan yang dihadapi ke depan semakin berat dan beragam. Untuk itulah para generasi penerus ini harus punya jiwa kesatria, pantang menyerah, ulet, dan disiplin. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Siswa SMAN 1 Purwodadi Grobogan Rekam E-KTP di Sekolahan, Kok Bisa?

Siswa melakukan perekaman data untuk E-KTP di SMAN 1 Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa melakukan perekaman data untuk E-KTP di SMAN 1 Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Upaya jemput bola dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan dalam rangka meningkatkan capaian kepemilikan E-KTP buat masyarakat. Salah satunya, dengan melakukan perekaman E-KTP di sekolah-sekolah.

Perekaman E-KTP tahun 2016 dimulai di SMAN 1 Purwodadi, Selasa (12/1/2016).

Dalam kegiatan ini, ada 30 orang yang ikut perekaman E-KTP. Mereka ini hampir seluruhnya adalah siswa kelas XI. Sementara siswa kelas XII, rencananya akan melakukan perekaman besok.

“Saya senang sekali ada perekaman E-KTP di sekolahan. Soalnya, kalau ngurus sendiri kabarnya agak susah dan repot,” kata Astika, salah satu siswa yang ikut perekaman E-KTP.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo menyatakan, upaya jemput bola itu dilakukan untuk mendekatkan layanan pada masyarakat. Adapun sasaran utama adalah siswa sekolah tingkat SMA. Sebab, sebagian siswa SMA itu merupakan pemilik E-KTP pemula.

“Data per tahun, jumlah orang yang bisa memiliki E-KTP pemula ini sekitar 11 ribu. Sebagian besar, mereka ini adalah siswa SMA yang sudah berusia 17 tahun,” katanya.

Selain di SMAN 1 Purwodadi, pihaknya akan melakukan kegiatan serupa di sekolah lain. Fokus utama pada sekolah tingkat SMA yang ada di dalam kota. Setelah itu akan dilanjut ke kecamatan lainnya.

Setelah KTP jadi, nanti akan diantarkan langsung pada siswa. Ditargetkan dalam waktu seminggu setelah perekaman, KTP elektronik siswa sekolah sudah tercetak dan diberikan. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Keren! Ternyata Guru-guru SMAN 1 Purwodadi Pandai Mementaskan Wayang Kulit

Pentas wayang kulit yang digelar di halaman SMAN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)Pentas wayang kulit yang digelar di halaman SMAN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pentas wayang kulit yang digelar di halaman SMAN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)Pentas wayang kulit yang digelar di halaman SMAN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pertunjukan kesenian wayang kulit pagi ini digelar di lapangan SMAN 1 Purwodadi. Pagelaran yang dilakukan dalam cuaca mendung itu menampilkan lakon “Paguron Soko Limo “.

Pagelaran wayang yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dipentaskan oleh dalang Ki Sri Paminto. Dalang ini, merupakan guru Bahasa Jawa di SMAN 1 Purwodadi. Selain dalang, penabuh gamelan dan larasati yang mengiringi pentas, sebagian besar juga berasal dari guru dan siswa sekolah itu.

“Ada beberapa tujuan digelarnya pentas wayang kulit ini. Salah satunya adalah memperingati Hari Wayang Sedunia,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat.

Selain itu, melalui pentas tersebut para siswa dan guru bisa menyaksikan langsung salah satu kesenian asli warisan leluhur. Diharapkan, melalui ajang itu secara tidak langsung ikut melestarikan budaya tradisional.

Sementara itu, pengurus Pepadi Grobogan Hardono yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah. Sebab, selama ini sangat jarang ada pentas wayang kulit dilingkungan sekolah.

Selain itu, pemilihan lakon juga dinilai tepat. Sebab, lakon Paguron Soko Limo itu mengisahkan kesetiaan dan ketaatan murid (Bima) terhadap gurunya, Dewa Ruci.

“Lakon ini memang mengajarkan masalah budi pekerti. Kita harapkan melalui pentas ini bisa mendatangkan manfaat bagi sekolah ini, baik murid dan gurunya,” ujar Hardono yang juga dikenal sebagai dalang itu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Enam Siswa SMAN 1 Purwodadi Siap Taklukkan Semeru

Enam siswa SMAN 1 Purwodadi yang tergabung dalam kelompok pecinta alam siap bertolak ke Gunung Semeru, Jawa Timur, dalam rangka Dies Natalis sekolah dan HUT Kemerdekaan RI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Enam siswa SMAN 1 Purwodadi yang tergabung dalam kelompok pecinta alam siap bertolak ke Gunung Semeru, Jawa Timur, dalam rangka Dies Natalis sekolah dan HUT Kemerdekaan RI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Enam siswa SMAN 1 Purwodadi yang tergabung dalam kelompok pecinta alam, siang tadi bertolak menuju Jawa Timur untuk melakukan pendakian Gunung Semeru. Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat melepas keberangkatan siswanya dari halaman sekolah.

Menurut Amin, ada beberapa tujuan kegiatan pendakian tersebut. Di antaranya, mengenalkan aktivitas di alam terbuka buat para siswa. Selain itu, acara pendakian dilakukan berkaitan dengan Dies Natalis SMAN 1 Purwodadi serta menyemarakan Hari Kemerdekaan RI.

Dalam pendakian tersebut, lanjut Amin, ada dua pemandu dan instruktur yang mendampingi enam siswa pecinta alam. Rencananya rombongan pendaki gunung kembali lagi di Purwodadi pada tanggal 11 atau 12 Agustus.

Amin menambahkan, jauh sebelum keberangkatan ke Jawa Timur, pihaknya sudah mempersiapkan siswa dengan serius. Utamanya, persiapan fisik dan pengetahuan tentang aktivitas pendakian dan karakter gunung. (DANI AGUS/TITIS W)