Anak Punk Ngaku Ingin jadi Polisi saat Ditangkap Satpol PP Kudus

Mengenakan baju Kotak kotak ADA (14) Siswa SMP Kaliwungu yang bercita cita menjadi polisi dan yang mengenakan kaos berwarna hitam IS (16) warga Tasikmalaya, Jabar, dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Mengenakan baju Kotak kotak ADA (14) Siswa SMP Kaliwungu yang bercita cita menjadi polisi dan yang mengenakan kaos berwarna hitam IS (16) warga Tasikmalaya, Jabar, dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah terkena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus di area lapangan hawai sebelah utara SMA 2 Kudus. Lucunya, salah satu dari ke dua anak tersebut bercita-cita ingin menjadi polisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh ADA (14) siswa SMP Kaliwungu dari Desa Karangampel, Kecamatan kaliwungu, saat dimintai keterangan oleh petugas satpol PP.

“Saya ingin menjadi polisi. Itu cita-cita saya,”  kata ADA, saat ditanya oleh salah seorang petugas satpol PP, Supriyadi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sebelum dimintai keterangan, kedua anak yang terkena razia tersebut disuruh mandi terlebih dahulu. Biar badannya lebih bersih.

“Saya ikut rekan rekan di lapangan hawai (gelandangan) lantaran ingin mendapatkan uang. Yakni dengan cara mengamen di lampu bangjo Jember,” ujarnya.

Sementara itu, IS (14) warga Tasikmalaya, Jabar, mengaku, dia sering nongkrong lantaran sudah diberhentikan dari pekerjaan lamanya. Yakni membuat kerupuk yang ada di Pasuruhan, Kecamatan Jati.

“Saya sudah satu tahun di Kudus. Dulunya pernah menjadi karyawan pabrik kerupuk. Sekarang saya telah diberhentikan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus 

2 Motor Milik Pelajar yang Kabur Saat Dioperasi Diamankan Satpol PP Kudus

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain mengamankan pelajar yang membolos dan anak punk asal Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor milik pelajar yang berhasil lari dari operasi.

Baca juga : 2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus

Kasi Trantibum Satpol PP Kudus Syukrin Subiyanto mengatakan, selain dua remaja yang sering meresahkan di wilayah lapangan Hawai Kudus, pihaknya juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor yang ditinggal lari saat operasi digelar. ”Dua sepeda motor itu berupa Suzuki Satria bernopol BH 3516 NG dan vario putih tanpa nomor polisi,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk Suzuki Satria itu ialah milik ADA (14) siswa SMPN Kaliwungu dari Desa Karangampel, Kaliwungu. Kini ia sudah dijemput orang tuanya beserta kendaraannya. Sedangkan anak punk asal Tasikmalaya, Jawa Barat, IS (16)  ini akan dipulangkan. Untuk pemilik kendaraan Vario putih akan dihubungi. ”Pemilik kendaraan tersebut melarikan diri disaat ada operasi Satpol PP datang ke TKP lapangan Hawai Kudus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kudus Abdul Haili mengutarakan, untuk razia anak gelandangan, pihaknya selalu menyisir di perempatan lampu merah. ”Setiap hari pada pagi dan sore kita lakukan. Baik di perempatan lampu merah Jember, Tanjung, Terminal Ngembal dan lainnya,” tuturnya.

Selain menyisir keberadaan anak punk dan pelajar yang membolos sekolah, Satpol PP juga memeriksa barang bawaan mereka. ”Dalam razia itu, yang penting ialah harus mendeteksi senjata tajam yang mereka bawa. Sebab bila kedapatan membawa senjata tajam, maka itu sudah melakukan pidana,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelum dijemput orang tuanya dua remaja tersebut harus menanda tangani surat pernyataan, yang menyatakan mereka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. ”Supaya wilayah Kudus ini aman, kondusif dan bersih dari kenakalan remaja,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus

Dua remaja dibina di Pos Pol PP Kabupaten Kudus. ADA (14) siswa SMP N kaliwungu (kiri) dan IS (16) warga asal Tasikmalaya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dua remaja dibina di Pos Pol PP Kabupaten Kudus. ADA (14) siswa SMP N kaliwungu (kiri) dan IS (16) warga asal Tasikmalaya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam operasinya di wilayah lapangan Hawai lebih tepatnya di utara SMAN 2 Kudus, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus berhasil mengamankan dua anak yang diduga membolos sekolah.

Kasi Trantibum Satpol PP Kudus Syukrin Subiyanto melalaui anggota Trantibum Supriyadi mengatakan, dalam operasi ini pihaknya mendapatkan laporan dari warga sekitar lapangan Hawai tersebut bahwa banyak remaja berkumpul. ”Sebab lapangan Hawai ini sering dibuat nongkrong anak-anak sekolah atau anak punk disaat jam pelajaran sekolah,” paparnya.

Kedua remaja tersebut pun langsung dibawa ke Pos Satpol PP Kudus untuk dibina. Supriyadi melanjutkan, dari operasi tersebut ada sekitar sembilan anak. Yakni tiga anak berseragam sekolah, dan yang ke tujuh merupakan anak punk. Tetapi yang diamankan dua remaja laki-laki, dan yang lainnya berhasil melarikan diri.

”Yang berhasil kami amankan yaitu siswa yang bersekolah di SMPN di Kaliwungu dan satunya lagi remaja dari daerah Tasikmalaya. Dan ini kami bina, serta menghubungi keluarganya,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk siswa yang bersekolah di SMP Kaliwungu tersebut berinisial ADA (14) warga Karangampel, Kaliwungu. Dan satunya lagi IS (16) warga Tasikmalaya yang tinggal di Kudus sekitar satu tahun silam.

”Diketahui IS dahulunya bekerja di pabrik kerupuk daerah Pasuruhan, Kecamatan Jati. Namun kini menjadi pengangguran,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni