SMA PGRI 2 Kayen Siap Kerja Sama dengan Industri Otomotif

uplod jam 23 sma 2 kayen (e)

Komposit ciptaan siswa SMA PGRI 2 Kayen siap dijadikan bahan baku otomotif dan kerja sama dengan industri otomotif. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kepala SMA PGRI 2 Kayen Surata mengaku siap bekerja sama dengan industri otomotif bila produk komposit hasil temuan kedua siswanya akan digunakan sebagai bahan interior mobil, kapal atau pesawat terbang.

Kesiapan itu semakin matang, setelah karya siswanya itu diuji dan dinilai dari fisikawan dalam ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Georgia. Terlebih, karya itu dianugerahi medali emas sebagai peraih juara.

“Awalnya kita ragu kalau produk ini menjadi alternatif untuk bahan interior otomotif. Namun, setelah mendapatkan juara pertama pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO), kita semakin yakin. Keyakinan semakin kuat, setelah juri IYIPO mengakui karya ini sebagai produk yang brilian,” ujar Surata, Kamis (28/4/2016).

Bahkan, juri sempat memberikan harapan bila karyanya itu bisa menjadi produk alternatif di Indonesia. Karena itu, pihaknya saat ini sanggup bekerja sama bila ada perusahaan otomotif yang melirik komposit buatan siswanya.

“Kalau memang ada yang mau kerja sama, kita akan ambil bahan kulit singkong di Margoyoso. Di sana, setiap harinya mampu memproduksi limbah kulit singkong hingga 350 kilogram. Kalau serat batang pisang bisa ditemukan di mana-mana. Kita siap memproduksi komposit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penggabungan komposisi karbon aktif kulit singkong dan serat batang pisang bisa menaikkan kuat tarik dan menurunkan titik nyala pada komposit. Dengan begitu, kedua bahan itu bisa dimanfaatkan sebagai alternatif bahan baku industri otomotif.

“Pengujian kekuatan tarik sudah dilakukan di Laboratorium Metalurgi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang, sedangkan pengujian ketahanan termal dilakukan di laboratorium sekolah sendiri. Kita siap bila ada industri yang mau bekerja sama,” harapnya.

Editor  : Akrom Hazami

Baca juga :

Kulit Singkong dan Batang Pisang Bikin SMA PGRI 2 Kayen Pati Raih Emas di Georgia

Sibuk Sekolah dan Mengaji, Diam-diam Eka juga Belajar Melukis Otodidak

Eka Sapta Amalia (17) siswi MA NU Al Hidayah yang ikut lomba melukis dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Eka Sapta Amalia (17) siswi MA NU Al Hidayah yang ikut lomba melukis dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Eka Sapta Amalia (17), seorang siswi yang tak hanya menempuh pendidikan di MA NU Al Hidayah, Getasrabi, Kecamatan Gebog, namun juga mengaji di pesantren Al Hidayah. Meski disibukkan dengan kegiatan di sekolah dan pondok, ia tetap meluangkan waktu belajar melukis otodidak.

Disaat waktu luang antara belajar formal dan mengaji, pelajar asli Pekalongan tersebut mengisi waktu luangnya dengan melakukan hobi melukisnya. ”Sering iseng menggambar sendiri disaat waktu luang. Melihat hasil karya saya, saya didaftarkan dan dibayari pihak sekolah untuk mengkuti lomba dalam rangka peringatan Haul ke 6 Gusdur di Rumah Bambu Wulung Kudus ini,” paparnya.

Meski begitu, siswi yang duduk di bangku kelas II IPA itu tidak berharap untuk bisa meraih juara. Baginya yang terpenting bisa ikut berpartisipasi menambah ilmu dan pengalaman.
”Yang penting saya bisa diikutkan serta dalam kompetisi melukis ini. Sebab selama ini saya belum pernah ikut lomba semacam ini,” tuturnya.

Eka mengakui, tak hanya hobi melukis wajah tapi juga benda atau pemandangan. Untuk melatih keluwesan tangannya dalam melukis, Eka pun mengambil contoh dari internet untuk kemudian di print. Sehingga disaat menorehkan pensil ke kanvas, bisa menghasilkan gambar yang mirip.

”Untuk lukisan ini memang saya meniru gambar Gusdur yang saya print dari internet. Dan gambar aslinya ini bukan gambar karikatur, sehingga saya harus membuatnya menjadi karikatur. Itulah tantangannya,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Pemdes Gondoarum Berikan Hadiah pada Siswa Berprestasi

Pemerintah Desa Gondoarum memberikan hadiah untuk siswa berprestasi di desanya. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Untuk meningkatkan kualitas anak didik di sekolah, saat ini pemerintah Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo memberikan mereka hadiah berupa alat tulis. Hadiah itu diberikan lantaran pihak desa menginginkan tempat pendidikan tersebut dapat berlomba-lomba dalam mendidik siswanya.

Lanjutkan membaca

Dua Siswa Berprestasi Akhirnya Bisa Kuliah

Dua siswa SMAN 1 Purwodadi yang berhasil menembus SNMPTN, akhirnya merasa lega karena keinginan mereka untuk kuliah bisa terwujud. Yaitu, Raras Putri Pertiwi yang diterima di Fakultas Kedokteran Undip dan Siti Na’imah di Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB. (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Dua siswa SMAN 1 Purwodadi yang berhasil menembus SNMPTN, akhirnya merasa lega karena keinginan mereka untuk kuliah bisa terwujud.

Lanjutkan membaca