Akibat SIM Palsu, Begini Nasib Pemiliknya Sekarang

Polisi Grobogan saat memeriksa pemilik SIM palsu saat digelar razia lalu lintas, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Setyawan, warga Dusun Beber, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, yang merupakan pemilik SIM palsu, akhirnya diperbolehkan pulang. Hal itu dilakukan setelah petugas tidak menemukan unsur pidana pemalsuan akta otentik yang dilakukan pemuda berusia 31 tahun itu. Sehari sebelumnya, Setyawan sempat bikin geger lantaran kedapatan bawa SIM C palsu. Saat ini status hukum pemalsu SIM masih sebatas sebagai saksi.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Eko Adi Pramono mengatakan, dari hasil konfirmasi kepada pemilik SIM palsu tidak ditemukan adanya kesengajaan memalsukan dokumen. Saat diperiksa di rumahnya, anggota juga menemukan SIM asli miliknya. “Untuk sementara baru ditemukan fakta motif penggandaan SIM adalalah untuk antisipasi apabila SIM aslinya hilang. Sejauh ini, belum ditemukan adanya unsur dengan sengaja memproduksi untuk kepentingan komersial atau sengaja memalsukan akta otentik berupa SIM,” katanya pada wartawan, Selasa (28/2/2017).

 Baca jugaPolisi Kaget Gara-gara SIM Palsu di Grobogan

Eko menambahkan, status pelaku saat ini sebagai saksi dan telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan pascaterjaring razia. Terkait dengan masalah tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar dokumen yang bersifat tunggal tidak digandakan dengan cara seperti itu. Pasalnya, pengandaan dokumen seperti SIM rawan dengan modus penipuan.

“Pembuatan SIM baik baru maupun hilang ada prosedurnya. Tidak asal fotokopi seperti itu. Bagi masyarakat yang masih bingung untuk mengurus SIM yang hilang bisa minta informasi di bagian Satlantas,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Kaget Gara-gara SIM Palsu di Grobogan

Polisi menunjukkan KTP palsu saat razia lalu lintas digelar di Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polres Grobogan sempat dibikin kaget saat menggelar razia rutin dibarengkan dengan sidang ditempat yang dilangsungkan di  depan kantor Pengadilan Negeri Purwodadi, Senin (27/2/2017).

Gara-garanya, ada salah seorang pengendara motor yang diindikasikan menggunakan surat izin mengemudi (SIM) C palsu. Pemilik SIM C palsu diketahui bernama Setyawan, warga Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.

Terungkapnya kepemilikan SIM C palsu tersebut bermula saat petugas memeriksa surat kelengkapan pengendara motor ini ketika melintas di jalan R Suprapto. Saat diperiksa STNK sudah sesuai dengan kendaraan yang dipakai.

Giliran diperiksa SIM-nya, petugas langsung menaruh curiga. Pasalnya, tulisan yang tertera dalam kartu SIM C itu agak luntur sehingga sulit dibaca.  

Saat ditanya petugas, Setyawan mengaku jika yang dibawa adalah SIM duplikat. Yakni, dari hasil fotokopi warna SIM asli miliknya yang dikeluarkan pihak kepolisian.

“Itu SIM hasil fotokopi warna. Saya sengaja bikin duplikat karena khawatir kalau SIM yang asli hilang,” katanya.

Ia mengaku bikin SIM duplikat dengan ongkos murah. Yakni, hanya biaya fotokopi warna sebesar Rp 5 000 saja.

“Saya fotokopikan di toko yang ada di Ngantru, Tawangharjo. Biayanya cuma Rp 5 000. SIM saya yang asli saya tinggal di rumah,” jelasnya pada petugas.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Grobogan Iptu Hasto Broto mengatakan, kasus seperti ini baru pertama kalinya dijumpai. Menurutnya, SIM tersebut dibuat hampir mirip dengan aslinya. Namun bisa dengan mudah dikenali dari kualitas cetakannya. Yakni, tintanya luntur sehingga tidak mudah dibaca.

“Pemilik SIM C palsu ini kami serahkan ke bagian Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tujuannya untuk menemukan motif lebih dalam mengenai pemalsuan SIM tersebut,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami