Intensitas Hujan Tinggi, Mejobo Kudus Siaga Banjir

Salah satu kawasan di Kecamatan Mejobo yang tergenang banjir (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu kawasan di Kecamatan Mejobo yang tergenang banjir (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain di Kecamatan Jati, wilayah lain di Kudus yang kerap menjadi langganan banjir adalah Kecamatan Mejobo. Sama halnya di Kecamatan Jati, Mejobo kini juga bersiaga dengan datangnya banjir.

Plt Camat Mejobo Andreas Adi Wahyu mengungkapkan, setiap musim hujan tiba, daerah di Kecamatan Mejobo sering menjadi langganan banjir. Untuk itulah, warga saat ini sudah siaga banjir, karena intensitas hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

“Kami dari pihak kecamatan selalu melakukan patroli serta pemantauan terhadap wilayah kami. Tujuannya, untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi di dalam wilayah Kecamatan Mejobo,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pemantauan yang dilakukan pihak kecamatan, bukan hanya dilakoni saat hari aktif saja katanya, namun, saat harus libur atau hari Minggu, mereka tetap melakukan pemantauan. Karena, menurutnya banjir datang tidak mengenal waktu.

Wilayah Mejobo, kata dia,selain struktur tanah yang memang rendah, hal lain yang mengakibatkan banjir adalah kurang lancarnya aliran air.

“Di sini seringkali terkena banjir. Bahkan hampir tiap musim hujan, hampir dapat dipastikan sudah menjadi langganan. Untuk itulah, kewaspadaan terhadap banjir juga harus ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, banjir yang datang bukan disebabkan dari wilayahnya, melainkan kiriman dari lokasi atas. Seperti halnya, jika kawasan atas hujan deras, seperti Dawe maka pihaknya harus lebih waspada.
Mengenai solusi, sendiri, katanya pihaknya sudah berupaya. Namun, hal itu membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang tidak sebentar. Solusi yang dimaksudadalah dengan normalisasi sungai mulai dari atas hingga bawah.

Editor : Kholistiono

Rawan Banjir, Camat Jati Kudus Siaga

Salah satu ruas yang terendam banjir di Kecamatan Jati, Kudus, Senin (21/3/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu ruas yang terendam banjir di Kecamatan Jati, Kudus, Senin (21/3/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Curah hujan yang masih tinggi, berakibat terjadi bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kudus. Salah satunya di Kecamatan Jati.

Camat Jati Harso Widodo mengatakan akibat intensitas hujan yang masih tinggi, dia meminta warganya waspada terhadap banjir. Meski saat ini banjir cenderung amat, tapi wilayah Jati kerap terendam.

“Barang berharga harus diamankan dulu, jika memang nantinya banjir sampai ke permukiman.  Harus mengungsi dulu bila banjirnya besar. Bila air banjir susut, barulah warga bisa kembali ke rumah mereka,” kata Harso, kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, hingga kini sebagain wilayah dalam kondisi  aman. Sebab Sungai Lusi yang dekat dengan permukiman, masih menunjukkan kondisi yang tidak mengkhawatirkan. Hanya, air kiriman dari utara yang harus diwaspadai.

Bila sudah demikian, biasanya permukiman di Desa Jati Wetan menjadi korban. Dengan jumlah rumah yang terendam, biasanya mencapai ratusan.

”Kami minta warga lebih aktif lagi, sebab mereka yang tahu langsung kondisi di sini. Saya tidak bisa menunggu 24 jam. Jadi mereka yang lebih aktif dengan lapor ke desa, kecamatan, bahka dinas,” imbuhnya.

Dia berharap dinas terkait dapat segera membenahi drainase di wilayahnya.  Biar saat banjir terjadi, wilayahnya aman.  “Seperti hanya kemarin, baru hujan dua jam saja sudah penuh dengan air. Untungnya Sungai Lusi masih bisa menampung air,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Banjir di Wilayah Kota, Warga Kudus Harap Saluran Air Cepat Diselesaikan

Kondisi jalan yang tergenang air usai hujan siang tadi di kawasan Kecamatan Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi jalan yang tergenang air usai hujan siang tadi di kawasan Kecamatan Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu warga Mlati Lor, Kecamatan Kota, Ahsin (45) mengatakan, pembangunan saluran air ini harus dipercepat. Supaya disaat ada hujan seperti saat ini, Senin (21/3/2016) bisa langsung mengalir airnya.

”Musim hujan saat ini memang tidak bisa diprediksi. Setidaknya pembangunan saluran ini bisa dipercepat agar bisa langsung berfungsi. Kalau bisa diperdalam lagi kedalamannya,” tuturnya.

Dia menuturkan, pihak pemerintah kini memang tengah melakukan pengerjaan saluran air yang berada di Jalan Pramuka, yakni di Mlati Norowito. Pihaknyanya pun berharap kedepannya saluran tersebut dapat mengalirkan air hujan dengan baik dan tidak meluber hingga menggenangi jalan warga.

Hal serupa diiyakan warga Mlati Kidul, Subiyanto (55) dia mengungkapkan, sebagai warga juga harus bersabar, karena pembangunan saluran air tersebut baru dimulai. ”Mudah-mudahan saluran ini bisa bermanfaat, dan dapat dibangun dengan baik,” tuturnya.

Ia pun mengaku heran, kini jalanan di Kudus terutama di kawasan perkotaan sering banjir tiap kali hujan. ”Beda kalau banjirnya berada di tepi sungai itu bisa dimaklumi. Tapi inikan di kota. Saya tadi juga baru melintasi alun-alun, ada genangan airnya cukup tinggi,” tegasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Banjir juga Landa Mlati Norowito Kudus

Warga berada di salah satu ruas jalan di Mlati Norowito, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga berada di salah satu ruas jalan di Mlati Norowito, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan lebat yang menguyur Kudus, Senin (21/3/2016), sekitar dua jam lamanya, membuat sejumlah wilayah, banjir.

Peristiwa banjir, meski singkat, namun cukup menghambat aktivitas warga. Ya, banjir tersebut juga terjadi di wilayah pusat kota. Misalnya saja di Desa Mlati Norowito, Kota. Di wilayah itu, banjir menggenangi permukiman.

“Hujan tadi terjadi sekitar pukul 12.30 WIB hingga 14.30 WIB, dan wilayah Mlati Norowito, khususnya gang 3 ini terendam air. Baik itu yang berada di jalan kampung, atau juga pelataran warga,” kata Kastubi, salah satu warga Mlati Norowito.

Dari pantauan MuriaNewsCom, genangan air tersebut berada di sebagian wilayah Mlati Norowito, Jalan Menur, perempatan Bejagan, Mlati Kidul, dan Mlati Lor.

“Untuk ketingian sendiri dari sebetis orang dewasa hingga sepaha orang dewasa. Selain itu, penyebab dari genangan air ini kemungkinan disebabkan saluran air dan sungai kecil yang berada di tengah permukiman, dipenuhi sampah,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain sampah, saluran air juga semakin dangkal. Sehingga setiap kali hujan lebat dalam waktu yang lama, maka wilayah itu akan terendam banjir.

Editor : Akrom Hazami

Banjir, Kecamatan Jati Kudus Butuh Perbaikan Drainase Segera

Banjir yang terjadi siang tadi Senin (21/3/2016) usai hujan lebat di Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Banjir yang terjadi siang tadi Senin (21/3/2016) usai hujan lebat di Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Beberapa daerah di Kecamatan Jati, selalu menjadi langganan banjir ketika hujan tiba. Seperti halnya hujan deras siang tadi Senin (21/3/2016), sampai mengakibatkan banjir di daerah sekitar Kecamatan Jati.

Camat Jati Harso Widodo mengatakan, banjir yang menerjang daerahnya, memang disebabkan dari cuaca hujan yang tinggi. Namun, selain itu, banjir dapat terjadi lantaran tidak siapnya saluran air yang ada di sana.

”Banjir yang ada di sini setinggi 40 cm. Bahkan beberapa sampai masuk pemukiman warga dengan arus yang cukup tinggi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, banjir yang menimpa Jati berada di Desa Jati Wetan dan Tanjung Karang. Hal itu disebabkan oleh saluran gorong-gorong proliman yang tidak normal. Akibatnya, aliran airnya tidak bisa lancar sehingga airnya membeludak hingga pemukiman warga.

”Sebenarnya kalau arus nya di proliman lancar, tidak akan terjadi bencana seperti itu. Namun karena tidak begitu lancar, karena sampah dan lainnya, maka banjir terjadi. Makanya di sini butuh sekali normalisasi dan penanganan segera,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, pihak kecamatan sudah beberapa kali mengusulkan adanya normalisasi. Usulan dilakukan tiap tahun. Yaitu, pada 2014 dan 2015 kemarin. Dia berharap dapat segera direspon untuk kemudian dibenahi agar masyarakat tidak lagi was was dengan banjir.

”Kalau normalisasi yang dibutuhkan itu, mulai dari pembongkaran, kemudian dikeruk untuk di dalamkan, kemudian juga dilebarkan. Sekian itu, arus menuju sungai juga harus ditinggikan untuk menampung lebih banyak air,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Camat Undaan Minta Warga Dekat Tanggul Waspadai Luapan Sungai Lusi

ilustrasi

ilustrasi

KUDUS – Camat Undaan Catur Widiyatno mengatakan, saat ini pihak desa akan dikoordinasikan supaya tetapsiaga terhadap kemungkinan meluapnya air Sungai Lusi.

“Kami akan selalu mengimbau kepada kepala desa.Khususnya desa yangberada di dekat tanggul.Seperti halnya Kalirejo, Medini, Sambung,Undaan Kidul, Undaan Tengah, Undaan Lor, Wates dan Ngemplak. Sebab,desa tersebut berada di dekat tanggul,” ujar Catur.

Selain itu, disinggung mengenai kerawanan jebolnya tanggul tersebut, dirinya mengatakan, bahwa saat ini ada tiga titik yang harus diwaspadai.

“Untuk tanggul yang harus diwaspadai itu ada tiga titik. Yaknitanggul wilayah Desa Medini, tanggul Desa Sambung dan tanggul Desa Undaan Lor. Akan tetapi untuk tanggul Desa Undaan Lor, sudah diperbaiki.Sedangkan untuk tanggul Desa Medini dan Sambung, harus bisaselalu dijaga. Sebab letak tanggul memang berdekatan dengan rumah warga,” paparnya.

Dia menilai, meluapnya sungai lusi tersebut memang tergantung dari curah hujan yang ada di Grobogan, Boyolali dan sekitarnya. Bila daerah selatan hujan, maka Sungai Lusi akan meluap. Namun, daerah jika daerah selatan reda, Sungai Lusi akan surut.

Selain itu,untuk menanggulangi jebolnya tanggul emperan sungai, pihak kecamatan selalu mengimbau supaya warga dapat menghentikan penanaman tanaman semusim.

“Kami sudah memberikan imbauan supaya warga bisa menghentikan tanaman musiman di emperan sungai. Seperti halnya jagung, singkong dan sebagainya. Sehingga tanah emperan bisa memadat. Oleh karenanya lebih baiknya emperan itu ditamani pohon seperti nangka, jambu dan sejenisnya, supaya tanahnya bisa kuat,”ujarnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Warga Undaan Siaga II Hadapi Banjir

Lapangan sepak bola di Undaan Kidul sudah terendam air setinggi 60cm (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lapangan sepak bola di Undaan Kidul sudah terendam air setinggi 60cm (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Tingginya curah hujan di Jawa tengah, khususnya diKabupaten Grobogan,Boyolali dan sekitarnya membuat Sungai Lusi semakinmeluap. Sehingga, daerah yang dilewati sungai tersebut harus
meningkatkan kewaspadaannya.

Begitu juga dengan daerah di Kecamatan Undaan. Sebabtanggul sepanjang wilayah desa yang ada di dekat Sungai Lusi, saat inimenunjukan peningkatan debet air, yang merupakan kiriman dari daerah Grobogan.

Salah satu warga Desa Undaan Kidul Samsudinmengatakan,meluapnya air Sungai Lusi ini sudah terjadi kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ini, luapan air itu sudah menenggelamkanlapangan sepak bola, dengan ketinggian air sekitar 60cm.

Selain itu, lanjut Samsudin, untuk debet air saat ini diperkirakan 800kubik /detiknya. Sehingga kondisi ini bisa dikatakan siaga II.Sedangkan emperan sungai sejauh 200meter dari tanggul ini, hanya bisamenampung air sebanyak 1.200meter kubik/detik.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, keadaan semacam itu memangtergantung dari curah hujan yang ada di wilayah Purwodadi. Sebab,wilayah Undaan hanya sebagai perlintasan air dariwilayah Purwodadi menuju Jepara.

“Bila Purwodadi, Boyolali hujan deras dan debetnya melimpah, makaairnya akan dibuang melalui Sungai Lusi ini. Sehingga wilayah Undaanyang berada di dekat tanggul sungai, juga selalu mewaspadai itu,”
terangnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)