Hadiri Sertijab Camat, Bupati Grobogan Tepis Anggapan Diskriminasi Alumni IPDN

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyaksikan serah terima jabatan camat di gedung Riptaloka. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan, dalam melakukan penyusunan jabatan selalu mempertimbangkan banyak hal. Antara lain, kemampuan, masa kerja, jenjang kepangkatan dan tentunya disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Termasuk dalam jabatan camat. Hal itu, disampaikan ketika menghadiri serah terima jabatan enam camat dan ketua tim Penggerak PKK yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Senin (13/2/2017).

Sri menyatakan, beberapa hari lalu, ada enam camat yang dirotasi dari tempatnya semula. Yakni, Camat Gubug Teguh Harjokusumo yang pindah ke Kecamatan Ngaringan, Camat Godong Mundakar geser ke Tawangharjo, Camat Toroh Sudarmoyo ke Pulokulon, Camat Tawangharjo Indartiningsih ke Toroh, Camat Pulokulon Ahmad Basuki Mulyono ke Gubug, dan Camat Ngaringan Bambang Hariyono pindah ke Godong.

Terkait dengan rotasi camat bupati menepis adanya tudingan telah melakukan diskriminasi pada alumni IPDA atau APDN. Sebab, ia tidak pernah melihat dari alumni mana dalam menempatkan pejabat.

“Kebetulan sebagian besar yang mengalami rotasi kali ini adalah Camat dari latar belakang pendidikan APDN/IPDN. Tetapi, bukan berarti saya melakukan diskriminasi. Alumni dari manapun saya perlakukan sama. Yang dilihat adalah kinerja dan kemampuannya,” tegasnya.

Sri menegaskan, mutasi atau promosi pejabat merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka pembinaan kepegawaian dan penyegarah agar tidak jenuh.  Disamping itu juga bertujuan untuk motivasi agar pejabat itu terus berprestasi dan berinovasi dimanapun mereka ditempatkan bekerja.

“Dalam kesempatan ini, saya juga akan menyampaikan bahwa di Tahun 2017 ini akan dilaksanakan kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan. Salah satu indikatornya adalah penilaian pelayanan publik melalui PATEN. Saya ingin citra pelayanan publik di Kecamatan semakin baik, cepat, mudah dan murah, bebas KKN dan pungutan liar,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

AKBP M Kurniawan Pamitan ke Warga Kudus

 

 

Suasana pisah sambut kapolres Kudus yang baru, dari AKBP M Kurniawan ke AKBP Andy Rifai, di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana pisah sambut kapolres Kudus yang baru, dari AKBP M Kurniawan ke AKBP Andy Rifai, di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Pimpinan Polres Kudus resmi berganti. Dari AKBP M Kurniawan, ke AKBP Andy Rifai. Pada acara pisah sambut di Hotel Griptha, Jumat (20/5/2016) malam, M Kurniawan pamit kepada warga Kudus.

Pada kesempatan itu, AKBP M Kurniawan mengutarakan bahwa barang atau
hal yang mengenakkan, itu pasti akan bersifat sekejap. ”Misalkan saja jabatan kapolres ini, memang mengenakkan. Namun sudah tidak terasa hampir satu tahun lamanya, ya,” katanya di hadapan para undangan.

Kurniawan mengatakan, pihaknya berharap semua pihak bisa mensyukuri semua yang diperolehnya dengan baik. ”Termasuk memanfaatkan semuanya dengan positif juga,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dalam acara yang dihadiri Bupati Kudus H Musthofa, anggota DPRD Kudus, pengusaha, dan media, digunakan untuk berpamitan. Sekaligus mengenalkan kapolres yang baru.

”Saya mohon pamit kepada seluruh warga Kudus. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan yang baru oleh Bapak Andy Rifai ini, kinerja kepolisian bisa baik, dekat masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu,dirinya juga meminta doa untuk kelancaran di tempat tugas terbarunya, di Polda Sulawesi Selatan. ”Saya memohon doa supaya bisa mengemban tugas baru yang ada di kampung halaman saya. Dan saya mohon pamit serta mohon maaf bila ada kekhilafan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Daerah Rawan Konflik Pilkada Pati 2017 Dipetakan Polisi

Prosesi serah terima jabatan di Halaman Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prosesi serah terima jabatan di Halaman Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Polisi mulai memetakan kerawanan konflik Pilkada di Pati yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 mendatang. Hal itu dikatakan Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho, usai melantik dua perwira baru di Mapolres Pati, Jumat (8/4/2016).

Ia mengatakan, Pilkada di Pati 2017 patut diperhatikan mulai sekarang. Terutama, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berpotensi menimbulkan kerawanan menjelang hingga pelaksanaan Pilkada.

“Kami sudah instruksikan ke semua jajaran untuk mengemban fungsi kepolisian masing-masing, mulai dari mengadakan mapping kerawanan, pelatihan kepada anggota, menyiapkan standard operating procedure (SOP), juklak dan juknis kepolisian,” ujar AKBP Setijo kepada MuriaNewsCom.

Dengan melakukan pemetaan dan persiapan sejak sekarang, pelaksanaan Pilkada yang tinggal 10 bulan lagi bisa diamankan dan bisa berjalan dengan lancar, sesuai aturan. Bila ada ganggunan kamtibmas, ia menyarankan kepada anggota polisi untuk segera melaporkan kepada pimpinannya masing-masing.

“Setiap anggota polisi tak boleh lengah dengan situasi kamtibmas yang ada. Kita juga tidak boleh ragu untuk mengambil tindakan tegas saat ada gangguan kamtibmas sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

2 Pejabat Polres Pati Diganti

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melantik AKP Ikrar Potawari sebagai Kasatlantas Pati yang baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melantik AKP Ikrar Potawari sebagai Kasatlantas Pati yang baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua orang perwira dari Kepolisian Resort (Polres) Pati diganti pada Jumat (8/4/2016). Dua perwira tersebut, Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono dan Kasatlantas Polres Pati AKP Samsu Wirman.

Mereka resmi diganti saat melangsungkan serah terima jabatan (sertijab) di Halaman Mapolres Pati. Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho memimpin langsung serah terima jabatan tersebut.

Dengan sertijab tersebut, Kompol Sigit Bambang Hartono digantikan Kompol Nyamin. Sementara itu, AKP Samsu Wirman diganti AKP Ikrar Potawari. “Wakapolres Pati saat ini dipegang Kompol Nyamin dan Kasatlantas dipegang AKP Ikrar Potawari,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, mutasi jabatan di lingkungan kepolisian merupakan hal yang wajar. Karena, setiap anggota Polri harus siap ditempatkan dan ditugaskan di mana saja.

Sertijab diharapkan bisa meningkatkan dinamika organisasi supaya lebih sehat, termasuk sistem dan kinerja diharapkan semakin baik. “Semoga ke depan kinerja anggota polisi di Pati lebih baik dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Setijo juga memberikan pesan agar kedua perwira tersebut bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di Polres Pati. Keduanya juga minta segera memahami peta dan karakteristik masyarakat Pati.

Editor : Akrom Hazami