Persipur Target Poin Penuh Lawan Sragen United

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu tugas berat kembali dijalani Persipur, Minggu (27/8/2017). Yakni, Laskar Petir akan menjamu Sragen United di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

Meski saat ini Persipur di urutan keempat klasemen sementara, namun posisinya belum 100 persen aman ancaman degradasi. Sebab, masih ada dua tim lainnya yang juga punya peluang bertahan di Liga 2. Yakni, Sragen United dan PPSM Magelang.

Oleh sebab itu, laga melawan Sragen United jadi pertandingan penentuan. Kalau sampai seri, apalagi kalah, maka kans bertahan makin kecil. “Laga lawan Sragen besok sangat krusial. Oleh sebab itu, pemain kita minta tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tegas manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (27/8/2017).

Baik Persipur maupun Sragen United dan PPSM Magelang, sama-sama sudah menjalani 12 pertandingan. Persipur memiliki poin 14. Sementara Sragen punya  poin 13 dan berada persis di bawah Persipur. Sedangkan PPSM berada di urutan keenam dengan poin 12.

“Kita hanya terpaut satu angka dengan Sragen dan dua angka dari PPSM. Jadi, dengan selisih nilai tipis ini maka tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan dalam pertandingan besok,” cetus Budi.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh juga memahami kondisi saat ini. Target tiga pon jadi harga mati saat bentrok dengan Sragen United. Dalam laga melawan besok, Wahyu mengaku tidak meramu taktik khusus. Dia minta pemain konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

“Kita akan tampil seperti biasanya. Semua pemain harus fokus ke pertandingan dan jangan sampai bikin kesalahan sendiri,” ucap Wahyu.

 

Editor : Akrom Hazami

Persijap Menang Lawan Persip Pekalongan

Pemain Persijap saat lawan Persip Persip Pekalongan di Stadion GBK Jepara.(MuriaNewsCom /Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap menang 2-0 atas Persip Pekalongan, pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (13/8/2017).

Dua gol kemenangan Laskar Kalinyamat diborong oleh Jufri Fahrul Usemahu. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit 27 dan 57. 

Gol pertama adalah hasil konversi sundulan kepala Usemahu, dari servis bola mati yang diceploskan ke tiang jauh. Sementara gol pengunci kemenangan dihasilkan dari kerjasama apik Usemahu, yang menerima umpan silang Redo Rinaldi, lalu menyarangkannya di gawang Persip yang dijaga Apsah Murbawan. 

Pada permainan kali ini, Persijap Jepara menerapkan umpan-umpan pendek yang kemudian menusuk jantung pertahanan Persip. Sementara itu tim asal Pekalongan justru menerapkan umpan jauh. 

Asisten Pelatih Persip Pekalongan Sudiyat berujar, anak asuhnya tak dapat menguasai lapangan tengah. Selain itu, ia juga mengatakan mental bermain pemainnya agak menurun. 

“Permainan lapangan tengah kita kalah telak. Selain itu mental pemain kita juga menurun. Hal itu akan menjadi evaluasi jelang pertandingan selanjutnya,” kata dia. 

Sementara itu, CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, kunci kesuksesan pemain persijap terletak pada semangat bertanding.

“Kegigihan bertanding dari anak-anak Persijap serta semangat pemain menjadi pembeda pada pertandingan kali ini. Soal strategi saya kira sama saja. Namun pemain disiplin dalam menerapkan instruksi pelatih untuk melakukan tendangan langsung ke gawang,” ujarnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Persipur Takluk di Solo

Pemain Persipur saat menahan bola saat laga melawan Persis Solo, Minggu. (Instagram Persipur) 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya Persipur untuk keluar dari zona degradasi makin berat. Hal ini menyusul kekalahan Persipur saat berlaga melawan Persis Solo, Minggu (13/8/2017).

Dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan itu, Persipur sudah ketinggalan 2-0 di babak pertama. Kemudian, pada babak kedua lagi-lagi ada 2 gol yang kembali bersarang di gawang tim berjuluk Laskar Petir tersebut. 

Pada pertandingan tersebut, penampilan Persipur sangat beda dari biasanya. Praktis sepanjang 90 menit, tuan rumah mendikte permainan. Hasilnya, Persis mampu unggul telak 4-0.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengakui jika penampilan timnya berada di bawah performa. Tidak biasanya, timnya mudah dikalahkan lawan.

“Ini adalah kekalahan dengan skor paling banyak sepanjang kompetisi ini. Anak-anak tampil antiklimaks,” katanya.

Menurut Wahyu, setelah kebobolan dua gol di babak pertama, berbagai perubahan strategi sudah coba dilakukan. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

“Saya akui, hari ini kita tampil kurang maksimal,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Program Satu Desa Satu Lapangan di Jepara, Menpora : Akan Disinergikan dengan Dana Desa

Menpora Imam Nahrawi saat bersalaman dengan pemain bola lokal asal Jepara, saat pembukaan Kompetisi klub yang digelar Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menyinergikan program Satu Desa Satu Lapangan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, melalui Dana Desa. Hal itu diungkapkannya, selepas membuka kompetisi lokal Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). 

Menurut Nahrawi, dengan adanya program satu desa satu lapangan, anak-anak pedesaan punya wadah untuk mengembangkan potensi khususnya sepak bola. Ia mengatakan, saat ini program tersebut memang masih di bawah kementriannya. 

“Tahun depan harapannya bisa masuk dana desa. Pada tahun yang akan datang kita akan koordinasikan dengan Kemendes harapannya bantuan itu bisa diterima oleh desa, yang punya tanah kas desa. Sedangkan desa yang tanahnya telah dialihfungsikan akan kembalikan jadi lapangan desa, rehabnya akan dibantu oleh pemerintah,” janji Menpora. 

Oleh karena itu, program tersebut bisa menjadi pemantik semangat untuk pengembangan olahraga terutama di desa. Dirinya juga mengatakan apresiasinya terhadap program satu desa satu klub, yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Jepara. 

“Dengan program itu (satu desa satu lapangan) bisa bersinergis pula dengan program yang diadakan di Jepara yakni satu desa satu klub. Dengan semakin banyak klub yang berkompetisi maka pemain bisa bermain dengan baik,” ujarnya. 

Ketua Askab PSSI Jepara Samsul Anwar menyebutkan, program satu desa satu lapangan di Jepara tak berjalan dengan mulus. “Harapannya program tersebut bisa dikondisikan, bisa dilaksanakan di setiap desa. Karena di Jepara khususnya tidak setiap desa memiliki lapangan sepak bola. Hal itu menjadi penghambat bagi perkembangan desa,” urainya. 

Menurutnya, program Satu Desa Satu Klub merupakan program ikutan dari Askab PSSI Jepara untuk menyukseskan program pemerintah. Oleh karenanya, kedatangan Menpora diharap bisa mewujudkan program Satu Desa Satu Lapangan. 

Editor : Akrom Hazami

Menpora Apresiasi Program Satu Desa Satu Klub Askab Jepara 

Menpora Imam Nahrawi saat bersalaman dengan pemain bola lokal asal Jepara, saat pembukaan Kompetisi klub yang digelar Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka kompetisi antarklub lokal yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Jepara, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (7/8/2017).

Dalam sambutannya Menpora mengapresiasi  kompetisi itu, sebagai ikhtiar mencari bibit unggul persepakbolaan tanah air. Ia juga memuji langkah Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Jepara, yang menginisiasi program “Satu Desa Satu Klub”.

“Terima kasih Askab PSSI Jepara dengan program Satu Desa Satu Klub (bola), hal itu merupakan upaya untuk memotret bibit ataupun talenta muda melalui kompetisi di desa-desa. Itu akan menjadi role modele  pembinaan sepak bola,” kata Nahrawi. 

Ketua Askab PSSI Jepara Samsul Anwar berharap, kedatangan Menpora RI menjadi cambuk untuk persepakbolaan lokal di Bumi Kartini. Ia menyatakan di Jepara ada 80 klub yang terbagi atas tiga level. 

“Di samping itu, kami juga menyelenggarakan kursus pelatih lisensi D di desa-desa. Hingga saat ini ada 30 lisensi, pada tahun sebelumnya ada 25 orang yang lulus lisensi D. Harapannya, ke depan semua klub lokal di bawah binaan Askab PSSI Jepara sudah menggunakan pelatih berlisensi D,” ungkap Samsul, dalam pidato pembukaan. 

Adapun pada pertandingan pembuka tersebut, dipertandinkan laga antara PSPB Bulu melawan PSPB Troso. 

Editor : Akrom Hazami

Persipur Harus Bisa Manfaatkan Pertandingan Sisa

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Budi menyatakan, Persipur masih punya lima pertandingan sisa. Terdekat melawat ke kandang PPSM Magelang. Selepas itu, Persipur masih melakoni laga dengan Persiba Bantul, Persis Solo, Sragen United, dan Persipon Pontianak.

 

Editor : Akrom Hazami

SMP 3 Kudus Runner Up Turnamen Akademi Klub KU 14 Jateng DIY

Tim SMP 3 Kudus yang didukung Sukun Spirit of Sport, berhasil menjadi runner up di turnamen Akademi Klub KU 14 Jateng DIY. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tim SMP 3 Kudus yang didukung Sukun Spirit of Sport, berhasil menjadi runner up di turnamen Akademi Klub KU 14 Jateng DIY. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim sepak bola SMP 3 Kudus yang didukung Sukun Spirit of Sport, berhasil menjadi runner up di turnamen Akademi Klub KU 14 Jateng DIY, di lapangan Diponegoro, Semarang. SMP 3 Kudus harus puas posisi kedua usai kalah dengan Putra Mustika asal Blora dalam adu penalti.

Pelatih SMP 3 Kudus Cucun Sulistya mengatakan, sebenarnya SMP 3 Kudus nyaris menjadi juara dalam pertandingan. Hanya dalam babak final kurang beruntung lantaran kalah dengan skor 4 – 3. “Kalah adu penalti, itupun hanya selisih satu gol saja. Namun performa pemain cukup bagus saat bertanding,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pada laga final, sebelum adu penalti penentu juara dilakukan, SMP 3 mampu menahan imbang Putra Mustika dengan tanpa skor atau 0-0 . Kedua tim sama kuat dengan sama-sama tak mampu mencetak angka.

Sebelum final, laga semifinal dilakukan SMP 3 melawan Putra 14 Semarang. Laga berlangsung cukup alot dengan skor akhir Pertandingan 2 – 1. Kedua gol SMP 3 Kudus, berhasil disarangkan pada babak pertama Apriliano.

Sedangkan di babak kedua semifinal, kedua tim tak mampu menambah gol. Sehingga SMP 3 melaju final saat peluit panjang dibunyikan wasit sebagai simbol berakhir pertandingan. Sebenarnya SMP 3 Harus berlaga tiga hari sebelum menang. Pada babak enam besar, tim didikan Cucun itu menunjukkan kegarangan timnya. Sehingga menang mudah di babak enam besar. “Alhamdulilah SMP 3 kudus masuk semifinal setelah menang lawan Bina Putra Wonosobo dengan skor 2-0. gol dicetak oleh Dava Sangga  dan Arjun Fanani,” ungkapnya.

Selain meraih posisi kedua, terdapat pemain Kudus yang sukses menjadi pemain terbaik. Dia pemain tengah SMP 3 kudus atas nama M Apriliano mendapatkan predikat Pemain Tengah Terbaik.

Editor : Akrom Hazami

Rayakan Ultah ke-62, Pemain Persijap Minta Doa ke Anak Yatim

persijap 2 (e)

Secara simbolis, Basalamah memberikan bantukan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Memperingati hari ulang tahun ke-62, Senin (11/4/2016) ini, jajaran pemain Persijap meminta doa kepada anak yatim piatu yang berada di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangkebagusan, Kecamatan Kota Jepara. Selain pemain, juga ada dari jajaran manajemen Persijap serta pelatih Yusack Sutanto.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah mengemukakan, setelah mejalani latihan pagi tadi, pihaknya bersama dengan semua pemain dan pelatih mengunjungi panti asuhan tersebut. Tak hanya sekedar mengunjungi saja, tetapi juga memberi sedikit bantuan kepada anak yatim.

“Kami berbagi rezeki dengan anak yatim yang ada di panti asuhan. Kami juga melakukan doa bersama, dan saling mendoakan,” ujar Basalamah kepada MuriaNewsCom, Senin (11/4/2016).

Menurut dia, pihaknya memang meminta doa dari anak yatim yang ada di panti asuhan tersebut agar Persijap kedepannya semakin lebih baik lagi. Terlebih, dia meyakini doa dari anak yatim lebih bisa terkabul.

“Anak yatim kan memang menjadi orang yang istimewa, sehingga doa mereka lebih makbul,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, di ultah Persijap ke-62 ini, pihaknya berharap ke depan Persijap lebih baik lagi. Tidak hanya soal prestasi di kompetisi tetapi juga untuk semua hal termasuk di internal.

Dia menambahkan, upaya berbagi rezeki tersebut dilakukan setelah sejumlah pemain telah dikontrak oleh manajemen. Semua pemain diajak iuran bersama manajemen dan memberikan sebagian rezeki tersebut kepada anak yatim yang notabene kurang beruntung karena telah ditinggal orang tuanya.

Baca juga : Ultah ke-62 Jadi Momen Spesial Bagi Persijap
http://www.murianews.com/2016/04/11/78645/ultah-ke-62-jadi-momen-spesial-bagi-persijap.html

Editor : Kholistiono

Ultah ke-62 Jadi Momen Spesial Bagi Persijap

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tepat pada Senin, 11 April 2016 ini, tim sepakbola kebanggaan warga Jepara, Persijap berusia 62 tahun. Ya, tim berjuluk Laskar Kalinyamat yang lahir pada tahun 1954, hari ini ulang tahun (ultah).

Secara khusus, Aris Isnandar, Komisaris PT Jepara Raya Multitama yang menaungi Persijap mengatakan, tepat hari ini Persijap berulang tahun ke-62. Pihaknya memiliki sejumlah harapan untuk Persijap ke depan agar lebih baik lagi.

“Harapan yang paling besar adalah Persijap tetap ada di Jepara, kemudian menjadi pemersatu warga dan masyarakat Jepara, serta menjadi tempat untuk bisa saling mengerti,” ujar Aris kepada MuriaNewsCom, Senin (11/4/2016).

Menurutnya, selain harapan tersebut, di usia Persijap yang sudah cukup tua ini, diharapkan bisa lebih membanggakan Jepara. Tahun ini, Persijap menunjukkan progress yang cukup baik dengan keikutsertaan Persijap di Indonesia Super Competition (ISC) seri B 2016.

“Harapannya di ISC seri B, Persijap mampu menorehkan prestasi yang membanggakan. Tahun ini Persijap bakal eksis lagi karena akan berkompetisi,” ungkapnya.

Sebelum Persijap Ultah ke-62, Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) juga merayakan ultahnya yang ke-14. Secara khusus pula, Banaspati berharap agar Persijap ini tetap eksis di kancah sepakbola nasional.

“Di ultah Banaspati ke 14 pada 9 April 2016 kemarin, kami berharap agar Persijap tetap eksis yang berprestasi. Kami akan tetap setia mendukung Persijap,” kata Ketua Banaspati Sa’adi secara terpisah.

Dia menambahkan, Banaspati sendiri merayakan ultah selama dua hari pada 9 dan 10 April kemarin. Semua anggota Banaspati telah menyatakan diri dan berkomitmen untuk setia dengan Persijap.

Editor : Kholistiono

Sempat Cedera, Anggota 3S Masih Semangat Bela Kalteng

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Perjalanan 3S membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman kembali berlanjut. 3S adalah sebutan bagi tiga pemain yang terdiri dari pemain muda Persiku, Ilyas Sayogie, Adit Sodikul Wafa, dan Sholikul.

Namun, mereka sempat mengalami masalah. Dua anggota 3S, yaitu Ilyas dan Sholikul sempat mendapat cedera.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah, Ilyas menyempatkan diri menyampaikan kabar terbaru tentang dirinya dan kedua kawannya dari Sleman kepada MuriaNewsCom melalui pesan Blackberry.

”Otot kaki saya ketarik, pada sebuah sesi latihan. Waktu ujicoba lawan tim Pra PON Jawa Tengah (hasil akhir 0-0) saya absen,” tutur Ilyas.

Hingga sekarang, pemain berambut ikal ini berupaya kembali fit dengan cara menjalani terapi meski sudah bisa mengiktui sesi latihan. Sedangkan Sholikul mengalami cedera pada engkelnya. ”Sama, dia juga apes pas latihan,” sambung Ilyas.

Memasuki minggu kedua TC, pelatih Kalimantan Tengah Suganda mulai mengajak ke-25 pemainnya mematangkan kombinasi permainan, dengan lebih agresif saat menyerang dan melancarkan penyelesaian.

”Penyelesaian akhir jadi sorotan saat ditahan imbang Jawa Tengah kemarin. Pada ujicoba lawan Diklat Magelang besok, saya ingin ada peningkatan dari anak-anak,” kata Coach Ganda.

Ditanya soal keputusannya menarik sejumlah nama-nama dari luar Kalimantan Tengah, dia mengaku hal itu erat kaitannya dengan kekompakan di dalam maupun di luar lapangan.

”Kalau bagus atau tidaknya seorang pemain itu relatif , tergantung siapa yang menilai. Tapi dari pandangan saya, sejumlah nama yang saya panggil sudah akrab satu sama lain dan cukup lama di Liga Nusantara. Itu akan jadi bekal penting nantinya,” pungkas Coach Ganda. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Pengurus Banyak dari Parpol, Manajemen Tampik Ada Nuansa Politik Absennya Persijap di Piala Kemerdekaan

Aris Isnandar (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Aris Isnandar (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Manajemen Persijap menampik jika disebut absennya Persijap di Piala Kemerdekaan ada kaitannya dengan nuansa dan kepentingan politik. CEO Persijap Aris Isnandar mengatakan, pihaknya menolak jika disebut ada kepentingan politik yang melatar belakangai absennya Persijap di turnamen yang digelar tim transisi dari Menpora tersebut.

”Absennya Persijap murni dikarenakan waktu persiapan yang terlalu mepet dari batas pendaftaran. Tidak ada unsur politik,” kata Aris kepada MuriaNewsCom, Jum’at (10/7/2015).

Menurut Aris, manajemen tetap profesional dalam pengurusannya. Tidak ada kepentingan ataupun sentimen politis atas keputusan manajemen yang tidak ikut dalam kompetisi yang diselenggarakan Kemenpora itu.

”Memang santer terdengar jika peserta yang ikut memiliki kedekatan politis dengan Menpora. Tapi kami pastikan kepengurusan Persijap tetap profesional,” terangnya.

Pihaknya mengakui memang sejumlah pengurus Persijap di periode ini banyak dari Parpol. Dia sendiri merupakan kader Partai Gerindra. Sejumlah pengurus lainnya dari beberapa Parpol seperti PKS dan Partai Nasdem.

”Isu ini santer terdengar karena memang sepakbola kita terlalu banyak dipolitisir, ya wajar jika ada pendapat seperti itu,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, banyak hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti kompetisi. Termasuk memanggil para pemain, hingga persoalan pendanaan. Menurut dia, meski dijanjikan sejumlah fasilitas, tapi tetap butuh dana cadangan. Terlebih kompetisi berjalan dengan sistem home.

Dengan waktu jeda yang ada, pihaknya mengaku tak cukup waktu mempersiapkan semua hal teknis dan non teknis. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)