Terancam Degradasi, Persipur Usung Misi Libas Tuan Rumah Persiba Bantul

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ujian cukup berat bakal dijalani skuad Persipur, Sabtu (19/8/2017) besok. Yakni, menjalani bentrok dengan tuan rumah Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung.

Laga ini cukup krusial bagi tim berjuluk Laskar Petir. Sebab, hanya dengan meraih poin maka kesempatan untuk bertahan di liga 2 tetap terbuka. Sebaliknya, jika sampai kalah maka peluang menghindari degradasi makin sulit dilakukan.

”Kita menyadari betapa pentingnya laga lawan Persiba. Oleh sebab itu, kami bakal tampil habis-habisan,” tegas pelatih Persipur Wahyu Teguh, Jumat (18/8/2017).

Menurut Wahyu, dalam laga melawan Persiba, dia tidak meracik taktik khusus. Semua pemain diminta konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang yang didapat sebaik mungkin.

”Kita akan tampil seperti biasanya. Semoga bisa menang seperti saat pertemuan pertama di Purwodadi,” cetus Wahyu.

Seperti diketahui, dari klasemen sementara di grup 4, Persipur masih bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang.

Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh.

Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

Editor: Supriyadi

Kena Pinalti Menit Akhir, Persipur Gagal Dulang Angka di Magelang

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan membawa pulang satu angka di Magelang gagal diraih Persipur, Minggu (6/8/2017). Hadiah pinalti yang diberikan untuk PPSM di menit akhir membuar skor pertandingan berkesudahan 3-2 buat tuan rumah.

Dalam pertandingan itu, skuad Laskar Petir sudah tampil all out untuk meraih angka. Sempat tertinggal 1-0 lebih dulu, Persipur akhirnya mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama.

Pada awal babak kedua, PPSM kembali unggul 2-1. Namun, tim besutan Wahyu Teguh kembali berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Sayangnya, pada menit akhir menjelang pertandingan usai, tuan rumah mendapat hadiah pinalti yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PPSM.  Akhirnya, skor akhir pertandingan berubah jadi 3-2 buat keunggulan PPSM.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih angka di Magelang. Sayangnya, kesempatan meraih hasil imbang gagal kita dapat karena lawan dapat pinalti pada menit akhir,” Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Dihantui Degradasi

Skuad Persijap Jepara 2017. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah (lagi) melawan Persibangga 1-0, di Stadion Goentoer Darjono, Kamis (3/8/2017). Dengan hasil tersebut, klub asal Jepara itu tak bergeming dari posisi tujuh. Sementara lawannya, mempersempit jarak poin dengan Laskar Kalinyamat. 

Perlu diketahui, Persijap tak mampu mengalahkan tim besutan Achmad Muhariah dalam dua pertandingan. Pada laga kandang di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara yang saat itu diarsiteki Fernando Sales kalah 0-1.

Drama yang sama rupanya berulang, saat bertandang ke Persibangga, tim yang kini dilatih Carlos Raul Sciucatti menderita kekalahan dengan poin yang sama.

Meskipun tak merubah urutan klasemen, namun hasil itu tidak diinginkan oleh Persijap. Lantaran, masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni Faumi cs.

Bahkan dua pertandingan tandang yang akan dilaksanakan pada medio Agustus dan September, Laskar Kalinyamat harus melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati trap ketiga.

Seusai pertandingan, pelatih Persijap Carlos menyebut, beberapa keputusan wasit merugikan pemainnya. “Wasit memberikan beberapa keputusan yang salah dan itu berpengaruh pada permainan di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu, Pelatih Persibangga Achmad Muhariah bersyukur atas kemenangan yang dicapai timnya.  “Hasilnya sangat kami syukuri, akhirnya kami meraih kemenangan di kandang, mudah-mudahan dengan hasil ini anak-anak akan semakin percaya diri menghadapi sisa pertandingan,” ujarnya. 

Catatan dari Persibangga pun tak begitu menggembirakan. Dari 10 kali pertandingan, hanya dua kemenangan dibukukan, satu kali seri dan sisanya kekalahan. 

Saat ini, Persibangga memiliki poin tujuh poin. Sementara Persijap Jepara masih ajeg mengoleksi 9 poin, dengan tiga kali kemenangan dan tujuh kali kekalahan.

Editor: Supriyadi

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi

 

Ternyata Inilah yang Membuat PPSM Kalah dari Persipur

Pemain Persipur Albebta Dewangga Santosa (kiri) memastikan kemenangan Persipur setelah melesakkan bola di menit ke-74. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kegagalan PPSM Magelang untuk memetik poin saat melakukan laga tandang di kandang Persipur Purwodadi, Minggu (7/5/2017) dengan hasil 2-0 ternyata tak lepas dari faktor alam.

Setelah kebobolan di babak pertama, PPSM tak diuntungkan dengan turunnya hujan hingga mengakibatkan lapangan tergenang air. Akibatnya mereka tak bisa mengembangkan permainan seperti biasa.

”Kondisi lapangan cukup berat setelah hujan sehingga kami tidak bisa mengembangkan permainan. Secara keseluruhan, jalannya pertandingan berlangsung ketat,” cetus Asisten pelatih PPSM Agus Tri.

Meski begitu, Agus tak ingin larut dalam kekalahan. Ia berjanji akan segera berbenah. Ia pun tak ingin, anak asuhnya kembali kalah saat melakoni laga lanjutan Liga 2. ”Kondisi seperti ini di luar dugaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pertandingan pertandingan melawan PPSM, tim tuan rumah langsung tampil garang sejak menit awal. Sepertinya, Persipur berupaya untuk bisa mencetak gol lebih cepat demi menggapai target yang dibebankan pengurus, yakni tiga poin.

Berulang kali Persipur mampu menciptakan peluang emas. Namun, ketatnya pertahanan lawan membuat peluang yang didapat gagal menghasilkan gol.

Baru pada menit ke-22, suasana jadi bergemuruh, setelah striker Roberto E Sauyai mampu mengoyak gawang lawan. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Hasan Basri Lohy, pemain nomor punggung 23 itu langsung melakukan tendangan fist time keras yang gagal ditangkap M Refi Jaelani, kiper PPSM.

Beberapa saat setelah skor berubah 1-0, hujan deras mengguyur. Kondisi ini menyebabkan lapangan penuh genangan air sehingga permainan kedua tim kurang bisa berkembang.

Pada babak kedua, PPSM gantian tampil lugas. Berulang kali, serangan PPSM yang dimotori Roni Ardian Saputra sempat membikin pendukung tuan rumah deg-degan. Namun, lahirnya gol dari sundulan Albebta Dewangga Santosa di menit ke 74 mampu membuat kubu tuan rumah bersorak kegirangan. Persipur pun menang dengan skor 2-0.

Editor: Supriyadi

Kalah dari Persibangga, Ini yang Dikatakan Asisten Pelatih Persijap

Pemain Persijap mempertahankan bola dari kawalan pemain Persibangga di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/PadhangPranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan Persijap Jepara dari Persibangga Purbalingga di depan publik sepak bola Jepara dengan skor 0-1, Minggu (7/5/2017) mendapat tanggapan asisten pelatih Persijap, Muhammad Yusuf.

Salah satu tim juru racik Laskar Kalinyamat itu pun tak segan mengungkapkan perasaannya setelah laga usai. Sebagai asisten pelatih yang mengenyam dunia sepak bola puluhan tahun, Yusuf pun lebih suka mengevaluasi diri sendiri (Persijap). Ia bahkan tak segan mengucapkan selamat atas kemenangan Persibangga.

“Saya ucapkan selamat atas kemenangan perdana Persibangga di Liga 2. Tim Persijap sangat kurang fokus di menit akhir pertandingan. Akan kita evaluasi,” ucapnya mewakili Pelatih Kepala Fernando Sales. 

Seperti diketahui, Persibangga Purbalingga belum pernah mengenyam kemenangan sejak awal Liga 2. Tim berjuluk Laskar Jendral Sudirman itu berada di dasar Klasmen Grup 3. 

“Kemenangan kita sementaraa kita berada dibawah, sungguh diluar perkiraan. Draw saja sudah cukup bagus, apalagi mereka (Persijap) bermain di kandang. Saya bersyukur atas kemenangan ini,” kata Ahmad Muharia pelatih Persibangga.

Editor: Supriyadi

Persijap Sukses Taklukkan Persiku

Pemain Persiku beradu bola udara dengan pemain Persijap. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemain Persiku beradu bola udara dengan pemain Persijap. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah pada babak pertama Persijap Jepara ditahan imbang Persiku Kudus, akhirnya pada babak kedua anak asuh Yusack Sutanto berhasil mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Persijap unggul tipis 1-0 atas tim tetangga berjuluk Macan Muria itu, di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), Jumat (20/5/2016).

Gol semata wayang Persijap dicetak melalui titik putih pada menit ke 75. Algojo Agung Supriyanto berhasil memecahkan kebuntuan. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Skor akhir tetap 1-0, kemenangan untuk tim kebanggaan kota ukir.

Coach Yusack Sutanto mengatakan, dirinya tidak puas dengan hasil tersebut. Dia menilai pemain Persijap tampil tidak energik.

“Kurang greget, karena mainnya dengan Tempo lambat dan terlihat kurang semangat,” kata Yusack kepada MuriaNewsCom, usai laga di pinggir lapangan.

Menurut Yusack, hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Pihaknya akan menambah porsi latihan fisik agar pemainnya dapat lebih berenergi ketika melakoni laga.

“Selain itu juga bahan evaluasi khususnya para pemain cadangan. Terlihat ada beberapa pemain yang biasa jadi cadangan bisa bermain bagus,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa pemain muda yang dimainkan perdana pada laga ujicoba tadi yakni Musa dan Andi juga terlihat bagus. Kata Yusack, kedua pemain itu tinggal dibina supaya dapat lebih bagus lagi.

“Mereka memiliki potensi yang besar. Sama halnya dengan pemain muda yang bergabung lebih dulu seperti Rendy dan Rafi. Mereka memiliki potensi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Persikaba Siap Curi Poin Penuh Hadapi Demak

Laga pertandingan Persikaba Lawan PSD Demak pada Linus Jateng 2016 putaran pertama. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Laga pertandingan Persikaba Lawan PSD Demak pada Linus Jateng 2016 putaran pertama. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Persikaba bakal melakoni laga tandang melawan PSD Demak di Stadion Undip Tembalang Semarang, Minggu (15/5/2016). Ini lantaran, stadion Pancasila Demak yang seharusnya sebagai homebase PSD Demak dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan.

Agus Puryanto, Ketua Umum Persikaba mengakui, Persikaba memang mendapat keuntungan atas hal itu. Apalagi, dengan berpindahnya tempat, ia yakin suporter PSD akan jauh lebih sedikit dibanding saat bertanding di Stadion Pancasila.

”Karena itu, kami menargetkan akan meraih poin penuh. Kalau meleset, minimamal bisa mencuri poin hasil imbang lawan PSD Demak,” ujar Agus Puryanto, Jumat (13/5/2016).

Sebelumnya, kedua kesebelasan sudah pernah bertanding di laga putaran pertama Linus Jateng Grup C di Stadion Kridosono Blora, Minggu (1/5/2016). Dalam pertandingan tersebut, PSD mampu menahan imbang Persikaba, 0-0.

Pelatih kedua kesebelasan pun dipastikan sudah memahami gaya permainan tim lawan. Hanya saja usai menghadapi PSD Demak di pertandingan putaran pertama itu, Persikaba melakukan pembenahan.

Andri Mulyono Jati dan kawan-kawan diminta tidak lagi menganggap enteng tim lawan. Kepercayaan diri yang terlalu berlebihan menjadi bumerang bagi Persikaba saat menjamu Demak. ”Kala itu, pemain bermain asal-asalan karena menganggap enteng Demak,” ujar Pelatih Persikaba, Nanang Kushardiyanto.

Meski sudah memahami gaya permainan tim Demak, namun pelatih asal Sidoarjo itu tetap tidak mau jumawa. Dia menargetkan timnya bisa bermain imbang lawan Demak. ”Kita realistis sajalah. Kami bawa 18 hingga 21 pemain dan menggunakan pola permainan 4-4-2,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

SK Pembekuan Dicabut, Persijap Tunggu Tindakan PSSI

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom)

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar gembira hinggap di dunia sepak bola Tanah Air. Setelah lama bersitegang dengan PSSI, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi akhirnya mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan, pihaknya turut bergembira dengan adanya pencabutan SK pembekuan PSSI oleh Menpora. Bahkan, dia penilai seharusnya pencabutan SK pembekuan tersebut dilakukan sudah lama.

”Saharusnya sudah lama dicabut (SK pembekuan PSSI-red), dan kami dari club Persijap menunggu dan melihat tindakan dari PSSI selanjutnya,” ujar Basalamah kepada MuriaNewsCom, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, pembekuan seharusnya dilakukan lebih cepat agar PSSI bisa bekerja sebagaimana mestinya, khususnya untuk mengembangkan dunia sepakbola di Indonesia. Pria asal Negara Malaysia itu menilai jika PSSI dibekukan membuat kevakuman seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

”Kami tidak hanya menunggu tindakan dari PSSI, tetapi juga dari operator kompetisi yang kini diikuti oleh Persijap,” ungkap Basalamah.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dengan dicabutnya SK pembekuan, pihaknya berharap kedepannya PSSI lebih baik lagi dari sebelumnya. Lebih dari itu, pihaknya juga berharap agar PSSI juga diisi oleh orang-orang yang lebih berkompeten dan memiliki integritas tinggi.

”Ya misalnya harus transparan, masih muda dan energik dan bersedia mendengar semua masukan dan keluhan dari club-club yang ada di Indonesia,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk selanjutnya Persijap tetap mengikuti kompetisi yang masih berjalan. Jika nantinya aka nada kompetisi lain akan dipikirkan lebih lanjut. Yang terpenting, kata Basalamah, Persijap dapat tampil dan tetap eksis.

Editor: Supriyadi

Persijap Yakin Permalukan PSIR Rembang di Kandang

Pemain Persijap Agusng Supriyanto (kanan) saat berhadapan dengan pemain PPSM Magelang pada laga perdana ISC Serie B. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemain Persijap Agusng Supriyanto (kanan) saat berhadapan dengan pemain PPSM Magelang pada laga perdana ISC Serie B. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara pagi tadi bertandang ke stadion Krida Rembang untuk mempersiapkan diri menghadapi PSIR Rembang dalam derby Muria, di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016, Sabtu (7/5/2016) sore nanti. Pada laga itu, Persijap siap mempermalukan tuan rumah, PSIR Rembang dihadapan pendukung mereka.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat optimistis bakal mencuri poin penuh dari PSIR Rembang. Apalagi di kompetisi ini, Persijap telah mengawalinya dengan sempurna mengalahkan PPSM Magelang dengan skor 2-0.

”Kami optimistis menang lawan PSIR Rembang. Sebab, target kami diawal adalah 4 besar, jadi kami akan berjuang disetiap pertandingan untuk mencuri poin dari lawan, termasuk melawan PSIR Rembang,” ujar CEO Persijap Jepara M Said Basalamah.

Menurut dia, kemenangan Persijap setelah menyapu bersih PPSM Sakti Magelang akan memuluskan langkah melakoni pertandingan kedua Persijap dalam ajang kompetisi ISC-B. Agung Supriyanto dkk dipaksa akan bermain lebih agresif lagi agar bisa memenangkan pertandingan.

”Setelah dilakukan evaluasi dari pertandingan perdana lalu dengan terus melakukan latihan coach Yusack sudah mempersiapkan taktik dan strategi untuk Agung dkk dalam pertandingan melawan PSIR,” terangnya.

Untuk sementara, dipastikan dalam laga away melawan PSIR Rembang akan menerapkan pemain yang ada. Saat ini Persijap telah mengantongi sebanyak 22 pemain berkualitas. Meski begitu, dalam laga besok, yang 18 pemain yang diboyong ke Rembang.

Editor: Supriyadi

 

Puyoh Dawe, jadikan Sepak Bola untuk Majukan Desanya

Warga melakukan latihan sepak bola di Puyoh, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melakukan latihan sepak bola di Puyoh, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kegiatan yang disediakan oleh Pemerintah Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kudus memang khusus untuk memberikan pendidikan bagi pemuda atau warga supaya bisa memanfaatkan waktu luangnya.

Dari berbagai kegiatan yang ada, mulai dari oraganisasi agama hingga olahraga, saat ini yang menjadi magnet oleh pemuda setempat ialah olahraga sepak bolanya.

Salah satu perangkat Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Sholikan mengatakan, para pemuda desanya selalu memilih organisasi yang simpel, mudah serta nyaman untuk diikuti. Yakni salah satunya ialah sepak bola.

Dia menilai, bukan berarti kegiatan yang lainnya tidak menyenangkan, namun rata rata para pemuda yang ada di desa ini suka dengan sepak bola. “Meskipun mereka tidak mempunyai cita cita yang muluk muluk untuk menjadi yang terbaik dalam tim sepak bola,” katanya.

Dengan adanya kegiatan sepak bola dengan nama klub Putu Joyo ini setidaknya bisa memberikan manfaat tersendiri bagi para pemuda. Sehingga mereka bisa selalu menghargai waktu luangnya untuk berkegiatan. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Berharap Muncul Pesepak Bola Hebat dari Ajang Usia Dini Grobogan

Upacara turnamen sepak bola kelompok umur usia dini memperebutkan piala Wakil Bupati yang digelar di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Jumat (30/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Upacara turnamen sepak bola kelompok umur usia dini memperebutkan piala Wakil Bupati yang digelar di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Jumat (30/10/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro menyatakan, saat ini ternyata cukup banyak bibit muda yang bisa diandalkan dalam cabang sepak bola. Sehingga diharapkan, dalam masa mendatang bisa muncul bintang sepak bola hebat dari Grobogan. Seperti sosok Ravi Murdianto, mantan kiper timnas U-19 yang berasal dari Kecamatan Tegowanu.

Hal itu dicetuskan Icek saat membuka turnamen sepak bola kelompok umur memperebutkan piala Wakil Bupati yang digelar di Stadion Krida Bhakti Purwodadi pagi tadi.
”Even Wakil Bupati Cup ini kita gelar rutin tiap tahun. Untuk tahun 2015 ini sudah even keenam dan pesertanya khusus anak-anak atau usia dini,” katanya.

Ajang Wabup Cup VI tahun ini dibagi dalam tiga kelompok umur (KU). Yakni, KU 10, 11 dan 12 tahun. Jumlah peserta di tiap KU ada 16 klub yang datang dari berbagai kota. Selain tuan rumah, ada klub dari Kudus, Solo, dan Semarang yang ikut dalam turnamen ini.

Tunamen tersebut rencananya digelar selama tiga hari. Untuk KU 10 pertandingannya digelar hari ini. Kemudian, Sabtu besok buat KU 11 dan Minggu lusa merupakan jadwal bagi KU 12.

”Pada awalnya, pesertanya hanya dari dalam kota sini saja. Sekarang, tim dari kota lain banyak yang ikut serta sehingga even ini makin ramai,” ungkap Icek.

Icek berharap agar dalam masa-masa mendatang lebih sering digelar kejuaraan atau turnamen sepak bola. Hal itu diperlukan agar para atlet punya kesempatan menambah jam terbang dan menimba pengalaman. Selain itu, dari beragam kejuaraan itu bisa digunakan untuk memantau bibit muda yang punya talenta.

”Selama ini, turnamen bola tingkat lokal masih minim. Untuk itu, mulai tahun depan harus sering ada turnamen. Baik untuk anak-anak, remaja dan dewasa,” katanya
Menurutnya, salah satu sarana untuk mencetak pesepak bola handal adalah dengan menerjunkan atlet itu ke dalam kancah kejuaraan. Jika hanya melakukan latihan keras tanpa pernah merasakan atmosfir pertandingan maka kemampuan para pemain itu sangat sulit terdongkrak.
”Untuk menggelar even kejuaraan secara rutin nanti biar dipikirkan pihak KONI. Selain itu, partisipasi dari pemerhati sepak bola di Grobogan juga kita harapkan karena untuk membuat turnamen butuh dana besar,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

Askab PSSI Blora Fokus Pembinaan Usia Dini dengan Gelar Ragam Kompetisi KU 12

Salah satu club yang berlatih di stadion Kridosono Blora. Rencananya ada sekitar 25-30 tim yang akan ikut kompetisi KU 12. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu club yang berlatih di stadion Kridosono Blora. Rencananya ada sekitar 25-30 tim yang akan ikut kompetisi KU 12. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Blora berencana menggulir kompetisi internal PSSI U-12. Dalam kompetisi kelompok usia (KU) 12 tahun ini merupakan pembinaan bagi para pemain muda dan salah satu program kerja PSSI, yang setiap tahun digelar kompetisi ataupun turnamen bagi para pemain tersebut. Dan rencananya pemutaran kompetisi U-12 dilakukan pada 3-4 Oktober nanti.

”Kita kick off mulai tanggal 3 dan berlangsung selama dua hari hingga 4 Oktober di lapangan Kridosono, Blora,” jelas Ketua Askab PSSI Blora, Agung Waskita, Sabtu (26/9/2015).

Menurutnya, pihaknya memfokuskan pembinaan usia dini terlebih dahulu. Hal itu bertujuan agar kompetisi yang rutin digelar setiap tahun ini, bisa memberi dorongan bagi para pemain agar semakin termotivasi berlatih di klubnya masing-masing.

”Setidaknya akan ada 25-30 klub yang ikut, dan para pengurus yang memiliki lisensi kepelatihan diharap bisa ikut serta menurunkan timnya masing-masing,” imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, setelah kompetisi KU 12 ini digelar nantinya akan ada kompetisi lainnya yang digelar Askab PSSI Blora. ”Namun untuk jumlah timnya berapa kami belum tahu. Sebab saat ini masih fokus pada KU 12 terlebih dahulu,” terangnya.

Diharapkan nantinya bisa mencetak pemain-pemain berbakat untuk Kabupaten Blora. Karena peserta yang ikut cukup banyak. ”Semoga nantinya para pesepak bola kecil yang giat berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) masing-masing ini, bisa tumbuh berprestasi untuk Blora,” harapnya. (PRIYO/TITIS W)

Pesepakbola Profesional Kudus Ini Malas Jual Kerang Lagi

Bek Persiku Muhammad Idris (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Bek Persiku Muhammad Idris (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Sama seperti pemain sepak bola kebanyakan, bek Persiku Muhammad Idris juga sangat mencintai hobi yang menjadi ladang pekerjaannya tersebut. Di tengah kisruh berkepanjangan yang menimpa persepak bolaan nasional, Idris dan ribuan pesepak bola lainnya pun kehilangan arena untuk memamerkan aksinya.
Kompetisi sepak bola tarkam dan liga yang digelar di tengah kompetisi seperti Piala Polda dan Piala Presiden jadi salah satu alternatif. Idris merasa kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk mengikuti tarkam jika masih menggeluti pekerjaan sebelumnya.

“Saya ingin bekerja sembari tetap berlatih dan sebisa mungkin masih bermain sepak bola. Karena itu saya tidak berjualan kerang lagi,” ujar Idris kepada MuriaNewsCom.

Dengan alasan tersebut dia menghadap Ketua KONI Kudus, M. Ridwan. “Per 1 September 2015 saya mulai bekerja di sana, terima kasih kepada Pak Ketua yang pengertian dengan kondisi kami,” sambung Idris.

Idris pun kembali ‘setim’ dengan kompatriotnya di Persiku, kiper Prahita Dian yang terlebih dulu bekerja di Kantor KONI Kudus. “Sebenarnya jualan kerang mendatangkan untung yang lumayan besar. Hanya, kalau ada tarkam gitu saya tidak bisa ikut,” kata Idris.

Bagi pria yang sudah membela Persiku sejak 2009 silam ini, sepak bola sudah seperti istri keduanya. “Susah senang saya ya di sepak bola ini,” ujar pemain yang pernah membela Persibar pada 2013 ini.

Berkat pekerjaan barunya ini, Idris pun masih bisa bermain sepak bola pada sejumlah kompetisi tarkam yang bergulir di Kudus dan sekitarnya. Terakhir, dia bersama Joko dan Mustofa mengikuti tarkam di Rowo Pucang, Pekalolngan. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Liga Santri Nusantara Zona III Segera Bergulir

Pengurus klub sepak bola santri dan panitia LSN zona III saat foto bersama (MuriaNewsCom/Priyo)

Pengurus klub sepak bola santri dan panitia LSN zona III saat foto bersama (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kompetisi sepak bola Liga Santri Nusantara (LSN) yang memperebutkan Piala Menpora I bakal digelar di Kabupaten Blora. Kompetisi ini, merupakan kerjasama antara Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama dengan Menpora.

”Blora masuk zona III di Jawa Tengah dengan beberapa kabupaten lainya. Rencananya,  LSN untuk zona III bakal digelar mulai tanggal 19-24 Desember dengan diikuti sebanyak 12 tim sepak bola dari perwakilan santri di beberapa daerah yang masuk wilayah zona III,” ujar Ketua Pelaksana LSN Zona III Jawa tengah Ahmad yusuf, Rabu (16/9/2015)

Menurutnya, dalam LSN zona III ini diikuti dari Kabupaten Rembang, Pati,Grobogan dan Blora Sendiri. Dari 12 tim yang ikut itu dengan rincian tim LSN dari Rembang 1 tim, Pati 1 tim, Grobogan 2 tim dan 8 tim dari Blora.

“DiJawa Tengah dibagi menjadi tiga zona, untuk zona I diwilayah Sukoharjo, zona II di wilayah Temanggung dan zona III diwilayah Blora. Masing-masing zona nantinya akan diambil satu tim terbaik untuk maju ke babak selanjutnya,” imbuhnya.

Dengan diadakannya LSN ini bertujuan untuk pengembangan potensi para santri dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola U-17. Selain itu, kegiatan ini juga untuk  menjalin silahturahmi antarpara santri yang ada di indonesia.

“LSN ini nantinya bisa menjadikan silahturami para santri dan bisa mencari bibit-bibit atlet untuk menunjukakan kemampuannya di dalam olahraga sepak bola,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Roubin FC Ponpes Leteh Bakal Ramaikan Liga Santri Nusantara

Muhammad Ali Mustofa, Asisten Pelatih Roubin FC. (ISTIMEWA)

Muhammad Ali Mustofa, Asisten Pelatih Roubin FC. (ISTIMEWA)

 

REMBANG – Roubin FC, tim sepakbola dari para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatut Thalibin Leteh-Rembang, bakal turut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara. Turnamen yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ini telah dimulai sejak Minggu (6/9/2015). Sepakbola U-17 Liga Santri Nusantara ini diikuti oleh 192 tim yang terbagi dalam 16 zona di 10 provinsi se-Indonesia.

”Kami berada dalam satu grup dengan tim sepakbola dari pesantren di Blora dan Winong-Pati di bagian Zona Jawa Tengah. Kami baru kali pertama mengikuti kompetisi resmi. Kami memiliki target untuk menang di setiap laga,” ujar Muhammad Ali Mustofa, Asisten Pelatih Roubin FC, Rabu (9/9/2015).

Muhammad Ali Mustofa mengaku telah menyiapkan 22 pemain untuk berlaga di Liga Santri Nusantara. Menurutnya para pemain hanya tinggal memantapkan latihan. Menurutnya agenda latih tanding dengan tim sepakbola lainnya juga telah diagendakan. Dia mengaku telah mendapatkan restu dari pihak pondok untuk mengikuti turnamen tersebut.

”Untuk uji coba para pemain Roubin FC U-17, kita tandingkan dengan santri yang senior. Saat ini kami masih menunggu jadwal pertandingan. Kalau soal izin karena libur mengaji, kami sudah diizini oleh pengasuh dan lurah pondok,” kata Muhammad Ali Mustofa. (AHMAD FERI/TITIS W)

Kompetisi U-12 Blora Siap Memanas

Salah satu klub saat berlatih di Stadion Kridosono Blora. (MuriaNewsCom/PRIYO)

Salah satu klub saat berlatih di Stadion Kridosono Blora. (MuriaNewsCom/PRIYO)

 

BLORA – PSSI Blora berencana menggulirkan kompetisi internal PSSI U- 12. Langkah ini sekaligus pembinaan bagi para pemain muda dan salah satu program kerja PSSI yang setiap tahun digelar kompetisi ataupun turnamen bagi para pemain lokal.

”Kompetisi yang rutin digelar setiap tahun bertujuan agar para pemain semakin termotivasi berlatih di klubnya masing-masing. Sehingga saat digelar turnamen, para pemain muda belia itupun telah siap tampil” jelas Ketua Askab PSSI Blora Agung Waskito, Selasa (8/9/2015).

Pengurus PSSI Blora yang membidangi pembinaan pemain muda, Agus Puryanto mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mensosialisasikan bergulirnya turnamen tersebut kepada klub-klub sepak bola di Blora.

”Kami akan kirim surat pemberitahuan kepada klub-klub untuk turut serta dalam turnamen sepak bola U- 12,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap turnamen pembinaan pemain muda tersebut bisa diikuti banyak tim. Dengan demikian persaingan menjadi tim terbaik di turnamen tahunan itu akan menjadi lebih sengit.

”Paling tidak akhir September, turnamen sudah akan digelar, kami harap para klub-klub yang memiliki pembinaan bisa ikut dalam turnamen ini. Terlebih para pengurus klub beberapa bulan lalu juga sudah mendapat lisensi kepaltihan sehingga ini tentu bisa digunakan juga dalam pembinaan usia dini”ungkapnya.

Sementara itu salah satu ketua SSB Putra Mustika Blora Haris Fuadi menyambut baik akan digulirnya turnamen U-12 ini. Adanya turnamen ini tentu akan menjadikan pembinaan dini bagi para klub dan para pemain muda.

”Senang mendengar akan digulirnya turnamen U-12 ini. Tentu dengan adanya turnamen ini bisa membangun para pesepak bola usia dini untuk bisa berkembang lebih baik” terangnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Gara-gara Jos di Tarkam, Pesepak Bola Kudus Ini Harum Namanya di Pekalongan

Skuad PS DIklat di HW Cup beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Skuad PS DIklat di HW Cup beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Jangan pernah menyepelekan kompetisi sepak bola sekelas tarkam. Apalagi di saat seperti ini, tarkam bisa memberi penghasilan sampingan yang jumlahnya lumayan buat pesepak bola profesional.

Itulah kira-kira yang terjadi pada enam penggawa Persiku. Beberapa waktu lalu, mereka tergabung dalam PS Diklat yang bertanding di HW CUp 2015 di Pekalongan. Meski gagal juara, namun penampilan apik mereka membuahkan hasil yang lain.

“Adit dihubungi oleh seorang manajer tim di Wuled, Pekalongan. Dia minta kami untuk bermain bagi salah satu tim,” kata Ilyas Sayogie, salah satu dari enam pemain tersebut kepada MuriaNewsCom.

Enam pemain tersebut adalah Adit Wafa, Ilyas, Sholikul, Medy, Deny dan Mustofa. Pada Selasa (1/9/2015) siang mereka beranjak menuju Pekalongan dan langsung turun ke lapangan sore harinya.

“Alhamdulillah tadi menang 3-0, Sholikul cetak brace dan satunya lagi disumbangkan Adit lewat penalti. Lumayan lanjut ke babak selanjutnya dan tambah penghasilan,” lanjut Ilyas.

Dalam dunia tarkam, bagi pesepak bola yang terpenting adalah kesempatan bermain di depan penonton yang antusias dan bayaran yang lancar. Oleh karena itu, tak wajib hukumnya menghapal nama tim lawan, bahkan timnya sendiri.
“Pokoknya nanti main lagi 12 September. Semoga tidak bentrokan dengan jadwal TC Pra PON tim Kalimantan Tengah, sehingga saya masih bisa ikut tarkam lagi,” kata Ilyas.

Dirinya memang mendapat panggilan untuk membela Kalimantan Tengah di Pra PON nanti. Selain dia, ada Sholikul dan Adit Wafa yang sama-sama berasal dari Persiku. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Salah Tulis Alamat KONI Blora, Pencairan Dana Pembinaan Olahraga Molor Berbulan-bulan

Ketua KONI Blora Heri Sutiono (MuriaNewsCom/Priyo)

Ketua KONI Blora Heri Sutiono (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Anggaran untuk pembinaan olahraga yang diajukan KONI Blora pada APBD Kabupaten Blora sempat molor pencairannya selama berbulan-bulan. Penyebabnya cukup sepele, KONI dalam hal ini salah dalam menuliskan alamat yang masih tertulis di Jl GOR Mustika. Padahal, Kantor KONI Blora sudah pindah ke Jl. Koloner Sunandar.

Akibatnya, anggaran tersebut baru bisa cair saat ini untuk tahap yang pertama, dengan besaran Rp 1,4 miliar.

“Dana sebesar Rp 1,4 miliar itu merupakan pencairan tahap pertama yang diperuntukan bagi operasional KONI dan 29 cabang olahraga (cabor) yang ada di Blora. Dana tersebut langsung dicairkan oleh pengurus cabor masing-masing, termasuk untuk cabang sepak bola yang di antaranya langsung digunakan untuk membayar gaji pemain Persibaka. Proses pencairan untuk beberapa cabor, hingga kini masih berlangsung,’’ ujar Ketua KONI Blora Hery Sutiono,Sabtu (15/8/2015) .

Menurutnya, pencairan dana pembinaan olahraga yang telah dianggarkan dalam APBD itu masih akan dilakukan satu tahap lagi. Pencairan tahap kedua tersebut dengan jumlah sama, yakni Rp 1,4 miliar.

”Untuk Kapan pencairan tahap kedua itu, tergantung pengurus cabor menyelesaikan administrasi pertanggungjawaban penggunaan dana pencairan tahap pertama,’’ katanya.

Dengan telah dicairkannya dana pembinaan olahraga tersebut, Hery Sutiono menghapkan agar setiap cabor intensif dalam melakukan pembinaan olahraga, seperti latihan dan menyertakan atlet di sejumlah kejuaraan.

Salah satu fokus perhatian dalam pembinaan itu adalah regenerasi atlet. Sebab even olahraga di tingkat nasional yang diperuntukan bagi atlet junior dan remaja banyak diadakan pemerintah maupun pengurus cabang olahraga.

“Kita tidak mungkin berharap terus kepada atlet-atlet senior. Seiring bertambahnya usia, atlet senior itu akan berhenti juga. Oleh karena itu regenerasi atlet harus menjadi perhatian, agar prestasi tetap berkesinambungan,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Selamat Bro, All Star Kudus Taklukkan Kehebatan Persilo!

Suasana pertandingan yang ricuh antara All Star dan Persiwo di Gribig Cup. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Suasana pertandingan yang ricuh antara All Star dan Persiwo di Gribig Cup. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – All Star Kudus akhirnya memenangi pertandingan lanjutan Grup B Gribig Cup 2015 melawan Persilo, Selasa (11/8/2015). Kedudukan 2-1 untuk All Star.

Duel berlangsung cukup keras sejak menit pertama pertandingan dimulai. Bahkan, sempat terjadi adu tegang antara pemain kedua kesebelasan.

Jalannya pertandingan sendiri sempat adem ayem, terutama di menit-menit awal. Baru di menit ke-18 Persilo melancarkan serangan dari sayap kanan. Mayong melancarkan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti namun bola masih melenceng dari gawang All Star.

Kombinasi Asfa dan Anang di lini tengah Persilo menjadi kunci permainan tim yang sebagian besar dihuni pemain muda itu. Sedangkan All Star mengandalkan kreativitaa dan umpan akurat nomor 6 Herwanto untuk menghasilkan kesempatan bagi Tolang dan Martono.

Di menit ke-34, awal mula terjadinya insiden di lapangan. Tolang yang dilanggar pemain lawan, tidak bisa menahan emosinya dan melempar bola ke arah pemain lawan. Sempat terjadi saling dorong dan ofisial tim yang memasuki lapangan. Insiden ini berbuah kartu merah untuk Tolang.

Unggul jumlah pemain, Persilo berada di atas angin. Di menit 44, Anang mengobrak abrik pertahanan All Star sebelum mengumpan bola ke Alfarizi yang berdiri bebas. Persilo unggul 1-0 atas All Star.

Semenjak gol tercipta, permainan Anang di lini tengah semakin menggila. Berkali-kali upaya dan penetrasinya merepotkan barisan pertahanan All Star yang dikomandoi kapten Cucun.

Kejutan besar terjadi dalam kurun enam menit. Pemain lincah Martono meceploskan brace ke gawang Tio Rizki setelah sebelumnya mengacak-acak pertahanan Persilo.

Sebelumnya, sempat terjadi insiden ketika Anang mecoba melepaskan diri dari kawalan pemain lawan, namun naas kaki Herwanto terlampau tinggi dan mengenai wajah pemain PS Diklat tersebut. Anang pun tersungkur sembari menutupi wajahnya sebelum mendapatkan perawatan medis.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan maupun insiden lanjutan. All Star nangkring di puncak klasemen Grup B dengan nilai 6 dari dua kemenangan, sedangkan Martono sukses mengoleksi tiga gol. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Babak Pertama, Persirangga Tekuk Kartini Boys Jepara

Pertandingan Persirangga melawan Kartini Boys Jepara di Gribig Cup, Kudus. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

Pertandingan Persirangga melawan Kartini Boys Jepara di Gribig Cup, Kudus. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Pada laga lanjutan Gribig Cup 2015, Sabtu (8/8/2015) Persirangga bersua Kartini Boys. Kali ini Persirangga mengenakan jersey biru, sedangkan Kartini Biys masih mengenakan jersey hitam.

Tim asal Megawon langsung mengambil inisiatif serangan. Masih mengandalkan poros serangan yang dibangun melalui duet 9 dan Tobar, yang kali ini mengenakan ban kapten.

Pada menit ke-3, Agus Glondong mencetak gol memanfaatkan umpan sempurna dari Tobar mengecoh Danang Wihatmoko. Persirangga 1-0 Kartini Boys.
Persirangga semakin meninggalkan tim asal Jepara berkat gol tambahan yang dicetak oleh Joko di menit ke-22.

Di menit ke-27, Danang Wihatmoko melakukan kesalahan fatal setelah gagal mengamankan bola yang seharusnya bisa ditangkap. Agus kembali mencatatkan namanya di papan skor. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0 untuk Persirangga. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Profotex Kudus Puncaki Klasemen Grup B Setelah Lumpuhkan Kartini Boys

Pemain Profotex berupaya mengalahkan Kartini Boys di Lapangan Gribig Kudus. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’Imy)

Pemain Profotex berupaya mengalahkan Kartini Boys di Lapangan Gribig Kudus. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’Imy)

KUDUS – Profotex berhasil mengamankan tripoin pertama mereka dan menduduki puncak klasemen sementara Grup B. Pada hari ketiga perhelatan kompetisi tarkam Gribig Cup 2015 yang dimainkan di Lapangan sepak bola Gribig, Arif Fathkul dan kawan-kawan berhasil menang 3-1 atas Kartini Boys, Selasa (4/8/2015).

Profotex unggul sementara atas lawannya Kartini Boys 2-0 pada babak pertama. Banyak warga Kudus mengelilingi sisi luar lapangan yang ingin menyaksikan penampilan legiun asing yang membela Profotex, Eric dan Amadou.

Kartini Boys sendiri bukan tanpa nama besar. Di bawah mistar gawang, berdiri Danang Wihatmoko yang pernah bersinar bersama Persijap.

Namun Profotex mencuri keunggulan sementara berkat aksi Dony Pamungkas di menit ke-12. Berawal dari akselerasi Profotex di sayap kanan, bola mengenai tangan pemain Kartini Boys. Wasit pun menunjuk titik putih. Amadou tanpa kesulitan mengecoh Danang Wihatmoko.

Amadou kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari akselerasi Dony Pamungkas, Crossing matangnya dari sisi kanan lapangan dimanfaatkan Amadou yang berdiri bebas di kotak penalti lawan. Profotex 2-0 KArtini Boys.

Sebelum babak pertama usai, Kartini Boys mengganti dua pemain tengahnya untuk menetralisir permainan agresif lawan. Namun hingga wasit meniup peluit, skor masih bertahan 2-0.

Di awal babak kedua, kombinasi permainan Eric dan Amadou menghasilkan upaya yang membahayakan gawang Danang Wihatmoko. Namun pemain sayap lincah, Voller gagal memaksimalkan umpan matang yang dikirim Amadou.

Baru pada menit ke-56, Voller berhasil masuk jajaran pencetak gol. Crossing datar dari Sugeng berhasil dimaksimalkan oleh pemain berambut nyentrik ini. Profotex berada diatas angin dengan akor 3-0.

Akhirnya Kartini Boys mendapat gol hiburan. Di menit ke-60, umpan daerah pemain belakang Kartini Boys meluncur ke area pertahanan Profotex. Andika dengan elegan melambungkan bola dan berhasil mengelabui kiper Profotex Prahita yang sudah mati langkah. Profotex 3-1 Kartini Boys. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Anam dan Wahyu Dipastikan Absen di Laga El-Clasico Jateng Sore Nanti

Pemain Persijap mengamankan bola dari pemain Persis Solo ketika laga kandang 27 Mei lalu. Kali ini Persijap akan menjamu PSIS Semarang dan kembali menargetkan menang di kandang.(MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Pemain andalan Anam Syahrul dan Widya Wahyu dipastikan absen ketika Persijap menghadapi PSIS Semarang sore nanti, Rabu (10/6/2015) di stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, dalam lanjutan turnamen Polda Jateng 2015.

Lanjutkan membaca