Demi Sembako Murah, Warga Blora Rela Berdesak-desakan

 Sejumlah warga berdesakan mengantre untuk mendapat jatah paket sembako murah (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Sejumlah warga berdesakan mengantre untuk mendapat jatah paket sembako murah (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Ratusan warga Blora rela berdesak- desakan demi mendapatkan paket sembako murah pada kegiatan pasar murah yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di Blok T, Kecamatan Blora, Kamis (23/6/2016).

Ratusan ibu-ibu rela bersusah payah mendapatkan paket gula dan beras murah untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Mereka berdesakan mengantre, untuk bisa mendapatkan paket sembako. Bahkan sempat terjadi aksi dorong lantaran para ibu-ibu tak sabar ingin segera mendapat sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran.“Lumayan bisa menghemat, dengan Rp 20 ribu bisa dapat sembako,” ujar Puji salah satu warga.

Ia berterima kasih dengan keberadaan pasar murah yang digelar Pemkab Blora tersebut. Sebab, dengan adanya pasar murah, setidaknya sebagian masyarakat, khususnya yang pra sejahtera merasa terbantu.

f-sembako murah 2 (e)

Paket sembako murah seharga Rp 20 ribu itu berisi beras 2,5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter dan mie instan. “Seharusnya harga sembako tersebut seharga Rp 60 ribu. Namun, kami kerjasama dengan pihak ketiga untuk ikut mensubsidi, biar harga sembako bisa sangat murah,” kata Maskur, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Blora.

Selain paket sembako, dalam pasar murah juga dijual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Untuk gula pasir, dijual dengan harga Rp 12.500, dan hanya dalam jangka waktu kurang dari tiga jam 2,5 ton gula habis diserbu masyarakat. Selain itu, pada pasar murah tersebut juga dijual elpiji 3 kilogran dengan harga Rp 15.500. Sebanyak 560 tabung yang disediakan, dalam waktu tak kurang dari 3 jam juga habis diserbu warga.

Maskur mengaku, bahwa pihaknya telah menyebar sekitar 2.500 kupon yang diberikan kepada warga kurang mampu. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat menjelang lebaran.

 Editor : Kholistiono

Pasar Murah Dinilai Memberikan Kontribusi Positif Terhadap Warga

 Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Keberadaan pasar murah yang digagas Pemuda Karang Taruna Budi Utomo Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus, pada acara sedekah bumi di desa setempat, dinilai mampu memberikan kontribusi positif terhadap warga.

Ketua Karang Taruna Budi Utomo Muh Nurul Mufid mengatakan, dengan adanya pasar murah ini, warga bisa mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah dibanding di pasaran. Sehingga, hal itu dapat sedikit meringankan beban warga.

”Kegiatan ini tak lepas dari peran pemerintah desa yang memberikan support terhadap kami untuk mengadakan pasar murah. Tujuannya tak lain, agar kegiatan ini bermanfaat dan warga juga terbantu,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa terkait hal ini. Ke depan, kegiatan seperti ini, diharapkan tetap dipertahankan atau bahkan dengan kegiatan yang lebih besar lagi yang bisa bermanfaat bagi warga. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Ada Sembako Murah pada Acara Sedekah Bumi Desa Sambung

Suasana pasar murah di acara sedekah bumi Desa Sambung, Kecamatan Undaan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana pasar murah di acara sedekah bumi Desa Sambung, Kecamatan Undaan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ada yang berbeda pada acara sedekah bumi di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus. Jika biasanya sedekah bumi diisi dengan pawai budaya atau ritual khas desa setempat, kini di Desa Sambung dibuat lebih kreatif lagi, dengan mengadakan pasar murah.

Kegiatan yang digagas Karang Taruna Budi Utomo ini, bertujuan agar warga bisa mendapatkan sembako murah. Sehingga acara sedekah bumi di tempat tersebut bisa lebih membawa manfaat terhadap warganya.

Husnul Wafa, salah satu perangkat Desa Sambung mengatakan, selain menggelar kesenian tradisional, pihak pemdes sengaja menggandeng pemua untuk ikut berperan dalam kegiatan tahunan ini, salah satunya melalui pasar murah.

”Setidaknya dengan adanya pasar murahini, bisa meringankan beban bagi warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena, dengan harga sembako yang saat ini cukup mahal, tentunya pasar murah ini bisa membantu warga,” katanya.

Pada pasar murah ini, katanya, warga bisa mendapatkan harga di bawah pasaran. Seperti halnya, gula pasir, jika di pasaran dijual dengan harga Rp 11.500/kg, di pasar murah harganya Rp 10 ribu/kg. Kemudian, telur Rp 20 ribu/kg, dan minyak goreng Rp 10.500/kg.

Selain sembako, katanya, beberapa produk UMKM juga dijual di tempat tersebut. Di antaranya, keripik, roti dan juga ada baju hasil produksi warga setempat. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)